
Like, vote, comment and love ditunggu ya reader ππ
Jadilah reader yang aktif bukan pasifππ
Jom lanjut...πππ
πΏπΏπΏ
Selama berada dipeternakan membuat kedekatan antara Azzam dan Ergin menjadi lebih dekat. Anak lelaki itu menikmati sekali berada disana bersama kuda-kuda yang dimiliki Ergin.
Rasa cinta dan suka terhadap kuda membuat Azzam ingin berlama disana. Namun Aiyla tak memberikan ijin pada putranya itu untuk tetap tinggal, walaupun Ergin membuka peluang besar untuknya tinggal disini lebih lama.
Aiyla tak ingin itu, disaat semua orang satu persatu telah meninggalkan peternakan tersebut. Ditambah dengan pegawai wanita senior yang selalu melihat tak senang dengan segala perhatian lebih Ergin terhadap putranya.
"Ibu Azzam belum puas melihat anak kuda yang baru lahir itu.. Tuan Ergin mengijinkan Azzam memberikan nama pada anak kuda itu ibu," rengek putranya ketika diajak pulang.
Dengan wajah menggemaskan dan sikap yang manja pada ibunya membuat yang melihat jadi tersenyum akan tingkah laku Azzam. Walaupun Aiyla tersenyum namun Ergin mengetahui bahwa Aiyla tak memberikan ijin putranya untuk tinggal lebih lama dari sorot matanya.
"Sayang... Aku janji akan mengajak kesini lagi dan hanya akan ada saya, ibu dan Azaam. Tapi saat ini kau harus pulang, karena ibu mu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dikantor," ungkap Ergin seraya tersenyum dan mencium dahi Azzam.
Azzam yang mendapatkan perhatian lebih semenjak berada dipeternakan membuat anak lelaki itu mau saja digendong oleh Ergin, dan mengikuti perkataan dari lelaki itu.
Aiyla melihat kedekatan putranya yang telah terjalin dengan Ergin, membuat dirinya cemas dan khawatir. Dirinya tak mengharapkan demikian, antara Ergin dan Azzam.
Murad selalu memperhatikan gerak-gerik sahabatnya yang telah banyak berubah. Ergin yang dulu dingin pada wanita kini mampu berinteraksi dengan baik pada Aiyla dan juga putranya.
Setelah semua staf pegawai telah pergi dan begitu juga dengan Aiyla dan Azzam. Kini hanya tinggal Murad dan Ergin.
"Apakah kau menyukainya juga," tanya Murad dengan langsung pada Ergin.
Ergin terkejut atas pertanyaan yang dilontarkan kepadanya secara tiba-tiba. Ergin juga tahu bahwa sahabatnya itu telah terang-terangan menyukai wanita yang sama disukai olehnya.
__ADS_1
"Ya.. Kau benar, Aku menyukai wanita itu, aku telah jatuh hati padanya," ucap Ergin dengan tegas mengatakan pada sahabatnya itu.
Wajah Murad berubah, dirinya tak percaya bahwa Ergin yang dingin bahkan tak percaya pada siapapun kini telah jatuh hati pada seorang wanita.
"Aku tak percaya," ucap Murad singkat.
Ergin tak perduli akan apa yang dipikirkan oleh Murad, walaupun dirinya secara sadar memang telah terjadi perubahan pada pribadinya yang tidak seperti dulu.
"Kita akan bersaing saat ini juga," ucap ketus dua lelaki itu.
Kedua lelaki itu tengah saling menatap dengan sesuatu hal yang di ada dipikiran mereka masing-masing. Dan membuat kesepakatan tidak akan saling menjatuhkan tetapi bersaing dengan sehat.
Jika diantara mereka bedua, salah satu telah dipilih oleh Aiyla maka akan menerima dengan lapang dada dan berusaha membuang rasa suka atau cinta dari hatinya.
Setuju...
Mereka berdua secara besamaan telah menyetujui satu sama lain, atas kesepakatan yang telah dibuat.
Murad tersenyum dan kembali mengingat kejadian dimalam itu pada saat mengantar Gul yang tengah mabuk pulang ke apartemant wanita itu.
"Kenapa kau tersenyum, aku harap kau tidak hanya ingin mempermainkan Aiyla kemudian setelah mendapatkannya kau tinggalkan begitu saja, " ucap Ergin dengan tatapan matanya yang dingin dengan ekspresi wajah serius.
Murad adalah seorang lelaki yang Ergin tahu tak puas dengan satu wanita saja, seperti biasanya. Mengapa dirinya tak melepaskan saja disaat kini Murad tahu bahwa Ergin menyukai Aiyla.
Apakah jiwa berpetualangan Murad merasa tertantang disaat Ergin menyukai wanita yang sama pada dirinya. Murad tahu benar bahwa Ergin tidak pernah berubah seperti saat dirinya menyukai Aiyla.
"Kau tak perlu tahu persoalan itu, yang jelas aku sedari awal telah tertarik pada Aiyla, kau pun tahu itu. Disaat kau mengatakan tidak percaya akan cinta seorang wanita saat itu," ucap Murad dengan wajah serius.
Apa yang dikatakan Murad memang benar dan pada saat itu dirinya tak percaya akan sebuah cinta, tapi pertemuan disaat wanita itu melakukan presentasi dihadapannya, ada sesuatu yang berbeda dari wanita itu.
Awalnya Ergin hanya tertarik untuk menguji wanita ini apakah sama dengan wanita murahan lainnya. Namun berbalik dengan rasa terbakar dihatinya setelah mengetahui alasan dari tragedi dimalam yang pekat itu.
__ADS_1
Dua orang laki-laki itu memang merasakan sesuatu yang berbeda pada diri Aiyla. Dua laki-laki itu seakan ditarik oleh sebuah magnet sehingga membuat penasaran akan pribadi Aiyla yang misterius.
"Baiklah..Kita impas. Mulai saat ini siapapun yang akan menjadi pasangan Aiyla harus bisa menerima dan jangan menyakiti hati wanita itu," ungkap Murad dengan mengulurkan tangannya kearah Ergin.
Akhirnya mereka tidak seperti dua orang yang saling bersaing, lebih tepatnya dua orang laki-laki yang menyukai wanita yang sama tapi masih bisa saling mendukung dan bekerjasama dalam hal lain.
Dengan menggunakan mobil sport milik Murad melintasi dijalan dipeternakan yang mereka kunjungi hampir 3 malam itu. Semua diam dengan pikiran yang menggelayut didalam hati mereka masing-masing.
Laju dari mobil sport yang dimiliki Murad dengan kecepatan tinggi mengantar mereka keluar dari peternakan menuju apartemant Ergin dalam waktu singkat.
Sebelum keluar dari mobil Ergin menatap wajah sahabatnya itu. Seraya tertawa kecil atas sikap mereka berdua yang terlihat seperti pada saat masa anak-anak.
Muradpun ikut tertawa mengerti apa yang sedang dipikirkan Ergin. Terlintas kembali dimasa anak-anak, walaupun mereka berbeda karakter dan berbeda hobi namun ada sesuatu hal yang membuat mereka berdua tertarik pada hal yang sama.
Ini terbukti setelah mereka dewasa, mereka tertarik pada wanita yang sama. Kalau dulu hanya pada suatu benda atau suatu keinginan yang sama-sama mereka sukai dan kehendaki dimana mereka akan bersaing secara sportif untuk mendapatkan dari benda atau keinginan tersebut.
Sekarang mereka sadar harus bersaing untuk merebut hati seorang wanita, itu alasan Ergin dan Murad tertawa mengenang sikap mereka dimasa kanak-kanak tersebut terulang kembali.
Sikap itu yang membawa keterikatan mereka berdua sedari kecil sampailah menjadi sosok lelaki dewasa. Bukan berarti mereka tak pernah salah paham dalam hubungan persahabatan, tetapi tidak sering karena mereka memiliki kekuatan yang kuat dengan berani mengakui jika salah satu diantara mereka telah melakukan kesalahan.
Mobil sport Murad melaju menuju sebuah dermaga dimana sebuah kapal persiar menepi didermaga itu. Murad masuk kedalam lalu langsung tidur diatas kasur.
Kapal persiar itu seperti sebuah rumah dengan fasilitas yang lengkap didalamnya. Dipejamkannya mata dan berusaha tenang atas sebuah kesepakatan yang telah dibuat antar Ergin dan dirinya.
"Apa yang menyebabmu juga tertarik pada wanita itu Ergin," batin Murad dalam hati dengan rasa penasaran yang tinggi.
"Kau tak pernah seperti ini pada seorang wanita, bahkan pada Nadine dulu" ucap Murad pelan dengan mata menerawang.
Murad masih tak mendapatkan jawaban dari rasa penasaran yang besar dihatinya.
"Wanita ini memang penuh misteri, membuat kami berdua tertarik untuk masuk kedalam kehidupanya," umpat Murad dengan penuh rasa tanda tanya.
__ADS_1