
Sibabang Tampan lagi bersedih... 😓 Moga Sineng Aiyla bisa menenangkannya yaaa...😍Dari pada Dishya...😞Simak Lampir jadi seneng tuch... 😭😭
Lanjut Ngebaca... 😊
Tapiiii tetap berikan dukungannya diakhir yaaa😉
🔥Happy Reading🔥
Sesampai dirumah Ergin masih shock, hanya berdiam dan tak ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya.
Aiyla mengerti dengan yang saat ini dirasakan suaminya. Bagaimana tidak wanita yang membesarkan dirinya adalah pembunuh ibu kandungnya.
Ergin jauh termenung, terlintas bagaimana hari-hari yang dilalui oleh dirinya selama ini. Tentu ayahnya pasti tersiksa terpisah dari sosok wanita yang sangat dicintainya.
Sampai detik ini Ergin tak tahu bagaimana ayahnya tiba-tiba saja meninggal karena serangan jantung.
Ergin merasa juga ada misteri dibalik kematian ayahnya. Wanita itu licik dan sungguh berbahaya.
"Penculikan Aiyla dan pembatalan resepsi pernikahan itu adalah ulahnya. Aku yakin itu!! Wanita itu mampu melakukannya."
Batin Ergin dalam hati yang masih terasa sesak dan terasa sakit. Ibu kandung Ergin harus meregang nyawa ulah dari wanita itu.
Aiyla menatap dari kejauhan, ia sengaja memberikan ruang pada lelaki itu untuk menenangkan pikiran dan hatinya.
Akhirnya Ergin tertidur disofa, terasa lelah dijiwa dan raganya. Masih dengan menggunakan sepatu, lelaki itu tertidur dengan nafas yang teratur.
Aiyla baru saja terbagun dari tidurnya setelah kejadian yang juga melelahkan dan sangat berat bagi mereka berdua.
Menyadari bahwa suaminya tak masuk kekamar mereka. Dilihat posisi bagian sebelah ia tidur masih rapi tak ada bekas Ergin tidur disamping Aiyla.
Aiyla berjalan keluar kamar dan mencari keberadaan suaminya. Sorot matanya tertuju pada lelaki yang tengah tertidur pulas.
Dengan perlahan Aiyla membuka sepatu yang masih dikenakan oleh Ergin. Matanya menatap dalam kewajah lelaki yang sedang terlelap.
"Aku tahu kau masih belum bisa mempercayai semuanya sayang... Aku yakin kau akan bangkit dan dapat mengobati luka dihatimu dengan seiringnya waktu."
Batin Aiyla seraya membelai lembut wajah Ergin dengan perlahan tanpa membangunkannya.
__ADS_1
Aiyla bangkit dari duduknya dan kembali kekamar dengan ditangannya telah ada selimut tebal. Wanita itu tak ingin membangun tidur suaminya.
Dibiarkan saja lelaki itu tertidur disofa seraya menutupi tubuh Ergin dengan selimut yang dibawanya.
Aiyla kembali kekamar dan malam ini adalah pertama kalinya ia tidur sendiri tanpa Ergin disampingnya.
Esok paginya Aiyla sebelum membuka mata, meraba disamping tidurnya namun ia tak menemukan tubuh laki-laki itu.
Biasanya ia akan selalu merasakan hangatnya tubuh Ergin disamping tidurnya. Membuka mata secara spontan dan melihat kosong. Aiyla lupa bahwa semalam Ergin tak tidur disini.
"Ada apa sayang? "
Terdengar suara yang tak asing ditelinganya, ternyata Ergin baru saja keluar dari kamar mandi.
Melihat istrinya yang kebingungan, Ergin mendekat lalu sentuhan hangat tepat didahinya. Begitu membuat Aiyla tersipu malu atas tindakan Ergin pagi ini.
Sepertinya lelaki ini mood nya telah membaik, berbeda dengan kemaren. Seraya menggenggam tangan Aiyla menatap dalam kewajahnya.
"Maafkan aku membiarkan kau semalam tidur sendiri sayang..."
Ungkap laki-laki itu kembali dengan kembali memberikan sentuhan mesrah dan lembut. Kini sentuhan itu tepat dibibirnya.
"Kau tak kekantorkah hari ini? Aku akan mengantarkan mu. "
Ungkap Ergin dengan senyum mengembang dibibirnya. Aiyla tertegun dengan sikap Ergin seperti tak pernah terjadi apapun.
Menganggukan kepala lalu membalas sentuhan dikedua pipi lelaki itu. Aiyla bangkit dari tempat tidur dan langsung kekamar mandi.
Sekitar 15 menit ia mandi dan sekarang sedang menatap Ergin yang berdiri didepan cermin. Wajahnya berubah tak semanis sebelum ia kekamar mandi.
Kini wajah itu terlihat serius dengan sorot mata tajam. Lelaki itu kembali seperti kemaren, tatapan yang mengandung amarah dan rasa kecewa.
Aiyla merangkul tubuh Ergin dari belakang masih dengan menggunakan bathrobe. Laki-laki itu sedikit terkejut dengan kehadiran Aiyla yang tiba-tiba telah merangkul tubuhnya.
Berarti pikiran Ergin entah melayang kemana, hanya raganya saja yang berdiri mematung didepan cermin.
Membalikkan tubuh lalu kembali memasang wajah manis dihadapan Aiyla. Memainkan ikatan tali dari bathrobe yang dikenakan Aiyla.
__ADS_1
Sontak Aiyla menghentikan gerakan tangan laki-laki itu yang hampir melepaskan ikatannya. Ergin terkekeh dengan tawa yang keluar dari mulutnya.
Aiyla kembali tersipu malu atas tindakan Ergin padanya. Seraya membelai lembut wajah Aiyla yang belum kering, menghentikan tawanya lalu memberikan sentuhan yang lembut kembali tepat dibibir Aiyla.
Terasa sejuk dibibirnya karena wanita itu baru saja selesai mandi. Sentuhan itu dibalas hangat oleh Aiyla seraya memeluk tubuh laki-laki itu.
Kini tangan beralih kedaerah panggul Aiyla dan mulai melakukan gerakan yang membuat Aiyla merasakan panas disekujur tubuhnya yang sejuk.
"Sayang... Kita tidak akan jadi kekantor kalau diteruskan," Ucap Aiyla setelah sentuhan itu dihentikan olehnya.
Ergin menggelengkan kepalanya lalu kembali melepaskan sentuhan itu kembali kebibir wanita yang ada dihadapannya itu. Aiyla kembali hanyut dengan permainan bibir yang diberikan suaminya itu.
Setelah merasa puas menikmati bibir sexy yang membuat candu baginya. Ergin tersenyum seraya berkata: "Kita akan lanjutkan ini nanti malam sayang."
Aiyla yang telah terbuai oleh sentuhan Ergin dan harus merasa sedikit kecewa, entah mengapa pesona laki-laki itu begitu lebih menggodanya pagi ini. Ergin tahu bahwa Aiyla terlihat kecewa setelah ia menghentikan permainan bibirnya.
Lelaki itu hanya tersenyum seraya mengedipkan sebelah matanya dengan genit. Tindakan itu membuat Aiyla tersenyum, rasa sedikit kecewa menjadi sirna dengan tindakan suaminya itu.
" Kau selalu membuat ku tergoda sayang, namun kita harus pergi kekantor."
Ucap Ergin setelah melihat Aiyla telah mengenakan pakaian kerjanya. Aiyla menatap dengan cuek dan dingin membalas tindakan Ergin yang menghentikan begitu saja sentuhan yang membuat Aiyla terbuai.
"Kita lihat saja nanti malam, apakah kau mampu membuat ku menginginkannya kembali."
Balas Aiyla seraya berlalu dari hadapan Ergin dengan tersenyum. Membuat Ergin berubah wajahnya seketika setelah mendengar perkataan darinya.
"Apa!!!...Apa maksud mu sayang... Tunggu aku." Ucap Ergin dengan mempercepat langkahnya mengiringi Aiyla turun kelantai bawah.
Aiyla merasakan kemenangan diwajahnya setelah membuat Ergin mengejar dirinya.
Deru mobil membawa Ergin dan Aiyla menuju kantor dimana istrinya bekerja. Entah apa tujuan Ergin ikut mengantar Aiyla sampai memasuki ruang kerjanya.
Para pegawai dan staf yang bekerja diperusahaan itu, pada saat berpapasan dengan Ergin memberikan senyum dan hormat. Walau bagaimanapun Ergin pernah menjadi atasan mereka.
Senyum terlihat dikedua wajah mereka, baik Ergin maupun Aiyla. Murad yang memperhatikan sepasang suami istri itu dengan kebahagiaan diwajah keduanya membuat Murad tak senang.
Entah sampai kapan laki-laki itu bisa menerima kenyataan bahwa tak ada harapan baginya.
__ADS_1