
Akankah mampu mereka berdua melewati pekatnya malam?ππ
Tulis dikolom Komentar yaππ
Tinggalkan jejaknya biar Author semangat memberikan yang terbaik untuk Reader...ππ
Merangkai kata menjadi jalan cerita itu sangat sulit yaaaaπππ
So come on...ππ
Give me your support Guy's...ππ
Cukup klikπ
1.Tanda jempolπ untuk like
2.Tanda hati π untuk bacaan favorite
3. Kata vote untuk dukungan
4.Tanda bintang 5 untuk rating tulisan
Plissss Author menantikan jejak mu...ππ
Lanjuuuuut...ππ
π₯π₯π₯
Menghabiskan makan malamnya dan Azzam lanjut dengan tertidur kembali. Anak itu terlalu lelah sehingga memilih tidur, daripada keinginannya melihat anak kuda yang sebelumnya begitu antusias.
"Nyonya...Biarkan saya saja yang membereskan ini. Nyonya istirahat saja, tentunya lelah menuju perjalanan kemari," ungkap istri penjaga seraya mempercepat kerjanya.
Wanita itu sengaja tak memberikan Aiyla peluang untuk membantu dirinya. Dia tahu bahwa Aiyla adalah orang yang sangat berharga bagi majikannya. Terlihat dari tindakan dan tatapan majikannya itu melayani Aiyla dan anak lelaki itu.
Tak mungkin dibiarkannya wanita itu melakukan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Namun tak menyangka wanita ini begitu keibuan dan tak seperti wanita lain yang ingin mendekati majikannya.
Sepasang suami istri ini telah lama mengenal keluarga Ergin. Peternakan ini pemberian ayah Ergin karena Tuan Ozturk tahu bahwa Ergin sangat menyukai kuda.
__ADS_1
Hampir setiap masa libur sekolah Ergin menghabiskan waktunya dipeternakan ini. Tuan Ozturk sangat menyayangi Ergin namun lelaki itu terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga sangat sulit menghabiskan waktu bersama putranya.
Awal Ergin kecil tertarik dengan seekor kuda karena melihat pacu kuda bersama ayahnya. Semenjak itu ketertarikan terhadap kuda semakin bertambah setelah ayahnya memberikan sebuah mainan kecil yang terbuat dari kayu berbentuk kuda.
Karena kesibukan kedua orangtuanya dan rasa kesepian dihati anak lelaki itu menyebabkan ia menghabiskan waktunya dipeternakan ini.
Untuk membayar rasa kasih sayang yang kurang terhadap anak semata wayangnya, ayah Ergin membeli sebuah peternakan untuk putranya.
Semenjak itulah kedekatan sepasang suami istri penjaga peternakan dengan Ergin terjalin hubungan melebihi seorang anak majikan. Jadi mereka mengenal betul siapa Tuan mudanya itu.
Wanita banyak ingin mendekati namun sikap dingin Ergin tak mampu dicairkan oleh wanita-wanita itu. Berbeda dengan Aiyla, terlihat sekali cinta yang besar dimata Tuan Ergin tehadapnya dan anak lelaki itu.
"Baiklah kalau begitu aku akan istirahat dulu, terima kasih atas makanannya," ucap Aiyla dengan ramah dan senyum menghiasi wajahnya yang cantik.
Wanita paruh baya itu merasakan kebaikan hati dari wanita yang dibawa Ergin kepeternakan ini, dengan membalas senyum Aiyla yang berlalu dari hadapannya.
"Semoga kalian bertiga mendapat kebahagian," ucap wanita itu dengan penuh harapan.
Suaminya yang berdiri memandang istrinyapun mendekat dan penasaran dengan sikap istrinya hari ini.
"Mengapa kau berdiam dan memandang nyonya Aiyla ? " Tanya suaminya dengan penasaran.
"Wanita itu akan mengisi kekosongan cinta dihati Tuan Ergin, walaupun akan banyak ujian yang akan menerpa kesucian cinta mereka berdua," ungkap wanita itu dengan mata berbinar.
Suaminya hanya terdiam dan mendengarkan saja perkataan dari istrinya itu dengan raut wajah penuh harapan akan kebahagian majikan yang telah dianggap putranya sendiri.
"Tuan... Tidak tidur? " Tanya Aiyla melihat Ergin membuka laptopnya.
Ergin menyambut pertanyaan Aiyla dengan senyum manis menghiasi wajahnya. Seraya mematikan laptopnya dan berjalan kearah Aiyla.
"Tentu saja aku akan tidur... Rasa sakit dihatiku akan berkurang dan malam yang membuat ku selalu terjaga akan hilang jika tidur disamping mu," ucap Ergin dengan kesungguhan.
Aiyla tersipu malu dan berusaha menutupinya dengan menundukkan wajahnya. Ergin tahu bahwa Aiyla menyembunyikan rona merah diwajahnya.
Diangkat perlahan wajah wanita dihadapannya lalu menyentuh lembut bibirnya. Ergin memberikan gerakan-gerakan lembut pada lidahnya dan Aiyla menikmati setiap sentuhan itu.
"Sayaang....Aku sangat tak ingin kehilangan dirimu," bisik lembut ditelinga Aiyla.
__ADS_1
Rasa hangat menyeruak dihati Aiyla atas perkataan yang didengarnya. Ergin kembali menyentuh lembut jenjang leher Aiyla dan beralih dibagian bahu wanita tersebut.
Lelaki itu terpancing dengan perasaan yang menggelayut hatinya. Walaupun saat ini Aiyla tidak memancing birahi lelaki tersebut. Ergin terpancing karena rasa cinta dan sayang yang dirasakanya begitu besar untuk segera memiliki wanita ini.
Entah mengapa lelaki itu begitu tertarik dan ingin merasakan kenikmatan yang pernah dirasakannya. Malam ini bersama wanita yang merubah secara perlahan kepribadiannya, Ergin ingin mengulang malam yang pekat itu menjadi sebuah malam yang penuh kasih sayang.
"Aiyla... " ucap Ergin dengan isyarat mata yang meminta izin terlebih dahulu.
Aiyla menundukkan kepalanya karena ini malam kedua ia tidur dengan lelaki yang bukan suaminya. Dimalam itu ia tak dapat tertidur sedangkan Ergin tertidur dengan pulas disampingnya walaupun tak terjadi apapun diantara mereka berdua.
Malam ini berbeda dengan malam disaat Ergin tidur dirumahnya, ia mengetahui bahwa laki-laki dihadapannya ini meminta lebih dari malam sebelumnya.
Dibiarkannya saja Ergin membelai lembut rambut coklat bergelombang diujung. Mencium aroma tubuh Aiyla yang saat ini mengenakan baju tidur yang berwarna putih berbahan tipis dan lembut.
Sekali lagi Ergin menatapnya dengan sebuah isyarat untuk meminta ijin darinya. Aiyla memberikan ijin tersebut dengan matanya lalu sebuah senyumanpun mengembang diujung bibir lelaki bermata biru.
Artinya Aiyla memberikan ijin yang dimaksud oleh Ergin. Tanpa menunggu lama lelaki yang telah merasakan keindahan tubuh Aiyla sebelumnya tak membiarkan peluang ini begitu saja.
Dengan lembut dan penuh kasih sayang Ergin mulai melancarkan aksinya, Aiylapun tak memberikan penolakan terhadap sentuhan-sentuhan tersebut.
Gerakan bibir Ergin mulai beralih pada bahu Aiyla menyentuhnya dengan sangat lembut. Aiyla merasakan sentuhan itu berbeda disaat lelaki itu pernah menyentuh dirinya dimalam itu.
Aroma tubuh Ergin yang khas tercium dihidungnya, Aiyla memberikan respon balik pada setiap gerakan yang diberikan lelaki itu. Membuat gerakan pada tangan dan mulut lelaki itu menjadi lebih liar.
"Aku terbakar akan tubuh mu ini... Sampai saat ini aku tak pernah melupakannya. Kau milik ku, tak ku ijinkan lelaki lain menikmati keindahan yang kau miliki sayang," besit Ergin didalam hati.
Mereka berdua larut dalam kenikmatan bersama, Ergin yang telah tak tahan menahan untuk mencapai puncak kenikmatannya, melihat wajah Aiyla yang menikmati setiap gerakan yang diberikan pada tubuhnya.
"Ergin..." Desah Aiyla menyebut namanya.
Mendengar namanya dipanggil dengan desahan membuat Ergin segera melepas puncak kenikmatannya bersamaan dengan kenikmatan yang Aiyla rasakan. Ergin tersenyum dan mencium berulang kali tepat dibibir Aiyla ketika mulut wanita ini menyebut namanya.
Ini pertama kali wanita yang dalam dekapannya memanggil nama. Sebuah sapaan yang telah lama ditunggu oleh Ergin.
"Terima kasih sayang... Cintaku," ucap Ergin dengan mencium puncak kepala Aiyla.
Malam ini mereka tidur tanpa sehelai kain pembungkus tubuh, mereka bersatu tanpa ada jarak satu centipun. Hanya selimut yang menutupi tubuh keduanya.
__ADS_1
Pelukan erat Ergin dan aroma tubuh lelaki itu membuat Aiyla terlelap tidur dan begitu juga Ergin. Malam pertama yang mereka habiskan bersama sebagai sepasang kekasih dengan cinta yang baru berkembang.