
Alex bersandar didekat wastafel.
"Aira, coba bilang ke mas, apa mas bikin kamu kesal?" tanya Alex.
Dengan cepat Aira mengangguk.
'Benar ternyata, tapi dibagian mana aku bikin dia kesal?'
Wanita itu melipat kedua tangannya sambil cemberut.
"Coba..Apa yang bikin kamu kesal?"
Aira menatapnya.
"Gak bisa dibilang" jawabnya.
"Terus gimana mas bisa tau kesalahan mas, dek.." ucap Alex.
"Mas kan yang jampi-jampi aku, pasti mas tau"
Alex tidak habis pikir, buat apa ia repot-repot menggunakan jampi-jampi kalau cuma disenyumi saja Aira sudah klepek-klepek padanya.
"Begini Aira..Mas gak ngerti jampi-jampi apa yang kamu maksud, tapi mas bener-bener gak tau kamu kenapa" ucap Alex.
Aira berdecap.
"Mas itu terus muncul dipikiran aku! Kesel, aku gak bisa ngapa-ngapain" celetuknya.
"Pfft.."
Alex menahan tawanya.
'Jadi cuma gara-gara itu, Aira kesal? Astaga lucunya'
"Jangan ketawa!"
Alex memasang wajah datar.
"Enggak, mas gak ketawa" ucapnya.
"Bohong"
Alex menggeleng.
"Kalau bohong makin mancung" ucap Aira.
"Nanti susah buat cium kamu" jawab Alex.
Aira mendelik, kenapa Alex harus mengucapkan kata 'cium' yang sejak tadi terus berputar didalam pikirannya!.
"Haha mas tau" tebaknya.
"Ta-tau apa"
Alex tersenyum mesum, ia melangkah mendekati Aira. Airapun mundur perlahan kebelakang.
"Eh ngapain? Jangan deket-deket" cegahnya.
Alex memajukan wajahnya.
"Kamu minta dicium kan?"
'KOK BISA TAU SIH?!'
'FIKS PAK ALEX BISA BACA PIKIRAN!'
Aira menyangkal.
"Sshh...Tapi mas baru inget, dari tadi kamu belum dicium"
Alex menyentuh tengkuk Aira.
"Tadi dikamar udah" jawabnya cepat.
Alex tersenyum, jelas sekali wajahnya itu seolah-olah mengejek Aira. Tapi ya memang benar tebakan Alex.
"Cuma sebentar tadi kan?"
"Yakin?" Lanjut Alex.
Aira mengigit bibir bawahnya.
'Ah gak tau deh!'
Aira memegang dagu Alex, lalu menariknya dan menyatukan bibir mereka. Alex menarik sudut bibirnya.
Ia merapatkan tubuhnya dengan Aira, Alex membalas ciuman sang istri.
Benar-benar ciuman panas, Aira mengeluarkan semua unek-uneknya.
"Kalau mau itu bilang, jangan bertele-tele" bisik Alex.
Aira sangat malu, ia menyudahi ciumannya. Pipinya merah padam.
Alex mengacak rambut Aira.
"Merah tuh" ledek Alex.
"Ish"
Alex tertawa lalu memeluk tubuh Aira.
"Masih lama ya..Padahal udah kangen" ucap Alex.
Aira senyam-senyum, ia tau maksud Alex.
"Sebentar lagi.."
Alex menguyel-uyel Aira.
__ADS_1
"Dua bulan lagi masih lama tau" rengek Alex.
"Hahaha, apasih kayak bocah"
Alex mempoutkan bibirnya.
"Bocah bisa bikin bocah" ucap Alex.
'Astaga mulutnya'
"Heh.." tegur Aira sambil tertawa.
Alex bersandar dipundak Aira.
"Kamu sadar gak?"
"Apa?"
"Makin hari kamu makin cantik" ucap Alex.
"Kayaknya hampir setiap hari aku denger mas ngomong itu"
"Iya, ini dari lubuk hati paling dalam" ucap Alex.
"Iya-iya percaya, suamiku~"
Cukup lama keduanya saling bermanja-manja didapur, sekarang mereka berpindah ke sofa ruang tamu.
"Makin penasaran liat babynya nanti" ucap Aira.
Alex menarik pipi Aira.
"Sama, mas juga.." ucapnya.
Aira memainkan jari-jari tangan Alex.
"Eh mas, kita ikut KB ya?" tanya Aira.
Alex mengerutkan dahinya.
"KB?"
"Iya keluarga berencana, dua anak udah cukup"
Alex tampak berpikir.
"Mas gak setuju" ucapnya.
"Loh kenapa?"
"Mas maunya punya lima anak, tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan" ucap Alex.
Aira mendelik.
"Li-lima?" kagetnya.
"Jadi dua anak perempuan ini punya tiga kakak laki-laki yang jagain mereka nantinya, " usul Alex.
"Kalau dapetnya laki-laki semua gimana? Bikin terus gitu sampai dapet perempuan?"
"Iya, pinter kamu" jawab Alex.
"Heh! Dipikir melahirkan gak sakit? Enak banget main request-request" omelnya.
Alex menyebik.
"Apa? Gak ngaruh sama aku mas ngambek" ucapnya.
"Airaaa..." rengeknya.
"Pilihan aku tetep dua" ucap Aira.
Alex menggeleng, ia mengkat kelima jarinya didepan wajah Aira.
"No! Dua cukup!"
"Limaa sayang~ nanti kalau lebaran rumah kita jadi ramai, banyak yang ngedoain kita juga"
Alex mencoba merayunya.
"Masa sih?"
"Hum, banyak anak banyak rezeki, keluarga kita jauh lebih asik, kalau cuma dua gak enak, sepi..Nanti mas tambah lagi kanar buat baby-babynya" ucap Alex.
Aira berpikir, ada baiknya juga ucapan Alex. Iren juga pernah menyarankannya untuk punya anak lebih dari dua.
Alex terus mendesak Aira, ia mengoyang-goyangkan lengan Aira sambil merengek.
"Stop"
"Lima, pokoknya lima" kekeh Alex.
Aira memijat pelipisnya.
"Iyaa udah" pasrahnya.
Alex menatap Aira.
"Bener?"
"Iya gak tau, liat kedepannya berapa yang dikasih sama Allah" ucap Aira.
Alex tersenyum lebar.
"Iya tapi tetep lima kan?" tanya Alex.
'Ngeyel banget'
'Suami siapa sih?'
__ADS_1
"Yaudah mau bikin sekarang nih empat lagi?" kesalnya.
Alex menyengir.
"Ini aja belum lahir, udah minta lima..Sabar, tunggu ini lahir terus umur lima tahun, baru bikin lagi" celetuk Aira.
"Dua tahun aja"
"Request mulu!"
"Hehe, ayo siap-siap" ucap Alex.
Aira memundurkan tubuhnya dan menyilangkan kedua tangannya menutupi dada.
"Ha? Mas gila?"
Alex terdiam.
"Kamu kenapa?"
"I-itu tadi nyuruh siap-siap?"
Alex menarik hidung Aira.
"Siap-siap mau kerumah Gilan, bodoh" ucapnya.
Aira tegak kembali.
"Kirain.."
Alex tertawa.
"Oke ayo" ajaknya.
"Ya berdiri dong" ucap Aira.
"Ayo bikin" ucap Alex mesum.
Aira melemparnya dengan bantal sofa.
"Gak ngerti lagi liat mas" ucapnya.
Aira meninggalkan pria itu.
"Dek, mas kok ditinggal?" ucapnya memelas.
"Jangan alay, cepat kesini" ucapnya.
"Alright"
Alex langsung berlari, mengejar Aira yang sudah naik tangga.
"Lima ya? Jangan lupa" bisiknya.
'Astagfirulloh gak bisa diem'
Aira terus menaiki anak tangga mengabaikan Alex.
"Kalau bisa yang anak perempuannya itu kembar, mas tau caranya supaya bisa punya anak kembar" oceh Alex.
Aira menutup telinganya.
"Kamu setuju gak?"
Aira menghela nafas.
"Tapi perlu konsul juga kan?" tanyanya.
Alex mengangguk antusias.
"Iya konsultasi, biar lebih jelas"
"Yaudah" ucap Alex.
Alex kegirangan, padahal Aira meladeninya supaya pria itu bisa segera diam dan berhenti mengoceh.
Aira membuka pintu kamar.
"Kamu jangan ingkar janji ya"
'Yah mulai lagi, padahal tadi diem'
"Iya mas, lima anak, tiga laki-laki dua lagi perempuannya,kalau bisa kembar, oke puas?"
"Hum, sana ganti baju" ucap Alex.
"Ini mau ganti"
"Mas mandi lagi gak dek?" tanyanya.
"Mas kan baru mandiii" ucap Aira.
Alex menepuk jidatnya.
"Oh iya mas lupa..Gara-gara bahas anak" ucapnya.
Entahlah, Aira tiba-tiba merasa lucu dengan sikap Alex yang kekeh minta anak lima.
"Lucu banget sih" gumamnya.
"Siapa?" tanya Alex.
Aira menaikkan alisnya.
'Astaga lupa ada pak Alex'
"Ha? Ini..Aku keinget drakor lucu hehe"
"Oooh.."
__ADS_1