Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 100


__ADS_3

Lanjuuut...Ngebaca yoook..😍


Akankah Ergin bisa mengendalikan semua keadaan?πŸ˜‰πŸ˜‰


Tulis dikolom komentar yaaaπŸ‘‡


Like, Love, Vote, Gift and rate star 5 yaaaπŸ’₯


πŸ”₯Happy ReadingπŸ”₯


πŸ’πŸ’πŸ’


Setelah satu minggu mengurung diri dikamar, itu sangat mempengaruhi kesehatan dirinya. Akhirnya Aiyla tumbang juga disaat jiwanya tersakiti maka ragapun menolak untuk makan dan tidurnya. Seketika nafsu itu hilang dari diri Aiyla.


Dan berakhir dengan ia harus dirawat jalan karena asupan gizi yang kurang dan istirahat yang tidak cukup normal seperti layaknya seseorang tidur dalam satu hari.


Aiyla harus bangkit dan keluar dari rasa sedih dan kekecewaannya. Ini bukanlah pribadi Aiyla sebenarnya yang tegar dan mandiri.


Pertama kali setelah hampir setengah bulan dirinya mengurung diri tanpa sosok Ergi dan dunia luarnya. Hari ini ia melangkahkan kaki menuju kantor.


Beruntung Harun tak memaksakan kehendak pada Aiyla. Dibiarkannya saja wanita itu untuk masuk kembali dan bekerja sesuka hatinya. Harun tahu bahwa apa yang terjadi sungguhlah hal yang sangat berat bagi teman sekaligus pegawainya itu.


Kini Aiyla telah kembali seperti biasanya disaat ia sudah mampu mengendalikan semua yang telah terjadi.


Menggunakan mobil taxi bukan mobil yang stand by mengantar jemput dirinya yang telah disiapkan Ergin.


Dret... Dret... Dret...


Terdengar getar ponsel yang terletak diatas meja. Sebuah panggilan masuk dilayar ponsel Fusun.


Layar tersebut tertera nama yang tak asing, segera diterimanya saja panggilan masuk tersebut. Dengan serius Fusun menjawab pertanyaan dari suara yang terdengar diseberang sana.


"Baiklah Tuan Ergin." Jawab singkat Fusun.


Ternyata selama 2 minggu Aiyla mengurung diri didalam kamar dan kemudian sakit, Fusun selalu memberikan kabar Aiyla pada lelaki itu.


Entah mengapa, Fusun tidak dapat mempercayai sedikitpun perkataan yang keluar dari mulut wanita muda saat itu. Walaupun ia baru saja mengenal sosok Ergin, namun tak mudah baginya percaya karena melihat sikap tulus lelaki itu pada Azzam dan Aiyla.


Fusunpun tahu bahwa Ergin bersikap hangat hanya pada Aiyla tapi tidak dengan wanita yang mengelilingi dirinya. Itu dapat terlihat disaat Ergin bertemu dengan wanita disaat mereka berdua bermain ditaman bermain.

__ADS_1


Lelaki itu bersikap datar pada saat wanita itu menghampiri Ergin bersama Azzam ditaman bermain, sedangkan wanita itu begitu mengoda dan mencoba menarik simpati Ergin terhadapnya namun tak mendapatkan respon apapun kecuali sikap dingin Ergin.


"Anda jangan khawatir Tuan."


Balas Fusun disaat ia melamun sekaligus mendengar perkataan dari lelaki itu.


Ergin hanya tak ingin bertemu disaat Aiyla tak mampu menerima penjelasan saat ini. Maka lelaki itu sengaja menjauh namun tetap berada disampingya.


Dokter yang mengobati dan semua yang terjadi Ergin mengetahuinya. Bahkan ia dengan diam-diam setiap malam datang disaat Aiyla tertidur pulas hanya sekedar melihat wajah wanita yang sangat dicintainya itu.


Melihat kondisi serta keadaan yang sangat memilukan dihadapannya. Hati Ergin hancur melihat Aiyla yang ada dihadapannya dengan keterpurukan yang amat dirasakan wanita itu, namun disisi lain hatinya teriris kembali.


Aiyla belum sepenuhnya percaya pada Ergin, wanita ini dengan mudahnya percaya begitu saja atas semua yang telah terjadi.


Ini menyebahkan hati lelaki itu teriris begitu perih dan menyiksa dirinya dengan sikap Aiyla yang serta merta tak percaya pada ketulusan cintanya.


Rasa sakit yang dirasakan Ergin tak mengalahkan rasa cintanya terhadap Aiyla. Lelaki itu sadar bahwa suatu saat nanti Aiyla akan percaya sepenuhnya.


Fusun tak berani berkata atau menyinggung sedikitpun tentang Ergin disaat Aiyla belum bisa menerima kesalahan yang sebenarnya hanya sebuah fitnah.


Dalam waktu tiga hari Ergin beserta pengawal pribadinya telah menemukan wanita muda yang tampil disiaran langsung disaat resepsi pernikahannya.


Seluruh surat kabar ataupun media masa telah memuat berita tentang kebohongan dan pencemaran nama baik Ergin Ozturk.


Dia adalah pegawai yang bekerja tidak tetap diperusahaan dimana Ergin masih menjadi pemimpin direktur diperusahan Ozturk milik keluarganya.


Saat itu wanita muda yang membuat geger semua orang berusaha menggoda Ergin agar dapat bekerja menjadi pegawai tetap diperusahan Ozturk. Namun niatnya tak berhasil, Ergin tak terpancing sama sekali dengan wanita muda itu.


Ergin malah balik memberikan respon diluar dugaan wanita muda itu. Lelaki itu begitu emosi dan marah seketika itu. Ergin langsung meminta wanita muda itu untuk segera keluar dari ruang kerjanya.


Setelah itu Ergin langsung menelpon bawahannya untuk memecat wanita yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.


"Siapa yang memperkerjakan wanita yang hanya mengandalkan tubuhnya tapi tidak otaknya, pecat sekarang juga!!! "


Perkataan Ergin kala itu pada bawahanya melalui telpon dengan suara lantang dan amarah dimatanya.


Jadi wajar Egin tak mengenal wanita muda itu yang merupakan bekas pegawai tidak tetap diperusahaan. Ergin hanya satu kali melihat wajahnya dan kesan pertama telah membuatnya jengah dan emosi.


Namun Ergin tak serta merta percaya begitu saja bahwa wanita itu melakukan semuanya karena rasa sakit hati. Lelaki itu akan mengumpulkan bukti keterlibatan seseorang didalam semua kekacauan yang terjadi.

__ADS_1


"Apa ini adalah perbuatan ibu ku alias Nyonya Esma!!!" Ungkap Ergin dalam hati.


Wanita yang tak menyetujui hubungan mereka berdua adalah Nyonya Esma. Namun Ergin tak yakin bahwa wanita itu sebagai dalang dibalik semua ini.


Ergin jadi bingung akan apa yang ada dipikirannya saat ini. Ditambahkan dengan bukti yang tidak ada mengarah pada Nyonya Esma. Namun dia adalah orang satu-satunya yang menentang hubungan Ergin dan Aiyla.


πŸ’”πŸ’”πŸ’”


Disatu sisi Nyonya Syukran tidak mempercayai semua yang terjadi. Besit hati wanita paruh baya itu tertuju pada sahabatnya.


Ia tahu betul bagaimana karakter dari sahabatnya itu. Disaat orang lain tak mengarahkan pandangan curiga kewanita itu, tapi tidak dengan Nyonya Syukran.


Nyonya Esma alias ibu tiri dari Ergin tersebut dapat melakukannya, bahkan dengan sangat kotor sekalipun pekerjaan itu maka ia akan melakukannya.


"Kapan kau akan menghilangkan dendam yang telah puluhan tahun itu Esma!!! Mengapa harus dengan menghancurkan kebahagian dari lelaki yang kau besarkan sebagai putramu."


Terenyuh hati Nyonya Syukran dengan semua yang menimpa Ergin. Sahabatnya itu sudah memisahkan Ergin dengan ibu kandungnya dan kini menghancurkan kebahagian dari anak lelaki yang tak mengenal ibu kandungnya itu.


"Ibu ada apa? " Sapa Murad.


Nyonya Syukran tak menyadari putranya telah datang kerumah besar mereka. Murad berdiri dibelakang ibunya.


Sedikit membuat wanita itu terkejut atas kedatangam dari putranya. Berusaha mengendalikan emosi dan perasaannya.


Membalikkan tubuhnya dengan memasang wajah biasa saja dan berusaha menutupinya agar Murad tidak curiga.


"Ada hal apa datang kemari Murad?"


Jawab wanita itu dengan memberikan pertanyaan pada putranya yang kini sedang memeluk tubuhnya dengan erat.


Senyum bahagia terlihat diwajah lelaki itu, dengan wajah berseri dan sorot mata penuh arti menatap dirinya.


Nyonya Syukran tersentak dengan melihat wajah bahagia yang terlihat pada putranya itu. Disaat sahabatnya sedang bersedih dengan resepsi pernikahan yang batal, Murad malah tersenyum bahagia.


"Ibu berharap kau telah membuang rasa cinta mu pada wanita itu!!! Ingatlah ia telah memilih Ergin, tak ada harapan untuk mu!!! "


Perkataan dari ibunya membuat perubahan diwajah Murad, tangan yang melingkar dipinggang ibunya terlepas.


Murad kembali disadarkan oleh ibunya, bahwa cintanya hanya sia-sia. Bertepuk sebelah tanggan dan tak akan mendapatkan balasan dari Aiyla.

__ADS_1


"Lepaskan dia putra ku... Jadilah sahabat Ergin yang sejati. Disaat ia terpuruk kau harus ada disana bukan menjadi sahabat yang bahagia disaat keterpurakan sahabat mu itu."


Perkataan ibunya kembali menyadarkan Murad akan hubungan yang solid antara ia dan Ergin sebelum hadirnya Aiyla diantara mereka berdua.


__ADS_2