
"Soal itu Mira kemarin ngabarin aku kok"
"Acaranya minggu depan?"
Aira mengangguk.
"Hum, Mira bilang mereka baru liat rumah barunya, dua hari yang lalu, sempat difotoin ke aku juga mas, bagus banget loh"
"Oh ya?"
"Iya, banget..."
"Tapi mas, gimana ya? Mira ngajakin quality time H-2 sebelum pernikahannya, aku gak bisa ninggalin Atiya, kamu pasti capek"
"Gakpapa pergi aja Ra" ucap Aira.
Aira menggeleng.
"Ah gak mau..Nanti sampai tengah malem mas, biar aku jelasin ke Mira, dia pasti paham" ucap Aira.
"Yasudah gimana baiknya Aira"
"Iya mas, terus Mira setelah wisuda cerita juga, Pak Raka ngizinin dia buat lanjut S2 loh, setelahnya baru mereka bahas tentang momongan"
Alex bisa melihat dari mata Aira, sebenarnya wanita ini juga ingin mengejar cita-citanya.
"Kamu?"
"Aih..Kita udah bahas tadi ya"
"Oke-oke"
"Mas tanya boleh?"
"Boleh"
"Seandainya kita belum punya Atiya, kamu cita-citanya jadi apa?"
"Accounting Manager" ucap Aira.
"Bagus, otak kamu sampai gak kalo keterima disana?" ledek Alex.
"Dih, sembarangan, pasti sampai, bego-bego gini aku tuh sebenernya genius mas" bantah Aira.
"Udah ah jadi bahas aku lagi, intinya jalan hidup aku sama kamu oke?"
"Iya sayang" ucap Alex.
"Jangan bawel lagi"
"Iya sayang"
Atiya menguap, rasa kantuk mulai menghampiri bayi mungil itu.
"Mas bentar aku bobo in Atiya dulu" ucapnya.
"Iya sayang"
"Nanti aku balik" lanjut Aira.
Alex mengangguk.
"Bener loh mas, aku balik"
'Astagfirulloh'
"Iya Aira mas tunggu disiniii" ucapnya.
Wanita itu pergi kekamar, Alex ingin fokus pada televisi tapi ucapan-ucapan Aira berputar diotaknya.
Ia semakin merasa bersalah, kenapa ia sangat gegabah ingin menjadikan Aira sebagai miliknya.
Alex memijit pangkal hidungnya.
"Ck.."
"Coba, aku dulu gak gegabah meminang Aira, mungkin dia bisa bahagia melanjutkan kuliahnya" gumam Alex.
"Salah kamu lex, ngerusak impian dia"
Alex mengusap wajahnya, ia tidak bisa tenang meskipun Aira bilang tidak masalah.
"Mas?"
Atiya merangkul pundak Alex dari belakang. Syukurlah Atiya langsung tidur saat diletakkan ditempat tidurnya.
"Eh, Atiya langsung kamu tinggal?" tanya Alex.
Aira mengangguk, ia mengecup pipi Alex lalu bergerak menuju ruang kosong disifa sebelah Alex.
"Dia langsung pules"
Ia menggandeng lengan Alex dan menatapnya dalam.
__ADS_1
"Mikirin aku?" tanyanya.
Alex menggeleng.
Aira mengelus rahang suaminya.
"jangan bohong, aku tau.."
Alex tidak bisa berkata-kata, Aira semakin mendekatkan tubuhnya.
"Mas..Demi Allah aku gak keberatan..Impian aku sekarang bahagia sama kamu, udah itu aja"
"Jangan overthingking gitu ah" ucapnya dengan bibir manyun.
"Ya gimana Ra..teman-teman kamu semuanya lanjut mengejar karier sedangkan kam-"
Cup!
Aira mencium bibir Alex, hanya cara ini yang ampuh membungkam mulut Alex.
"Ish..udah aku bilang gakpapa, kalo mas terus-terusan kayak gini aku tambah sedih, karena dibandingin sama temen-temen aku" ancam Aira.
Alex semakin cemas, ia menangkup kedua pipi Aira, ia tidak mau Aira sedih.
"Maaf-maaf, mas gak akan bahas ini lagi, mas janji" ucap Alex.
"Bener ya? Jangan ngerasa bersalah lagi? padahal tadi janji gak mau overthingking"
Alex mengangguk.
Aira tersenyum lebar.
"Good boy" pujinya sembari mengusap kepala Alex.
Haha lucu sekali, Alex berubah menjadi anak kecil dihadapan sang istri.
"Ayo terus bahagia bersama anak-anak kita" ucap Aira.
Alex senang, namun beberapa detik kemudian ia memberikan tatapan ambigu.
"Anak-anak?" tanyanya.
"I-iya anak-anak"
"kenapa sih?" lanjutnya.
"Enggak, kaget aja kamu nyebut anak-anak, sedangkan anak kita cuma satu" ucap Alex.
Hati Alex berbunga-bunga, ia langsung memeluk erat Aira hingga tubuh wanita itu terjatuh kesofa, dan memberikannya ciuman bertubi-tubi.
"AaaKkk, mas Alex!" kesal Aira.
Ia berusaha menghentikan ciuman bertubi-tubi dari sang suami.
"M-mas please stop!"
"Stop it"
Alex meledeknya dan mengabaikannya.
"Atiya bangun loh nanti"
Barulah pria itu berhenti, dengan nafas terengah-engah.
"Jangan gitu! Bikin Gelagapan" protes Aira.
"Seneng Aira" ucapnya membela diri.
Aira mendengus.
Alex melingkarkan tangannya dipinggang Aira, sontak ia sedikit Bergeser karena was-was dicium lagi.
Alex malah mendorong dahinya menggunakan jari telunjuk.
"Haha, cuma dipeluk sayang, gak akan dicium lagi"
"Bohong sunat dua kali mau?" ancam Aira.
Wajah was-wasnya menarik perhatian Alex untuk terus menjahilinya.
"Gimana bikin adek buat Atiyanya hum?"
Wajah Aira memerah.
"Mas!"
"Hahaha, lucunyaaa, kamu gak mau kalah sama Atiya?" tanyanya dengan nada bicara seperti bercanda dengan bayi.
Aira mengibas rambutnya.
"Atiya sama aku kadar lucunya beda, Atiya terlahir lucu dan menggemaskan, kalo aku lucunya cuma sama kamu mas, hehe" godanya sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Kamu sukanya begitu, mancing-mancing, nanti mas ladenin kamu lari" ucap Aira.
__ADS_1
Aira mendelik lalu tertawa lepas.
"Haha sakit perut aku" tawanya.
"Jelek banget mukanya haha"
Alex mendengus.
"Mass~" panggil Aira manja.
"Apaa?"
"Pengen pacaran" celetuknya.
Alex menatap Aira dengan wajah kaget campur senang. Astaga, hantu mana yang merasuki Aira sekarang?.
Ah ayolah Alex...Ini bentuk rindu Aira, makanya dia bertingkah manja.
"Pacaran?"
Aira mengangguk.
"Atiya udah bobo, kita gak ngelakuin something gitu? Biar mempererat hubungan" ucap Aira.
'Pasti Bunda yang ngajarin Aira ngomong begini'
Alex mendesis.
Tangan Alex melingkar di pinggang Aira, menarik tubuh wanita itu agar lebih dekat.
"Gimana kalo ki-"
"Bentar"
Aira memotong ucapannya.
"Jalan-jalan yuk?" tawarnya.
'Yah..Bukan ide buruk'
"Atiya gimana?"
Aira menarik kedua sudut bibirnya.
"Sebentar doang..Jangan lupa kita punya baby sister gratis" ucapnya.
Alex langsung paham maksud istrinya, baby sister gratis? Haha siapa lagi kalau bukan Rachel.
"Oke telfon dia sekarang" ucap Alex bersemangat.
Disisi lain Rachel.
"Uhuk-Uhuk"
"Kenapa nih gue batuk-batuk?"
Rachel mengusap belakang lehernya.
"Feelling udah mulai gak enak" batinnya.
"lepas dong tangannya" ucap Aira.
"Kiss dulu" pinta Alex.
Tanpa menolak, Aira mengecup singkat bibir Alex. Pria itu melepas tangannya dan membiarkan sang istri pergi mengambil handphonenya dikamar.
"Punya istri makin kesini makin makin"
Alex tersenyum-senyum, dengan pikirannya sendiri.
Tak berselang lama terdengan suara pintu terbuka dan ditutup kembali, Aira menghampiri Alex dengan senyum lebar.
"Berhasil?" tanya Alex.
Aira mengacungkan kedua ibu jarinya.
"Haha, kamu bujuk apa dia?"
"Biasa..Printilan kpop" ucap Aira.
Cerdas bukan? Aira dan Rachel sama-sama pencinta kpop, tentu Rachel tidak bisa menolak bujukan Aira.
Alex bangkit.
"Gih kamu ganti baju" ucap Alex.
"Mas duluan, aku mau nyiapin asi di dot Atiya, buat jaga-jaga aja" ucap Aira.
"Hmm oke, mas kekamar dulu"
"Heem"
Udah pada diundang sama Mira-Raka belum? hehe
__ADS_1