Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 47


__ADS_3

Sekilas infoπŸ‘‡


Sorry Reader jika sebelumnya saudara laki-laki Ali bernama Zhaider pada bab 46 saya ganti dengan Akhsal (sudah saya Revisi). Rasa tak best lah kalau kakak adik ini namanya beda huruf awalnya jadi saya ganti 😁😁


Soo jangan bingung yaa... πŸ˜‰Setelah membaca di Bab 46 dengan nama Zhaider kemudian bertemu pada bab selanjutnya berubah menjadi Akhsal.πŸ™†


Semoga tak mengurangi minat reader untuk lanjut ngebaca...😘 So like, vote, love and bintang 5 senantiasa Author menantikannyaπŸ‘Œ


Akankan baik-baik saja... Pertemuan Aiyla untuk ketiga kalinya dirumah besar itu?πŸ˜‰


Jom tulis komentarnya dibawaπŸ‘‡


Plzzz komentar yang membangun...😘


Lanjut ngebaca...😊


πŸ„πŸ„πŸ„


Sudah semalaman Aiyla memikirkan konsep yang tepat agar klien puas akan konsep yang disuguhkan. Ada beberapa konsep desain yang akan ditawarkan oleh Aiyla.


Ini adalah pertama kali keluarga Mustafa memakai jasa dari perusahaan kecil tempat Aiyla bekerja. Bisa jadi karena Harun memiliki keterdekatan dengan keluarga Mustafa sehingga memberikan kesempatan pada Harun untuk mendesain ulang rumah mereka.


"Aiyla...Sudah larut malam, tidurlah lagi," ucap Fusun dengan menunjukkan jam yang tertempel didinding ruang tamu.


Semenjak pindah kerumah Fusun dan hampir 2 bulan lebih Aiyla menganggur jadi mereka menggunakan uang yang ada ditabungan sehemat mungkin.


Sebisa mungkin mereka berhemat dari segala hal, Aiyla beruntung Fusun adalah seorang wanita yang pandai mengatur keuangan dirumah itu.


Biaya hidup mereka bertiga dikota besar walaupun sekarang Aiyla tinggal dipinggir kota, namun pengeluaran biaya jauh lebih besar karena akses jarak yang jauh harus ditempuh.


Berbeda jauh pada saat dirinya bekerja diperusahaan Ergin dengan gaji yang lumayan besar diterimanya setiap bulan.


"Aiyla... Setiap malam Azzam selalu menanyakan kapan ia akan pergi kepeternakan itu," ucap Fusun dengan raut wajah sedih.


Memang salah Aiyla yang pernah berjanji pada putranya dan sekarang tak mampu menepati janjinya.


Jika melihat kegembiraan diwajah Azzam diwaktu itu membuat Aiyla merasa telah merenggut kebahagiaan putranya, namun ini yang terbaik bagi mereka berdua.


Azzam memang terlihat murung sejak mereka bertiga pindah kerumah ini. Suasana baru dan teman baru. Berharap dengan berlalunya waktu putranya dapat melupakan lelaki bernama Ergin.

__ADS_1


"Kak... Besok kita cari peternakan yang ada didekat sini untuk menghiburnya," ungkap Aiyla dengan sudut mata telah basah.


Fusun tahu bahwa wanita disampingnya ini terpaksa dengan alasan yang tentunya sangat kuat, tapi entah alasan kuat apa secara tiba-tiba Aiyla memutuskan hubungan begitu saja dengan atasannya itu.


Sebelum Aiyla bercerita padanya maka Fusun tak akan membicarakannya lebih dahulu. Dirinya tak ingin mengatur dari setiap keputusan yang telah diambil oleh Aiyla.


πŸ’”πŸ’”πŸ’”


Disatu sisi lelaki bermata biru tak mampu menghabiskan malamnya, disetiap malam dirinya terjaga dengan bayangan wajah Aiyla.


"Panah asmara telah terlepas..Pesona mu masih bersemayam dihatiku...Namun kerinduan dan rasa bersalah itu semakin membakar malam-malam ku."


Ergin telah meminta seseorang untuk mencari keberadaan Aiyla, namun tak menemukannya. Wanita itu sangat menutup rapat keberadaannya.


Tidak hanya Ergin, sahabatnya itupun mencari keberadaan Aiyla dengan selalu berusaha dekat dengan Gul. Lelaki itu yakin bahwa Gul tahu keberadaan Aiyla.


Namun wanita itu juga pandai menyembunyikan keberadaan sahabatnya. Setiap Murad mengorek dan mencari informasi tentang Aiyla, wanita itu pandai mengubah topik dan memberikan alasan yang sama padanya.


Mereka berdua baru merasakan kali ini ditinggalkan begitu saja oleh seorang wanita. Dimana wanita lain mengantri untuk sekedar bisa makan malam bersama kedua lelaki tersebut.


🐚🐚🐚


Bergegas Aiyla menuju ruang kerja Harun dengan file dan laptop ditangannya. Dicobanya untuk mengetuk pintu sebelum masuk kedalam ruang kerja milik atasannya.


Terdengar suara dari dalam untuk dirinya masuk kedalam ruangan tersebut. Terlihat disana seorang lelaki yang sedang duduk menghadap meja kerja Harun.


"Permisi, Selamat pagi Tuan," ucap Aiyla menyapa lelaki yang ada diruangan tersebut.


Lelaki yang semula membelakangi Aiyla kini membalikkan tubuhnya lalu memberikan senyum kepada Aiyla, tapi senyuman itu menjadi tak lepas karena ada sedikit kerutan didahinya.


Wajah lelaki dihadapannya seperti tak asing bagi Aiyla. Bukan karena dia adalah saudara Ali. Suaminya tak pernah mempertemukan Aiyla dengan lelaki dihadapannya. Namun dirinya pernah bertemu wajah itu tapi entah dimana.


Begitu juga lelaki itu mencoba mengingat kembali dimana pernah bertemu dengan wanita yang ada dihadapannya itu.


Diam sejenak lalu secara serentak mereka teringat peristiwa pada malam itu.


"Kecelakaan mobil," ucap Aiyla dan lelaki itu.


Perkataan mereka berdua membuat Harun heran sekaligus menjadi penasaran. Sebenarnya apa yang mereka berdua pikirkan dan barusan mereka katakan.

__ADS_1


"Tuan Akhsal...Perkenalan, Aiyla ini adalah arsitek diperusahaan ini, tentunya anda telah mengenal baik dengan istri dari almarhum saudara laki-laki Tuan," ucap Harun yang membuat Akhsal menjadi lebih terkejut.


Akhsal berbalik menatap Harun dan kini wajahnya penuh dengan rasa penasaran serta kebingungan.


Melihat Akhsal menatap dengan tatapan seperti itu, membuat wajah Harunpun berubah menjadi lebih serius.


"Apa... Anda tak mengenal Aiyla? " ucap Harun sedikit bernada tinggi.


Barulah Akhsal bercerita bahwa Ali tak pernah membawa istrinya bertemu dengan dirinya. Lelaki itu hanya ingat bahwa adiknya itu pernah membawa istrinya bertemu keluarga besarnya suatu malam.


Namun dirinya tak begitu memperhatikan wajah Aiyla, apalagi hanya sekali yaitu pada saat malam itu. Setelah kejadian malam itu Akhsal tak pernah bertemu lagi.


Hanya pada suatu malam yaitu sebuah kecelakaan dijalan raya, dirinya bertemu dengan Aiyla.


Mobil Akhsal Hampir menabrak wanita yang sedang melintas dijalan raya. Saat itu Aiyla tak memperhatikan ada mobil yang hendak melintas ketika dirinya ingin menyeberang jalan.


Wajah Harun berubah secara perlahan menjadi lebih santai setelah mendengar penjelasan dari saudara laki-laki sahabatnya itu.


"Kalau aku tak bertemu dengan mu Harun, maka sampai detik ini aku tak mengenal bahwa wanita ini adalah ipar ku," ucap Akhsal dengan senyum diwajahnya.


Aiyla merasakan bahwa lelaki dihadapan ini bisa menerima statusnya sebagai istri Ali. Jadi pertemuan dirinya dengan putranya pada saat dirumah sakit hanya diketahui oleh Tuan dan Nyonya Mustafa saja.


"Baiklah cukup reuninya Tuan Akhsal , kita lanjut ke topik kita sebelumnya. Saya tak ingin tujuan anda datang kemari tanpa membuahkan hasil," ungkap Harun dengan gaya bicara yang santai.


Mendengar perkataan atasannya, dengan sigap Aiyla menunjukkan apa yang dikonsep semalam pada Tuan Akhsal.


Aiyla menjelaskan konsep yang dipakai dengan beberapa bentuk sehingga Akhsal dapat memilih konsep yang pas untuk rumahnya.


Dari konsep yang ditawarkan oleh Aiyla, lelaki itu telah menjatuhkan pilihan pada salah satunya diantara konsep tersebut.


Menemukan desain yang unik dan aman untuk orang tuanya yang kini telah sakit-sakitan. Dengan senyum puas Tuan Akhsal meminta Aiyla langsung meninjau lokasinya.


Sebuah senyuman juga terukir diwajah Harun, projek mereka artinya sukses dan dapat menjalin kerja sama lebih lanjut.


"Aiyla... Saya pikir dengan kehadiran mu nanti disana, tentu akan membuat keluarga ku sedikit terkejut, tapi lakukan tugas mu seperti yang tadi dijelaskan pada ku. Buatlah sebaik mungkin agar meninggalkan kesan yang manis disana," ungkap Akhsal seraya tersenyum.


Klien mereka akhirnya pergi setelah mendapatkan kepuasan dari permintaan yang mereka ajukan pada kantor Harun.


"Aiyla... Apa ku bilang...kehadiran mu disini membawa keberuntungan bagi kantor ku," ungkap Harun seraya tersenyum puas.

__ADS_1


Sebuah senyuman juga Aiyla lepaskan untuk atasannya itu. Kini bagaimana dirinya dapat bekerja secara profesional dirumah besar nan mewah itu.


__ADS_2