
Kita lanjut ngebaca yoook ๐๐
But don't forget to like, love, vote, gift and rate star 5 for me... ๐๐
๐Happy Reading๐
๐น๐น๐น
Setelah menatap lama kearah Aiyla kini sepasang suami istri itu saling menatap satu sama lain. Mereka berdua sepertinya memberikan isyarat melalui tatapan mata.
Aiyla tak sabar untuk mendengar perkataan dari mereka berdua tentang jawaban dari pertanyaannya.
"Ali bukanlah orang lain didalam keluarga Othman, ia adalah anak tunggal dari saudara laki-laki ku yang mengalami kecelakaan sama seperti putranya. Sebuah kecelakaan tunggal merenggut kedua orangtua Ali. Saat itu Ali baru berumur seusia Azzam sama dengan putranya itu yang kehilangan ayahnya. Jadi Ali tak tahu bahwa ia bukalah putra kandung ku sampai suatu ketika terjadi pertengkaran antara Ali dan Akhsal," ungkap lelaki yang kini terduduk disalah satu sisi tempat tidur Azzam.
Aiyla menyimak cerita itu dengan segala rasa didalam hati serta bulir bening telah menetes diujung matanya. Gemuruh didada terasa begitu cepat.
"Betapa tragisnya kisah hidup suami ku harus berpisah dengan kedua orangtua sama dengan putra ku. Kisah itu terulang kembali, takdir Ali dan Azzam sama yaitu ditinggal oleh orangtua diusia masih sangat membutuhkan kasih sayang," batin Aiyla terenyuh mendengarkannya.
Lelaki itu melanjutkan ceritanya dengan berusaha menahan air mata yang hendak turun dari ujung matanya sehingga kedua bola mata lelaki paruh baya itu memerah karena menahan tangis.
"Pertengkaran antara Akhsal dan Ali saat itu membuka mulut kami untuk mengatakan ya bahwa Ali bukanlah saudara bungsu Akhsal. Semenjak pertengkaran itu, Ali mulai menjauh dari kami berdua. Putra yang kami anggap seperti anak kandung sendiri mulai memberi jarak pada kami. Ditambah dengan sikap Akhsal yang selalu mengungkit status Ali setiap terjadi pertengkaran diantara mereka berdua. Ali selalu mengalah karena ia merasa bukan bagian dari keluarga ini, padahal ia adalah putra kandung dari saudara laki-laki ku samalah dengan putraku sendiri," ungkap Tuan Mustafa seraya menangis.
Akhirnya terjawab pertanyaan dikepala Aiyla yang sebelumnya penuh tanda tanya. Satu hal yang pasti Akhsal memang memiliki kepribadian yang buruk.
Sepertinya lelaki itu memiliki rasa cemburu dan rasa iri akan kasih sayang orangtuanya tercurah pada Ali.
Aiyla teringat kembali pada saat Nyonya Mustafa memperlihatkan photo pada saat dirumah sakit. Photo itupun juga ada dirumah besar ini yang terletak diruang tamu.
__ADS_1
"Bagaimana ceritanya Nyonya mendapatkan photo keluarga ku, photo sehari setelah aku melahirkan Azzam dirumah sakit," ungkap Aiyla dengan wajah penasaran.
Wanita itu menghentikan tangisnya masih dengan suara berat dan terbata-bata mulai menceritakan bagaimana dia mendapatkan photo tersebut dari Akhsal.
Rupanya selama pertengkaran Ali dengan kedua orangtuanya, mereka berdua saling berkomunikasi. Ali sering memberikan kabar lewat Akhsal. Ali tak ingin secara langsung karena perkataan dari Tuan mustafa saat itu.
Memutuskan hubungan pada Ali saat dirinya lebih memilih Aiyla dan meninggalkan semua kemewahan yang Ali rasa bukan miliknya.
Suatu hari Akhsal mendapatkan surat dan didalam surat tersebut Ali bercerita bahwa ia akan segera menikah dengan seorang wanita dari status sosial yang berbeda tanpa restu orangtuanya.
Walau tak pernah mendapatkan surat balasan dari Akhsal, namun Ali tak bosan memberikan kabar tentang keluarga kecilnya yang bahagia.
Pada saat Azzam dilahirkan moment yang membanggakan dirinya, Ali mengirimkan photo bahwa ia telah memiliki seorang putra. Setelah pengiriman photo terakhir itu, Ali bagai ditelan bumi, Ali seolah lenyap dan tak ada lagi berita tentang dirinya.
" Aku melihat Akhsal sedang memegang sebuah photo saat itu, namun Akhsal berusaha menutupinya. Aku memaksa barulah ku lihat photo yang ditangannya adalah photo kau sekeluarga yang terlihat bahagia," ungkap Nyonya Mustafa terdengar pilu.
Dari sanalah Akhsal menceritakan semuanya pada Nyonya Mustafa. Semua masih ditutupi dari suaminya, Nyonya Mustafa diam-diam mencari keberadaan Aiyla dan cucunya.
Sesuai dengan alamat yang dikirimkan Ali pada Akhsal. Namun wanita paruh baya itu tak menemukan keberadaan Aiyla dan putranya. Menimbulkan rasa kecewa dan putus asa pada wanita paruh baya tersebut.
Hanya photo itu yang dapat menghibur dari rasa sedih dan rasa bersalah, wanita paruh baya itu telah lama menyimpan photo tersebut didalam dompetnya dan berharap bertemu dengan wanita dengan anak lelaki yang ada didalam photo.
"Aiyla mulai saat ini jika kau berkenan memanggil kami dengan sapaan Ayah dan ibu, walaupun tidak dapat mengembalikan keadaan yang telah terjadi," ucap Tuan Mustafa dengan wajah memohon.
Suasana didalam kamar putranya terasa hangat walaupun mereka bertiga sampai bercucuran air mata yang membasahi wajah mereka masing-masing.
Hati dan pikiran Aiyla menjadi sedikit lapang bahwa kini telah mengetahui apa yang terjadi pada saat masa lalu.
__ADS_1
"Selamat tinggal nenek ..kakek.. Jangan sedih ya, lain waktu Azzam akan ridur dirumah ini lagi," teriak Azzam dengan lesung pipinya yang terlihat jelas diwajah saat tersenyum mengembang.
Mobil yang telah siap menunggu Aiyla terparkir didepan pintu rumah besar tersebut. Ergin memang ingin protective mereka berdua.
Deru mobil meninggalkan rumah kediaman Tuan Mustafa dengan kecepatan sedang, sopir menanyakan tujuan berikutnya.
Teringat akan sosok Ergin yang mengingikan dirinya untuk balik lagi keapartementnya, maka wanita itu memutuskan untuk kembali ke apartemant Ergin.
Sopir pribadinya mengangguk kepalanya pertanda mengerti dengan apa yang telah dikatakan oleh Aiyla.
Tak berselang waktu lama mobil berhenti tepat diapartement Ergin dibagian basemant. Aiyla menekan bel yang ada disamping pintu tersebut. Sedangkan putranya telah tertidur dan saat ini digendong oleh sopir pribadinya.
"Selamat malam Nyonya..." Sapa Yaren dengan wajah tersenyum.
Terlihat sepi tak ada aktivitas dari lelaki sang pemilik apartemant itu. Aiyla mengarahkan matanya kesegala penjuru.
"Kemana Ergin? " Tanya Aiyla setelah mencari sosol lelaki yang tak terlihat dimatanya.
Yaren hanya tersenyum dengan sikap berbeda dari biasanya. Tak ada jawaban dari mulut wanita itu, seperti ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan dari Aiyla.
Sopir pribadinya merebahkan tubuh Azzam yang tertidur pulas ditempat tidur, putranya itu kelelahan karena seharian bermain bersama saudara sepupunya serta kakek dan neneknya.
Merapikan selimut lalu memberikan sentuhan lembut tepat didahinya. Aiyla menatap dalam wajah putranya yang tegah tertidur dengan damai dan tenang terlihat diparasnya yang tampan.
Terlintas kembali perkataan dari Tuan Mustafa, bulir bening menetes diujung matanya. Wajah Azzam duplikat dari ayahnya begitu juga dengan takdir mereka berdua sama.
Harus kehilangan sosok ayah diusia masih balita. Sehingga tak mengenal secara langsung sosok ayah didalam kehidupannya. Baik Ali maupun putranya itu.
__ADS_1
Hati Aiyla terenyuh dan terasa begitu perih setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaannya yang ada didalam kepalanya selama ini.
Ali dengan kematian kedua orangtuanya dan Azzam yang memiliki takdir yang sama dengan ayahnya.