Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-61


__ADS_3

"Hati-hati dijalan ya ayah bunda" ucap Aira.


Reva dan Hero berpamitan untuk pulang, awalnya Aira melarang karena sudah hampir maghrib, tapi mereka bilang tidak ingin menganggu.


Aira melambai-lambaikan tangannya sambil tersenyum pada mobil Hero yang mulai keluar dari pekarangan rumah.


"Akhirnya pulang" ucap Alex memeluk tubuh Aira dari belakang.


Dagunya ditaruh di pundak Aira.


"Mas kok gitu sih sama orang tua" ucap Aira sebal.


Aira kesal dengan tingkah Alex yang menurutnya tidak sopan.


"Timingnya tidak pas" ucap Alex pelan.


"Awas diulangin" ancam Aira.


"Humm"


"Aduh pengantin baru, mesranya sore-sore pelukan didepan rumah" ujar ibu-ibu yang melintas didepan rumah mereka.


Sontak Aira mencoba melepas pelukan Alex.


"Hehe iya buk" ucap Aira kikuk.


Si ibu pergi, Aira menyikut Alex.


"Lepas, gak malu apa diliat tetangga?" ucap Aira.


"Siapa suruh mereka lihat?"


Aira mendengus kesal, Ya tuhan Alex ini pandai sekali menjawab.


"Bunda sama ayah sudah pulang, gak mau lanjutin yang tadi?" bisik Alex.


Aira bergedik ngeri, yang benar saja! Ini sudah mau maghrib.


"Enggak" jawab Aira dingin.


"Heungg~" Alex mendusel dipundak Aira.


Aira mendelik, suara aneh macam apa yang dibuat pria itu, apa Alex sedang mencoba menunjukkan sisi bayinya?.


"A-pa sih kayak bayi"


ucap Aira gelagapan.


"Jadi bayinya kamu tidak ada masalah" ucap Alex.


Alex nampaknya sakit!.


Kemana perginya pria dingin yang bermulut lancip itu?! Siapapun tolong periksa Alex.


Aira menghela nafas.


"Ayo masuk, mau magrib" ujarnya.


"Humm"


Alex enggan melepas pelukannya dan menjauhkan wajahnya dari pundak Aira. Aira mencoba menahan senyumannya melihat tingkah Alex.


Mereka masuk kedalam murah beriring-iringan.


"Pak Alex kenapa sih?" tanya Aira.


"Mas" tegur Alex.


Ia melepas pelukannya.


"Iya mas kenapa?"


Alex malah tersenyum sambil menyentuh dadanya membuat Aira bergedik ngeri.


'YAALLAH DIA SALTING?!'


Alex kesemsem dipanggil mas.


PHAK!


"Akh.."


Aira memukul lengan Alex sangking gemasnya, ia langsung berlari meninggalkan Alex.


Lihatlah, Alex sudah bersikap manis tapi malah mendapat kdrt.


"Sayang kamu kdrt" ucapnya mengikuti Aira.


"Dih, orang dipukul pelan doang"


ucap Aira membela diri.


"Gak bisa, tetap salah dimata hukum" celetuk Alex.


Aira berhenti, tubuhnya memutar menghadap Alex.


"Jadi mau ngelaporin saya?"


Alex mengangguk mantap, bibirnya cemberut kedepan.


'Mukanya gak bisa santai pak Alex?'


'Jantung saya tidak aman bapak, tolong pengertiannya'


Aira mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Gih laporin, tapi jangan harap bisa nempel saya" ancam Aira.


Ekspresi wajah Alex berubah.


"Kita tadi bahas apa ya?" ucap Alex mengalihkan.


Aira nyaris tertawa, Alex sekarang pura-pura lupa ya? segitu takutnya Alex tidak menempel padanya. Sikapnya ini benar-benar menggemaskan.


"Bapak tuduh saya-"


"Aira siapkan piyama saya, saya mau mandi" potong Alex, pria itu langsung pergi kekamar.


"Loh, saya belum selesai ngomong nih" Aira mengikuti Alex kedalam kamar.


"Aira kamu bisa diam?" ucap Alex menatap tajam Aira.


Aira tersenyum jahil, ada yang tidak mau disalahkan ternyata.


"Bisa suamikuu" ucap Aira manis.


Alex tertegun, ia meneguk saliva.


"Ka-kamu panggil saya apa barusan?"


Aira memasang wajah bingung.


"Hum...?suamiku" ucapnya diakhiri senyuman.


Please, dipanggil mas saja Alex sudah tidak berdaya, apalagi dipanggil suamiku.


"Aira kamu kerasukan?" tanya Alex memastikan.


Aira membulatkan mata.


"Ya enggaklah! Ngadi-ngadi nih suami" ucapnya.


Alex cuma takut istrinya kemasukan arwah genit yang suka menggoda lelaki tampan seperti dirinya.


Yap Alex terlalu percaya diri.


"Oh enggak, ternyata masih galak" ucap Alex.


Aira mengeleng-gelengkan kepala.


"Yaudah buru mandi bentar lagi adzan loh" ucap Aira.


Alex menurut, ia langsung pergi kekamar mandi.


"Lucunya" gumam Aira.


Seusai sholat magrib, Aira dan Alex berada diruang tamu menonton televisi. Mereka tidak duduk berdempetan, Aira memberi bantal sofa sebagai pembatas antara ia dan Alex.


Bukan ia tidak mau dekat-dekat, tapi Aira hanya ingin menonton televisi dengan damai tanpa tangan-tangan nakal Alex, yang terus mengusiknya.


"Ekehm"


"Aira" panggilnya.


"Apa?"


"Ini gatel banget" ucap Alex memelas.


Ia menunjukkan tengkuknya yang memerah akibat digaruk.


Aira bergeser sedikit untuk mengecek.


"Kok bisa gatel?"


"Mana saya tau" eluhnya.


Aira berdecap, ada saja masalah. Ia membungkukkan punggung melihat tengkuk Alex dan..


Cup!


Bibir Alex maju mengecup kening Aira, sontak tubuh wanita itu kembali tegak.


"Dasar modus!"


Aira menatap tajam Alex, ia kena jebakan Alex lagi.


"Kamu sengaja maju-majuin kening biar saya cium kan?" goda Alex.


'Waw amazing!'


'Jelas-jelas dia yang salah, kenapa jadi gue yang disalahin'


"Mana ada, orang saya mau liat yang gatel" elak Aira.


"Masa?"


Ekspresi Alex mengejeknya, Aira semakin sebal.


"Tau ah"


Melihat Aira yang akan pergi, buru-buru Alex mencegahnya.


"Bercanda-bercanda" ucapnya panik.


Ia membuat Aira duduk kembali ditempatnya, wanita itu tersenyum menang.


"Saya cuma ikutan trend-trend yang lagi viral" jelas Alex.


Lantas Aira tertawa terbahak-bahak, apa-apaan itu? Suaminya ikut-ikutan trend anak muda masa kini, tidak disangka Alex bisa kepikiran menirunya.


'Bi-bisa gaul juga suami gue'

__ADS_1


"Haha, demi apa mas ikutin trend itu?"


Aira menepuk-nepuk pahanya sambil tertawa. Alex mengerutkan dahi, kenapa dengan Aira.


"Yaampun mas mau jadi anak gaul ya hahaha" kekehnya.


Aira terus tertawa sampai akhirnya diam sendiri karena ekspresi datar Alex.


"Oke maaf" ucapnya lalu menutup mulut.


"Saya maafin, sekarang naik kekamar ambil handphone kamu" seru Alex.


Aira mengerutkan dahi.


"Buat apa?"


"Bawa kesini saya bilang"


Aira buru-buru mengambil handphonenya dikamar, tak lama ia kembali.


"Nih"


Aira menyerahkan handphonenya pada Alex.


"Buat apa sih?" lanjutnya.


Aira menatap bingung, pria itu mengotak-atik handphonenya dengan serius.


"Saya tiba-tiba kepikiran, ini nomor siapa yang kirim video Mira"


Sial, Ia lupa tentang orang yang mengiriminya video kejahatan mantan sahabatnya itu.


"Yang pasti dia orang baik" celetuk Aira.


Alex nampaknya tidak setuju.


"Menurut saya tidak, dia pasti punya maksud tertentu" ucap Alex.


'Maksud tertentu?'


"Kamu punya masalah sama siapa lagi?"


Aira diam, lalu menggeleng.


"Jujur?"


"Iya jujur"


Lalu siapa Nana? Jika Aira tidak punya masalah kenapa menyebut nama gadis itu?.


Alex berdecap, ia menyimpulkan sepertinya gadis bernama Nana yang mengirim ini.


Aira meneguk saliva, mimik wajah Alex berubah serius membuatnya ikut tegang.


'Jangan tegang Ra, lo udah jujur gak punya masalah sama orang lain'


Pria itu menghela nafas.


"Yasudah handphone kamu saya sita untuk sementara waktu" ucap Alex.


"Loh kok gitu?" ucap Aira.


Namun ia langsung menurut saat Alex menatapnya tajam.


"Pergi tidur, sudah malam"


"Tapi jangan lama-lama ya handphonenya disita" ucapnya memelas.


"Iya"


Aira pergi meninggalkan ruang tamu, Alex menoleh kebelakang untuk memastikan wanita itu benar-benar pergi kekamarnya.


Ia membuka kontak dihandphone Aira, mencari sebuah nomor lalu benda itu ditempelkan ditelinga.


"Assalamuallaikum buk putri" ucap Alex pelan.


Yap! Alex menghubungi salah satu dosen yang terkenal cukup akrab dengan Mahasiswa, Dosen putri namanya.


"Waalaikumsalam, loh ini siapa?" tanya orang dari seberang sana.


"Saya Dosen Alex bu"


"Pak Alex? Kok bisa hp Aira dibapak?"


"Ee, hpnya saya sita waktu dikampus bu" elak Alex.


kalau Alex bilang Aira itu istrinya, pasti putri akan membuat berita yang berbeda pada orang-orang.


"Oalah kaget saya...Ada apa ya pak?" suaranya terdengar dibuat-buat.


"Begini bu"


Alex menoleh kearah tangga, memastikan Aira tidak mendengar ucapannya.


"Ibu tau Mahasiswi yang bernama Nana?" lanjut Alex.


"Nana?" putri pertanya balik.


"Oooh Nana pacarnya Presiden Mahasiswa itu yang bapak maksud?"


'Presiden Mahasiswa? Anak yang bernama Gilan?'


"Ah iya buk, saya mau tanya apa dia punya masalah dengan Mahasiswa lain?"


Alex harus menemukan sebuah bukti agar rasa penasarannya tertuntaskan.

__ADS_1


"Kalau tidak salah waktu itu ada pak"


Next double up!


__ADS_2