Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-190


__ADS_3

"HAah"


Aira membanting tubuhnya ke ranjang tidur, melempar tasnya sembarang arah. Perutnya sudah dimanjakan dengan hidangan-hidangan yang begitu menggugah selera, Aira harus kembali kesana lagi nanti!.


Sekarang sudah memasuki malam, udara semakim dingin hingga menembus tulang.


"Ranjangnya empuk banget" ucap Aira.


"Sshhh tapi dinginnn"


Ia berguling kekanan dan kiri seperti mesin penggiling, kakinya masih mengenakan sepatu.


Alex menyusulnya ke dalam kamar, ia mengeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan istrinya.


Ia berlutut didekat kaki Aira lalu menahannya agar berhenti berguling-guling.


"Bagus kamarnya mas, kita bikin rumah yang begini aja gimana mas?" ucap Aira.


Alex tersenyum, tangannya bergerak melepas sepatu sang istri.


"Boleh.." ucap Alex.


"Tapi kapan-kapan, kalau rumah yang sekarang itu masih bagus banget, sayang"


"Oh iya Penghangatnya dimana sih mas?" tanya Aira.


"Kurang tau, nanti mas tanya ke orangnya" ucap Alex.


"Mas sini mas" panggil Aira.


Ia menepuk-nepuk bagian kosong ranjang disebelahnya agar Alex ikut tiduran bersamanya.


"Sebentar sayang, mas panggil penjaga villanya biar hidupkan penghangat ruangan, oke?"


Aira duduk, bibirnya manyun kecewa.


"Buruan" ucapnya.


Alex mengusap kepalanya.


"Sabar ya anak pinter" ucap Alex.


Pria itu pun melangkah keluar kamar untuk memanggil penjaga villa, biasanya penjaga villa akan datang untuk memastikan villa dalam keadaan nyaman.


Sembari menunggu Alex, Aira bangkit mengambil handphone Alex yang ada diatas meja dekat pintu.


"Telfon bunda ah" gumamnya.


Aira menempelkan benda tersebut ketelinganya.


"Assalamuallaikum?"


"Waalaikumsalaam"


"Bundaa ini Airaa" ucapnya.


"Emm pas banget kamu telpon, nih anak kamu lagi mimik susu"


"Video call dong bun" serunya.


"Oke"


Panggilan audio dialihkan ke panggilan video.


Reva tampak tengah berada diruang tamu, ia mengarahkan kamera ke Atiya yang sedang minum asi lewat dot. Reva memangkunya dengan dialasi bantal.


Video tidak begitu bagus karena jaringan.


"Nih anaknya mama, aghi mimik cucuu loh maa, nyam nyaamm~" ucap Reva.


"Utututu mimiknya banyak banget anak mamaa, gak rewel sama nenek ya sayang yaa"


"Enggak mamaa, Atiyaa nurut kok" balas Reva.


Aira cekikikan.


"Alhamdulilah Atiyanya ngertiin kamu nih" ucap Reva.


"Ini karena dia belum liat papanya bun, kalau udah liat beda ceritaa, anak papa dia tuh"


"Oh hahaha jadi anaknya papa ya bukan anak mama"


Keduanya tertawa.


"Kamu sendirian disitu? Dikamar ya?"


"Iyaa sendirian bun, nih kamar divillanya bagus banget loh bun, kapan-kapan kita semua kesini deh"


Aira memperlihatkan interior kamarnya.


"Oooh iyayaa bagus bangett"

__ADS_1


"Iyaa dong" balas Aira.


"Alexnya kemana itu? Kok kamu ditinggal sendirian" tanya Reva.


"Ini bun, mas Alex lagi pergi manggil penjaganya buat ngidupin penghangat ruangan..Dingin soalnya" ucap Aira.


"Loh penjaganya gak jelasin dari awal gimana cara ngidupin penghangatnya?"


"Emm, Aira kurang tau bun, mas Alex mungkin udah dikasih tau tapi lupaa.."


"Oalah gituu, Yaudahlah nikmatii liburannya ya sayang, bunda sayang Aira, cium dan peluk jauh dari bundaa" ucap Reva.


Aira meniru mertuanya melakukan flying kiss.


"Bunda kalau mau tidur minta nana gantiin jaga yaa bun" ucap Aira.


"Iyaa Airaa, aman kok"


"Good night~" ucap Aira.


"Good night"


Panggilan diakhiri, Aira meletakkan kembali handphone Alex pada tempatnya.


Ia berjalan kearah pintu.


"Mas Alex kok lama"


Aira melangkah keluar villa, baru membuka pintu, udara dingin semakin terasa dikulitnya, ia berlari kekamar mencari jaket hangatnya didalam koper.


Ia kembali keluar, ternyata diluar villa ramai, mereka yang ada dipenginapan sedang menikmati pemandangan bintang-bintang dilangit malam.


Aira melihat ke kiri, ternyata disana ada Alex dengan seorang perempuan parubaya, berjalan menuju villa.


"Ooh itu penjaganya"


Alex tersenyum lebar saat menyadari istrinya sudah berada diluar.


"Istrinya cantik mas" ucap si ibu.


"Haha makasih buk"


"Disini banyak anak muda mas, dijaga  ya istrinya..""Iya pasti buk"


"Tapi mereka sekarang udah gak terlalu berani, karena banyak ditegur juga oleh penduduk lokal dan Area penginapan mas ini udah ada petugas yang jaga jugaa..insyaallah aman"


"Mereka-mereka itu gak diusir aja buk?" tanya Alex.


Sampai didalam villa, ibu penjaga villa tadi mengajari Alex bagaimana cara menghidupkan penghangat ruangannya.


"Makasih banyak yaa buk, maaf ngerepotin" ucap Aira.


"Yoo gakpapa mbak, udah tugas saya"


"Makasih yaa buk, Ra mas anter ibunya dulu ya" ucap Alex.


Aira mengangguk.


"Eh gak usah mas, saya mau keliling ngecek villa lain, takutnya mereka butuh bantuan juga"


"Ooh begitu ya, sekali lagi makasih yaa buk" ucap Alex.


Begitu penjaga pergi, Aira langsung merangkul suaminya, ia berubah menjadi manja.


"Aira? Kamu kenapa?"


Aira menggeleng.


"Perutnya sakit?" Alex menyentuh perut istrinya.


"Gak mas..Cuma pengen gini ajaa, mas anget" ucapnya.


Alex segera menggendong istrinya lalu membawanya kekamar.Didudukkan wanita itu diatas ranjang, lalu Alex menarik selimutnya untuk menutupi tubuh Aira.


"Hangat?"


Aira mengangguk.


Entah apa yang ingin dilakukan Alex, ia beralih merapikan bantal-bantalnya, dengan perlahan meminta Aira merebahkan tubuhnya yang dibaluti selimut tebal.


"Mau ngapain?"


"Ssstttt"


Ternyata pria itu ikut merebahkan tubuhnya lalu memeluk Aira dengan tangan kirinya, tak lupa kaki Alex juga naik, menimpa paha Aira.


Tangan Alex satunya digunakan sebagai penompang kepalanya.


Jadu wajah Alex menghadap Aira.


"Biar hangat" ucapnya dengan suara lembut.

__ADS_1


Jari-jari Alex merapikan rambut Aira yang menganggu matanya untuk meenganggumi kecantikan istrinya.


'Apasih jadi salting lagi kan!!' ucap Aira dalam hati.


"Muka kamu merah Ra" ledek Alex.


"Gara-gara mas" ucapnya.


"Mikir jorok kamu kan?" tebak Alex.


Aira gelagapan.


"Sembarangan! Enggak yaa"


Alex tertawa kecil, ia memajukan wajahnya lalu menggesek-gesekkan hidungnya dan hidung Aira.


Reflek Aira menutup mata sambil tersenyum.


"If someone asked me to describe you in just two words, I'd say 'Simply Amazing" ucap Alex.


Blush~


Pipi Aira memerah.


Alex menatapnya dalam, tatapan penuh kasih sayang.


Aira mengigit bibir bawahnya, ia ingin mengatakan sesuatu tapi sedikit malu.


"Mas.."


"Hum?"


Ia mengeluarkan tangannya dari dalam selimut lalu menangkup wajah Alex.


"Mencintai mas itu bukan pilihan aku..Tapi kebutuhan! Aku butuh cinta mas, setiap detik!" ucapnya.


Alex tersenyum, senyuman paling manis yang mana hanya soerang Aira yang bisa melihatnya!.


"Mas harus salting juga, biar gantian" kekehnya.


"Ishh" gemas Alex.


"Eh iyaa mas, mas tadi sore ngapain pas kita direstoran?" tanya Aira tiba-tiba.


"Yang pegang handphone?"


"Hu'um"


"Sebentar"


Alex mengambil handphonenya.


"Nih"


Ia menyerahkannya pada Aira, tak lama wanita itu membulatkan matanya, ternyata Alex memotretnya diam-diam.


Oh lihat, captionnya romantis sekali.


"Astaga mas potoin aku diem-diem, kok gak bilang" ucapnya.


"Namanya juga diem-diem Ra"


"Captionnyaa manis banget huhu" lanjutnya.


"Cinta banget sama suamiku ini" Aira mengelus-elus leher Alex.


"Kiss?" pinta Alex.


Aira menarik sudut bibirnya.


"You want this?" Aira menyentuh bibirnya.


Alex mengangguk dengan manja.


"Oke sini-sinii"


Aira mencium bibir Alex, pria itu tersenyum lalu membalas istrinya.


Seperti yang Alex bilang dulu, Aira itu berbeda saat dirumah dan diluar rumah, dia lebih berani saat diluar rumah.


"Seharusnya kita disini sampai seminggu"


"Hei no! aku kangen Atiya!"


"Mas jugaa, besok pagi mau liat Atiyaa, tapiii..disini ada mamanya yang lebih lucuu"


Alex menyibak selimut Aira, ia naik diatas tubuh wanita itu dan menggelitik tubuh Aira.


"Hahahah mas! Stop"


Alex malah tertawa puas melihat istrinya yang geli karena jari jemarinya yang terus menggelitik perut Aira.

__ADS_1


__ADS_2