Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 116


__ADS_3

Hai... Hai... Hai... 👋👋👋


Mana jejak kalian Reader seakan menghilang dari pandangan ku... 😭😭


Please need you Guy's...🙏


Waithing you support please... 🙏


Like this👇


1. Your Thumbs👍


2. Your Love💙


3. Your Gift🎁


4. Your Vote💯


And...Your Comment💌with Rate Star 5🌟


💠Happy Reading💠


💨💨💨Jom Lanjuuut


🔥🔥🔥


Setelah pulang dari luar negeri Aiyla dan Ergin semakin disibukkan dengan kesibukan kantor masing-masing.


Kesibukan Aiyla dikantor membuat sedikit terlupakan akan tugasnya sebagai istri. Sampai Ergin merasakan sedikit terabaikan, berbanding terbalik dengan sikap Ergin terhadap Aiyla.


Walaupun laki-laki itu tengah sesibuk apapun selalu mengirimkan sebuah pesan singkat yang romantis atau sekedar pemberitahuan untuk jangan lupa makan, istrirahat dan kata-kata lain yang menunjukkan sebuah perhatian dan rasa sayangnya pada Aiyla.


Seperti pagi ini Ergin telah mengirim pesan singkat untuknya hanya dibalas Aiyla dengan senyum yang mengembang setelah membaca pesan tersebut.


"Aku belajar bersabar dari cinta mu sampai kau merasakan kehangatan cinta ku lewat rindu yang menerpa direlung hati mu."


Pesan singkat itu menandakan lelaki itu sangat bersabar akan cinta Aiyla. Sosok Aiyla yang mandiri dan tak tergantung dengan siapapun tak menyadari bahwa ia telah sedikit melukai hati Ergin.


Aiyla sedikit terlena dengan perannya sebagai pemimpin direktur utama diperusahaan Ozturk. Sedangkan Nyonya Esma telah membuat jerat baru untuk menggoyahkan cinta mereka berdua.


Kini bisa dibilang didalam karier Aiyla termasuk wanita yang sukses dalam menjalankannya. Mampu mengangkat kembali pamor perusahan Ozturk yang hampir mengalami kemunduran.

__ADS_1


Jadi setiap mereka berdua kembali dirumah mereka akan bertemu pada saat Aiyla telah tertidur ataupun Ergin yang tengah tertidur.



Begitulah perjalanan rumah tangga mereka setelah beberapa bulan terakhir. Bukan karena tak sayang atau cinta yang memudar namun hanya karena kesibukan yang menyebabkan mereka berdua tak memiliki waktu untuk bersama layaknya sepasang suami istri.


Ergin bisa saja memberikan waktunya untuk Aiyla, namun setelah melihat kesibukan istrinya dan rasa lelah yang terlihat diwajah Aiyla, lelaki itu mengurungkan niatnya dan hanya menatap Aiyla dalam setiap malam disaat tidurnya.



Seperti malam ini, Aiyla tak menyangka bertemu dengan Ergin suaminya dalam sebuah pesta penghargaan.


Ya... Perusahan Aiyla terpilih menjadi perusahan terbesar dan tersukses tahun ini. Sehingga ia diundang dalam malam penghargaan untuk para pengusaha muda yang berhasil membuat kemajuan dalam setahun ini.



Termasuk dua perusahaan lainnya yaitu perusahan yang dipimpin oleh suaminya.



Ada kebanggaan diwajah Ergin dan ada juga kesedihan yang menyelindap direlung hatinya karena Aiyla sedikit meluangkan waktu bersama mereka berdua.



"Sayang...Kau sangat cantik... Selamat atas kesuksesan mu memimpin perusahaan Ozturk, dan kau bisa mengalahkan ku dalam bisnis ini."


Ledek Ergin dengan tersenyum memandang Aiyla. Malam ini Aiyla tidak hanya kiprahnya didunia bisnis membuat orang berdecak kagum tetapi selain itu paras wajahnya yang terlihat sangat mempesona mata lelaki.


"Selamat Nyonya Aiyla.... Tuan Ergin... Selamat buat kalian berdua. Sepasang suami istri yang luar biasa. Aku iri pada mu Tuan Ergin memiliki istri seperti Nyonya Aiyla. Tidak hanya cerdas tapi juga memiliki kecantikan yang alami."


Ungkap seorang lelaki pimpinan sebuah perusahaan yang juga mendapatkan penghargaan peringkat ketiga yang termasuk kedalam pengusaha sukses ditahun ini.


Ergin tersentak hatinya setelah mendengar perkataan dari laki-laki dihadapannya yang mengagumi kecantikan dan kepribadian istrinya secara terang-terangan didepan matanya.


Raut wajah tak senang terlihat diwajah Ergin dan meminta Aiyla untuk segera keluar dari gedung dan mengajak istrinya untuk mengasingkan diri dari keramaian.


Meninggalkan dengan sopan lelaki yang baru saja memuji Aiyla. Dengan meraih tangan Aiyla keluar dari gedung tersebut.



Mereka duduk disebuah bangku dan Aiyla menyadari bahwa suaminya merasa cemburu atas ucapan laki-laki yang barusan saja didengar oleh mereka berdua.

__ADS_1


Cukup lama mereka terdiam satu sama lainnya, membisu dan mematung. Diam dengan seribu bahasa, tak ada satupun diantara mereka berdua yang ingin memulai pembicaraan.


Akhirnya setelah menarik nafas panjang dari hidung dan mengeluarkan melalui mulutnya secara perlahan. Ergin melakukannya berulang kali agar dapat mengendalikan emosi dan perasaannya.


"Sayang.... Ada yang salah dalam hubungan kita ini. Kita berdua semakin menjauh tak ada lagi ruang untuk kita berdua saling melepaskan rasa yang ada didalam hati ini. Aku tak ingin itu terjadi, kita butuh waktu untuk berdua. Putra kita selalu meminta waktu untuk bersama, dengan dalil kesibukan sekarang kau dan aku tak bisa memenuhi permintaannya."


Ungkap laki-laki itu dengan gamblang menggambarkan hubungan mereka berdua yang terjadi beberapa bulan terakhir ini. Bulir bening jatuh diujung mata Aiyla.


Wanita itu baru tersadar bahwa telah melakukan kesalahan besar terhadap suami dan putranya. Waktu yang dihabiskan olehnya lebih banyak untuk masalah kantor daripada keluarganya.


Kini bulir bening itu semakin deras mengalir dan membasahi wajah cantik Aiyla. Ergin melihat istrinya menangis dan spontan menyadari sikapnya yang salah beberapa bulan terakhir ini.


"Hei... Sayang... Aku tak memarahi mu... Jangan menangis. Aku sangat mencintai mu dan tak ingin ada gurat kesedihan diwajah mu."


Dengan suara lembut dan sangat mesrah Ergin menatap wajahnya dan berkata demikian. Menghapus air mata yang membasahi wajah Aiyla dengan menyeka menggunakan kedua ibu jarinya.


"Tersenyumlah...Aku tak ingin make-up mu luntur akibat tangis ini. Sehingga terkesan aku suami yang jahat didepan semua orang."


Ledek Ergin dengan mencubit lembut hidung istrinya. Mendengar perkataan dari suaminya tersebut membentuk lengkung diujung bibirnya.



Aiyla merasakan keberuntungan mendapatkan laki-laki seperti Ergin. Seorang lelaki yang tak pernah protes dan tak pernah memarahinya.


Lelaki itu hanya akan mengeluarkan ungkapan yang ada dihatinya dengan begitu dapat menyadarkan Aiyla. Seperti yang barusan Ergin lakukan padanya.


Refleks Aiyla langsung menyentuh bibir suaminya dan memberikan kehangatan yang sangat dirindukan Ergin melalui bibir yang merona itu.


Mereka berdua hanyut dalam permainan lidah dan bibir yang saling merespon satu sama lainnya. Cukup lama sehingga keduanya merasakan nafas yang tersengal-sengal dan akhirnya mereka mengakhiri ciuman mereka berdua.


Mengatur nafas kembali dan mencoba untuk mengstabilkan nafas mereka menjadi normal kembali. Ergin mengajak Aiyla pulang dan tak menyudahi acara tersebut.


Akhirnya mereka pulang dengan satu mobil menuju hunian mereka. Selama perjalanan pulang tak hentinya mereka saling bercumbu mesrah.


Tampaknya malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua. Setelah sekian lama tak menghabiskan waktu bersama.


Untung mobil itu tertutup antara kursi depan dan belakang. Sehingga mereka tak menjadi khawatir pergerakan dan aksi mereka dilihat oleh sopir pribadi mereka.


"Sayang... Aku merindukan mu... Sungguh sangat merindukan dirimu," ungkap Ergin yang telah terpancing hasratnya.


Aiyla tersenyum dan malam ini ia akan membayar kesalahannya pada laki-laki yang ada disampingnya.

__ADS_1


"Akupun begitu merindukan mu." Bisik Aiyla ditelinga Ergin membuat lelaki itu bertambah gairah.


Dengan suara lembut dan mesrah seraya menggoda, Aiyla menempelkan bibirnya ditelinga Ergin.


__ADS_2