Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 105


__ADS_3

Hai... Hai...Hai... πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


Apakah Reader semua masih setia dilapak Author? 😱


Tulis dikolom komentar yaaa...Dengan jempol manisnyaπŸ‘πŸ‘


But don't forget to like, love, vote, gift, and rate star 5 please...πŸ‘Œ


I'm waithing for you support Guy's ....πŸ’¨


πŸ”₯Happy ReadingπŸ”₯


πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Nyonya Yasmin langsung mendekati Aiyla yang telah terduduk dilantai. Tubuh wanita itu gemetar dengan wajah yang berubah menjadi pucat.


Tak dapat dipercaya olehnya isi surat yang barusan selesai dibaca. Degup jantungnya bergemuruh dengan kencangnya.


Wanita paruh baya itu mencoba mengoyang-goyangkan tubuh Aiyla agar kembali pada kesadarannya, namun masih membisu dengan mata tak berkedip.


Aiyla seakan berada dibawah alam sadarnya. Ia tak dapat membedakan apakah sekarang kenyataan atau sebuah mimpi yang sedang terjadi.


"Nyonya Aiyla... Sadar...Sadarlah... Apa isi dalam surat itu? "


Teriak Nyonya Yasmin dengan mengucang tubuh Aiyla lebih keras. Aiyla hanya menyodorkan surat tersebut untuk segera dibaca sendiri oleh wanita yang ada hadapannya.


Wanita itu dengan cepat mengambil surat yang diberikan padanya. Reaksi yang ada pada Nyonya Yasmin tak berbeda jauh dengan Aiyla.


Bahwa selama ini pertanyan yang berputar dikepalanya terjawab sudah melalui tulisan dari sahabatnya itu.


Kedua wanita tersebut kembali terdiam dan mematung dengan sekujur tubuh tak bergerak. Apa yang tertulis tak dapat dipercaya, misteri yang selama ini, kini terkuak sudah melalui surat sahabatnya itu.


"Tepat sudah Aiyla, siapa dibalik semua ini. Kau harus membalasnya Aiyla!! "

__ADS_1


Kata yang terucap keluar dari mulut wanita paruh baya itu dengan sorot matanya yang tajam menatap Aiyla.


Kemarahan tergambar sudah diparasnya yang masih terlihat cantik diusia tak muda lagi. Wanita itu langsung mengangkat tubuh Aiyla lalu menatap dalam.


"Aku akan membantu mu... Ini untuk sahabat ku!! Bangkit Aiyla tunjukkan siapa diri mu, tidak ada lagi gadis dari desa. Kau adalah wanita cerdas dengan kekayaan yang kau dapatkan dari bibi mu. Kau tunjukkan bahwa sekarang uang itu menjadi bumerang bagi yang memberikan uang !!! "


Dengan berapi-api Nyonya Yasmin membangkitkan semangat Aiyla. Wanita itu merasakan kebencian dan amarah yang sangat besar dimatanya.


Aiylapun menjadi bersemangat untuk menjalankan rencana yang akan dksampaikan Nyonya Yasmin padanya.


Nyonya Yasmin bukan wanita sembarang, dia adalah wanita kelas atas dengan harta yang melimpah ditambah ia adalah anak tunggal didalam keluarganya itu.


Tentu kekayaan Nyonya Yasmin tersimpan karena tak ada yang menggunakan, hanya dirinya seorang didunia ini.


"Aku tahu bahwa perusahaan Ozturk tidak dibawah pimpinan Ergin lagi tapi melainkan Murad. Murad adalah sosok lelaki yang tak begitu pandai mengelola perusahaan. Kita akan ambil alih itu!!"


Ungkap Nyonya Yasmin dengan kesungguhan menatap Aiyla. Wanita itu menceritakan rencana yang akan dilakukan mereka berdua.


Hal yang pertama adalah mereka harus bekerja sama lebih dekat dengan perusahan Murad. Beruntung Nyonya Yasmin telah mengikat kerja sama yang baik.


Pemegang saham diperusahaan terbesar adalah Nyonya esma namun masih sebagai pengganti Ergin dan kedua Nyonya Syukran dan yang ketiga adalah perusahaan pendukung yang bekerja sama dengan perusahaan Ozturk.


Salah satu pendukung perusahaan tersebut adalah perusahaan yang dimiliki Nyonya Yasmin. Prediksi wanita itu mereka artinya perusahaan Ozturk akan mengalami kemunduran, ia akan melobi beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Ozturk untuk mempercayai dirinya sebagai pemegang saham ketiga tunggal.


Aiyla baru mengerti selama ini, dia hanya bekerja sebagai pemberi jasa atas permintaan client. Tidak pernah berpikir politik untuk menjatuhkan satu sama lain.


"Baiklah...Aku setuju dengan rencana mu Nyonya. Kita akan lakukan rencana itu dengan sebaik-baiknya. "


Dengan mata penuh keseriusan dan kesungguhan untuk memenuhi permintaan bibinya pada ibunya. Dua wanita yang tak ada lagi didunia ini, hatinya terasa sakit dan terasa sesak.


Membaca tulisan dari bibinya yang tertekan dan teramat menyedihkan melalui tulisan tersebut. Yang hanya Aiyla ingat didalam tulisan disurat tersebut adalah " Melec bantu aku...Untuk mendapatkan kembali putraku. "


Tak ada yang dapat membantu dirinya untuk membalaskan dendam selain Nyonya Yasmin, untuk itu ia akan mengikuti segala rencana tersebut.

__ADS_1


Dret... Dret... Dret...


Getaran ponsel terasa didalam saku bajunya. Aiyla merogok kedalam saku, terlihat dilayar ponselnya adalah nama Ergin.


Aiyla menerima panggilan masuk itu, dengan sebelumnya mengatur nafas secara teratur lalu barulah mengeluarkan suaranya. Wanita itu tak ingin lelaki diseberang sana mendengar suaranya yang berat dan parau.


"Sayang...Apakah kau telah balik kehotel ? Aku ingin mengajak mu makan siang. "


Ungkap lelaki diseberang sana dengan suara lembut dan penuh kasih sayang. Aiyla mengatakan untuk makan malam saja karena siang ini belum dapat beristirahat.


Lelaki itu menyetujui permintaan dari Aiyla dengan mengingatkan dirinya agar tak lupa makan dan mengakhiri panggilan masuk itu dengan suara kecupan dari mulut laki-laki itu.


Aiyla tersenyum dan membalas isyarat yang diberikan oleh Ergin padanya. Sebenarnya ingin rasanya Aiyla segera menemui untuk mengatakan bahwa ibu kandung lelaki itu adalah saudara tiri dari ibu Aiyla.


Melihat rona bahagia yang kini terpacar diparas cantiknya Aiyla membuat Nyonya Yasmin tersenyum bahagia.


Ada satu yang harus Aiyla lakukan untuk pertama kalinya agar pembalasan dendam itu terbalaskan yaitu segera menikah dengan Ergin Ozturk.


Dengan demikian pemegang perusahan terbesar adalah Aiyla sebagai istri sah dari Ergin Ozturk. Nyonya Esma mau tak mau menerimanya karena Ergin masih tercatat sebagai pewaris tunggal kekayaan Ozturk.


"Aiyla satu hal lagi, jangan dulu kau katakan pada Ergin tentang Elif adalah ibunya. Setelah rencana kita berhasil maka kau akan mengatakan sejujurnya pada laki-laki itu."


Ungkap Nyonya Yasmin dengan wajah serius dan penuh kesungguhan. Aiyla tak tahu apa alasan sesungguhnya karena Ergin sangat ingin mengetahui identitas asli ibu kandungnya.


Nyonya Yasmin hanya takut jika Ergin akan mengacau rencana mereka berdua setelah mengetahui identitas ibunya dan cerita tragis dibalik kematian dari ibu kandungnya.


"Kau harus menikah dengan Ergin tanpa pemberitahuan besar-besaran seperti sebelumnya. Cukup lakukan hal itu dengan keluarga terdekat dan para sahabat saja. Yang terpenting pernikahan kalian berdua tercatat secara sah baik diagama dan negara. "


Ungkap Nyonya Yasmin dengan wajah tersenyum dan optimis bahwa rencana ini akan berjalan dengan lancar.


Ada satu titik harapan bahwa bibinya yang selama ini menghilang diketahui keberadaannya walaupun dalam keadaan telah tiada.


"Nyonya... Tunjukkan pada ku kubur dari bibi. "

__ADS_1


Dengan suara berat Aiyla bertanya pada wanita itu dengan sorot mata menyedihkan. Dengan menganggukkan kepala Nyonya Yasmin setuju dengan apa yang dikatakan oleh Aiyla.


__ADS_2