
Hai... Hai.. Hai..👋👋
Diluar dugaan yaaa... Bagaimanalah perasaan Sibabang Ergin setelah ditinggalkan begitu saja...💔
Tulis dikolom komentar ya... Eist pastinya komentar yang membangun yaaaa tidak menjatuhkan...👇
Merangkai kata menjadi satu tulisan itu sulit looh..👌
Jadi... Jaga jemari tangannya agar lebih bijak...👍
Plus like, vote, love and rate bintang 5...👏
Bagi yang telah menikmati tulisan, Author ucapkan terima kasih...🙏
Bagi yang tak suka menjauh saja...👋👋
Jom lanjut ngebaca...👌👌
💔💔💔
Dret... Dret...Dret...
Posel didalam tas Aiyla berbunyi tertulis dilayar Nyonya Mustafa. Sudah lama Aiyla tak memberikan kabar, apalagi mengangkat telpon dari wanita ini. Untuk yang kesekian kalinya ponsel ini berdering atas panggilan yang sama.
Sebenarnya Aiyla tak ingin memutuskan hubungan pada keluarga suaminya, namun karena kepergiannya yang tak ingin diketahui oleh banyak orang.
Jadi terpaksa Aiyla menghentikan hubungan dirinya dengan keluarga besar Ali. Setelah 3 bulan berjalan Aiyla berharap tak ada yang mencari dirinya atau merasakan kehilangan.
Tapi itu salah besar, Nyonya Mustafa merasakan kehilangan yang teramat dalam karena hubungan yang dulu sempat terputus dan hubungan yang baru saja hendak terjalin harus terurai kembali.
Ada rasa bersalah dihati Aiyla namun dirinya tak mampu berbuat banyak, yang ada saat ini menjalankan sisa hidupnya bersama putranya dan saudara angkatnya itu.
"Nyonya Aiyla...Kita dapat projek baru. Kali ini membuat desain sebuah rumah yang dimiliki salah satu kolongmerat dikota ini, " ucap teman laki-laki seruangannya.
Baru kali ini kantor Aiyla mendapat projek dari orang terkenal dikota ini. Biasanya mereka hanya kebagian mendesain sebuah sekolah, yayasan ataupun projek salah satu taman kota.
__ADS_1
"Nyonya diminta untuk menemui atasan saat ini juga," ucap rekan kerja Aiyla.
Tanpa menunggu waktu Aiyla langsung menemui atasannya yang hanya berjarak satu ruangan dengan ruang kerjanya.
Kantor baru Aiyla bukanlah apa-apanya jika dibandingkan dengan milik Ergin maka sangatlah jauh.
Diketuknya pintu atasan sekaligus teman kuliahnya itu, dengan wajah tersenyum masuk kedalam ruang kerja Harun.
"Tuan.. Apakah anda memanggil saya," ucap Aiyla setelah berada dihadapan laki-laki itu.
Dengan ramah dan santai Harun tertawa kecil mendengar perkataan yang keluar dari mulut wanita yang telah lama dikenalnya itu.
"Heis... Kenapa terlalu kaku seperti itu. Kau panggil aku dengan sebutan Tuan, panggil saja dengan nama ku. Dikantor ini tak ada batasan bagi mu dan aku," ucap Harun seraya berdiri disamping Aiyla.
Mendengar perkataan dari laki-laki itu membuat Aiyla menjadi canggung, memang Harun adalah temannya tepatnya kakak senior dikampusnya.
Artinya lelaki itu adalah teman dari suaminya, Aiyla mengenal dekat dengan Harun dari suaminya itu. Harun merasa telah dekat dengan Aiyla dan Ali. Jadi dirinya merasakan sesuatu yang aneh jika Aiyla harus memanggilnya dengan sebutan Tuan.
"Bukannya apa-apa, dikantor ini kau adalah atasannya. Aku tak ingin pegawai mu menganggap ku istimewah berbeda dengan mereka," ucap Aiyla dengan tersenyum.
Harun mengerutkan sedikit dahinya seakan berpikir dengan perkataan yang baru didengarnya. Apa yang dikatakan Aiyla ada benarnya juga. Dirinya tak ingin nanti ketika kerja keras temannya ini lantaran dari kedekatan antara mereka berdua.
"Baiklah panggil aku pada saat dikantor tapi pada saat diluar maka jangan panggil aku dengan sebutan Tuan, " ucap Harun dengan wajah serius.
Kemudian lelaki itu kembali terdiam sejenak, mengerutkan dahinya kembali seraya menatap lama kearah Aiyla.
"Aiyla.. Hanya aku saja yang tahu bahwa kau sebenarnya adalah arsitek hebat diperusahaan Ergin Ozturk, kenapa kau malah resign dari perusahan besar itu, " ungkap Harun dengan rasa penasaran.
Aiyla langsung memasang wajah tak senang dengan perkataan Harun. Lelaki itu sudah tahu persis alasan mengapa wanita ini mau bekerja dikantornya dengan syarat tidak menyingung masalah pekerjaan Aiyla sebelumnya.
"Ok...Ok.. Sorry, baiklah nyonya Aiyla kita akan membahas masalah yang lain, yang jauh lebih penting dari masalah itu. Projek yang baru kita dapatkan ini," ucap Harun dengan kedua tangan diatas pertanda menyerah .
Projek baru ini ingin membuat sebuah ruang tambahan dari rumah utama. Sang pemilik menginginkan perubahan dari satu ruang lama dan satu ruang tambahan untuk ruang utama.
Pemilik yang kini sedang sakit dan menginginkan kenyaman didalam rumah sebagai tempat peristirahatan.
__ADS_1
Aiyla terkejut disaat Harun mengatakan bahwa sang pemilik rumah itu adalah Tuan Mustafa. Hatinya bergemuruh seakan dirinya tak bisa lepas dari masa lalunya.
'Harun... Kenapa kau tak mengatakannya terlebih dahulu, mengapa kau bisa bertemu dengannya?" Tanya Aiyla dengan rasa penasaran.
Ali dan Harun adalah teman dekat dimasa kuliah, Aiyla kenal dengan lelaki itu karena Harun sering kerumah mereka. Keluarga Ali juga tahu dengan Harun dan sering bertemu dengan lelaki itu.
"Maaf La... Aku pikir tidak ada masalah kalau kita ambil projek itu, " ucap Harun.
Sewaktu disebuah restoran saudara Ali bertemu dengan Harun. Lelaki itu meminta Harun untuk bekerja mendesain ulang satu ruang dirumah orangtuanya. Serta menambahkan satu lagi ruangan dirumah besar itu.
"Besok pagi Tuan Akhsal akan kekantor kita untuk mendengarkan konsep yang dipakai dalam projek ini, " ucap Hasan dengan antusias.
Tuan Akhsal menginginkan bertemu dengan Harun setelah sesuai dengan konsep desain yang ditawarkan oleh kantor Harun, barulah kau akan melihat langsung lokasinya.
"Aiyla... Aku tahu kau tidak memiliki hubungan yang baik dengan keluarga itu. Profesional saja, lakukan tugas mu sisanya biar aku yang urus," ucap Harus dengan yakin.
Hanya anggukan kepala yang dapat Aiyla lakukan, dirinya tak mempunyai pilihan lain selain mengikuti alur hidupnya.
Sudah susah payah dirinya berlari tapi nasib mempertemukan Aiyla kembali dengan keluarga itu.
"Baiklah... Aku akan berbuat yang terbaik untuk kantor ini, " tukas Aiyla dengan semangat.
Harun tersenyum melihat semangat, kemandirian dan keberanian dari istri temannya itu. Dirinya yakin dengan mengajak Aiyla bergabung ditempat kerjanya akan membawa maju kantor yang baru dirintisnya.
"Aku yakin pada mu La.. Kau akan membawa keberuntungan dan kemajuan pada kantor yang baru ku rintis ini, " ucap Harun kembali.
Keberuntungan...Oh keberuntungan rasanya tidak lah tepat untuk hidupnya Aiyla. Kehidupan ini hanya ada hitam dan putih, sedangkan Aiyla banyak menemui warna hitam didalam kehidupannya.
"Semoga kali ini Harun benar akan hidupnya, " batin Aiyla dengan penuh harapan.
Walaupun didalam hidup Aiyla hanya tahu warna hitam yang mewarnai hari-harinya, namun wanita itu seakan memiliki berjuta harapan yang kuat untuk dapat melalui semua dugaan-dugaan yang terjadi didalam kehidupannya.
Wanita yang tegar dan sekaligus wanita yang mampu berdiri didepan putranya untuk menghadapi segala rintangan walaupun dengan segala keterbatasannya.
"Baiklah... Mulailah bekerja," ucap Harun dengan wajah optimis.
__ADS_1
Berlalu dari ruang kerja atasannya dan mulai memikirkan konsep yang pas untuk dapat diterima kliennya.
"Oyaa...Semangat Aiyla, buatlah putramu bangga," tukas Aiyla dengan senyum optimis.