Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-180


__ADS_3

Aira buru-buru melepas handuk dikepalanya, membiarkan rambut basahnya terurai, barulah ia melangkah kearah pintu.


Ckrek..


Ekspresi wajahnya datar.


Begitu pintu terbuka, aroma parfum dari tubuh Aira langsung masuk ke dalam indra penciuman Alex, ia melihat istrinya dari atas sampai bawah.


"Ini parfum kesukaan mas" ucapnya.


"Oh"ucap Aira lalu pergi ke meja riasnya untuk mengeringkan rambut.


Alex mengerjapkan matanya.


Ia memperhatikan sang istri yang duduk didepan meja riasnya. Kaos oblong yang kebesaran, wangi parfum kesukaannya, Aira tengah mengujinya?.


Ini tidak main-main, dalam hati Alex.


"Kenapa dikunci?" tanya Alex.


"Gak tuh" balas Aira singkat.


"Apanya yang enggak, tadi mas buka gak bisa" ucap Alex.


"Dih, orang aku gak ngerasa kunciin pintu" elaknya.


Alex menghela nafas.


"Kamu udah selesai mandi?" tanya Alex lagi.


'Cie basa-basi haha' tawa Aira dalam hati.


"Hum"


"Kamu wangi hari ini" ucap Alex.


Aira menahan tawanya, pria itu sudah masuk dalam rencananya.


"Makasih" juteknya.


"Mau mas bantu keringkan rambut?"


'Hoho tidak semudah itu ferguso'


"Gak, udah mau selesai" tolaknya.


"Yaudah mas mandi dulu" ucap Alex.


"Mandi ya mandi, ngapain laporan"


Alex mengusap kepala belakangnya.


Tidak hari ini Alex~.


Pria itu masuk kedalam kamar mandi, Aira cekikikan. Lucu sekali Alex yang coba merayunya.


"Hihi, kasian juga-"


"Eh gak boleh kasian!"


Aira bergegas menemui mertuanya selagi Alex mandi, jangan sampai ketahuan.


"Bunda" panggil Aira.


"Kamu wangi banget Ra" ucap mertuanya.


"Iya bun sengaja"


"Enak wanginya"


"Emm..bunda"


Reva melihat menantunya.


"Kenapa?"


Aira mengigit bibir bawahnya.


"Aira butuh bantuan bunda"


"Oh apa itu? ngomong aja nak" ucap Reva.


"Begini bun, bunda paham kan kadang ada perselisihan didalam rumah tangga, nah Aira sekarang lagi marahan sama mas Alex"


Reva mangut-mangut, menyimak ucapan Aira.


"Tapi bukan Aira yang mulai, ini mas Alex yang bikin masalah, Aira kesel banget bun"


"Hu'um lalu?"


"Nah, Bunda juga pasti tau, Aira udah lewat masa nifasnya.."


Reva langsung menangkap maksud menantunya.

__ADS_1


"Aah bunda paham"


Aira tersenyum lebar.


"Aaa syukur bunda paham, Aira mau bales mas Alex, biar dia jera bun, gimana menurut bunda?"


"Humm..Bunda bantu deh" ucap Reva.


"Aaa makasih bundaa" girangnya.


"Serahkan ke bunda, biar bunda yang atur, tapii..."


"Tapi apa bun?"


"Kalian nanti pasti berhubungan itu?" tanya Reva.


"Iyaa, pembukaan ini cuma buat pelajaran untuk mas Alex bun" jawab Aira.


"Oke aman!, tapi inget ya nak pelan-pelan" ucap Reva.


Aira mengangguk patuh.


"Kalau begitu bunda harus pulang cepat"


"Eh jangan dong, malem aja gakpapa" ucap Aira.


"Ish kamu ini, bunda itu kasih kamu ruang supaya lebih leluasa bales dendamnya"


"Astaga haha"


"Sekarang Alexnya mana?"


"Lagi mandi bun"


"Yasudah ini gendong Atiya, udah kangen mamanya, biar nanti bunda yang atasi Alex" ucap Reva.


"Sayang banget deh sama bunda" ucap Aira.


Reva tersenyum.


"Bunda ke bawah ya"


"Iyaa bun"


Aira bahagia bukan main, beruntung mertuanya mempunyai pikiran yang menyatu dengannya.


"Atiya nanti jangan rewel ya nak" ucapnya.


.....


Reva sengaja berada didapur, menunggu putranya yang pasti akan datang. Alex pun turun, ia sudah segar sehabis mandi, tangannya sibuk berkutat dengan benda persegi panjang yang ia bawa.


Dan benar, pria itu kedapur untuk menegak segelas air putih.


"Alex" panggil Reva.


"Sini sebentar" lanjutnya.


Alex menarik kursi yang ada disebelah bundanya.


"Ada apa bun?" tanyanya.


"Setelah Aira melahirkan kalian belum berhubungan intim sama sekali?" tanya Reva.


Wajah Alex memerah, canggung kalau membahas hal itu dengan ibunya sendiri.


"Malu? sama bundanya sendiri, biasa aja" ucap Reva.


"Belum kan?"


"Belum" ucap Alex dengan malu-malu.


"Kamu gak ada inisiatif nanya atau minta ke istri kamu?"


Alex menggeleng.


"Hum..Kamu tau gak? kalau sudah lewat satu bulan atau satu setengah bulan, itu sudah boleh berhubungan"


"Ini sudah mau masuk dua bulan kan?" pancing Reva.


Alex mengusap belakang lehernya lalu mengangguk. Pria itu nampak menahan senyum.


"Coba ngobrol dulu, atau kamu tanya-tanya dia bagian mana yang sakit, jadi selama berhubungan tubuhnya Aira baik-baik aja" ucap Reva.


"Humm, iyaa bunda"


"Yasudah, bunda mau pamit pulang aja, nanti ganggu" ucap Reva.


"Ayah belum dateng, bunda istirahat aja" ucap Alex.


Reva menolak.


"Mumpung masih sore, bunda mau ke butik liat barang baru" ucapnya.

__ADS_1


"Alex antar ya?"


"Terus kamu mau ninggalin anak sama istri dirumah?"


"Apa dibawa aja?" tanya Alex balik.


Reva memukul lengan putranya.


"Jangan bodoh deh kamu, nganter pulang bunda ngapain rombongan..Udah bunda naik taksi aja, Aira udah capek itu, gak tega bunda" ucap Reva.


"Yasudah, Alex antar ke depan" ucap Alex.


"Hum"


Reva mengambil tasnya, ia keluar rumah bersama Alex. putranya itu yang mencarikan taksi hingga ia benar-benar masuk kedalam taksi.


"Inget ya lex" ucapnya lagi.


"Iyaa bundaaa"


Taksi yang Reva tumpangi pun pergi, Alex segera masuk kedalam rumah. Tapi saat didepan pintu kamar Atiya, ia berhenti dengan wajah kebingungan.


Bagaimana caranya..


Aira sedang marah.


"Aku coba aja dulu" gumam Alex.


Tangannya ingin menyentuh knop pintu, tapi pintu tersebut dibuka lebih dulu oleh Aira.


Mereka saling berhadapan, Aira menatap dengan tatapan dinginnya.


"Bunda baru pulang" ucap Alex.


"Iya" balas Aira.


Wanita itu berjalan kesebelah Alex sembari menggendong Atiya.


"Atiya mau ke balkon ya nak? biar kena angin sore" ucapnya.


"Mas temenin" Alex mencoba menawarkan dirinya.


Meskipun tidak direspon, dia tetap mengekori sang istri sampai dibalkon. Aira terus mengajak berbicara Atiya, ia mengasingkan Alex.


"Ra" panggilnya.


"..."


"Aira" panggil Alex lagi.


"Hum?"


Alex mendekat.


"Biar mas gendong Atiya, kamu masuk istirahat"


Aira diam sebentar.


"Oke, makasih" ucapnya.


Setelah memberikan Atiya ke Alex, Aira segera kekamarnya, untung Alex menyuruhnya masuk, jadi dia bisa menghubungi Reva.


Pertama, ia kunci terlebih dahulu pintu kamar, agar bisa menelfon dengan aman.


"Halo bunda? bunda kok udah pulang aja sih?" tanya Aira.


"Bunda mau cepat-cepat pulang, kangen ayah" candanya.


"Haha bunda ini..Tapi tadi gimana bun? berhasil?"


"Sudah dibilang kamu bisa andalkan bunda, jelas berhasil dong" ucap Reva dengan tawa diakhir kalimatnya.


"Aaa bunda memang yang terbaik deh, reaksi mas Alex gimana bun?"


"Humm, langsung terkoneksi haha, mukanya merah, mungkin karena bunda yang tanya" ucap Reva.


Aira cekikikan.


'Dikerjain dulu sih memang, baru dapet jatah'


"Ck, bunda memang..Behh! gak ada tandingan"


"Yaudah ya, bunda mau telfon orang butik dulu"


"Oooh bunda mau kebutik"


"Iya nih, mau ambil pakaian bunda sama ayah buat acara kantor"


"Uhmm oke bunda, see you, makasih bantuannya!" seru Aira.


Klik!.


Aira meletakkan kembali handphonenya lalu membuka pintu kamarnya, menghampiri Alex.

__ADS_1


__ADS_2