Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 65


__ADS_3

Menurut Reader rahasia apa yang disimpan dalam keluarga besar nan mewah itu???๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Tulis dikolom komentar Guy's....๐Ÿ‘‡


But don't forget to like, vote, love and rate star for me guy's....๐Ÿ”œ๐Ÿ”œ


I'am waithing for your support๐Ÿ‘Œ


๐Ÿ‘Happy Reading๐Ÿ‘


๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ


Suasana malam ini bertambah sunyi dan hening setelah mendengar perkataan dari sepasang suami istri yang ada dihadapannya.


Aiyla tak pernah menyangka bahwa mereka berdua sebenarnya begitu menyesal akan tindakan mengusir Ali dari bagian keluarga besar ini.


Ali adalah seorang anak lelaki yang sangat bertanggung jawab dan tumpuan harapan mereka berdua. Rasa sayang dan keperdulian Ali melebihi anak tertua dalam keluarga besar itu.


Ali lebih mengerti mereka berdua dan tak pernah membuat mereka berdua kesal ataupun marah, berbeda dengan Akhsal yang hanya membuat mereka berdua marah sepanjang hari karena sikapnya hanya tahu menghabiskan uang untuk kesenangan pribadinya saja.


"Kalau begitu apa yang kulihat dicafe tadi...," besit Aiyla dalam hati.


Aiyla tak dapat melanjutkan pikirannya tentang apa yang dilihatnya pagi tadi, karena Tuan Mustafa meminta dirinya menceritakan kecelakaan yang terjadi pada Ali waktu itu.


Mengulas tentang apa yang terjadi pada suaminya tentu akan membuka luka lama yang sampai kini masih terasa perih dihatinya.


"Malam itu dunia ku serasa runtuh dan kaki ku tak dapat berpijak dibumi, aku tak pernah menyangka bahwa tangisan Azzam yang rewel disepanjang hari adalah pertanda bahwa kami berdua akan ditinggal dengannya begitu cepat. Aku tak pernah terpikir bahwa setiap malam Ali selalu mengeluh bahwa ia tak dapat tidur dengan pulas karena selalu terjaga dari tidurnya, menjelang beberapa hari kepergiannya dari kehidupan kami berdua," ungkap Aiyla dengan bulir bening yang telah membasahi wajah cantiknya.


Mendengar cerita dari Aiyla sepasang suami istri itu menatap dalam kearahnya, seakan ikut merasakan kepedihan yang dirasakan wanita dihadapannya.

__ADS_1


"Malam itu, aku ingat sekali bagaimana Harun datang memberi kabar bahwa Ali mengalami kecelakaan tunggal sewaktu pulang dari tempat bekerja. Tiba -tiba saja kendaraan yang dipakainya hilang kendali. Sehingga tak mampu menghidari tebing dari tikungan jalan yang tajam," ungkap Aiyla dengan suara terbata-bata.


Keterangan yang didapat dari pihak yang berwajib setelah mengusut kecelakaan tunggal dijalan x diduga ada unsur pembunuhan berencana. Fakta itu didapat dari pengecekan kendaraan yang dipakai Ali, terjadinya kejanggalan pada rem mobil Ali.


Rem mobil Ali sengaja dibuat lost, dalam waktu yang lama pihak berwajib tidak menemukan bukti dan saksi yang kuat pada saat penyelidikan dan akhirnya kasus tersebut ditutup.


"Umur Azzam lebih kurang satu tahun dan umur ku 26 tahun saat itu. Umur yang masih muda untuk seorang wanita yang menyandang status janda dengan seorang bayi ditangan dan tanpa siapapun didunia ini. Ali adalah satu-satunya yang menjadi tumpuan hidupku," ungkap Aiyla yang kini menangis tersedu.


Aiyla tak dapat mengendalikan emosi dan perasaannya saat ini. Ia larut dalam kesedihan yang amat dalam, tangisnya terasa pilu dan menyayat hati bagi yang mendengarkannya.


"Aiyla...Aiyla... Sudahlah Nak, aku tak menyangka bahwa kau memikul beban berat didalam hidup mu ini, aku dapat merasakan kehilangan seseorang yang sangat berarti didalam hidup ini," ungkap Tuan Mustafa dengan wajah tertunduk.


Tangisan Aiyla terhenti setelah mendengar perkataan dari mertuanya itu. Pandangannya diarahkan pada lelaki paruh baya yang sedang duduk dikursi yang tak jauh darinya. Terlihat tak berdaya dengan kepala tertunduk.


"Apa yang terjadi pada Ali sama dengan yang terjadi pada kedua orang tuanya," ungkap Tuan Mustafa seraya menatap wajah Aiyla dengan serius bercampur sedih.


Bagai disambar petir Aiyla mendengar perkataan yang barusan didengarnya. Refleks tubuhnya langsung berdiri lalu berjalan mendekati lelaki tersebut.


Rahasia ini hanya diketahui oleh keluarga besar mereka saja tidak ada orang luar. Begitu rapat Tuan Mustafa menyimpan rahasia ini pada semua orang. Orang luar sana hanya tahu bahwa Ali Mustafa Othman adalah putra kedua dari Tuan dan Nyonya Mustafa.


"Apakah Tuan Akhsal tahu bahwa Ali bukan saudara kandungnya ? " Tanya Aiyla dengan rasa penasaran.


Nyonya Mustafa menganggukan kepalanya pertanda bahwa apa yang dikatakan oleh Aiyla adalah benar. Disaat mereka masih larut dari rasa sedih dan terkejut Aiyla, tiba-tiba Azzam datang menghampiri ibunya. Aiyla tak dapat bertanya lebih lanjut.


"Ibu... Ayo kita pulang," ucap Azzam dengan manja meraih tangannya.


Semua orang yang ada ditaman berusaha menghapus air mata yang membasahi wajah mereka bertiga. Dengan berusaha mengeluarkan senyum atas kehadiran Azzam yang tiba-tiba datang begitu saja.


"Apa cucu kakek sudah ingin pulang ? " Ucap Tuan Mustafa seraya mengangkat tubuh Azzam.

__ADS_1


Azzam menganggukan kepalanya dalam gendongan Tuan Mustafa. Wajah polos Azzam dan sikap manis yang ditunjukkan anak lelaki itu membuat lelaki paruh baya tersebut tak kuasa mencium kedua pipinya.


"Baiklah....Lain kali kau harus tidur dirumah ini, kakek akan tunjukkan kamar mu dirumah ini," ucap Tuan Mustafa seraya mencubit lembut hidung Azzam.


Berjalan secara bergandengan tangan lalu diikuti oleh Aiyla dan Nyonya Mustafa dari belakang. Setibanya dikamar yang dimaksud Tuan Mustafa meminta Azzam membuka sendiri kamar tersebut.


"Wow... Keren!!!! Kakek apakah benar ini kamar Azzam ? " Ucap anak lelaki dengan wajah excited.


Wajah berseri terlihat diparas tampan anak lelaki itu, masih tak percaya bahwa dia memiliki kamar dirumah besar nan megah ini. Menatap kesegala penjuru kamar yang besar dengan segala peralatan disana.


"Azzam akan tidur disini ya bu... " Tanya Azzam dengan meraih tangan Aiyla.


Aiyla tersenyum dengan tingkah polos putranya itu. AzAm seperti terhipnotis dengan kamarnya yang besar dan beberapa mainan yang ditata rapi didalam lemari.


"Apa kau melupakan janjimu pada Tuan Ergin ?" jawab Aiyla dengan mentoel hidung putranya.


Wajah anak lelaki itu tersipu malu setelah ibunya mengingatkan akan janji yang telah dibuat dengan ayahnya.


"Kakek... Untuk malam ini Azzam tidak bisa tidur disini, Ayah ku akan menjemput ku," ucap manja anak lelaki itu pada Tuan Mustafa.


Tuan dan Nyonya Mustafa termasuk Aiyla terkejut dengan perkataan Azzam dengan kata Ayah yang keluar dari mulut anak lelaki tersebut. Sepasang suami istri itu tentu memandang kearah Aiyla, sebuah tanda tanya besar pada mereka berdua.


"Siapa sayang? " Tanya Nyonya Mustafa dengan lembut seraya tersenyum.


Azzam dengan polosnya menjawab bahwa ayah yang dimaksud adalah Tuan Ergin. Mendengar penjelasan dari cucunya tanda tanya mereka berdua langsung terjawab seketika itu juga.


"Oooo....Begitu. Jadi cucu nenek telah ada janji dengan ayah Ergin," Ucap wanita paruh baya tersebut dengan melirik kearah Aiyla.


Rasa khawatir bercampur malu dirasakan oleh Aiyla. Dadanya yang bergemuruh menambah rasa yang ada dihatinya. Tak dapat terpikir olehnya tentang apa yang ada dipikiran sepasang suami istri itu terhadap dirinya.

__ADS_1


Kedekatan Azzam pada Tuan Ergin yang begitu dekat sehingga memanggil lelaki itu dengan sapaan ayah dihadapan orang tua Ali.


__ADS_2