Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-137


__ADS_3

"Sayang kamu dengar? mama barusan ketawa, berarti mama udah gak sedih" ucap Alex girang.


"Mas" kekeh Aira.


Alex tersenyum lebar, ia mengelus perut Aira.


"Papa udah boleh cium mama?"


Aira senyum.


"Boleh" saut Aira.


Alex menegakkan tubuhnya, ia memegang kedua pipi lalu mengecup singkat dahi Aira.


Cup..


Mata mereka saling bertemu.


"Ceritanya sambil jalan-jalan?" tanya Alex.


Aira mengangguk.


Alex menggandeng tangan Aira kembali. Akhirnya Aira berhasil dibujuk untuk sekian kalinya.


Mereka berjalan bersama, bertemu dengan tetangga dan saling menyapa.


"Mas aku sebenernya kangen kak Hendra.." ucap Aira.


Ah ini rupanya.


"Liat mas sama Rachel, aku keinget kak Hendra..Aku juga pengen kenalin mas"


Alex menghela nafas, ia menghentikan langkah kakinya, ia berdiri didepan Aira sambil menunduk menyentuh pipi Aira.


"Sabar ya sayang, pasti Kak Hendra juga kangen sama kamu, cuma dia lagi sibuk..Mas yakin dia juga berusaha supaya cepat ketemu sama kamu..."


Aira menekuk bibirnya kebawah.


"Mas juga mau ketemu langsung sama kakak kamu, mas mau bilang terimakasih karena dia udah jaga kamu.."


"Uhm.."


"Senyum, mas gak mau cemberut kayak gini" ucap Alex.


Aira menunduk.


"Sayang.."


Aira pun tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


"Aih..Istrikuu ini" ucap Alex gemas.


"Kita jalan lagi?"


Aira mengangguk.


"Oke ayo..Nanti pulang kita video call sama kakak kamu mau?"


"Mauuu"


Alex mencubit pipi Aira.


"Oke siap, senyum?"


Aira tersenyum lebar menampakkan gigi-giginya.


"Manis banget Ya Allah" Alex memegang dadanya.


"Mas ih"


Alex tertawa.


"Pipinya merah terus" ledek Alex.


Aira menyentuh pipinya.


"Manusiawi tau!"


"Berarti kalau digodain orang lain pipinya merah juga?"


Aira menggeleng cepat.


"Cuma sama mas" ucapnya.


Alex menghela nafas.


"Ayo cepat pulang" ucapnya.


Aira mengerutkan dahi.


"Baru juga keluar mas, mau ngapain cepat-cepat pulang?"


Alex membalas Aira dengan senyuman misteriusnya, Aira merinding dibuatnya.

__ADS_1


"Selalu ada maunya" cibir Aira.


Alex memeluk Aira sambil merengek dan mengusap-usap wajahnya ke bahu Aira.


"Uuuung~"


"Ih udah gede gak malu, manja didepan umum" ledek Aira.


Bibir Alex maju kedepan.


"Biar kamu ikut malu sekalian" ucapnya santai.


"Dasar..Yaudah ayo jalan-jalan sebentar lagi, terus pulang" Aira mengalah sambil tersenyum paksa.


Alex tersenyum sumringah.


"I love you" ucap Alex.


"too" balas Aira.


Alex melepas pelukannya, wajahnya ceria.


Mereka melanjutkan perjalanan sambil senda-gurau. Jalan-jalan sore bersama Alex begitu menyenangkan, ditambah Aira puas bisa membuat anak- anak gadis tetangganya melihat dengan penuh rasa iri.


Bayangkan bagaimana Aira kalau tetap kekeh untuk menyudahi hubungannya dengan Alex dulu? Pasti dia tidak bisa merasa sebahagia ini.


Alex bisa dengan cepat memperbaiki kesedihan Aira, ia melakukan apapun untuk menghibur istrinya.


Didepan sana Aira melihat anak-anak kecil berkumpul, entah apa yang mereka lakukan.


"Mas itu mereka ngapain?" tanya Aira.


Ia menunjuk kearah depan.


"Hum? Oh itu..Mereka beli bakso bakar" ucap Alex.


"Bakso bakar?"


"Iya, kamu mau?" tawar Alex.


'Berdosa kalau nolak rezeki hehe'


Aira mengangguk.


Mereka mendekati kerumunan anak-anak kecil itu. Didekat rumah Aira dan Alex, ada beberapa pedagang makanan yang sering lewat maupun berhenti karena banyak anak kost yang tinggal di apartemen, Tempat Aira tinggal bukan komplek, tapi rupanya seperti tinggal dikomplek dan lingkungannya bersih.


"Kamu mau berapa?"


"Beli dikit aja mas" ucap Aira.


"Dua puluh ribu aja mas" ucapnya.


Alex melongo.


"Itu bukan sedikit Aira" ucap Alex.


"Sekalian buat Rachel hehe, aku mah dikit aja"


Alex mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Pak bakso bakarnya dua puluh ribu ya, pedas manis" ucap Alex.


"Oke mas, tapi saya jualin anak-anak dulu, mereka dari tadi soalnya.. masnya mau nunggu?" tanya penjual.


Alex menengok Aira.


"Mau nunggu Ra?"


Aira melihat anak-anak kecil didekatnya, ia sebenarnya ingin duluan, tapi anak-anak itu sudah mengantri lebih dulu.


"Yaudah gakpapa" ucapnya.


"Saya tunggu ya pak"


"Oke siap mas"


Alex tersenyum, ia menghampiri Aira.


"Kenapa kamu gak mau duluan?"


"Aku pengen dilayani duluan, tapi muka bocilnya kasian" ucap Aira.


Alex terkekeh.


"Anak kita kalau udah lahir, terus seumuran mereka, bakal kayak begitu juga gak ya?"


"Iya deh mas, bakal ikutan ngantri dia haha" tawa Aira.


Alex mengelus perut Aira.


"Sehat-sehat ya didalam perut mama, biar kita bisa ketemu terus main bareng papa.." ucap Alex.


"Iya papa" jawab Aira.

__ADS_1


Alex tertawa.


"Nanti kamu mau mirip mama atau papa?"


"Mirip mama dong, kan mama yang mengandung" ucap Aira.


"Mirip papa juga ya ma?" tanya Alex.


"Gak, mama aja, mama cantik" bantah Aira.


"Papa kan ganteng, blasteran lagi, kalau mama produk lokal" ucap Alex tak mau kalah.


"Pak saya ganteng gak?" tanya Alex pada penjual bakso bakar.


"Iya masnya kayak orang luar negri" saut si bapak.


"Gak tau malu banget" cibir Aira.


"I don't care"


"Aku Produk lokal tapi mirip produk luar, intinya mirip mama"


"Ingat ma, kalau bukan karena papa, anaknya gak akan ada diperut lagipula kita bikinnya bareng" bisik Alex.


Aira terdiam, Alex menang


"Y-ya"


Aira mengusap leher belakangnya.


"Pak punya saya udah belum?" tanya Aira menghampiri si bapak sambil melihat pesanannya.


"Ini baru saya bakar mbak, sebentar ya" ucap penjual.


"Iya pak"


Ia berdiri didekat penjual bakso bakar, menjaga jarak dari Alex.


Pria itu memperhatikan Aira sambil cekikikan.


"Aira sini, kenapa disitu?" Goda Alex.


Aira mengabaikannya.


"Itu yang bayar mas, kalau gak nurut mas tinggal" ancam Alex.


Aira tetap tidak mengindahkan ucapan Alex, si bapak melihat kedua pasangan itu secara bergantian, ia hanya bisa tersenyum dan menyimaknya.


"Aira Abasya"


"Berisik" ucap Aira, ia menatap sinis Alex.


"Pak masih lama?"


"Sabar ya mbak, dua puluh biji soalnya"


'Huwaa si bapak lama banget, gue pengen lari keceng sampai rumah'


"Ngomong-ngomong berapa bulan mbak?"


"Tujuh bulan pak" jawab Aira.


"Wah udah mau lahiran ya.."


"Iya pak dua bulan lagi..Makanya saya banyakin gerak sama olahraga kecil" ucap Aira.


"Semoga dilancarkan proses lahirannya"


"Amiin makasih pak"


Kacau, Aira mengabaikannya dan mengobrol dengan penjual bakso bakar.


"Ngobrolin apa?" tanya Alex.


"Pak ini kuahnya ya?" tanya Aira.


"Iya bisa dibilang begitu mbak" jawab penjual.


'Ngeselin ya punya istri'


Alex menyandarkan dagunya di pundak Aira.


"Kok kayak kuah sate?"


"Iya sama, itu kuah kacang, nanti dituang sedikit ke bakso bakarnya, kalau gak mau ditambah kuah juga gakpapa" jawab Alex.


"Bapak punya asisten ya?"


Si bapak mengerutkan dahi.


"Itu tadi pak, yang jawab pertanyaan saya, bukannya asisten bapak?"


Yang dimaksud Aira asisten itu Alex, pria itu langsung terkekeh.

__ADS_1


"Maksud istri saya yang cantik ini, saya pak" ucap Alex.


"Oalah heheh saya gak ngeh loh mas" kekeh si bapak.


__ADS_2