Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-183


__ADS_3

Dan benar saja, sekitar lima belas menit Aira meninggalkannya. Sudah terdengar suara pintu kamar, Aira menghampiri Alex dengan mengendap-endap.


Entah apa maksudnya berjalan seperti itu.


Saat sudah dekat dengan kursi Alex, Aira tersenyum lebar.


"Mas" panggilnya sembari merangkul pundak Alex.


Pria itu mendongak lalu tersenyum.


"Udah aman Atiyanya?" tanya Alex.


Aira mengangguk.


"Uhm!"


"Ngapain berdiri, sini duduk disebelah mas"


Alex menarik kursi disampingnya, mengisyaratkan sang istri untuk duduk. Aira patuh, ia segera duduk dikursi tersebut dan menggesernya agar lebih berdempetan lagi dengan kursi milik Alex.


Dirangkulnya tubuh Alex lalu bersandar di dada bidang pria itu, terlihat menghamnar tangan Alex tapi pria itu tidak mempermasalahkan selagi istrinya nyaman.


Aira melihat wajah suami, terus melihati dan enggan beralih. Ekspresinya juga menggemaskan, bibirnya sedikit maju, cara kedip yang lucu.


Ah ini seperti anak kucing yang tidak mau ditinggal majikannya.


Alex yang terus dilihat juga berusaha tetap konsentrasi pada pekerjaannya, cobaan yang berat.


'Sedikit lagi, pasti bisa' Alex menguatkan dirinya.


"Ih mas kok gini" ucap Aira tiba-tiba, raut wajahnya kesal.


Alex menatap binggung.


Apa ia berbuat kesalahan? Alex yakin sekali sedari tadi ia hanya diam dan fokus pada pekerjaannya, tidak menganggu istrinya.


Aira melepas rangkulannya.


"Mas jahat banget"


'Loh aku?'


"Jahat gimana Aira, mas dari tadi fokus ke laptop" ucap Alex.


"Iyaa itu! jahat"


Suasana hati istrinya sedang sensitif, tapi Alex tidak paham apa yang salah darinya.


Ia meraih tangan Aira.


"Sini sayang, coba kasih tau mas dibagian mana yang salah"


"Tadikan aku udah ngerangkul mas kayak gini (memperagakan saat ia memeluk Alex) terus liatin mas tapi mas fokus ke laptop terus, aku malah kayak bantal, dipeluk aja terus diemin" omelnya.


Alex ini dikasih isyarat tidak mau mengerti.


"Aku minta dicium tadi tuh, sekarang gak mau, udah gak ada mood" lanjutnya.


Spontan Alex terkekeh.

__ADS_1


'Oohhh ternyata kasih kode minta dicium hahaha'


"Mas makin kesini makin kesana" kesalnya lagi.


"Hahaha gitu ya, udah ngomelnya? sini deket dulu" pinta Alex.


Aira mendekat.


"Kamu juga salah, seharusnya diucapkan maunya apa, mas mana paham kode dari kamu" ucap Alex.


"Memang dasar kamunya yang gak peka, semua cowok begitu"


"Kamu punya cowok sebelum sama mas?" tanya Alex.


Pertanyaannya malah membuat Aira makin kesal, sudah jelas jawabannya TIDAK.


"Gak tau deh, orang-orang bilangnya gitu, sama semua, aku ngikut" ucap Aira.


Ini polos atau bodoh ya.


"Bener gak jadi minta ciumnya?" goda Alex.


"Jadii!"


Aira langsung mencium bibir suaminya, wah wanita satu ini semakin berani.


Alex tidak tau sudah berapa kali ia mengatakan kalau istrinya ini MENGGEMASKAN!.


Rasanya ingin melahap wajah bundar itu.


Aira melepas ciumannya, posisinya sudah berada di pangkuan Alex. Mereka berdua saling pandang.


"Aira" panggil Alex.


"Liburan nanti, kita titipkan Atiya tiga hari aja ke orangtua kita"


Alex sudah gregetan dengan istrinya.


"Ngerepotin orang tua terus" ucap Aira.


"Enggak, mereka pasti mau"


"Bunda atau mama?" tanya Aira.


"Ke mama kamu aja?" Alex bertanya balik.


"Eumm..Mama gak mungkin, bunda aja deh"


"Oke, nanti iota hubungi bunda" ucap Alex.


"Mas mau bawa aku kemana?" tanya Aira sembari mengusap pipi Alex.


"Ke Villa, buat makan kamu" ucap Alex.


Aira tertawa.


"Ooh jadi pergi jauh-jauh cuma buat makan aku?"


"Kalo aku nolak gimana?"

__ADS_1


"Kamu gak mau ke villa bareng mas?"


"Mauu, tapi sampai disana tuh sembilan puluh persen dikamar, sepuluh persennya baru jalan-jalan, yakin banget aku" tebaknya.


Alex tersenyum lalu mencolek dagu wanita itu.


"Pinter hehe"


"Mesum banget" ledek Aira.


Alex mengusap rambut Aira.


"Gak mungkin mas bawa kamu cuma buat itu sayang, kita pasti jalan-jalan juga, kulineran berdua biar seperti orang pacaran" ucap Alex


"Setuju?"


Aira mengangguk.


"Nanti stock asi buat Atiya ya" lanjut Alex.


"Itu aman kok"


Alex tersenyum, lalu menyenderkan kepalanya di ceruk leher Aira.


"Mas ini gak dilanjutin kerjaannya?"


"Hmmm"


"Buruan dikerjain biar bisa tidur" ucap Aira.


"Hmmm"


"Ih, mas Alex!" kesalnya.


"Nanti, sekarang 'kerja' sama kamu dulu"


"Dih gamau"


Aira mendorong dada Alex, turun dari pangkuan pria itu.


"Eh gak bisa begitu ya" cegah Alex.


"Ini aku teriak biar Atiya bangun, mau?" ancam Aira.


"Yaudah teriak" ia tersenyum menantang.


Alex mengujinya, pria itu tau istrinya tidak mungkin berani berteriak


"Pinter banget jatuhin lawan"


"Ada triknya sayang" ucap Alex.


"Alay banget 'ada triknya' hahaha"


"Ini beneran gak jadi kerja mas ya, Aira" ucap Alex.


Aira mengusap kedua pipi Alex.


"Uumm kayaknya iyaa" bisik Aira.

__ADS_1


Malang sekali nasib laptop yang masih menyala dan terbuka diatas meja, menyaksikan pasutri itu bermesraan.


__ADS_2