
Alex tengah mencari pakaian yang diminta Istrinya di sebuah mall, ia modar-mandir kesana kemari mencari sesuatu yang pas dan menarik dimatanya.
"Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang penjaga toko.
"Saya butuh iner dress span warna hitam, ada?" tanya Alex.
"Ooh ada pak, ukuran berapa?"
Alex terdiam.
"Saya lupa, kira-kira ukuran Mahasiswi" ucap Alex.
"Ooh baik, sebentar saya ambilkan"
Alex mengangguk, penjaga toko itu pergi, tak lama ia kembali membawa apa yang diminta Alex.
"Ini pak"
Semua pesanan Aira sudah dibeli Alex, pria itu juga berinisiatif membeli sepasang sepatu yang cocok dipadukan dengan pakaian Aira.
Alex keluar dari toko sepatu yang dihampirinya sebelum pulang.
"Pak Alex?"
Alex menoleh kebelakang, dahinya mengerut.
"Beneran pak Alex ternyata.." gadis itu mendekat kearah Alex.
"Saya Nana pak, Mahasiswi Manajemen" ucapnya.
"Mahasiswi saya banyak, maaf saya kurang kenal" balas Alex.
"Iya pak, saya mah maklum" kekeh Nana.
Dengan sopan Nana meraih tangan Alex dan menempelkan didahinya.
"Bapak kenapa keluar dari toko sepatu perempuan?" tanya Nana.
Alex sebenarnya panik tapi tetap bersikap cool.
"Apa ini urusan kamu?" tanya Alex dingin.
Nana menyengir.
"Eh- enggak sih pak, basa-basi doang"
"Saya duluan kalau begitu" ucap Alex.
Nana mengangguk.
"Hati-hati pak"
"Ya kamu juga" ucap Alex.
Nana masuk kedalam toko.
"Kayaknya pak Alex beneran udah nikah, kalau gak ngapain dia ketoko sepatu perempuan, pasti beliin sepatu istrinya.."
"Atau pak Alex kalau malem berubah?" Kekehnya.
"Jadi Aliana hahaha"
Nana tertawa sendiri dengan pemikiran konyolnya.
"Ada yang bisa saya bantu?"
Nana kembali anggun.
"Mbak mau bantuin saya nyusun skipsi gak?" tanya Nana jahil.
Si penjaga toko diam keheranan.
"Bercanda, saya Nana, langganan ditoko ini, anaknya bu Nayla" ucap Nana.
Penjaga langsung tersenyum ramah, Nana itu keponakan dari pemilik toko sepatu yang cukup mahal itu, ibunya langganan ditoko itu.
"Ah Nona, mari duduk"
Nana duduk disofa panjang tempat orang mencoba sepatu-sepatu.
"Ambil semua yang bagus ya, biar saya coba" ucap Nana.
"Baik Nona"
Begitu pelayan pergi Nana merogoh tasnya untuk mengambil handphonenya. Ia mengetik sesuatu dan tak lama menempelkan benda itu ketelinganya.
"Halo Aira, gue ada goodnews!" seru Nana.
Kamar Aira.
Handphone yang ada ditempat tidur berdering, Aira segera mengangkat panggilan dari teman barunya itu.
"Halo?"
__ADS_1
"Halo Aira, gue ada goodnews!"
Aira merangkak naik ditempat tidur, ia mengigit sebuah cupcake yang dibeli Alex, pria itu membelikannya enam cupcake.
"Lo tau gue ketemu siapa?"
"Mana gue tau, kan gue dirumah" ucap Aira.
"Ish coba tebak" ucap Nana.
"Ketemu Gilan?"
"Ih gak sudi banget sayang"
"Terus siapa?"
Aira mengigit lagi cupcake ditangannya.
"Pak Alex!" ucap Nana.
"Uhuk"
Nana mengatakan ia bertemu Sang suami, Aira tersedak cupcake dimulutnya,
"Aira lo kenapa?"
"Uhuk..Uhuk..Be-bentar"
Beruntung Aira membawa minum dari lantai bawah, Aira segera meminum air putihnya.
"Udah Ra?"
"Y-ya" ucap Aira gugup.
"Kok bisa Na? Ee..Emang pak Alex ngapain?" tanya Aira.
"Jadi gue ketemu dia pas dia keluar dari toko sepatu tante gue di mall xx, bayangin Ra, itu toko sepatu buat perempuan, masa pak Alex beli buat dia"
"Pasti ya itu buat istrinya"
'Pak Alex beli sepatu? Kan gue gak pesen..Jangan-jangan buat..'
'Buat selingkuhannya?!'
"Lo serius dia keluar dari toko sepatu?!"
"Serius Ra, pas mau tanyain mukanya judes, takut gue"
"Se-selain itu dia bawa barang lain gak?"
"Ada, Dua kantung plastik belanjaan lagi, kayaknya baju gitu"
"Gak nyangka banget, pak Alex yang cool plus judes bisa so sweet beliin baju buat istrinya" ucap Nana sambil cekikikan.
Sudut bibir Aira terangkat.
"Iya dia memang selalu romantis" ceplos Aira.
"Sok tau nih Aira" ejek Nana.
Aira tersadar.
"Kan lo tadi yang bilang"
"Iya juga ya, udah dulu ya Ra nanti kalau ada bahan gosip gue kabarin"
"Oke"
Tepat saat Aira meletakkan handphonenya, Alex kembali. Pria itu membuka pintu kamar sambil membawa kantung plastik belanjaan.
Aira yang sudah terlanjur kesal, karena curiga Alex membeli sepatu untuk selingkuhannya. Ia tidak menyambut Alex, malahan ia diam sambil merengut.
"Aira ini saya sudah belikan sesuatu permintaan kamu, dan-"
"Taruh aja disitu" potong Aira, ia menunjuk atas tempat tidur.
Aira mengerutkan dahi, kenapa lagi Aira sekarang. Padahal ia tidak melakukan kesalahan apapun.
"Disini?" tanya Alex.
"Heem"
Ia meletakkan belanjaannya dibelakang Aira.
Alex ikut duduk disebelah Aira, ia menyibakkan rambut Aira kesamping agar bisa memijat pundak Aira.
"Kamu kenapa hum?" tanya Alex.
"Gakpapa"
"Pusing kepalanya?"
Alex berpindah memijat kepala Aira.
__ADS_1
"Enggak" jawab Aira singkat.
"Saya pulang telat ya? Tapi saya rasa saya tepat waktu" ucap Alex.
Aira menoleh dengan tatapan sinisnya.
"Mas jujur.." ucap Aira.
"Jujur apa?"
"Mas jujur sama saya, kenapa mas keluar dari toko sepatu perempuan?" tanya Aira, tatapannya mengintimidasi Alex.
Alex menurunkan tangannya, ia terkekeh.
"Siapa yang kasih tau kamu?" tanya Alex.
Aira memalingkan wajah.
"Gak perlu tau!"
Alex menggelengkan kepalanya, pasti teman Aira yang bertemu dengannya tadi yang mengatakannya.
"Saya mau mas jujur, buat siapa itu? Kan saya gak pesen"
Alex menoleh kebelakang, mengambil sebuah kotak dari dalam kantung plastik.
"Ini buat kamu, saya sengaja mampir kesana, kamu mau pergi tapi gak beli sepatunya gimana?" ucap Alex.
Aira membisu.
'Astaga Aira suudzon banget lo!'
Dengan ragu-ragu ia melihat Alex. Aira mengigit bibir bawahnya
"Beneran buat saya?"
Alex mengangguk.
Bibir Aira ditekuk kebawah, matanya berkaca-kaca, ternyata Sang suami berbaik hati, Aira jadi merasa bersalah.
"Maaf mas" lirihnya.
"Saya kira mas mau beliin buat selingkuhan mas" lanjutnya.
Alex memberikan kotak sepatu pada Aira, lalu tersenyum manis.
"Berapa kali saya bilang, saya cuma cinta sama kamu, jangan berpikir yang enggak-enggak, kamu lagi hamil" ucap Alex.
Aira mengangguk.
"Iya enggak lagi, saya cuma takut ditinggalin karena saya hamil"
'Astaga pemikiranmu Aira' ucap Alex dalam hati.
"Enggak sayang..."
"Bener loh ya?"
Alex mengangguk, Aira tersenyum kembali.
"Yaudah makasih, saya dibeliin sepatu" ucapnya.
"Bayarannya?" tanya Alex.
"Mas mau apa?"
Peetanyaan yang menyukitkan kaum lelaki, kalau ditanya mau apa, Alex mau semuanya.
"Semua" ucap Alex.
Aira menyipitkan mata.
"Semua?"
Alex mengangguk.
"Saya gak paham" ucap Aira.
"Saya cuma mau kamu tetap jadi istri saya" ucap Alex.
Aira tersenyum malu-malu.
"Ka-kalau itu pasti, udah dihamilin juga kan" celetuk Aira.
Alex menyengir, ia mengacak-acak rambut Aira gemas.
"Mas jangan gitu!" protes Aira.
Alex mengabaikannya.
Aira mendapatkan kedua tangan Alex lalu menahannya.
"Mas stop, saya males benerin rambutnya" ucap Aira.
__ADS_1
Alex tersenyum kotak, menampakkan gigi-giginya yang putih.
"Saya yang sisirin mau?"