
Sampai Bab ini, semakin seru atau membosankan ceritanya? 😉😉
Kalau suka atau tidak suka😊
Lanjut tulis dikolom komentar ya Reader beserta alasannya....😉
Like, vote dan love jangan lupa diselipkan pada saat Reader menikmati tulisan ini... 😍
Berikan kontribusi para Reader agar Author tetap semangat menulis cerita ini.... 😘
Lanjut Ngebaca....
💞💞💞
Ergin tak bisa melupakan malam yang dilalui oleh dirinya malam itu. Terlebih melihat Aiyla dengan longdress yang dikenakannya malam ini pada saat pertemuan dengan para relasi.
Makan malam ini membuat Aiyla menjadi sorotan para lelaki yang hadir. Aiyla memang diberikan tubuh dan wajah yang sempurna serta kecerdasan yang dimilikinya.
Semua orang kagum pada wanita yang mengenakan longdress berwarna hitam berkilat dibagian dadanya.
Longdress yang menutupi sebagian lengannya dengan bukaan berbentuk segitiga dibagian belakang yang memperlihatkan punggungnya yang putih dan mulus.
Erginpun tertegun dengan saliva yang naik turun melihat penampilan Aiyla malam ini, dirinya tak menyangka wanita dihadapannya membuat dirinya menatap tanpa jeda.
Seakan tak rela penampilan Aiyla dinikmati oleh semua orang yang ada dipertemukan makan malam ini.
Rasa tak rela itu muncul karena lelaki tersebut telah mengetahui dengan benar setiap centi dari tubuh wanita dihadapannya itu.
"Mengapa dia mengenakan baju seperti itu, sehingga semua lelaki tertuju padanya dengan padangan mata mesum mereka... Apakah sengaja, untuk memikat salah satu dari lelaki yang ada disini," umpat Ergin dengan melihat tanpa berkedip kearah wanita yang sedari tadi juga tak menatap dirinya.
Aiyla tegah asik berbicara dengan para relasi disaat makan malam ini, dan menikmati pada saat para relasi memuji dirinya.
Tidak hanya pekerjaan melainkan paras cantik dan ditambah dengan penampilan yang memukau pada saat malam ini.
__ADS_1
Tatapan dari wajah Ergin bertambah tak senang, karena tak ingin berbagi keindahan dengan yang lain, disaat dirinya telah mendapatkan terlebih dahulu.
"Nona Aiyla...Saya tak menyangka bahwa arsitek berbakat yang dimiliki oleh perusahaan Tuan Ergin masih muda dan sangat cantik. Beruntung perusahaan kami menjalin kerja sama pada perusahaan anda dan dapat bertemu dengan wanita muda yang tak hanya cerdas tetapi memiliki kecantikannya sempurna," ungkap pemimpin dari perusahaan yang hadir pada malam ini.
Mendengar perkataan lelaki yang baru saja memuji Aiyla membuat telinga Ergin menjadi panas dan memunculkan gemuruh dihatinya.
Ergin hanya memberikan reaksi standar kepada pemimpin perusahaan yang memuji pegawainya itu.
"Anda beruntung Tuan Ergin memiliki seorang arsitek seperti nona Aiyla," ungkap lelaki lain yang duduk dimeja yang sama dengan mereka berlima.
Selain membicarakan masalah bisnis disela makan malam ini, mereka lebih banyak berkata beruntung dapat bertemu pada pegawai yang dimiliki oleh Ergin.
Tiga lelaki yang hadir dan menikmati makan malam dimeja besar bersama Aiyla dan Ergin, tak hentinya memberikan pujian pada seorang wanita satu-satunya yang ada diantara mereka berlima.
Akhirnya sesi makan malampun berakhir, disambut dengan senyum bahagia dari perusahaan yang mengundang mereka kekota x ini.
Ergin dan Aiyla kembali berjalan menuju kamar mereka masing-masing. Aiyla merasakan penat yang luar biasa dikarena harus langsung pergi makan malam setibanya mereka berdua dikota x ini.
Disaat dalam lift, Ergin yang sedari tadi tak lepas pandangannya pada Aiyla berdiri disampingnya. Aiyla menyadari lelaki tersebut malam ini terlihat berbeda dengan pribadi sebelumnya yang enggan sekali melihat dirinya.
Lamunan Aiyla terhenti seketika setelah mendengar ucapan pelan dari lelaki disampingnya yang menusuk tajam kedalam jantung dengan perkataan yang dilontarkan padanya.
"Tidurlah malam ini dengan ku, akan ku berikan dua kali lipat dari sebelumnya," ucap Ergin seraya tak henti memandang wajah wanita yang membuat gemuruh dihatinya malam ini.
Tubuh Aiyla bergetar dan bulir bening diujung matanya hendak keluar. Matanya berkaca-kaca dengan amarah yang terlihat diwajahnya.
Perubahan ekspresi pada wanita yang sedari tadi tersenyum dan enak dilihat, kini berubah draktis. Ergin tersadar melihat terjadi kesalahan diperkataannya setelah melihat perubahan yang ada pada wajah Aiyla saat ini
Aiyla tak menjawab pertanyaan lelaki yang ada disampingnya dan pergi begitu saja pada saat pintu lift terbuka.
Ergin mematung didalam lift menatap tubuh wanita yang menghilang dengan cepat dari pandangannya.
"Aku tak percaya... Dia menganggap aku wanita murahan bukan pegawai diperusahaan yang dimilikinya. Ini pasti akan terjadi, aku telah menduganya," ucap Aiyla dengan bulir bening yang telah membasahi wajahnya.
__ADS_1
Dengan terburu-buru Aiyla mengemasi semua peralatan dan pakaian yang ada dihotel tersebut. Sehingga sebuah botol parfum yang dimilikinya terlepas dari genggaman nya.
Aiyla terduduk dan meratapi nasibnya yang sekarang telah dicap sebagai wanita murahan setelah tindakannya dimalam yang pekat itu.
Berusaha bangkit dari keterpurukan dan kesedihannya, Aiyla bertekad akan pergi saat ini juga dan akan mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.
Bergegas dirinya menenteng tas dengan tangan kanannya dan berjalan dengan langkah kaki yang cepat seraya berusaha menghapus air mata yang membasahi wajahnya dengan tangan kirinya.
Berjalan melewati lorong dari kamar hotel yang ditempatinya dan masuk kedalam lift kembali. Pada saat Aiyla hendak turun dari tangga menuju lobi hotel tangannya ditarik paksa.
"Maafkan aku Aiyla... Maafkan atas ucapan ku tadi. Sungguh aku minta maaf, jangan pergi...Ku mohon pada mu Aiyla," ucap Ergin dengan tatapan mata bersalah dan penuh kesungguhan.
Aiyla menatap dalam kearah mata lelaki yang memohon maaf atas kesalahan yang telah dibuatnya. Jauh didalam relung hati Aiyla dapat melihat kesungguhan lelaki tersebut, baru kali ini dirinya melihat tatapan Ergin begitu putus asa setelah melakukan kesalahan pada dirinya.
Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun pada lelaki yang begitu merasa bersalah padanya, Aiyla berusaha mengendalikan emosi dan perasaannya lalu berjalan meninggalkan Ergin.
Berjalan kembali menyusuri lorong kamar hotel yang barusan ditinggalkan dengan terburu-buru. Setibanya kembali dikamar hotel itu, Aiyla hanya berdiam dan terduduk diujung tempat tidur.
Menatap kearah tas yang terletak dilantai, kini pikiranya kacau. Entah mengapa diurungkan niat untuk pergi dari hotel secepatnya, setelah melihat jauh kedalam mata lelaki tersebut hatinya berubah.
Memutuskan untuk tetap tinggal dihotel ini sampai tujuan dari perjalanan kekota x ini selesai.
Disatu sisi dikamar hotel yang lain, Ergin terlihat masih tak percaya atas tindakan yang telah dilakukan pada wanita itu.
Dirinya tak percaya telah memohon pada wanita tersebut untuk tidak pergi meninggalkan dirinya. Sekarang hatinya berkecamuk, tak tahu apa yang sedang terjadi padanya.
Ergin merasa tak terima pada saat mata dari lelaki lain menatap penuh nafsu pada Aiyla. Sehingga dirinya melakukan hal yang bodoh mengajak kembali Aiyla untuk tidur dengannya.
Pada hal sesungguhnya Ergin hanya menguji Aiyla, apakah sama dengan wanita murahan lainnya. Ditambah dengan perkataan Murad yang menyatakan bahwa Aiyla adalah wanita yang berbeda.
Entah mengapa terbesit disaat itu juga ingin menguji Aiyla disaat wanita itu menemuinya dan sedang membutuhkan uang.
Awalnya lelaki itu merasakan sesuatu yang lain dihatinya pada saat Aiyla marah dan mengatakan bahwa dirinya tak sama dengan wanita murahan. Sebuah senyum tipis terukir diujung bibinya pada saat Aiyla meninggalkan ruang kerjanya dengan amarah saat itu.
__ADS_1
Namun begitu terkejutnya, disaat Aiyla datang kembali menemui dirinya dan mengubah jawaban serta bersedia tidur dengan dirinya dengan alasan sejumlah uang.