Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-103


__ADS_3

Ini partnya aku bikin panjang loh, besok ya double upnya😊


"Kamu mau tau kenapa saya cuek ke kamu?"


Kalau jarak sedekat ini lebih baik Mira urunglan saja niatnya. Ia bahkan sulit bernafas sangking takutnya.


Mira enggan menjawab, perlahan wajah Raka semakin mendekat dan sedikit memiring kekiri.


Mira tak tau lagi harus apa, ia menutup matanya rapat-rapat dan merasa sebuah benda kenyal menyentuh permukaan bibirnya.


Yap! Raka menciumnya.


Spontan mata Mira membelalak. Jantung Mira berdetak kencang, ia juga bisa merasakan jantung Raka yang ikut berdetak kencang.


Raka melepas ciumannya, matanya menatap lekat Mira.


"Maaf saya minta kamu jangan datang kesaya lagi, tapi saya salah..saya yang merasa sunyi dan gak mau kamu pergi.."


Apa ini ungkapan perasaan Raka?.


"Ma-maksud bapak?"


Tatapan Raka melemah.


"Saya juga gak tau Mira..saya gak yakin sama perasaan saya sendiri, tapi setelah saya pikirkan..Saya suka kamu Mira"


Dheg!


Mira membeku, ia mencerna ucapan Raka. Ia tidak salah dengar kan? Raka pujaan hatinya yang tadi bersikap dingin sekarang terang-terangan bilang suka?.


'Pak Raka suka sama gue?! Bunda Mira mau lompat aja deh..Mira gak tau mau ngomong apa lagi'


Melihat Mira yang diam tidak merespon, Raka jadi bingung.


"Jujur Mira, saya gak butuh jawaban kamu suka atau gak, tapi saya hanya mau mengungkapkan apa yang saya rasa"


"Dari tadi pagi saya selalu kepikiran kamu-"


"Jadi pas kita ketemu tadi? Bapak nyari saya?" potong Mira.


Ayolah dia mau dengar tentang itu, jika benar Raka mau menghampirinya karena khawatir pagi tadi. Mira akan bahagia.


Raka mengigit bibir bawahnya.


"Kenapa gak dijawab pak?"


Raka antara malu dan takut Mira ilfeel padanya.


"Iya saya cari kamu, karena saya khawatir, kamu terus muncul dikepala saya" ucap Raka sembari menutup matanya dengan tangan kirinya.


Blush~


Pipi Mira memerah, berarti cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


 


Ia tersenyum.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak.." ucap Raka.


"Saya percaya kok" ucap Mira.


Raka membulatkan mata.


"Saya sebenarnya suka sama bapak, jauh sebelum bapak suka saya..Tapi karena masalah saya dan Aira, saya yakin bapak ilfeel liat saya"


Raka terkekeh.


"Awalnya iya, bahkan saya benci liat kamu, anak gadis tadi hatinya jahat"


'Kok pedes banget ya'


"Tapi lama kelamaan saya tau, kamu itu baik,  iri itu hal biasa kan dalam persahabatan, kalau masih mau memahami satu sama lain, semua bisa selesai dan kamu gak sulit untuk dinasehati.." ucap Raka.


Mira tersenyum.


"Eh kamu jangan pede dulu, perhatian yang saya kasih selama kita ketemu itu hanya sebatas Mahasiswi dan dosen" ucap Raka lagi.


"Apa ciuman juga termasuk sebatas Mahasiswi dan Dosen?"


Raka salah tingkah.


'Raka mampus, kenapa main nyosor anak orang'


Raka merutuki kebodohannya. Mira yang melihat Raka tidak bisa menjawab pertanyaannya dan salah tingkah, pun tersenyum jahil.


"Saya bisa laporin ini sebagai pelecehan"


Raka panik, ia memegang bahu Mira.


"Enggak..Yang itu tulus"


"Tulus dari mana?" tanya Mira.


Raka memalingkan wajah kearah lain.


"Dari hati" ucapnya pelan.


'Ya Allah gini rasanya jatuh cinta'  ucap Raka dalam hati.


"Hahaha"


Raka menatap Mira.

__ADS_1


"Kamu kok ketawa?"


"Hahaha bapak lucu, gimana saya gak ketawa" kekeh Mira.


"Dasar" cibir Raka.


Mira berhenti tertawa, ia melipat kedua tangan didepan dada.


"Bapak harus tanggung jawab, bapak udah ambil first kiss saya" ucap Mira.


"Itu first kiss?"


Mira mengangguk.


"Harus tanggung jawab"


"Kamu pacar saya sekarang" ucap Raka mantap.


"Apa?!"


"Kamu mau kan?"


"Oke saya tau, umur kita beda, tapi gak jauh-jauh banget, saya bukan pedofil loh ya" ucap Raka.


"Iya saya mau" ucap Mira.


"Serius?"


"Hum! saya suka bap-mmh"


Mira tersentak kaget, lagi-lagi Raka menciumnya tanpa meminta izin.


Tangan pria itu mulai naik memegang tengkuk Mira dan pinggangnya.


Rasanya ada jutaan kupu-kupu yang berterbangan dari dalam perutnya, Mira tidak pernah merasakan apa itu ciuman. Dan ini benar-benar membuatnya berdebar.


Mira tidak munafik, ia tau yang seperti ini tidak boleh dilakukannya bersana Raka yang berstatus sebagai Dosen, tapi menikmati ciuman Raka yang memabukannya. Ia mengalungkan tangannya dileher Raka sambil memejamkan mata.


Keduanya benar-benar terlena, Raka ******* setiap inci bibir Mira tanpa tertinggal sedikitpun.


"Umh.." lenguh Mira.


Raka seolah-olah lupa diri, ia mengigit bibir bawah Mira.


"Pak.."


Raka semakin memperdalam ciuman mereka, Mira juga tidak tau mau berbuat apa, ia sudah sangat terbawa suasana.


"Mira, sekali lagi saya bilang, saya suka kamu" ucap Raka disela-sela ciuman.


"Mmmh.."


Raka kembali menyambar bibir merah Mira. Ditengah ciuman panas mereka, tiba-tiba  seseorang mengetuk pintu, mengacaukan semuanya.


Tok..Tok..


"Mi-Mira saya.."


Tok...Tok..


Diluar, orang itu terus mengetuk pintunya, Mira mulai panik, bahaya kalau sampai orang itu tau Mira ada didalam bersama Raka tapi pintunya dikunci.


"Pak saya gimana ini?!"


Raka melihat sekeliling ruangannya, matanya tertuju ke kolong mejanya.


"Ka-kamu coba sembunyi dikolong meja saya"


"Di kolong meja?"


"Iya buruan"


Raka menarik Mira untuk bersembunyi dibawah mejanya.


"Gak bisa pak" eluh Mira.


Raka mengusap lehernya, ia menoleh pada kamar mandi yang ada diruangannya.


'Kalau dikamar mandi, aman mungkin'


"Mira"


Mira menatap Raka.


"Kamar mandi"


Tok..Tok..


"Pak Raka?"


Raka dan Mira tatap-tatapan.


"Pak Alex?!" ucap mereka bersamaan.


Mira langsung melesat kekamar mandi milik Raka.


"Kamu jangan bersuara ya" ucap Raka.


Mira mengangguk.


Raka merapikan pakaiannya, dan berjalan ke arah pintu.


Cklek..

__ADS_1


"Eh pak Alex" ucap Raka.


Alex dengan wajah juteknya berdiri dihadapan Raka. Ya pasti kesal, dari tadi mengetuk baru, dibuka sekarang.


Raka peka dengan wajah pria itu.


"Maaf pak, saya abis dari kamar mandi, ayo masuk pak" ucap Raka sambil menyengir.


Alex pun melangkah masuk, Raka melirik kamar mandinya.


'Semoga Mira gak bersuara'


Sedangkan Mira didalam sana, duduk dikloset sambil menutup mulutnya dengan satu tangan.


'Berasa digrebek polisi lagi diclub sama om-om'


Mira senyum-senyum sendiri membayangkan ciumannya tadi dengan Raka.


"Astaga gue ngerasa lagi mimpi, itu beneran pak Raka kan tadi?"


"argh! tatapan matanya itu, bikin gue gila"


"Gue mimpi apa semalam sampai sekarang jadi pacar pak Raka"


Mira menarik nafas dalam-dalam.


"Huft..Untung pak Alex dateng, gue bingung dah harus ngapain tadi"


"Duduk pak" ucap Raka.


"Ehm..Ada perlu apa ya pak?" tanya Raka.


"Bapak apakan Aira?" Alex bertanya balik.


Raka mengerutkan dahi.


'Aira aku apain? ketemu aja belum'


"Saya gak ketemu istri bapak dari tadi pagi, kecuali dikelas" ucap Raka.


Wajah Alex terlihat serius, aura gelap disekelilingnya membuat Raka merinding.


"Tadi pagi dia nangis ke ruangan saya, pasti bapak apa-apa kan" ucap Alex.


"Enggak ada pak, mana berani saya" ucap Raka memelas.


Alex berdecap.


"Ah dia sama Mi-Mira udah baikan" ucap Raka.


"Iya saya tau.."


'Lah terus kenapa aku yang disalahin'


"Bapak udah tau pasti Aira kan terharu, biasalah perempuan, jadi bukan saya yang ganggu" ucap Raka.


"Hum, saya kesini cuma mau memastikan, dan saya mau bilang terimakasih"


Raka mengangguk cepat, bukan saatnya basa-basi, karena kekasihnya masih ada dikamar mandi.


"Iya pak jangan sungkan"


Raka melirik lagi kamar mandinya.


"Kalau gitu saya permisi dulu"


Raka bisa bernafas lega, Alex akan pergi dan Mira bisa keluar juga.


"Ayo saya antar pak" ucap Raka.


Raka mengantar Alex kedepan pintu.


Potong bebek angsa masak dikuali~


'Mampus siapa ini nelfon!' ucap Mira panik.


Ia buru-buru mengambil handphone dari sakunya.


'Aira bangsat, gak pas timingnya'


Mira mematikan handphonenya.


Raka mendelik kaget, ia menengok kearah kamar mandi, Begitu pula Alex. Pria itu berhenti lalu menoleh pada Raka.


"Suara apa itu?" tanya Alex.


Dahi Raka berkeringat.


"E-e bu-bukan apa-apa pak, mari.."


Sepertinya Alex tidak mudah dibohongi, pria itu mengabaikan ajakan Raka, ia malah melangkah menuju kamar mandi.


"Saya yakin suaranya dari sini"


Mira didalam sana Sudah panik setengah mati karena suara Alex terdengar didepan pintunya.


Raka menghalanginya.


"Eng-enggak perasaan bapak aja kok, gak ada apa-apa didalam sini" ucap Raka.


Alex menyipitkan matanya curiga.


'*Pergi pak tolong' ucap Raka dalam hati.

__ADS_1


'Jangan kesini please' ucap Mira dalam hati*.


__ADS_2