Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-156


__ADS_3

Aira merapikan rambutnya, ia membuat sanggul kecil menggunakan karet rambutnya. Tadi malam ia bisa tidur cukup berkat suami tercintanya 'Alex'.


Karena itu Aira ingin membuat sarapan penuh cinta untuk pria itu-ah bukankah setiap hari sarapan yang ia buat selalu penuh cinta?.


Berarti kali ini sangat-sangat penuh cinta dan dibumbui kebucinan!.


Aira memasak sambil tersenyum senang.


"Diam seperti ibu rumah tangga bergerak membuat suami makin cinta" gumamnya.


"Eh- agak ambigu ya" lanjutnya.


"Haha apasih Ra gajelas banget"


"Oke! ini udah mateng" serunya.


Tangannya mengayun-ayun untuk mengarahkan uap dari masakannya ke hidung.


"Ini udah jelas enak banget, Aira lo profesional! fiks ini mah!" kekehnya.


Segera Aira hidangkan dipiring.


"Saatnya membangun keharmonisan pagi bersama suami~" serunya.


Ia menutup mulutnya sambil salah tingkah.


'Astagfirulloh kok udah kayak emak-emak alay gue-bomat ah'


Aira melepas celemeknya, ia bergegas menuju kamar tidur mereka. perlahan Aira membuka pintu tersebut, ia melirik putri kecilnya yang masih terlelap usai dimandikan.


"Bobo dulu ya nak, mama mau pacaran"


"Kalo rewel mama potong jatah susu" ucapnya pada Atiya.


Ya tuhan apa dia ibu yang waras?.


Sambil tersenyum, ia mendekati Alex yang tidur berbalut selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.


Aira duduk di sisi ranjang, tangannya membuka selimut yang menutupi wajah Alex, lalu usapnya kepala pria itu.


'Tidur aja ganteng loh ini..Ngerepotin jantung aja'


'Gak bosen ganteng terus pak? udah beranak juga'


'Dia makin ganteng setelah punya anak, lah gue makin butek'


'Tapi gak perduli! yang penting muka mas pas bobonya cuma gue yang bisa liat'


Aira menyentuh pipi Alex sambil memajukan bibirnya gemas.


'Gini kali ya rasanya fangirl pas berhasil nikah sama idolnya, tiap hari mandangin wajah idolnya pas bangun tidur-Hahaha'


"Engh.."


Alex mulai terganggu tidurnya.


"Mass~" panggil Aira dengan manis.


Kepala Alex ke arah Aira, matanya masih tertutup dengan bibir sedikit maju.


"Mas..Bangun.." ucapnya.


Alex hanya berdehem.


Aira menoel-noel pipi suaminya, sampai mata pria itu terbuka.


Aira tersenyum lebar.


"Morning sayang~" sapanya.


Alex menarik sudut bibirnya, ia menarik Aira kepelukannya.


"Aktif banget istri mas" ucapnya dengan suara serak.


Aira cekikikan.


"Setiap hari aku gini" ucapnya.


Alex menggeleng.


Aira mengerutkan dahinya.


"Bener kok!" ucapnya.


Alex menggeser helai rambut yang menutupi kecantikan wajah istrinya.


"Hari ini auranya berbeda" goda Alex.


Aira menahan senyumnya.


"Ekhem.." dehemnya.


"Mas berangkat jam berapa?" tanya Aira.

__ADS_1


"Jam sembilan" ucap Alex sembari mengelus rambut Aira.


"Umm..ini masih jam tujuh pagi ya.." gumamnya.


Tangan Aira bermain didada Alex.


"Kamu mau apa hm?"


Aira menyingkir dari dada suaminya.


"Sarapan yuk mas, terus mandi, kita bawa Atiya jalan-jalan keliling perumahan.." ucapnya.


Aira menunggu tanggapan dari Alex yang tengah menatapnya.


"Sepuluh menit lagi" ucapnya.


"Hah?-eh!"


Alex menarik Aira lagi kepelukannya, posisinya berubah, Aira yang dibawah dan dia diatas. Kepalanya menyandar didada Aira.


"Mas kamu berat loh" ucap Aira.


Alex semakin lengket.


"Mmmm" gumam Alex.


"Mas?"


"Dalem sayang.." ucapnya.


Aira mengusap rambut Alex.


"Sarapan dulu, keburu dingin" ucap Aira.


Alex menggeleng.


"Mas.."


"Mas mau jadi Atiya dulu" celetuknya.


"Jadi sekarang iri sama anaknya hum?"


"Iya mama" jawab Alex.


"Haha..Kamu ada-ada aja mas"


"Ssstt.."


Aira tersenyum simpul, ia memeluk Alex. Diciumnya dahi Alex.


"Uhm.."



'Hangat' ucap Aira dalam hati.


"Mas kapan terakhir kali kita pelukan gini?" tanya Aira.


"Pas kamu hamil" ucap Alex.


'Udah lama ya, pantes kangen hehe'


"Mas kamu mau sampai kapan ini?" tanya Aira.


"Selamanya"


'Yang bener aja bro'


"Udah ah bangun, mumpung Atiya masih tidur loh" ucap Aira.


Alex mau tak mau bangkit dari ranjang, masih dengan wajah mengantuk. Aira pun ikut, ia melingkarkan tangannya dipinggang sang suami.


"Kajja, chagiyaa" (ayo sayang) ucap Aira.


Mereka berdua keluar dari kamar, Alex pergi mencuci muka, Aira kedapur.


"Mas buruan" panggilnya.


'Padahal dikamar ada kamar mandi, kenapa gak dikamar aja cuci mukanya..'


Alex menghampirinya, wajah bantalnya terlihat menggemaskan. pria itu menarik kursi untuk duduk.


"Menunya spesial ya?"


Aira menyengir.


"Hehe, iyaa.."


Alex menatap curiga.


'Pasti ada apa-apanya ini'


"Ekhem..Uang belanja baru mas kasih kan?" tanyanya.

__ADS_1


"Astaga mas, istrimu ini tulus loh, sengaja biar mas makan yang banyak" ucap Aira.


Alex tersenyum.


"Kamu mencurigakan, jadinya mas pikir uang belanja kurang" ucap Alex.


Aira mendengus.


Ia menaruh lauk pauk di piring Alex, lalu menarik kursinya agar lebih dekat dengan kursi Alex.


"Ayo makan" ucapnya.


"Kamu kenapa sih Ra?"


Aira manyun.


'Heran, gak ada peka nya jadi laki-laki, mikir gitu kek 'oh istriku mau berduaan mumpung anak tidur'


"Jangan gemes-gemes, Atiya belum cukup umur buat punya adek" celetuk Alex.


Aira mendelik.


'Heh!'


"Makan aja deh mas" ucap Aira.


Alex menyantap sarapannya dengan lahap.


"Mas" panggilnya.


"Hum?"


"Abis makan jalan-jalan keliling perumahan ya?"


Alex mengangguk.


"Bener? awas aja kamu tiba-tiba mau berangkat kerja lebih cepat" ancam Aira.


Bukan apa-apa, Alex sering seperti itu, sudah banyak janji pada Aira, tapi diingakari karena alasan pekerjaan.


"Enggak sayang..Yang ini serius" ucap Alex.


Aira tersenyum lebar, ia mendekat lalu mengecup pipi Alex.


"Sip! aku mau liat Atiya dulu" ucap Aira.


'Akhirnya kesampean juga pamer sama anak gadis tetangga haha'


Alex memandangi Aira yang girang setelah mengecup pipinya.


"Lanjut makan" ucap Aira.


Alex mengangguk.


Aira bergegas kekamarnya untuk menggendong putri kecilnya.


cklek..


"Haii anak mama" sapanya saat melihat Atiya.



Atiya masih memejamkan matanya, ia menggendong dengan perlahan Lalu mengecup pipi Atiya.


"Ululu kasian nih anak cantik mama ditinggal sendirian..Sini mama cium dulu"


Aira mencium seluruh wajah Atiya.


"Hum..Wangi bayi gak ada duanya" gumam Aira.


"Ayo kita temui papa, Atiya juga mau nyusu kan?" tanyanya.


"Nah Ayo~"


Aira membuka pintu kamar.


"Papaa, ini princessnya datang" seru Aira mendekati meja makan.


Alex menoleh ke arah suara, ia tersenyum senang mengetahui itu putrinya, ia segera bangkit mendekati.


"Pagi princess papa" sapanya.


Ia mengelus pipi Atiya menggunakan jati telunjuknya. Hati Aira ingin meledak rasanya, saat melihat tatapan mata Alex yang begitu hangat saat melihat wajah Atiya.


Alex menyadari Aira terus melihatnya, ia menaikkan kedua alisnya bertanya ada apa.


Aira menggeleng.


"Papa cium dong, Atiya udah wangi loh~" ucap Aira.


"Oiya? mana sini papa cium dulu"


Alex mencium lama pipi Atiya.

__ADS_1


"Uhm..Iya wangi banget Atiya, Mama wangi juga gak?" tanyanya melihat wajah Aira.


lanjutnya sebentar lagi yaa-🙏


__ADS_2