Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-116


__ADS_3

"Masih buka gak ya?" gumam Alex.


Raka melihat arlojinya.


"Masih satu jam lagi" sautnya.


Alex menambah kecepatannya sampai akhirnya tiba dimall yang disebut Raka.


Senyum lebar tersemat diwajah Alex, jauh perjalanan akan ia tempuh demi istri dan anak tercinta.


"Ayo turun" seru Alex.


"Gak, saya disini aja" Raka menyandarkan punggungnya.


"Saya kan gak tau dibagian mana" ucap Alex.


"Pakai insting" jawab Raka santai.


"Gak saya anterin pulang" ancam Alex.


Raka mendengus, ia melepas sabuk pengamannya.


"Yaudah ayo" ucapnya terpaksa.


Mereka jalab beriring-iringan, Alex mengikuti kemana langkah Raka.


"Kamu ngeselin ada gunanya juga ya" ucap Alex.


Raka mendesis.


"Gak miror" gumamnya.


Raka berhasil menemukan rak berisikan roti-roti impor, Alex segera mengambil beberapa sandwich yang Aira minta.


Pria itu lega, beruntung ada Raka.


"Kamu kenapa bisa tau beginian" ucap Alex basa-basi.


"Saya sering mampir kesini" ucap Raka.


"Ohh"


Dreeett!


Alex merogoh kantung celananya.


"Halo sayang" ucap Alex.


Raka meringis mendengar kata 'sayang', ia yakini yang menelfon itu pasti Aira.


"Iya udah dapet kok" ucap Alex.


"Kamu mau apa lagi?"


"tteokbokki?"


"Oke mas beliin ya"


Alex menutup telfonnya, ia melirik orang yang memperhatikannya sambil meringis.


"Apa?" tanya Alex.


"Gak"


"Cari tteokbokki sana" ucap Alex.


Raka mendelik.


"Bapak nyuruh saya?" tanya Raka menunjuk dirinya sendiri.


Alex mengangguk.


"Kok saya?"


"Saya gak tau tempat ini, kamu udah hapal, jadi tolong ya" ucap Alex.


"Haih...."


"Besok Aira jadi istri saya aja pak" ucap Raka sambil berjalan menjauh.


"Langkahin dulu saya" Alex terkikik.


'Enak juga ngerjain anak orang' ucap Alex dalam hati.


Tak berapa lama, Raka kembali membawa dua bungkus tteokbokki lalu memasukkan kedalam keranjang belanja Alex.


"Cukup?" tanya Raka dengan raut wajah kesal.


Alex tersenyum.


"Cukup, makasih" ucapnya.


"Bisa kita pulang sekarang? Saya besok ada kelas" ucap Raka.


"Saya juga" jawab Alex santai.


Oke Raka pasrah, apa lagi yang mau Alex beli, keranjangnya saja sudah hampir penuh. Ia membeli beberapa camilan lain yang tidak Aira minta.


"Yang ngidam Aira atau pak Alex?" ledek Raka.


"Buat jaga-jaga, saya belikan camilan lain yang made in korea" ucap Alex.


"Hum"


Raka berdiri melipat tangannya, menunggu bapak Alex yang terhormat selesai.


Dreeet!


"Handphone saya atau kamu itu?" tanya Alex.

__ADS_1


Raka baru sadar handphonennya berdering, ia segera mengambil benda itu.


'Sayang'


Raka mengangkat telfonnya sedikit jauh dari Alex.


"Halo?"


"Pak Raka udah dirumah?" tanya Mira.


"Belum"


"Berarti masih sama pak Alex?"


"Iya, dia kayak perempuan belanja" ucap Raka.


"Hihi, hati-hati lo orangnya dengar" kekeh Mira.


"Hum, kamu kenapa telfon?"


"Gakpapa, cuma khawatir bapak udah pulang atau belum"


Blush~


Raka senyum-senyum.


"Oh gitu"


"Hum, nanti kalau udah sampai dirumah kabarin ya? Bilang sama pak Alex jangan sampai jam dua belas!, besok bapak kekampus ngantuk" omel Mira.


Raka terkekeh.


Begini ya rasanya diperhatikan oleh seorang kekasih.


"Iya sayang"


"Yaudah bye-bye, hati-hati ya"


"Iyaa"


"Pastiiin pak Alex nganter pak Raka sampai didepan rumah" ucap Mira


"Iyaa bawell"


"Oke good night"


"Youu too"


Klik!


Raka tersenyum, manisnya pujaan hatinya.


'Pengen peluk' ucap Raka dalam hati.


Bhuk!


"Awas gila" ledeknya.


Siapa lagi kalau bukan Alex susanto eh Alex Abasya yang tampan.


"Berisik" ucap Raka.


Alex memasang wajah julid.


"Mau balik gak? Udah diomelin pacarnya tuh" ucap Alex.


Raka mendelik.


'Dia nguping?!'


Raka menyusul Alex.


"Bapak nguping?"


"Bukan nguping, saya memang punya kuping" ucap Alex.


Raka mengusap wajahnya kesal.


Usai membayar, Alex menaruh belanjaannya kekursi penumpang.


"Pak Raka benar menjalin hubungan sama Mira?" tanya Alex tiba-tiba.


"..."


Alex tertawa pelan.


"Aira belum saya kasih tau soal kalian" ucap Alex.


"Karena bukan hak saya buat ngomong itu, Mira kan temannya, pasti Mira bakal cerita ke istri saya" lanjutnya.


Raka mengabaikannya, ia bersandar sambil menatap jalanan.


Tapi rasanya Raka perlu konsultasi dengan Alex tentang hubungannya, bukan Raka tidak pernah pacaran, ia pernah, tapi waktu kuliah, dan sekarang itu berbeda.


"Pak"


"Hum?"


"Diumur saya sekarang, apa pantas kalau pacaran cuma buat main-main aja?"


Alex menghela nafas.


"Kalau saya pribadi, enggak pantas, kapan hubungannya bisa berkembang sampai kepelaminan kalau terus-terusan dibuat mainan"


"Tapi ya jangan terburu-buru juga, saya tau apa maksud kamu, untuk sekarang jalani aja dulu, toh pak Raka belum mengenal Mira dengan baik" ucap Alex.


Tunggu! Raka merasa aneh, Alex bilang jangan terburu-buru, tapi dia sendiri terburu-buru menikahi Aira.


"Hei tunggu pak Alex, Aira dan Mira kan seumuran"

__ADS_1


"Bapak sendiri terburu-buru menikahi Aira, kan jelas bapak belum kenal Aira" ucap Raka.


Alex tersenyum.


"Kalau saya beda cerita" ucapnya.


"Cih..."


"Saya ganteng, mapan, jelas Aira terpesona dan menerima saya"


"Dia terpaksa" potong Raka.


"Itu kan dulu, sekarang udah klepek-klepek, buktinya dia hamil"


Alex yang bicara kenapa Raka yang malu.


"Udah cukup"


"Tahan aja pak Raka, satu setengah tahun lagi Mira lulus, baru nikah" ucap Alex.


"Gak mungkin kayaknya" ucap Raka.


Alex mengerutkan dahi.


"Kenapa?"


"Saya udah ketemu bundanya, malah bundanya minta saya cepat-cepat nyusul kalian" ucap Raka.


Alex kaget.


"Ketemu bundanya langsung?"


Raka mengangguk.


"Keren? Hahaha saya tau"


Ekspresi Alex datar.


"Enggak" ucapnya.


'What?'


"E-enggak dari mananya?!" ucap Raka tidak terima.


"Saya lebih keren, ketemu orang tua Aira langsung minta izin buat nikahin Aira" ucap Alex sombong.


"Oh" kesal Raka.


Raka duduk dengan rapi, matanya mengerjap saat melihat dimana mobil Alex berhenti.


Ini bukan rumahnya!.


"Pak kok kesini?"


"Ini rumah saya, jelas saya kesini"


"Bu-bukan begitu"


Raka mengacak rambutnya.


Sial!


Jangan bilang Alex tidak mau mengantarnya pulang.


Sungguh tidak bermoral.


"Pak saya gak diantar pulang"


Alex turun dari mobil, begitu juga Raka.


"Aduh gimana ya, udah jam segini" ucap Alex.


"Hah? Terus saya gimana? Hampir tengah malam loh ini" kesal Raka.


"Naik ojek aja pak, saya yang bayar"


'Ngeselin banget sumpah'


Raka menggaruk belakang kepalanya.


"Sini kunci mobil" ucap Raka.


"Buat apa?"


"Saya bawa pulang" ucap Raka.


"Terus saya kekampus naik apa?"


"Kuda pony" jawab Raka kesal.


Cklek...


Keduanya menoleh ke arah pintu rumah, muncullah Aira dengan piyamanya.


"Eh mas udah pulang" ucapnya.


"Iyaa, ini titipan kamu" Alex memberikan bungkusan pada Aira.


"Makasih banyak mas"


Aira menoleh pada Raka, pria itu tampak frustasi.


"Kok ada pak Raka?" tanyanya.


"Tanya sama suamimu" kesalnya.


"Mas?"


Aira menatap Alex, pria itu menyengir.

__ADS_1


__ADS_2