Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-184


__ADS_3

Tiba dihari libur. sesuai janji pasutri itu, mereka mengantar pasutri 'baru' menuju bandara.


Yah, mengantar pemula untuk pergi honeymoon.


Aira berjalan bersama sembari tertawa, entah apa yang mereka bahas tapi terlihat menyenangkan. Alex dan Raka dengan cool berjalan di belakang mereka, seolah-olah menjadi bodyguard keduanya.


"Honeymoon seminggu ya" ucap Alex.


"Hum" dehem Raka.


"Seminggu lagi buat kemana?" tanya Alex.


"Melakukan hal yang biasa dilakukan pengantin baru, pengantin senior pahamlah" ucap Raka sambil cekikikan.


Alex tersenyum geli.


"Kehidupan setelah menikah memang beda jauh sama masa lajang, sekarang semuanya diurusin istri, tidur ada yang nemenin, mantaplah" ucap Raka.


"Nanti kalau udah punya anak beda cerita" sambung Alex.


"Iya aku juga dengar dari orangtua" ucap Raka.


"Pinter-pinterlah bikin istri gak stress, kalau bisa bantu dia ngurusin pekerjaan rumah"


"Aira begitu?"


Alex mengangguk.


"Gak tega liat wajahnya kecapean gara gara ulah suaminya, susah tidur, jarang berduaan, tapi disisi lain kami juga bahagia karena kehadiran Atiya" ucap Alex.


Raka merangkul Alex.


"Nanti aku juga merasakan" ucap Raka.


"Good luck" ucap Alex.


Sampai ditempat terakhir untuk mengantar penumpang, Aira menatap Mira dengan senyum lebar.


"Jaga kesehatan, walaupun seminggu, disana cuacanya berbeda, gue khawatir kalau lo sakit, awas aja" ucap Aira.


"Ibu muda bawelnya beda ya" ledek Mira.


"Nanti lo ngerasain juga" balas Aira.


Mira menghampiri suaminya lalu melingkarkan tangannya dipinggang pria itu.


"Gue aman selama ada suami disamping gue" ucapnya.


Aira melipat kedua tangannya didepan dada.


"Pak Raka hati-hati juga, bawa bocil yang petakilan soalnya, noleh dikit hilang tuh anak" ucap Aira.


Raka tertawa.


"Iya nih bocilnya lucu pula, apa aku simpan dimanar terus Ra?" goda Raka, ia mencubit pipi istrinya.


"Iih sayangg, aku gak bocil tau!"


"ututututu"


Alex dan Aira menutup mulutnya menahan mual melihat pengantin baru didepannya.


"Lebay banget ya mas" bisik Aira.


"Kamu gak begitu kan Aira" bisik Alex.


"Enggak ah, mereka kan masih baru" bisik Alex.


"Pengantin senior alay banget eww" ledek Mira.

__ADS_1


"Yaudah deh kita berangkat"


"Sini peluk dulu" ucap Aira.


Mereka berdua berpelukan layaknya teletubis, lalu suasana berubah dengan cepatnya.


"Huhu bakal kangen sama lo nih gue" ucap Aira.


"Huhu nanti gue balik kok, seminggu aja, tunggu ya huhu" balas Mira.


"Aaa lama banget seminggu" tangis Aira pecah.


Alex dan Raka saling lihat.


"Ini barusan bukannya ledek-ledekan?" tanya Alex.


Raka menggaruk belakang lehernya.


"Gak paham sama perempuan"


"Oleh-oleh jangan lupa ya Mir, gausah banyak-banyak, tiga kardus aja huhu"


Mira melepas pelukannya, tangisnya berhenti.


"Ngelunjak banget lo" ucapnya.


"Eh mau pelit sama sahabat sendiri?"


"Enggak gitu, orang waras mah dikasih berapapun nerima, ini malah malak" ucap Mira.


"Eh tiga kardus itu gak banyak" balas Aira dengan enteng.


"Ya Allah mulai lagi" ucap Alex pelan.


Ia menghampiri istrinya, lalu menutup mulut Aira dengan tangannya.


"Cukup Aira, kita didepan umum jangan malu-maluin mas" ucap Alex.


"Sayang tenang sayang, kalian ini baru nangis-nangis bareng loh" ucap Raka.


"Tuh dia ngelunjak yang" ucap Mira.


"Ra diem" ucap Alex.


"Gwamaowh" ucap Aira dengan kata-kata yang kurang jelas.


"Kamu gak mau diem, gak mas lepasin tangan ini" ucap Alex.


Karena sudah engap Aira pun diam, Alex menjauhkan tangannya dari mulut sang istri.


"Tiga kardus ya gak mau tau, kalau gak gak boleh pulang ke jakarta" ancam Aira.


"Gak mau, emang jakarta punya nenek moyang lo?"


"Iyaa, kayaknya" balas Aira tak mau kalah.


"Dih"


"Udah-udah, Raka semoga selamat sampai tujuan dan menikmati honeymoon, ketemu lagi diminggu berikutnya, kami pamit" ucap Alex.


"Hati-hati dijalan ya, makasih udah anter sampai sini" ucap Raka.


Mira menjulurkan lidahnya ke Aira.


"Hati-hati ya pak Alex, istrinya kayak reog gitu, dipegangin ya" ledek Mira.


"Hum"


"Apa lo bilang? lo mau ribut?"

__ADS_1


"Udah-udah"


Alex memegang kedua pundak Aira, dengan tenagamya ia memutar tubuh istrinya lalu membawanya pergi.


"Mas berhenti dulu, aku belom selesai"


"Kamu bandel gak mau nurut" ucap Alex.


Raka menggeleng-geleng kepalanya.


"Kalian ini sebenernya kenapa?"


Mira mengibas rambutnya lalu tersenyum.


"Gak ada, cuma bercanda" ucapnya.


"Soal oleh-oleh bisa jadi kita bawain lebih banyak, apalagi buat keponakan aku, Atiyaa" ucap Mira.


Raka terdiam.


'Circle bocil memang beda' ucapnya dalam hati.


Diluar, Alex masih menggeret istrinya.


"Oke-oke gak bandel, gak bandel" ucap Aira.


Alex melepaskannya.


"Kamu ini mahasiswa terpelajar Aira" ucap Alex.


Aura Alex menyeramkan sekarang, Alex sepertinya benar-benar kesal.


Aira menyengir.


"Itu cuma akting kok" ucapnya.


"Bi-biasalah namanya anak muda hehe, sahabatan pula, jadi bentar-bentar ribut eh gak lama baikan terus ribut lagi, gitu mas"


"Eh iya, ke villanya"


"Ke Villanya jadi kan? kita packing juga yuk" Aira mengalihkan topik percakapannya.


Huuu merinding cuy, suami siapa sih.


"Ayo sayaaang" Aira menarik lengan Alex.


Suaminya tinggi tegap, tampan, putih, berkumis tipis, wajahnya kebule-bulean, bahaya juga kalau ditempat ramai.


"Janji gak boleh begini lagi" ucap Alex.


Aira mengangguk cepat.


"Hu'um, cintaku, sayangku, separuh nafasku" ucapnya.


Alex terkekeh.


"Kamu kenapa gitu ngomongnya"


"Gakpapa, kan faktanya itu, mas separuh nafasku hehe"


Aira berjinjit lalu mengecup pipi Alex.


"Love you" bisiknya.


Pipi Alex memerah.


Didepan umum, dan kondisi bandara ramai, Aira menciumnya. Uh~ seperti drama-drama romantis yang sering Aira tontonkan kepadanya.


"Ayo pulang!" ucap Alex bersemangat.

__ADS_1


Aira tertawa lepas, pasrah tangannya digandeng pria itu menuju mobil mereka.


__ADS_2