
Lanjut ya guy's ...👌👌
Salam hangat untuk reader setia....😘😍
Ayo dong !!! Tinggalkah jejaknya...Author sedih loh kalau kalian hanya baca doang tanpa suportnya 😭😭😭
Author menunggu Reader....Bertambah semangat atas dukungan kalian...🌠🌠
🌵🌵🌵
Setelah satu jam lebih mereka melakukan perjalanan. Aiyla duduk tepat disamping Ergin sedangkan Murad tak hentinya memandang kemesraan yang sengaja Ergin umbar dihadapannya.
"Apa yang membuat kalian bisa jatuh cinta seperti itu? " Batin Ergin dengan rasa penasaran yang besar terhadap mereka berdua.
Masih lekat dimemorinya bahwa Aiyla pernah meninggalkan Ergin begitu saja setelah beberapa bulan bekerja diperusahaan Ozturk.
Memberikan surat resign yang dibawa sahabatnya tanpa alasan yang tak begitu kuat. Seakan Aiyla saat itu harus menjauh dari Ergin.
Terlihat jelas sahabatnya itu terpuruk dan putus asa setelah kepergian wanita itu. Sampai suatu ketika Murad menemukan Ergin telah berada dirumah sakit saat putra Aiyla dirawat disana.
"Perjalanan awal cinta kalian berdua penuh misteri, dan aku merasakan ada sesuatu yang terjadi pada kalian berdua!! "
Ungkap Murad seraya terus menatap Ergin dan Aiyla tanpa diketahui oleh mereka berdua.
Pikiran Murad terlintas kembali diawal pertemuan mereka berdua disaat Aiyla baru bekerja diperusahaan Ozturk.
"Aku begitu tertarik pada wanita itu, sedangkan kau begitu dingin terhadapnya. Bahkan kau tak pernah percaya akan cinta sejati Ergin !!! Tapi setelah beberapa bulan kemudian tatapan mata mu berbeda melihat wanita itu setelah mengetahui bahwa ia seorang single parent."
Batin Murad didalam pergumulan hatinya merasa ada sesuatu yang masih tak terjawab olehnya sampai saat ini.
"Kau yang tak begitu tertarik akan anak-anak, setelah kau mengetahui Aiyla memiliki seorang putra, kau malah lebih begitu antusias dengan putra Aiyla melebihi diriku. Oh....Aku bisa gila dibuatnya!!!! "
Umpat Murad pada dirinya sendiri dengan melepaskan nafasnya secara kasar. Melihat Aiyla telah tertidur dengan nyamannya dibahu Ergin.
Akhirnya sepanjang penerbangan Murad tak henti melihat gerak-gerik Ergin dan Aiyla sampai pada saat turun dari pesawat.
"Sayang Apa kau masih mengantuk? Kita akan langsung kehotel saja, kau berikan saja alamatnya Murad untuk pertemuan besok !! "
__ADS_1
Ungkap Ergin seraya tak lepas memeluk pinggang istrinya itu. Ergin tahu dan bisa merasakan tatapan mata Murad selalu kearah istrinya.
"Sayang aku lapar bisakah kita cari restorant terdekat untuk mengisi perut ku ini."
Dengan manja Aiyla berkata seraya menatap wajah suaminya didepan Murad. Lelaki itu merasakan sekali sikap manja Aiyla yang membuat hatinya begitu bergemuruh.
Akhirnya Muradpun ikut bersama dan mereka bertiga memutuskan untuk makan terlebih dulu sebelum kehotel.
Senyum membingkai diparas cantik Aiyla yang menyandarkan tubuhnya didada bidang suaminya setelah permintaannya dituluskan oleh Ergin. Murad merasa terbakar sedari tadi melihat kemesraan yang diumbar mereka berdua.
Wajar saja terbakar dan merasa sakit hati, Murad ingin sekali berada diposisi Ergin saat ini. Tapi kenyataannya ia hanya sebagai penonton yang baik melihat kemesraan yang ingin ia lakukan melebihin Ergin.
"Ukkhh..." Rasa kesal Murad ia lampiaskan dengan cara memukul dinding yang ada dikamar mandi.
Terlihat memar dipunggung tangannya, lelaki itu sudah tak dapat mengontrol emosi dan perasaannya.
Sorot matanya begitu tajam, memancarkan rasa terbakar dan rasa cemburu pada Ergin sahabatnya sendiri.
Lelaki itu masih tak dapat menerima kenyataan bahwa Aiyla lebih memilih sahabatnya daripada dirinya. Satu hal yang pasti ia merasa terkalahkan dari sahabatnya itu.
Selama ini banyak wanita yang datang dan tak pernah menolak dirinya namun tidak dengan Aiyla. Wanita itu dari awal sudah tegas tak tertarik padanya dan menolak dirinya begitu saja.
Awalnya jiwa petualang dari dirinya merasakan tertantang untuk mendapatkan wanita tersebut. Namun dipenghujung obsesinya itu muncul bunga cinta dihatinya terhadap Aiyla karena melihat kepribadian wanita itu.
Cinta yang tak terbalas itulah yang kini membakar hatinya. Ia telah lama menghentikan kebiasaan tidur dengan wanita lain.
Pernah dicobanya untuk melampiaskan hasratnya pada wanita lain namun bayang wajah Aiyla selalu terlintas dikepalanya.
"Sayang...Sekarang kita kehotel."
Ucap Aiyla setelah menghabiskan makanannya. Entah akhir-akhir ini nafsu makannya jadi bertambah.
Murad yang hanya memainkan makanan dengan sendoknya saja, hanya sedikit yang masuk kedalam perutnya. Nafsu makannya hilang tak ada keinginan untuk melahap habis makanan yang ada diatas piring.
__ADS_1
Ergin tahu bahwa Murad hanya tak ingin berpisah dari mereka berdua, dia seolah ingin selalu berada diantara Aiyla dan Ergin.
"Baiklah kita akan langsung kehotel... " Balas Ergin dengan mencium dahi wanita itu tepat dihadapan sahabatnya itu.
Mobil membawa mereka bertiga kesebuah hotel berbintang lima yang ada dinegara tersebut. Mereka berada dipusat kota, sehingga jalan begitu ramai menuju hotel terbesar dikota itu .
Aiyla tertidur, melihat sikap istrinya itu Ergin hanya tersenyum saat mobil telah berhenti tepat didepan hotel. Dengan tak ingin membangunkan Aiyla dari tidurnya, Ergin meminta Murad untuk check in dan Ergin dengan gaya bridal style mengangkat tubuh Aiyla yang telah tertidur.
Semua mata melihat aksi laki-laki itu tak terkecuali Murad. Mereka kagum dengan tindakan Ergin, terlebih para wanita yang menatap penuh iri melihat Aiyla.
Merebahkan tubuh Aiyla diatas kasur dan melepas sepatu yang digunakan wanita itu secara perlahan tanpa membangunkannya.
"Aku tak menyangka seorang Ergin Ozturk yang dingin dan tak memiliki hati untuk wanita manapun, kini begitu luluhnya terhadap Aiyla."
Sindir Murad yang masih berada disamping Ergin karena lelaki itu meminta sahabatnya membukakan pintu kamar hotel tersebut.
"Kau akan melakukan hal yang sama jika telah menemukan wanita mu!"
Balas Ergin dengan tersenyum dan menepuk bahu Murad. Lelaki itu berlalu meninggalkan kamar sahabatnya dengan senyum getir.
"Wanita ku adalah Aiyla, kau merebutnya dari ku. Tentu saja kau benar aku akan melakukan lebih daripada yang kau lakukan Ergin!!!"
Umpat Murad seraya tersenyum tipis diujung bibirnya yang terlihat meninggi. Berlalu menuju kamarnya yang berbeda dua kamar dari kamar Ergin dan Aiyla.
Dengan tatapan mata yang nanar menahan gejolak dihatinya, Murad menghempaskan tubuhnya begitu saja diatas kasur.
"Ailya....Aku bisa gila melihat kau begitu mesrah dengan sahabat ku itu!!! " Teriak kesal Murad.
Aku telah menyusun rencana agar bisa berdua menghabiskan waktu bersama dengan mu tapi suami mu menggagalkan semua rencana yang telah ku susun.
Sentuhan ringan tepat dipuncak kepala dan membangunkan Aiyla. Terlihat wajah laki-laki itu didepan matanya.
Sebuah senyuman melengkung dibibir Aiyla, rupanya lelaki itu telah bangun terlebih dahulu.
"Pagi sayang.." Sapa Aiyla seraya menyentuh bibir Ergin dan disambut hangat oleh laki-laki itu.
__ADS_1
Ergin merasakan perubahan pada diri Aiyla, ia sering terlihat capek. Bisa saja karena beban besar yang dipegangnya sebagai pemimpin direktur utama diperusahaan Ozturk.