Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-108


__ADS_3

Aira melepas celemeknya, ia baru selesai memasak dan sudah menata rapi dimeja makan.


"Ekhem..Ekhem.."


Aira menarik nafaslalu menghembuskannya.


"Mas Alex, ayo makan!" Teriak Aira.


Aira letih kalau harus naik lagi keatas, tak berselang lama Alex turun. Pria itu menghampiri Aira lalu memeluknya dari belakang.


Cup!.


Satu kecupan mendarat dipipi Aira.


"Kenapa teriak-teriak gitu hum?" tanya Alex dengan lembut.


"Capek mau naik keatas lagi" ucap Aira.


Alex melepas pelukannya, ia membalikkan tubuh Aira lalu mengusap dahinya.


"Istri mas kecapean ya?"


Aira meladeninya, ia mengangguk dengan bibir manyun kedepan.


"Yaudah sini duduk, kita makan,nanti mau kekamar biar digendong aja" ucap Alex, sembari mendudukkan Aira dikursi.


Aira merasa geli mendengar usara Alex yang dibuat-buat, ia memukul lengan pria itu.


Phuk!


"Haha, Nyari Kesempatan ya pak?" kekehnya.


"Iya buk, kok tau?" jawabnya.


"Oh saya udah hapal pak" ucap Aira.


"Gagal dong saya" ucap Alex.


Mereka berdua tertawa, suasana yang indah sedang melanda pasangan suami istri itu, ditambah pelengkap keluarga mereka akan segera hadir.


"Babynya lama banget lahir ya Ra" ucap Alex.


Aira menaruk sendoknya, ia menutup mulutnya.


"Babynya aja belum berbentuk, papanya udah mikir lahiran" kekeh Aira.


"Pengen cepat-cepat gendong" ucap Alex memelas.


"Sabar ya, delapan bulan lagi, sekarang gendong istri aja dulu" ucap Aira jahil.


"Istrinya berat" ceplos Alex.


Aira mengangkat sendoknya seakan-akan mau melemparnya ke Alex.


Alex menyengir.


"Siapa coba yang bikin aku berat?" tanya Aira.


Alex menompang dagunya dengan kedua tangan, ia tersenyum lebar.


"Jelas sekali itu Alex Abasya" ucapnya santai.


'Kok gemes?! gak jadi kese**lkan gue!'


Alex bertingkah imut didepannya, berhasil meluluhkan hati Aira.


"Udah lanjut makan" ucap Aira.


Alex menarik sudut bibirnya.


"Kok merah pipinya?"


Aira menyentuh pipinya.


"Ma-mana mungkin" ucap Aira gugup.


"Itu merah banget haha, gawat nih bisa-bisa anak kita nanti jadi kembar" ucap Alex.


Aira mendelik.


"Hah?!gi-gimana bisa jadi dua?"


"Iya abis ini bikin satu lagi, jadi dua haha" ucap Alex jahil.

__ADS_1


Aira mengeleng-geleng kan kepalanya, pemikiran macam apa itu.


Dasar Alex konyol.


"Didepan mahasiswa sok cool aslinya cabul" cibir Aira.


"Karena itu rahasia suami ada diistri" ucap Alex.


Aira terkekeh.


Alex pergi mencuci piring, ia meeminta Aira untuk menunggunya sambil memainkan handphone milik Alex.


Aira mengotak-atik semua sosial media Alex karena penasaran.


'Whatsapp aman, instagram lumayan aman, tinggal pantau cabe sedikit'


"Gue pikir dia bakal ganjen, taunya isi sosmednya ngefollow akun belajar semua" gumam Aira.


Alex menghampiri Aira, ia membenarkan lengan piyamanya.


"Liat apa?" Alex mengusap kepala Aira.


"Banyak"


"Kamu udah minum vitamin?" tanya Alex.


Aira mengangguk.


"kekamar yuk, biar istirahat"


Aira menaruh handphone disakunya, ia mengandeng tangan Alex.


"Mas ini masih sore, masa tidur?"


"kamu mau jalan-jalan?"


Aira mendongak menatap Alex.


"Jalan-jalan? Shopping juga?"


"Iyaa"


"Mau-mau" ucapnya.


'Ya Allah gue belom mandi'


Aira menaruk bagian leher bajunya laku menghirupnya.


"Iya bau"


"Yaudah mandi'


"Oke, ini mandi, nanti boleh beli-beli kan?" tanya Aira.


Matanya berbinar-binar, memohon pada Alex. Istri sudah seperti ini, Alex menurutinya.


"Iya beli" Alex tersenyum.


Wanita itu berjalan lebih dulu.


"Asik, dah lama gak shopping" ucap Aira kegirangan.


Alex juga pergi mengganti piyamanya.



Alex lebih suka pakaian yang tidak terlalu ketat, dan berbahan lembut.


Ia turun lebih dulu untuk memanaskan mobil sebelum berangkat. Jarang sekali mereka menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan ataupun bersantai, lebih banyak waktu dihabiskan dirumah.


Aira beberapakali bilang pada Alex ingin jalan-jalan, tapi Alex sibuk dan terus menundanya.


"Jarang pergi berdua, kasian juga Aira" gumam Alex.


Alex berpikir sejenak.


"Astagfirulloh..Dari awal nikah gak pernah bawa Aira honeymoon" ucapnya.


Ia menghela nafas.


"Kalau sekarang gak mungkin, Aira lagi hamil"


"Tunda dulu sampai baby lahir" lanjutnya.

__ADS_1


Dari dalam Mobil Alex melihat Aira yang baru keluar dari rumah, ia tersenyum lebar pada Alex, Alex pun sama.


"Cantiknya" gumam Alex.


Istrinya itu memang sangat cantik, kulitnya putih dan bersih, kakinya panjang, ditambah Aira memakai dress dibawah lutut dan sepatu cream, benar-benar tubuh yang ideal dan terlihat sempurna.



Wanita itu masuk kedalam mobil, duduk disamping kursi kemudi Alex.


"Kamu pakai dress?" tanya Alex.


"Hum, bunda yang beliin, bagus kan?" tanyanya sambil menyentuh kain dress.


'Bagus, apapun yang kamu pakai, pasti cocok'


"Iya bagus, mas lebih suka liat kamu pakai dress gini" ucap Alex.


"Tapi mas juga suka liat aku gak pakai baju kan?" ledek Aira.


Alex terkekeh.


"Nah itu juga bener"


"Dasar" ucap Aira.


Dalam perjalanan, Aira dan Alex menikmati lagu yang diputar lewat radio mobil. Aira membuka jendela mobil, menikmati angin yang menerpanya. Hati Aira berbunga-bunga, Akhirnya ia pergi berdua dengan Alex, dulu mungkin pernah, tapi Aira belum mencintai Alex, sekarang berbeda, Aira sangat mencintai suaminya itu.


"Mas nanti liat matahari terbenam ya?" pinta Aira.


"Iya, kamu keliatan seneng banget" ucap Alex.


Aira cekikikan, ia menoleh pada Alex dan menggengam tangannya.


"Karena jalan-jalan sama mas" ucapnya.


Alex menyengir.


"Kamu kayak orang yang baru keluar dari kandang Ra" ucap Alex.


Senyum Aira luntur, ia menatap tajam Alex.


"Salah situ, susah banget diajak keluar"


Alex tertawa.


"Maaf, maaf, mas janji selama kamu hamil ini, kita sering refresing keluar rumah, mau?"


Aira mengangguk cepat.


Alex merasa bersalah, ia berjanji akan membuat Aira bahagia, tapi baru kali ini ia menepati janjinya itu, selama ini ia banyak membuang waktu dirumah dan bekerja.


'Payah aku, terlalu fokus kerja sampai lupa kewajiban nyenengin istri'


"Mas janji bakal menomor satukan kamu" ucap Alex.


"Iya mas"


Aira menangkap raut wajah Alex yang berubah murung.


"Pak Alex kenapa murung? dia ngerasa bersalah ya liat aku kayak gini..'


"Mas, aku tau apa yang mas pikirin"


Alex menaikkan kedua alisnya.


"Mas jangan ngerasa bersalah, Aku istri mas, seorang istri harus bisa memahami suaminya, aku gak keberatan soal pekerjaan mas, lagian itu buat ngehidupi dan ngecukupi kebutuhan aku, aku gak nuntut buat jalan-jalan selalu, aku ngerti posisi mas"


"Toh nanti semua ada waktunya" lanjut Aira.


"Mas takut kamu bosen, mas kerja terus gak merhatiin kamu" ucap Alex.


"Ya Allah mas ngawur"


"Gak boleh langsung menyimpulkan, apa-apa harus di omongin, kalau semua mau diatasi sendiri buat apa kita berkeluarga mas"


Entahlah Aira yang sekarang menatapnya berubah menjadi orang yang semakin dewasa dan bijaksana, membuat seorang Alex berdebar.


Apa mungkin karena kehamilannya?.


Alex tertegun dengan pemikiran istrinya.


Aira menunjukkan jari kelingkingnya.

__ADS_1


"Mas harus janji" ucap Aira.


__ADS_2