Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 81


__ADS_3

Jangan lupa berikan jejaknya berupa Like disetiap akhir bab, terus vote sebayak yang Reader punya plus hadiah buat author juga boleh๐Ÿ‘Œ๐Ÿ’‹


Biar tambah mesra antara Author dan Reader maka klik tanda love๐Ÿ’™agar mendapatkan tanda cinta disetiap up perbabnya ๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


Plus tinggalkan jejak kalian dengan komentar yang membangun yaaaa, biar Authornya tambah semangat...๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก


Salam hangat Author buat semua Reader setia๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


๐Ÿ’ขHappy Reading๐Ÿ’ข


Jom Lanjuuut ๐Ÿ’จ๐Ÿ’จ๐Ÿ’จ


๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


Perusahaan yang didirikan oleh Harun semakin berkembang. Semakin hari perusahaan yang dipimpin oleh Harun Yorukhan itu semakin mensejajarkan posisinya dengan perusahan yang telah lama berdiri.


Kredibilatasnya sebagai perusahaan baru mampu menyamakan perusahaan yang telah lama berdiri adalah sebuah kemajuan yang signifikan. Setiap klien yang telah menjalin kerja sama dengan perusahan Harun, memberikan dampak yang baik yaitu mereka dengan sedirinya akan merekomendasikan ke klien lain yang belum pernah bekerja sama diperusahan Harun untuk memakai jasa yang sama.


Hasil akhir yang diberikan perusahaan Harun tidak merubah sedikitpun dari konsep awal yang telah disepakati bersama. Itulah yang membuat perusahaan Harun menjadi pilihan yang terbaik saat ini.


Pagi ini Aiyla disibukkan dengan pekerjaan yang semakin hari semakin banyak. Pamornya sebagai arsitek tidak diragukan lagi. Banyak dari klien yang bekerja sama menginginkan Aiyla yang terjun langsung untuk setiap permintaan dari klien yang datang.


"Waktunya makan siang Nyonya," Ucap rekan kerja Aiyla.


Aiyla langsung berdiri dari kursinya dan mengambil tas lalu berjalan bersama pemuda itu. Pilihan mereka berdua kali ini adalah restoran cepat saji yang tak jauh dari kantor mereka berdua.


Aiyla menghabiskan setiap jam makan siang bersama rekan kerjanya yang masih muda. Walaupun ada beredar gosip kedekatan Aiyla dengan rekan satu ruangan tersebut tapi tak membuat Aiyla bahkan pemuda itu resah.


Mereka berdua mendengarkan gosip seperti angin lalu saja yang melewati telinga mereka berdua. Tak mengambil pusing dengan kicauan yang ada dikantor itu.


Rekan kerja Aiyla hanya menganggap Aiyla adalah senior ditempat kerjanya sedang Aiyla tak tertarik sama sekali untuk soal asmara dengan lelaki muda yang menjadi rekan kerjanya itu.


Tak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka berdua telah sampai pada restoran cepat saji itu. Aiyla dan rekan kerjanya telah memilih tempat yang stratwgis disana dan langsung melihat menu yang ada didaftar menu yang terletak diatas meja.

__ADS_1


Tak menunggu waktu lama seorang pelayan mendekati meja mereka berdua lalu mencatat apa yang sudah mereka pesan.


"Aiyla," Sapa seseorang dari belakang.


Terjadi perubahan pada wajah Aiyla yang semula santai kini berubah menjadi tegang bercampur kesal melihat kehadiran lelaki itu direstoran ini.


"Nyonya kenapa ?" Tanya pemuda itu dengan wajah penasaran setelah melihat perubahan diwajah Aiyla.


Berusaha untuk menghilangkan ketegangannya, Aiyla mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Hanya saja terkejut atas kedatangan lelaki itu.


"Apa kabar Aiyla? Bisa kita bicara berdua ?" Tanya singkat lelaki itu dengan matanya yang liar.


Dengan pengertian pemuda yang merupakan rekan kerjanya dengan sendirinya berpindah tempat yang lebih jauh dari mereka duduk diawal datang kerestoran ini.


"Aiyla... Apa kau masih bersama Ergin? Yang ku tahu perusaahan yang dididirikan oleh dua keluarga yaitu Ozturk dan Sharken sekarang telah kehilangan satu pemimpinnya. Sepertinya sekarang perusahaan tersebut menjadi labil sehingga banyak klien memilih keperusahaan Harun, " ungkap Akhsal dengan sudut bibir naik keatas.


Mendengar laki-laki dihadapannya itu membuat Aiyla benar-benar terkejut. Ergin benar-benar resign dari perusahaan milik orangtuanya itu.


"Aku tahu kau dekat dengan lelaki itu dari orangtua ku, melihat ponakan ku telah menjadikan Ergin sebagai pengganti dari saudara ku, " ucap Akshal dengan suara sedikit tinggi dari sebelumnya.


"Tuan Akhsal... Saya tak ingin membicarakan persoalan pribadi pada anda. Jika Azzam menyukai Tuan Ergin bukan berarti putra saya melupakan siapa ayah kandungnya," balas Aiyla dengan suara tegas.


Mendengar perkataan dari Aiyla, terlihat dari paras wajahnya yang memerah menahan amarah didalam dirinya.


"Emmm...Kau wanita pemberani juga rupanya, tapi aku akan lihat sampai mana kau menjadi wanita yang pemberani." ucap Akhsal dengan senyum merendahkan.


Lelaki dihadapannya ini membuat Aiyla tak mengerti arah tujuan dari yang dia bicarakan. Sepertinya lelaki itu tak begitu menyukai kedekatan Aiyla dengan Ergin.


Sebenarnya laki-laki ini tak berhak mengatur hubungan Aiyla dengan siapapun. Lagian Tuan dan Nyonya Mustafa tak pernah menyinggung hubungan Aiyla dengan siapapun disaat mereka berdua tahu Aiyla telah memiliki hubungan khusus dengan seorang lelaki.


"Kau masih bersama Ergin? Lelaki yang sekarang tak memiliki apapun? Mengapa kau tak memberikan posisi itu pada ku sebagai pengganti saudara ku!!! " Ucapnya kembali dengan nada kesal dan penuh amarah.


Aiyla menyipitkan matanya dan dahinya berkerut. Kini dirinya tak tahan dengan apa yang telah dikatakan lelaki dihadapannya itu.

__ADS_1


"Tuan Akhsal!!! Jaga ucapan mu!!! Kau tak berhak ikut campur untuk hidup ku, dengan siapa aku dan bagaimana aku membesarkan putra ku!!" ucap Aiyla dengan suara tinggi.


Semua yang ada direstoran itu memandang mereka berdua karena melihat Aiyla berdiri dengan memukul meja dan bersuara tinggi berbicara pada lelaki yang masih santai tetap duduk dikursinya.


"Nyonya...Kau baik-baik saja ?" Ucap pemuda rekan kerjanya yang langsung menatap tajam kearah Akhsal.


Melihat lelaki yang tadinya sengaja memberikan ruang untuk Akhsal berbicara kini telah berada diantara mereka berdua.


"Kita akan lanjutkan bicaranya lain waktu!! Kau harus ingat Aiyla banyak hal yang akan ku beritahukan pada mu tentang saudara ku itu!! " Ungkap Akhsal masih dengan mata liar dan penuh misteri menatap Aiyla.


Lelaki itu berdiri dan berjalan meninggalkan mereka berdua dengan sorot mata kesal dan penuh amarah dimata Aiyla dan pemuda itu.


"Nyonya...Maaf kalau aku ikut campur, bukankah lelaki itu klien kita? Putra dari Tuan Mustafa? " Ucap rekan kerja Aiyla dengan nada penasaran.


Hanya dengan isyarat mata, Aiyla membenarkan perkataan dari pemuda itu. Timbul rasa penasaran lebih banyak dari sorot matanya namun dihentikan olehnya karena tak ingin terlibat lebih dalam pada persoalan pribadi wanita yang menjadi senior dikantornya tersebut.


"Baiklah kita balik kekantor, " ucap Aiyla dengan tersenyum.


Seperti tak terjadi apapun, Aiyla manyantap dengan lahap makanan yang telah tersedia lama diatas meja karena tertunda oleh lelaki yang tak begitu lama berlalu dari hadapan Aiyla.


Pemuda itu merasakan salut pada Aiyla. Tak terpengaruh dengan perkataan lelaki itu, walaupun dia tak tahu apa yang dibicarakan mereka berdua.


Namun dari sorot mata Aiyla dan lelaki itu menunjukkan pembicaraan serius mereka berdua terlihat lebih seperti musuh antara satu sama lainnya.


Setelah sampai dikantor dan kembali keruang kerjanya, mereka berdua telah ditunggu atasannya yang sedang duduk santai disalah satu sofa yang ada disana.


Diliriknya arlogi ditangan kanannya, mereka berdua terlambat 15 menit dari jam istirahat siang.


"Darimana kalian berdua? Aku ingin kalian berdua keruangan ku!" ucap atasannya yang telah berdiri dengan wajah datar.


Pemuda itu menjelaskan bahwa mereka baru saja selesai makan siang namun tak menceritakan tentang pertengkaran Aiyla dengan seorang lelaki disana.


Hanya mendengar tanpa respon yang ditunjukkan Harun atas penjelasan pegawainya itu. Setibanya didalam ruang kerja atasannya, mereka berdua duduk dikursi yang menghadap Harun.

__ADS_1


"Selamat atas kerja sama kalian berdua terutama untuk mu Aiyla, projek diluar kota kemaren tepatnya didaerah X membuat perusahaan kita mendapatkan tawaran besar dari seseorang yang terpandang dikota ini," ungkap atasannya dengan mengubah raut wajahnya yang semula datar sebelum mereka masuk keruang kerjanya.


Senyum mengembang dihati Aiyla dan rekan kerjanya yang masih muda tersebut. Mereka mendapatkan bonus dari perusahaan. Aiyla diberikan kendaraan kantor untuk dapat menunjang kerjanya dan sejumlah uang sedangkan pemuda itu diberikan uang dengan nominal 3 kali gaji yang diterimanya setiap bulan.


__ADS_2