Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-60


__ADS_3

"Mas"


"Iya sayang" saut Alex.


Aira memejamkan mata menikmati cumbuan dari Alex, pria itu tidak tinggal diam, ia memberi beberapa kissmark dileher putih Aira.


Bhuk!


Alex mendorong tubuh Aira hingga terlentang dan menindih tubuhnya, ia kembali melahap rakus bibir Aira, tak ingin satu inci pun terlewatkan.


Nafas keduanya terengah-engah, Alex menatap dalam manik mata Aira.


"Saya kangen kamu Aira" bisiknya.


Aira mengerti maksud Alex tapi lidahnya kelu untuk mengucapkan hal yang tabu baginya.


"Boleh?" tanya Alex.


Karena sudah terbuai belaian Alex, Aira reflek mengangguk. Tanpa mengulur waktu, tangan Alex bergerak membuka kancing kemejanya.


Aira menutup matanya rapat-rapat, tapi tangannya ditahan Alex.


"Jangan ditutup, bukan pertama kalinya mas buka baju didepan kamu kan?"


Blush~


Aira menyentuh bibirnya, sangat mengoda saat Alex membahasakan dirinya mas.


Alex melempar kemejanya sebarang arah, ia kembali menindih Aira. Aira mendongak saat bibir Alex menyentuh lehernya lagi.


Tangan Alex menyelusup masuk kedalam piyama Aira membuat Aira mendesah.


"Eungh.."


Kedua insan yang memadu kasih ini semakin bergairah, Alex melepas kancing piyama Aira, nafasnya terdengar memburu.


"Mas.."


Alex menatap kagum tubuh Aira, hingga sang empu salah tingkah.


"Kamu cantik Aira" pujinya.


Alex seakan tak puas, lagi-lagi leher dan dada Aira menjadi sasaran empuknya. Aira menjambak kuat rambut Alex menyalurkan rasa nikmatnya.


Desahan terus menerus keluar dari mulut Aira karena buaian suaminya, perlahan tangan nakal Alex menyentuh paha Aira.


Mengusap-usap lembut hingga tubuh Aira mengeliat kenikmatan.


"Mas mulai ya?" tanya Alex.


Aira mengangguk.


Nafsunya sudah memuncak,kapan lagi Aira bisa begitu agresif, Alex menurunkan celana piyama Aira terburu-buru.


Aira mendongak menatap langit-langit kamar, matanya membuka dan menutup menikmati gerakan tangan Alex dibawah sana.


"Sshh..Mas" erangnya.


"Tahan Aira"


Ia meremas kuat seprei, Alex benar-benar gila, ia terus bermain menyiksa Aira.


"Mas" desah Aira.


Alex tersenyum melihat wajah Aira yang merah, Aira mengigit bibir bawahnya, perasaannya tak karuan.


"Kamu siap Aira?"


"Cepetan mas" protes Aira.


Alex tertawa, ia berhasil membuat hormon Aira naik, Ia menyentuh kedua paha Aira.


Ting tong!


Aksinya dihentikan oleh seseorang yang menekan bel rumah, Alex mengumpat dalam hati. Siapa yang berani menganggu waktunya bersama sang istri.


"Ma-mas ada tamu" ucap Aira, matamya tertutup, ia tidak berani melihat tubuh telanjang Alex.


Aira yakin Alex pasti geram, ia tidak bisa melanjutkan aktivitasnya.


"Biarkan" ucap Alex acuh.


"Ta-tapi"


Alex tak perduli siapa yang datang, ia harus menuntaskannya dengan Aira.

__ADS_1


Alex mencumbu leher Aira membuat wanita itu kembali mendesah.


Ting tong!


Alex berusaha tidak mengubris, tapi orang itu kembali menekan bel, kali ini lebih banyak.


Ting tong!


Ting tong!


Ting tong!


"Mas" tegur Aira.


"Sialan!" Umpat Alex.


Aira mengerjapkan mata, ini pertama kalinya ia mendengar Alex mengumpat kasar seperti itu. Pria itu meraih pakaiannya dengan kesal.


Aira ikut bangun dan mengutip pakaiannya. Ia juga bingung, siapa yang berkunjung kerumahnya sore-sore.


Alex hendak turun dengan bertelanjang dada, sontak Aira mencegahnya.


"Mas, ini kemejenya dipake"


"Gak, nanti kita lanjut" ucapnya santai.


What?!


Aira terdiam dibuatnya, Alex ini memang luar biasa. Ia mengekori Alex menuruni tangga menuju pintu rumah tersebut.


"Mas buka deh, saya mau minum dulu" ucap Aira.


Alex mengangguk, baik kita lihat siapa yang berani menggangu Alex.


Begitu pintu rumah terbuka, nampaklah dua insan yang berdiri dengan senyuman tersemat diwajah keduanya.


"Assalamuallaikum eh-"


Alex membelalak kaget, begitu pula Aira yang hampir tersedak air minumnya sendiri.


'Bunda?!'


Bagaimana tidak? Orang tua Alexlah yang berkunjung kerumah dan membuat Alex marah karena terlalu berisik saat memencet bel.


"Wa-waalaikumsalam bunda"


Aira berlari menghampiri Alex, tanganya bergerak merapikan rambutnya.


"Waalaikumsalam bunda..Ayah"


Aira mencium tangan kedua mertuanya, ia tersenyum kaku.


Reva melihat kedua anaknya dari atas sampai bawah.


"Aduh sepertinya bunda datang disaat yang tidak tepat" kekehnya.


Alex dan Aira tatap-tatapan, Aira memberi kode bahwa Alex belum memakai pakaian atasnya.


"E-enggak kok bun, masuk yuk" ucap Aira kikuk.


Reva dan Hero duduk diruang tamu, Aira segera menyiapkan minuman untuk mertuanya.


Sedangkan Alex? Pria menyedihkan itu terlihat frustasi sambil memandangi Aira.


"Kalian abis ngapain?" tanya Reva.


"Bikin cucu?"


Ucapan Reva membuat Aira menepuk jidat.


Alex berdehem.


"Hush, bunda gak boleh gitu" ucap Hero.


Aira kembali dengan nampan ditangannya.


"Ayah, bunda ini diminum" ucap Aira ramah.


Aira mengambil tempat duduk disebelah Sang suami.


Reva tersenyum, senyuman yang sulit Aira artikan dan mata Reva menatap lekat leher Aira.


Aira bersumpah ingin menepuk kepala Alex, ia lupa ada banyak tanda kissmark dilehernya.


'YaAllah kayak kegep berbuat mesum dihotel'

__ADS_1


"Bunda sama ayah ada perlu apa?" tanya Alex to the point.


Aira baru ingat, ia harus mengambilkan Alex kaos.


"Maaf,permisi dulu" ucap Aira lalu pergi ke lantai dua.


Reva memergoki Alex yang memandangi Aira, ia menahan tawa melihat tingkah Alex.


"Ayah kesini, karena waktu kalian open house kita gak bisa dateng, jadi hari ini ayah sama bunda mampir" ucap Hero.


"Gakpapa kok yah, Alex maklum"


"Maklum apa maklum Lex" goda Reva.


"Oh iya tadi kita beli buah tangan, sebentar ayah ambil dimobil" ucap Hero bangun dari sofa.


"Ayah sama bunda gak perlu repot-repot" ucap Alex.


"Bukan buat kamu, itu buat menantu ayah" ucap Hero lalu pergi keluar.


Alex melongo, kedua orang tuanya sangat menyayangi Aira melebihi dirinya.


"Mas, pake kaos"


Aira memberikan kaos oblong warna putih kepada Alex.


"Makasih"


Aira tersenyum.


"Ekehm.." Reva berdehem.


Alex menatap sinis ibunya.


"Kenapa sih bun?"


"Ya gakpapa orang tenggorokan bunda gatel, iyakan Aira?" ucap Reva.


Aira yang tidak tau apa-apa hanya mengangguk.


"Tuh kan Aira aja ngangguk" ucap Reva.


"Tertekan dia sama bunda" cibir Alex.


"Sembarangan kamu ya" ucap Reva.


Aira terkekeh pelan, lucunya wajah cemberut Alex.


"Tadi kalian lama banget buka pintu, ngapain kalian?"


"Bikin cucu buat bunda" ceplos Alex.


Sontak Aira mencubit paha pria tak tau malu itu. Jika Alex tidak tau malu setidaknya pikirkan malunya Aira didepan mertuanya.


Reva menutup mulutnya shock.


"Aih..Bunda ganggu dong?"


Alex mengangguk.


"Mas!" tegur Aira.


"Enggak kok bun, lagi beres-beres kamar, mas Alex abis mandi" elak Aira.


'Awas ya lo lex, gak tau malu banget'


Reva mangut-mangut, tak lama Hero masuk membawa dua bungkusan besar ditangannya.


"Ini buat Aira" ucap Hero sembari tersenyum.


"Eh, ayah bunda gak perlu repot-repot kok" ucap Aira sungkan.


"Ih, justru kita seneng, ini buat kamu ya bukan buat Alex" ucap Reva menepuk pundak Aira pelan.


Aira mengangguk lalu tersenyum, ia melirik Sang suami yang menatap kesal ibunya.


'Haha kasian gak dianggep anak'


"Makasih banyak ya ayah bunda" ucap Aira.


"Suami kamu kenapa tuh? Dari tadi jutek banget mukanya" tanya Hero.


Wajah Alex memang kusut seperti pakaian yang belum disetrika. Aira dan Reva tertawa melihatnya.


"Beliin permen Ra biar mukanya cerah" ucap Reva diakhiri tawa.

__ADS_1


Syukurlah, Reva tidak menyadari mata sembab Aira


__ADS_2