Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 21


__ADS_3

Menurut kalian akankah Aiyla mampu bertahan....😞😞


Tulis komentar dibawah ya.. 👇👇


Jangan lupa like, vote and love...👌👌


Author tunggu..Lanjut ngebaca... 👍👍


🌽🌽🌽


Ergin merasa aneh setelah seseorang mengetuk pintu lalu terdengar berjalan masuk dan hanya berdiam tanpa suara.


Pandangan Ergin dialihkan dari file yang sedari tadi dibaca dan dibolak-balik, mengarahkan pandangan kedepan, sedikit terkejut setelah matanya menatap wajah Aiyla sedang berdiri dengan menundukkan kepala tanpa melihat dirinya.


Ergin baru mengingat bahwa pagi tadi ,sebelum naik kelantai tiga ke ruang kerja. Dirinya sempat mampir keruang Aiyla untuk mencari wanita itu dan ternyata hanya ada Gul disana.


Karena wanita yang dicarinya belum ditempat, langsung memberikan perintah pada Gul untuk menyampaikan pesan pada Aiyla, bahwa setibanya wanita itu dikantor untuk segera langsung keruangannya.


Dilirik arlogi ditangan kirinya dan terlihat diangka 09.30. Wanita dihadapannya terlambat sekitar 1 jam lebih.


Amarah pada Aiyla sudah muncul pada saat Aiyla pergi begitu saja pada pagi itu. Kini amarah itu menjadi bertambah.


Terlihat jelas diwajah lelaki itu setelah melihat arlogi yang ada ditangannya. Berdiri lalu mendekati wanita dihadapannya.


"Jangan kau kira diri mu telah tidur denganku sehingga bisa datang seenaknya,". ucap Ergin dengan wajah menghina terdengar ditelinga Aiyla.


Sindiran yang diucapkan oleh Ergin membuat dirinya yang tadinya menunduk kini menatap wajah lelaki yang begitu menghina dirinya.


"Maaf Tuan, saya tahu kesalahan saya. Tuan bisa memarahi saya atas kesalahan yang telah saya lakukan namun tidak menyinggung persoalan dimalam itu," uangkap Aiyla dengan wajah tak terima.

__ADS_1


Ergin tak menyangka dirinya mendapatkan tanggapan keras dari wanita dihadapannya ini. Terlalu berani bagi wanita yang telah menjual tubuhnya.


"Trus apa alasan mu sehingga tidak masuk kerja kemarin dan sekarang pun kau terlambat lebih dari 1 jam kekantor," balas Ergin balik menyerang Aiyla dengan tatapan mata penuh amarah.


Aiyla tak mungkin memberitahukan apa yang sedang dialami dirinya pada lelaki yang telah memandang rendah dirinya.


Aiyla sadar betul bahwa lelaki itu telah membeli harga dirinya yang selama ini dijaga dengan segenap jiwa dan raganya.


Namun sekarang dirinyapun, masih belum percaya bahwa kenyataan harga dirinya kini telah lenyap dipekatnya malam itu.


"Sayaa...Saya, ada... Ke," ucap Aiyla yang telah dipotong oleh Ergin sehingga tak dapat melanjutkan bicaranya.


Ergin memotong perkataan wanita dihadapannya dengan ketus dan terus menghina harga diri Aiyla yang telah dia miliki dengan sejumlah uang yang telah diberikannya.


"Cukup Tuan, saya telah katakan jangan menyinggung persoalan malam itu," ucap Aiyla dengan tatapan yang kini terlihat amarah dan kesedihan dibola matanya.


Ditengah perdebatan yang terjadi diantara Ergin dan Aiyla yang semakin tegang, dengan datangnya Murad yang masuk kedalam ruang kerja Ergin melerai perdebatan yang terjadi pada mereka berdua.


Akhirnya mereka berhenti secara bersamaan. Lalu saling menatap tajam satu sama lain.


"Ergin... Rileks, please. Ada apa yang sebenarnya terjadi? " tanya Murad dengan penasaran atas perdebatan yang menegangkan itu.


Ergin hanya diam seraya menatap tajam kearah wanita yang kini berada disamping sahabat sekaligus rekan kerjanya itu.


Karena tak mendapatkan penjelasan dari Ergin, Muradpun beralih menatap kearah Aiyla untuk meminta penjelasan.


"Tuan, saya tahu...Saya salah. Kemaren saya tidak masuk kerja dan sekarangpun terlambat masuk karena alasan sesuatu yang sangat penting dan tak dapat ditinggalkan. Namun saya tidak serta merta meninggalkan tugas dan tanggung jawab diperusahan ini," ungkap Aiyla pada Tuan Murad dengan suara pelan dan penuh kesungguhan.


Setelah mendengar penjelasan dari Aiyla, Murad baru tahu permasalahan perdebatan yang terjadi diantara mereka berdua. Tapi tidak dengan hal sekecil ini Ergin begitu marah pada wanita yang ada disampingnya.

__ADS_1


Murad merasa lain seperti ada sesuatu yang telah terjadi diantara mereka berdua. Saat ini Murad tak bisa menebak dan belum mempunyai alibi.


"Come on...Kita ada hal yang lebih penting dan perlu dipikirkan daripada perdebatan kalian. Untuk tender yang ada dikota x dan mereka meminta kalian untuk hadir kesana dan menjelaskannya. Waktunya mendesak hanya tersisa satu hari lagi, Aiyla mengapa aku memilih mu untuk mewakilkan ku karena aku melihat kemampuan dirimu, dan lebih paham akan konsep desain yang akan ditambahkan untuk hotel mewah tersebut," ungkap Murad dengan menatap kearah Ergin dan Aiyla secara bergantian.


Mendengar perkataan Murad, Aiyla merasa sedang dipuji tapi disatu sisi dirinya bingung tentang keberangkatannya dengan Ergin ke kota x.


"Tuan... Saya tidak bisa pergi, tak bisa kah Tuan menggantikan saya dengan salah satu anggota dari team kita," ucap Aiyla dengan pelan.


Murad terkejut terlihat dari ekspresi wajahnya, setelah mendengar perkataan yang keluar dari mulut Aiyla, yang berbeda pada saat diskusi mereka bertiga diruang kerjanya kemaren dan Erginpun ikut mendengar ketersediaan Aiyla.


"Bukanya kemaren menjawab setuju, pada saat ku tanyakan pada mu. Kenapa tiba-tiba berubah pikiran? " ungkap Murad dengan wajah sedikit kecewa dan penasaran.


Aiyla menjadi teringat diskusi mereka bertiga kemaren, memang sedang membahas tentang hotel mewah yang ada dikota x. Dirinya baru ingat bahwa pada saat itu pikirannya tidak pada tempatnya.


Tidak begitu fokus dan menyimak saat diskusi kemaren dan teringat juga Aiyla menjawab dengan kata "Baiklah Tuan" tanpa tahu apa yng dipertanyakan oleh Tuan Murad, karena dirinya asal menjawab.


Melihat kedua wajah lelaki dihadapannya, yang satunya terlihat sedikit kecewa dan yang satunya penuh dengan amarah.


"Baiklah Tuan saya akan mempersiapkan diri untuk keberangkatan ke kota x," ucap Aiyla setelah melihat kedua wajah lelaki dihadapannya.


Mendengar jawab Aiyla, dengan cepat wajah Tuan Murad berubah jadi cerah kembali dan sebuah senyuman terlihat disudut bibirnya.


Namun berbeda dengan wajah Tuan Ergin yang datar tanpa ekspresi setelah mendengar persetujuan Aiyla untuk pergi bersama dirinya.


" Bagus Aiyla... Mana file yang saya pinta untuk menambah detail dari konsep desain yang kita diskusikan kemaren," ucap Tuan Murad tanpa membuang waktu untuk langsung bekerja mempersiapkan konsep desain yang akan Aiyla bawa ke kota x.


Kebetulan Aiyla telah menyiapkan yang diminta atasannya dengan bekerja lembur dirumah. Pada saat dirinya datang keruang Tuan Ergin, berpikir pasti akan ditanyakan tentang detail konsep desain hotel tersebut.


Beruntung Aiyla telah memikirkan itu semua dan membawa semua file yang dibutuhkan itu ditanggannya.

__ADS_1


Ergin melihat Aiyla yang menganggap keberadaannya tidak ada diatara mereka berdua dan fokus menjelaskan semua yang ditanyakan Murad dengan penjelasan yang serius tanpa melihat kearahnya lagi.


"Kau wanita yang cerdas... Dan memiliki tubuh yang sempurna. Kemana kau bawa uang yang ku berikan pada mu dan kau habiskan untuk apa uang sebesar itu, " besit Ergin menatap kearah Aiyla yang tengah serius berdiskusi dengan sahabatnya itu.


__ADS_2