Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-93


__ADS_3

"Halo kar, gue udah ditempat parkiran"


"Oke tunggu ya gue masuk" ucap Aira.


"Mas Ayo"


Aira meraih tasnya lalu membuka pintu mobil, Alex mengikutinya berjalan kearah pintu masuk cafe.


Namun tiba-tiba Aira berhenti.


"Mas gak usah pake masker" bisik Aira.


Alex mengerutkan dahi.


"Kenapa? Biasanya gak ada masalah" ucap Alex.


"Mas keliatan ganteng banget pake masker, didalam banyak perempuan yang masih gadis, nanti kalau mereka ngelirik mas gimana?"


Astaga.


Aira cemburu haha!.


"Masa iya?" tanya Alex.


"Pake kaos, celana pendek terus maskeran, bening lagi, apa enggak berdamage?"


Alex cekikikan melihat Aira protes, ia melepas maskernya lalu memasukkan kedalam saku.


"Udah"


Aira tertegun melihat wajah Alex yang semakin hari semakin putih dan bersinar dimatanya.


"Oi?"


Aira mengedipkan matanya cepat.


'Aduh salah nih, kayaknya bagus pake masker, dibuka gini malah tambah keliatan ganteng' ucap Aira dalam hati.


"Oke kan?" tanya Alex.


Aira kembali berjalan, mengabaikan pertanyaannya.


"Pake lagi maskernya" ucapnya.


'Loh, tadi disuruh buka'


"Pake maskernya" ucap Aira penuh penekanan.


Sebagai pria dan seorang suami yang baik dan tidak sombong Alex memakai lagi maskernya.


Aira masuk lebih dulu kedalam cafe, matanya mengedar keseluruh ruangan.


Ia menemukan Sekar yang mengangkat tangannya, memberi kode padanya.


"Nah itu dia" gumam Aira.


Aira hendak berlari kearah sekar tapi ditahan Alex.


Aira menoleh kebelakang.


"Jangan lari-lari" ucap Alex.


Aira menyengir.


"Hehe lupa" ucapnya.


Aira pun berjalan kearah Sekar, ia tidak begitu memperhatikan pria yang berjalan dibelakang Aira, karena pria itu memakai masker.


"Udah lama kar?"


Aira menarik satu kursi didepan Sekar.


"Setengah jam yang lalu, gue penasaran banget soal pernikahan lo" ucapnya.


Aira melihati Alex yang duduk dipojok, sedikit jauh dari tempatnya dan Sekar.


Sekar mengikuti kemana mata Aira melihat.


"Itu cowok bening banget ya Ra, pake masker lagi" ucapnya.


Aira memelototinya.


"Heh, pak Alex itu" ucap Aira.


Sekar menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya membulat kaget.


"De-demi apa Ra? Pak Alex itu?!"

__ADS_1


Aira mengangguk.


'Wajar sih Sekar kaget, pak Alex kan selalu pake setelan jas kalau kekampus"


"Kok bisa sekeren itu pake kaos lagi" ucap Sekar geregetan.


"Gak usah ganjen gue pulang nih" ancam Aira.


Sekar tertawa.


"Maaf, maaf, gak bisa move on gue..Jadi kalian ini pengantin baru dong? Itu foto kapan? Dua hari yang lalu ya? pas lo libur? Baru banget dong? Pas pak Alex udah jadi dosen atau belum?"


Rentetan pertanyaan diberikan Sekar.


"Banyak banget nanyanya, gimana mau ngerjain tugas" protes Aira.


"Udah jawab dulu baru nugas" ucap Sekar.


Aira menarik nafas, ia melirik Alex sebentar.


"Pernikahan gue sama pak Alex udah jalan tiga bulan-"


"Tiga bulan?!" potong Sekar, volumenya cukup kuat hingga orang-orang melihatnya.


"Suara lo pelan nin bego" ucap Aira pelan.


"Kaget gue, lanjut.."


"Gue gak tau itu masih dibilang pengantin baru apa enggak, intinya udah lama..Waktu pak Alex baru jadi dosen diuniversitas kita, dan beberapa hari kemudian nikah sama gue " ucap Aira.


Phak!


"Awh kok dipukul" protes Aira karena Sekar memukul lengannya.


"Gue greget tau gak, jadi dari dulu bucinin suami orang" ucapnya.


"Iri, pak Alex itu ganteng, terus stylenya cool kayak oppa-oppa korea, gimanapun selamat buat lo" lanjutnya.


"Hum, makasih yaa" ucap Aira.


"Oiya, berarti Mira udah tau lama soal ini?" tanya Sekar tiba-tiba.


Aira mengangguk.


"Dia datang juga keacara pernikahan gue" Aira tersenyum kaku.


Aira mengigit bibir bawahnya.


"Gakpapa"


"Lagi berantem ya?"


Sepertinya Sekar menyadari sesuatu yang berbeda, ia segera mengubah topiknya.


"E..e..e Ayo kita nugas , abaikan aja pertanyaan gue tadi hehe"


Sekar mengeluarkan laptop, flasdish dan buku-bukunya ke atas meja. Aira jadi murung.


'Duh gue salah deh nanya begituan' ucap Sekar dalam hati.


"Aira?"


"Ha? iya-iya ayo mulai" ucap Aira.


Mereka berdua mulai sibuk dengan laptop dan buku-buku didepannya, Alex menompang dagunya sambil memperhatikan Aira yang fokus pada laptopnya.


'Lagi belajar tetep cantik' ucap Alex dalam hati.


Sekar menoleh ke samping karena penasaran, sedang apa dosen nya yang terlihat tampan itu disana.


Ia tersenyum jahil saat mengetahui kemana mata pria itu tertuju. Sekar menatap Aira.


"Ssutt" bisiknya.


Aira mendongak sambil mengerutkan dahi.


"?"


"Diliatin tuh" Sekar cekikikan.


Aira menengok kearah Alex, dan benar apa kata Sekar. Mata mereka bertemu, Alex menurunkan maskernya lalu tersenyum pada Aira.


Aira tersenyum balik.


"Aduh berasa jadi pembatas diantara kalian gue" ledek Sekar.


"Lebay" cibir Aira.

__ADS_1


"Nyeh..Yaudah cepetan kita kerjain biar pulang terus lo bisa kelonan sama dia" ucap Sekar sambil tersenyum.


Wajahnya tengil sekali.


Aira kembali pada laptopnya.


"Kelonan-kelonan apaan, udah sore ini"


Sekar berdecap.


"Ck..ck..Gimana ya rasanya punya suami kayak pak Alex" gumamnya.


"Nikah gih" saut Aira.


"Takut diunboxing gue" ucapnya.


Aira tertawa.


"Ngadi-ngadi lo"


'Gue juga gitu sih dulunya, takut diunboxing pak Alex hahaha'


"Bener Ra gue takut, gara-gara baca novel-novel tuh pas adegan nganu, istri kesakitan, ngeri~"


Sekar mengusap kedua lengannya merinding.


"Nanti juga terbiasa"


Sekar berdehem lalu tersenyum mesum.


"Ekhem..Pengalaman ya bund" ucapnya.


Wajah Aira memerah.


"Udah diem lanjut ngetik, kedengeran pak Alex kapok lo nanti Sekar" ucapnya.


"Bentar-bentar, lo gak pesen minum?" tanya Sekar.


"Mau milkshake stroberry aja" balas Aira.


"Oke gue pesenin, mbak saya mau pesen dong" Sekar mengangjat tangannya memangil pelayan cafe.


"Iya mbak, mau pesan apa?" tanya pelayan.


"Americano satu sama milkshake stroberry satu..."


"Lo mau coklat gak Ra?" tawar Sekar.


"Uhm? Bentar"


Aira harus meminta izin Alex dulu, boleh atau tidak dia makan coklat hari ini.


"Mas, sinii" panggil Aira.


Alex menghampiri meja Aira, Sekar menatap pria itu sampai tak berkedip, begitu juga si pelayan.


Biasalah gak pernah liat orang ganteng.


"Kenapa?" tanya Alex.


"Tadi aku pesen milkshake, terus aku makan coklat boleh gak?" tanyanya.


Sekar hanya terbengong neluhat keuwuan didepan matanya.


'Mimisan nih gue, yakin banget' ucap Sekar dalam hati.


'Ya Allah, kenapa engkau beri hamba cobaan seperti ini..Hiks'


'Apa ini pertanda gue harus segera nikah..'


'Pengen nangis gini banget sadgirl, gak punya suami apalagi pacar'


'Mami cariin Sekar Dosen juga Mi, tapi yang ganteng..Hiks.."


Begitulah Ratapan hati Sekar.


"Boleh mas?" tanya Aira.


Alex mengelus kepala Aira.


"Kue atau roti aja, jangan coklat, nanti sakit perut" ucap Alex.


Aira cemberut.


"Hungg~, pengen bangett" rengek Aira.


'WOI jangan lupa ada gue didepan kalian!'

__ADS_1


__ADS_2