Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-97


__ADS_3

Alex kembali ke lantai satu untuk membukakan pintu, Terpampanglah wajah tampan Raka sambil menenteng dua bingkisan.


"Selamat malam pak" ucapnya.


Alex melihatinya dari bawah sampai atas, pakaian Raka sangat casual diusianya yang hampir menginjak tiga puluh tahun.


"Saya gak disuruh masuk?" tanya Raka.


"Ehm..masuk" ucap Alex.


Raka masuk kedalam rumah, ia memberikan dua bingkisan berisikan buah-buahan segar.


"Gak perlu repot-repot" ucap Alex.


"Halah pak Alex, jangan sungkan, kita kan teman, lagi pula ini buat Aira" ucapnya.


Alex berdehem, ia mempersilahkan Raka untuk duduk. Pandangan Raka mengedar keseluruh ruangan, rumah Alex sangat rapi dan bersih.


"Nyaman ya pak rumahnya" ucap Raka.


"Hum, ini semua sesuai sama kesukaan Aira"


Raka mangut-mangut.


"Bapak mau bicara apa sama saya?" tanya Alex.


"Soal Mira " ucapnya.


Alex berdecap.


"Bapak masih paksa dia buat minta maaf?" tanya Alex.


Raka menggeleng cepat.


"Bukan memaksa, tapi saya cuma mau dia itu sadar akan kesalahannya, sebelumnya kita udah bahas pak" jelas Raka.


"Hmm oke-oke, terus dia mau gimana?"


"Dia mau hubungannya sama Aira baik-baik lagi kayak dulu..Artinya Mira mau minta maaf"


Alex menarik sudut bibirnya.


"Memang bocah labil" ucapnya.


"Yah..Biasa pak namanya anak muda..Jadi bagaimana?"


"Tergantung Aira, karena yang bermasalah mereka, saya cuma bisa kasih Aira dukungan" ucap Alex.


Benar!


"Sejujurnya saya jadi kurang suka liat Mira" lanjut Alex.


Raka berdecap.


"Mck...Ya.."


Raka diam sejenak.


"Kalau mereka mau baikan ya alhamdulilah, saya gak mau Aira nambah lagi beban pikiran, dia kan lagi hamil" ucap Alex.


Raka menatap Alex.


'Aih...Raka kenapa gak bilang ke Mira kalau Aira hamil' ucapnya dalam hati.


"Kenapa pak?"


Raka menggeleng.


"Eum pak, besok Aira kekampus?"


"Hum"


"Oke, besok Mira juga kekampus, semoga masalah ini cepat terselesaikan"


"Sebenarnya pak Raka-"


"Saya cuma mau bikin mereka akur, karena gak nyaman liatnya..Itu aja pak" potong Raka.


Baik, Alex memahami itu.


Raka bangkit dari tempat duduknya.


"Kalau gitu saya permisi pak"


"Hum, makasih pak" ucap Alex.


"Oh iya Aira mana? Saya gak liat" tanya Raka.


"Tidur"


Raka melongo, ini masih jam delapan malam, tapi Aira sudah tidur? Spesies langka.


"Jam segini pak?!" tanyanya.


Alex mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


'Jangan banyak tanya, cepat pulang'


Sadar tatapan Alex yang kurang menerima kehadirannya.


"A-ah saya titip salam buat Aira, permisi"


Raka buru-buru keluar, Alex mengantarnya sampai didepan pagar.


"Pak Raka makasih.." ucap Alex tiba-tiba.


Pertama kali Alex berterimakasih padanya.


"Sama-sama pak"


"Jangan lupa, urusi diri sendiri.."


Raka mengerutkan dahi, apa Alex marah karena ia ikut campur?.


"Cari pacar..Biar gak sendiri kalau kemana-mana" ucap Alex.


"Pulang ada yang masakin, kumpul-kumpul ada yang dipamerin, ada yang meluk, kamu gak iri sama saya?"


Raka tertawa.


"Saya masih mau nikmati kesendirian" ucapnya.


"Oke, ingat sebelum bapak terlalu tua"


Alex langsung masuk kedalam rumahnya, Raka tertawa, ia segera melajukan mobilnya.


Wajahnya berubah kesal, Dalam sekali sindiran Alex. Sekali bicara  panjang mulutnya lancip


Cklek..


Alex menarik nafas lalu menghembuskannya.


"Hah...Akhirnya pulang"


"Pak Raka udah pulang?"


Aira menghampiri Alex didepan pintu.


"Iya, baru aja"


"Oohh"


"Tugasnya udah selesai?"


Alex menyentuh pipi Aira lalu mengelusnya.


"Hehe belum, tadi turun karena penasaran" ucapnya.


Alex mengernyit.


"Penasaran gimana penampilan pak Raka" celetuk Aira.


"Maksud kamu?"


"Iyaa gini loh mas, pak Raka itu kan kalau kekampus pakai kemeja sama kayak mas, jadi saya penasaran gimana style dia kalau gak pake baju kerjaa"


Alex diam, Aira gelagapan sepertinya Alex salah paham, ia pasti berpikir yang bukan-bukan.


"E-e gi-gimana ya jelasinnya"


"Kamu mau liat dia ganteng apa enggak?" tanya Alex.


Tatapannya dingin, aura gelap seakan-akan mengelilinginya.


"Eng-enggak kok, mana ada" elak Aira.


'Goblok Aira, suamimu ini kan cemburuan'


"Mas aku mau kedapur sebentar ya"


Niat hati ingin kabur dari Alex, tapi upayanya gagal, Alex menahan tangannya.


Tubuh Aira merinding, pasti Alex akan menariknya lalu menciumnya.


Aira menutup matanya rapat-rapat dan..


Greb..


Aira membuka matanya, Alex tidak menciumnya, melainkan hanya memeluk.


"Ma-mas.."


"Mas gak suka liat kamu penasaran sama laki-laki lain" ucapnya.


Astaga bayi besar Aira cemburu lagi.


'Haha please gemoi'


Alex menegakkan tubuhnya, matanya sendu. Aira mengelus kedua pipi Alex.


Ayolah, dimana sikap coolmu Alex, Aira juga tau Raka itu tidak akan bisa menandingi ketampanan Alex.

__ADS_1


"Mau dia pakai apapun, seganteng apapun, dimata seorang Aira Alkeyna..Alex itu yang paling ganteng dan sempurnaa" ucap Aifa.


"Aku cuma penasaran aja tadii.." lanjutnya.


Alex menyentuh tangan Aira yang berada dipipinya.


"Bener ya?"


"Bener"


Alex bernafas lega, ia tersenyum kembali.


"Oke, mas juga udah kasih tau dia buat cepat-cepat cari istri, biar dia gak deket-deket kamu"


'Pak Alex kalau ngomong santai gini lucu ya, biasanya kan baku banget bahasanya'


"Hehe iya, terserah mas, saya mau kedapur"


"Ngapain?"


"Berenang" ucap Aira.


"Ya bikin susulah, masa berenang" lanjutnya.


"Mas aja yang bikin, kamu balik ke kamar" ucap Alex.


Terlintas sebuah ide licik dikepala Aira.


'Kesempatan nih'


Aira tiba-tiba memasang raut sedih lalu memijat-mijat lengannya.


"Kamu kenapa?"


"Dari tadi ngetik terus ngerjain tugas didepan laptop, capek" ucapnya memelas.


"Pinggang juga sakit..Hiks"


Aira memegang pinggangnya sambil meringis, pura-pura kesakitan.


Ia mengintip reaksi dari pria itu. Alex mulai cemas.


"Mas harus apa?" tanyanya khawatir.


'Astaga gak peka dia'


"Pikir sendiri...Akh sakit banget kayak mau patah pinggangnya"


Alex semakin bingung.


"Tugasnya masih banyak?'


Aira mengangguk.


"Yaudah mas yang kerjain ya?"


"Huung~ nanti mas capek" ucap Aira.


"Enggak, mas gak capek, kamu ke kamar aja, biar mas yang bikinin susu dan ngerjain sisa tugas kamu, oke?"


Aira mengangguk lemah.


'HEY HEY YO YEPPI HEYYY'


Aira bersorak dalam hati, ia tidak perlu repot-repot melihat tugas kuliahnya yang tak habis-habis. Alex memang bodoh, mau saja dibodohi Aira.


"Makasih ya mas" ucapnya.


"Iya sayang"


Aira berbalik, ia tersenyum licik.


"Kalau gini kan nilai gue bisa bagus, dosen langsung yang ngerjain hihi" gumamnya.


Ditengah perjalanan, mobil Raka terjebak macet, wajar saja, belum larut malam, banyak orang-orang yang keluar untuk menikmati malam.


Matanya melihat kearah luar, dimana ada sepasang kekasih yang duduk diatas sepeda motor sambil bercanda.


"Pacaran cuma modal sepeda motor, kehujanan basah" cibir Raka.


Hei? Kenapa anda yang kesal pak Raka?.


Ia menoleh kekiri, ada sepasang kekasih juga tapi nampaknya mereka sudah berumah tangga, karena ada anak kecil ditengah-tengah mereka.


Raka menghela nafas kasar.


"Raka, jangan over thingking, fokus karir baru menikah" ucapnya meyakinkan diri sendiri.


"Cari pacar..Biar gak sendiri kalau kemana-mana"


"Pulang ada yang masakin, kumpul-kumpul ada yang dipamerin, ada yang meluk, kamu gak iri sama saya?"


Ucapan Alex terngiang-ngiang.


"Akh, sialan" umpatnya.

__ADS_1


__ADS_2