
"Makasih ya pak" ucap Aira.
"Sama-sama mbak"
Aira melirik Alex.
"Bayar tuh" ucapnya lalu melangkah pergi.
"Iya Nyai"
Alex dan penjual bakso bakar saling tatap dan tertawa pelan melihat Aira membuat wanita itu menoleh ke belakang.
"Mas, cepetan" ucap Aira.
Alex mengangguk cepat.
'Lama banget, padahal dia yang minta cepat-cepat pulang'
"Nyeremin ya mas" ucap si bapak.
"Biasa pak, nanti saya peluk luluh dia haha, yaudah ini pak uangnya, saya duluan" ucap Alex.
Bapak itu menerima uang dari Alex.
"Oke makasih banyak mas, semoga lahirannya nanti lancar"
"Amin pak"
Alex melihat sudah mulai jauh darinya, Alex berlari kecil menghampiri wanita itu dan menyamakan langkah kakinya.
'Cepat juga bumil jalannya'
Aira tidak perduli, wanita itu sibuk mengunyah bakso didalam mulutnya.
"Makan jangan sambil jalan" ucap Alex.
Aira tiba-tiba berhenti, ia menatap Alex.
"?"
Alex membulatkan matanya, Aira tiba-tiba duduk dibawah dengan tampang polosnya.
"Astaga Aira.."
"Ayo bangun, kotor duduk disitu" Alex memegang lengan Aira.
"Katanya ga boleh sambil jalan" jawabnya sambil mengunyah.
Nah, Alex juga yang salah.
"Iya benar, tapi bukan duduk disini sayang, dipegang dulu baru makan dirumah" ucap Alex.
"Tapi baksonya bikin ngiler, mumpung masih anget dimakan langsung" ucap Aira.
'Aduh ini gimana'
Alex melihat sekitar, tetangga mereka melihat sambil cekikikan, Alex cuma bisa menyengir.
"Dirumah, Aira"
Aira menggeleng.
Definisi dari Aira yang berbuat, Alex yang malu.
"Aira ayo, malu diliat orang-orang"
Aira menengok sekitarnya.
"Ish kok gak bilang?!" kesalnya.
Aira bangkit sambil bergumam kesal.
Alex cuma bisa diam dan membantu istrinya membersihkan pakaian, padahal sudah jelas Aira yang salah.
"Udah bersih belom?"
"Udah, Bisa kita pulang sekarang?"
"Ayo" ucap Aira.
Rumah.
Alex dan Aira baru masuk kehalaman rumah, mata mereka tertuju pada sebuah mobil yang terparkir dibelakang mobil Alex.
"Mas itu kan mobilnya.."
"Iya tau, ayo masuk" ucap Alex.
Cklek..
Aira melangkah masuk lebih dulu sambil menenteng plastik bening berisi bakso bakar.
"Nah itu mereka" ucap Rachel menunjuk Aira dan Alex.
Gadis itu membawa nampan berisi teh hangat dan cemilan.
__ADS_1
Clap!
"Akhirnya pulang pasutri ini"
"Eh ada tamuuuu" ucap Aira girang.
Mira dan Raka berkunjung kerumah mereka. Ada kabar baik, Mira dan Raka sudah bertunangan satu bulan yang lalu, akhirnya Mira berhasil ditahklukkan dan pernikahan mereka akan dilaksanakan tiga bulan lagi.
Tak heran mereka sangat lengket.
"Lex" sapa Raka.
Alex mengangkat satu tangannya membalas sapaan Raka.
"Rachel ini buat kamu, tadi mbak beli dijalan" ucap Aira memberikan semuanya pada adik ipar.
Mata Rachel berbinar-binar.
"Aaa aku kangen bakso bakar, makasih mbak" ucap Rachel.
"Itu mas yang beli, pakai uang mas" saut Alex.
Rachel melirik Alex yang duduk disofa.
"Thanks mas" ucapnya dingin.
"Kalau gitu Rachel kekamar dulu ya, Kak Mira, kak Raka" ucap Rachel.
"Iya dek" ucap Mira.
Rachel pun pergi kekamarnya, tak nyaman kalau ia ikut bergabung, dan dia duduk sendirian tidak ada pasangan.
Aira duduk disebelah Alex, tangannya ditaruh dipaha Alex.
"Ekhemm..Setelah tunangan makin lengket ya" sindir Aira.
Mira tertawa.
"Haha iya dong, tapi bukan gua yang lengket,tapi Raka nih yang manja" Mira mencolek dagu Raka.
Pria itu melongo.
'Astaga Mira..'
"Pfft.."
Raka memelototi Alex yang menahan tawa.
"Eh minum dulu" ucap Mira.
"Namanya juga sedarah Mir" jawab Raka.
"Iya juga ya" Mira menyeruput teh hangat dicangkirnya.
"Kalian dari kapan dateng? kok gak ngabarin?" tanya Alex.
Mira mendengus.
"Dari tadi pak, Mira udah telfon Aira sama bapak, tapi gak diangkat-angkat" ucap Mira.
Aira menyengir.
"Lupa bawa handphone, orang rencana cuma mau jalan-jalan sore" ucap Aira.
"Ngomong-ngomong ada apa?" lanjut Aira.
"Gak ada, cuma mau mampir, abis dari rumah sepupunya pak Raka yang baru lahiran, eh tau gak Ra.."
"Apa tuh?"
"Anaknya gemesin banget, mirip orang arab..Beh masyaallah gua pengen satu yang begitu" heboh Mira.
Aira membulatkan matanya, ia memajukan tubuhnya.
"Hum? serius? aih gemesin banget pasti!" balas Aira antusias.
Mira mengangguk, wanita itu mengambil handphonennya dari dalam tas.
"Gua punya fotonya, lo pasti pengen liat" ucap Mira.
"Jelas dong, coba liat, mana tau nular ke anak gue nanti"
"Nih liat" ucap Mira menunjukkan layar handphonennya.
"Masyaallah..Emaknya ngidam apa ini!!" gemas Aira.
"Gak tau deh, tapi kayaknya dia nurun bapaknya, karena bapaknya juga ada wajah arab-arab gitu" ucap Mira.
Raka dan Alex memperhatikan pasangan mereka yang heboh sendiri.
"Lex, Aira hamilpun tetep aktif ya" ucap Raka.
Alex tersenyum.
"Yah..Sangking aktifnya aku gak pernah bisa tidur" ucapnya.
__ADS_1
Raka melihat Alex.
"Sampai begitu?"
Alex mengangguk, matanya tetap tertuju pada Aira.
"Aira ngidamnya tengah malam, kalau siang dia jarang.."
Raka tertawa, ia memajukan tubuhnya dan menepuk pundak Alex. Keduanya sekarang lebih dekat dan sering nongkrong bersama.
"Sabar Lex haha.."
"Pantes kalian ke kampus muka pucet, kurang tidur..Gimana rasanya menderita tiap malam? haha"
"Berat Ka, Pengen ngeluh tapi liat perjuangan Aira selama mengandung, bikin aku sadar, Apa yang aku alami gak sebanding dengan Aira.." ucap Alex.
"Terkadang Aira nangis dikamar mandi, dia kecapean, susah tidur, terus menerus mual, badannya sakit...Gak tega, Tapi Aira tetap senyum didepan aku"
Raka menghela nafas.
"Dia gak mau kamu merasa nyesel" balas Raka.
"Yah.."
"Mas-Mas, Liat babynya gemesin" panggil Aira sambil menunjuk-nunjuk handphone Mira.
"Iya sayang" ucap Alex.
Wanita itu sibuk lagi dengan Mira.
"Aira bentar lagi lahiran kan?" tanya Raka.
Alex mengangguk.
"Siapkan mental dan fisik Lex" ucap Raka.
Alex tersenyum, tapi dalam hatinya ia khawatir. Alex tidak mengerti, ia semakin gelisah dan takut Aira tidak sanggup.
"Jangan berpikir yang buruk"
"Melahirkan bukan hal yang mudah Raka" ucap Alex.
"Benar"
"Aku takut Aira kenapa-napa"
"Ck..Jangan begitu, kalau kamu sendiri kayak gini, gimana Aira bisa tegar" ucap Raka.
"Udah..Banyak minta saran sama orang tua kamu"
"Iya"
Jujur Alex mengkhawatirkan Aira, ditambah Aira ingin persalinan secara normal, Alex beberapa kali minta agar Aira melakukan operasi sesar, tapi gadis itu kekeh dengan keinginannya.
"Semangat calon papa muda"
Alex tersenyum.
"Raka, lusa jenguk anaknya lagi ya?" pinta Mira.
"Iyaa"
"Good" ucap Mira.
Aira menoleh pada Alex.
"Mas" panggilnya.
"Hum?"
"Kenapa?"
"Gakpapa sayang" ucap Alex.
Ia merapikan rambut Aira.
"Eh Ra kita balik ya?" ucap Mira.
"Loh kok cepat banget?"
Mira dan Raka berdiri begitu pula Aira dan Alex.
"Udah mau magrib, nanti kesini lagi kok" ucap Mira.
Aira manyun, ia berpelukan dengan Mira.
"Hati-hati dijalan ya~" ucap Aira.
"Hum..Pak Alex Mira duluan" ucap Mira sembari melepas pelukannya.
"Lex pulang dulu ya" lanjut Raka.
"Yo hati-hati" ucap Raka.
"Eh sampaiin makasih buat Rachel, tehnya enak" ucap Mira.
__ADS_1
"Iya nanti gue sampaiin" ucap Aira.