
"Pelan-Pelan bawa kopernya, mahal itu" ucap Aira.
Alex menghela nafas, sudah puluhan kali ia mendengar ucapan itu keluar dari mulut istrinya. Padahal Alex sudah sangat berhati-hati menurunkan koper tersebut dari tangga.
"Koper begini mas beli seratus juga bisa sayang" kesal Alex.
Aira menatap sinis.
"Sombong banget, lagian ya itu koper kesayangan aku, gak ada dua nya" ucap Aira.
"Sama kayak suami kamu ini"
"Gak" jawab Aira.
Ternyata lebih berharga koper daripada suami.
Mereka bersiap-siap untuk berangkat kerumah orangtua Alex. Berhubungan hanya pergi liburan berdua, Aira hanya membawa satu koper untuk bajunya dan Alex.
Aira menggendong Atiya yang semakin hari semakin gembul itu kedalam mobil lebih dulu, anak perempuannya itu mengenakkan dress berwarna biru langit serta ada manik-manis yang berkilau, membuat Atiya terlihat sangat cantik.
Stok asi dan keperluan untuk Atiya juga sudah dibawa ke dalam mobil oleh Alex, pria itu juga tak lupa mengunci pagar rumah.
"Udah gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Alex, pria itu duduk dibangku kemudi sembari memasang sabuk pengaman miliknya dan milik Aira.
"Enggak ada mas, makasih ya" ucapnya pada Alex.
Aira suka sekali perhatian kecil yang Alex berikan padanya, tidak perlu bertanya tapi langsung paham.
Meskipun tidak selalu begitu haha.
"Sama-sama" balas Alex.
"Kita berangkat ya"
Alex mengusap kepala Atiya dengan lembut.
"Let's gooo" seru Aira.
Mobil melaju menuju jalanan, Aira membenarkan posisi duduknya agar lebih nyaman.
Ia melihat wajah Atiya, betapa indahnya ciptaan tuhan yang dititipkan padanya ini. Atiya sangat cantik, hidungnya mancung, bibir mungilnya indah.
"Hish! pipinyaaa"
Aira mendekatkan pipi gembul layaknya sebuah bakpao itu ke bibirnya, lalu menecupnya berulang kali.
"Anak thantinaa mama Aira" ucapnya.
__ADS_1
Atiya menggeliat karena kelakuan mamanya, wajah pun memerah karena kesal Aira terus menciuminya.
"Ayo apa? mau nangis? cepat nangis mama liatin" ucap Aira.
Ia tak berhenti mencium Atiya, lucu rasanya kalau sampai Atiya kesal dan merengek.
"Hiks"
Atita mulai merengek.
"Nah kan..Aira" tegur Alex.
"Nangis-nangis ayo nangis" tantang Aira.
Atiya pun menangis.
"Mama ini sering bikin atiya nangis, kesel anaknya digituin ma" ucap Alex.
Aira menyengir, ia menenangkan sang anak.
"Lucu tau mas, mukanya merah terus hem! gak bisa dijelaskan dengan kata-kata "
ucapnya.
"Iya tapi jangan dibikin nangis, kasian anaknya ma" ucap Alex.
"Nanti kamu dibikin nangis juga mau gak?" tanya Alex.
Aira melotot.
"Aku lempar centong mau?" ancam Aira.
Memang ya, Atiya kesayangan papa, Mama jadi babunya saja.
"Udah jangan diganggu anaknya, duduk yang anteng" ucap Alex.
"Dih biarin, anak aku terserah aku, siapa suruh dia gemesin" balas Aira.
"Bikinnya bareng, dari wajah Atiya udah jelas siapa papanya" ucap Alex menyombong.
Oke fine!.
Menyebalkan, Semua yang ada di Atiya sembilan puluh persen dari Alex, sisanya baru menurun dari Aira. Kemana Aira harus protes ya! Alex menang banyak.
"Gak sengaja mirip kamu mas, nanti anak kedua harus mirip aku" ucapnga tak terima.
Alex tertawa.
__ADS_1
"Salah kamu yang tiap hari kangen mas, anaknya jadi mirip mas kan?" ledek Alex.
"Khilaf itu" elak Aira.
Aira ini memang gak mau kalah, dan kalimat yang keluar dari mulutnya itu natural dan murni karena sirik pada Alex, tapi itu lucu dimata Alex.
"Yaudah nanti bikin lagi sampai sana" ucap Alex.
"Ya gak sekarang, Atiya belum bisa jalan udah mau punya adek aja" ucap Aira.
"Gakpapa, nanti belajar jalannya jadi barengan sama adeknya" balas Alex.
"Oke, kamu yang nyusuin"
Tawa Alex pecah.
"Heh! hahaha"
"Mana ada asinya" ucap Alex.
"Nanti aku transfer"
Astaga mulutnya Aira ini membuat Alex gemas.
Pria itu, mencubit pipi Aira sembari bergumam.
Aira menepuk punggung tangan Alex.
"Gila ya, sakit tau! gak pake perasaan nyubitnya" kesal Aira.
"Nangis, ayo nangis" Alex meniru kalimat Aira saat menganggu Atiya.
Aira memukul lengan pria itu.
"Aduh, lagi nyetir jangan dipukul nanti mobilnya oleng" canda Alex.
"Aku aduin bunda, liat aja, kdrt ini" ancam Aira.
"Keseruan Dalam Rumah Tangga, benar?"
"Bunda pasti senang kalau kamu ngadu gitu, karena Keseruan" ucap Alex.
Aira membuang muka, kesal karena dijahili Alex.
"Kapan sampainya ya, mau minjem palu dirumah bunda" ucap Aira.
Duh kok seram?.
__ADS_1
"Bercanda sayang" ucap Alex.