Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 109


__ADS_3

Duuuh Akhirnya mereka menjadi sepasang suami istri... πŸ˜‰πŸ˜‰


Siapa yang ikut senang acung jempolnya Reader... 😘😎 dikolom komentar 😊


Like, Vote, Love, Gift, and Rate Star 5


I'm waithing for you support Guy'sπŸ™πŸ™


Jom lanjut.... 😍


Salam hangat dan manis untuk Reader πŸ˜‰


🌹Happy Reading🌹


πŸ‚πŸπŸ‚πŸ


Tiga Bulan Kemudian


Perusahan Harun telah mampu mensejajarkan kedudukannya dengan perusahaan yang telah lama berdiri. Berkat kerja keras para pegawainya dan termasuklah andil besar Aiyla disana.


Perusahaan Harun juga telah menjalin kerjasama dengan perusahaan Ozturk yang dipimpin oleh Murad. Sedangkan Nyonya Yasmin telah menjadi orang ketiga yang terkuat dari perusahaan Ozturk tersebut.


Semua berjalan sesuai dengan rencana Aiyla dan Nyonya Yasmin, kini mereka akan memaksa untuk segera diadakan rapat dewan direksi untuk mencoba memberikan rumor pergantian pemimpin direktur dari perusahaan tersebut.


Sesuai prediksi Nyonya Yasmin bahwa perusahan yang dipimpin oleh Murad mengalami kemunduran satu tahun belakangan. Pamornya mulai redup dengan beberapa client yang memilih untuk tidak bekerjasama lagi.


Akhirnya dengan desakan para pemimpin perusahaan pendukung, hari ini rapat dewan direksi sedang berlangsung.


Dihadiri oleh Nyonya Syukran yang suaranya akan diwakili oleh putranya, Nyonya Esma, Nyonya Yasmin, dan juga dihadiri beberapa perusahan pendukung termasuklah Aiyla sebagai wakil dari perusahaan Harun.


Nyonya Syukran dan Nyonya Esma tidak mengetahui bahwa Aiyla akan ikut dalam rapat dewan direksi yang akan diadakan hari ini.


Rapat yang ingin memutuskan untuk pemilihan pemimpin direktur utama yang baru, karena mengingat kemunduran yang terjadi diperusahaan tersebut.


Semua sudah berkumpul tertinggalah Aiyla sebagai wakil dari perusahaan pendukung. Semua telah berada pada posisi masing-masing didalam ruangan tersebut.


Ada yang dihadiri pemimpinnya langsung dan ada juga yang diwakili oleh seseorang yang dipercaya dari perusahaannya.


Aiyla berjalan dengan penuh semangat, langkah kakinya begitu mantap menuju ruang rapat walaupun hatinya bergemuruh kencang. Ia akan bertemu dengan orang-orang yang penting kali ini, termasuk wanita yang menjadikan Aiyla berjalan memasuki perusahaan ini dengan tujuan tertentu.


Nyonya Esma, dialah yang menjadi alasan terkuat Aiyla melangkahkan kaki sampai keperusahaan ini. Wanita yang memandang sebelah mata dirinya bahkan dimasa lalu telah menggores luka yang aman dalam didalam keluarganya.


Pintu terbuka dan semua orang mengarahkan pandangan kearah Aiyla yang tengah berdiri.

__ADS_1



Dengan tatapan mata Aiyla penuh dengan ketegasan menatap semua orang yang ada didalam ruangan itu.


Terlihat wajah yang terkejut dari Nyonya Syukran melihat Aiyla hadir dalam rapat dewan direksi. Tak berbeda jauh dengan Nyonya Esma, matanya membulat dengan mulut sedikit mengerucut melihat wanita yang tak disukainya kini ada dihadapannya.



"Apa yang dilakukan wanita ini disini !!?" Batinnya dalam hati dengan wajah terkejut.


Berbeda dengan Nyonya Yasmin, ada gurat senyum kemenangan diparas wajahnya setelah melihat Nyonya Esma terkejut atas kehadiran Aiyla.


"Perkenalkan Nyonya Aiyla Ozturk , dia adalah salah satu wakil dari perusahan pendukung yang baru bergabung dengan perusahaan Ozturk."


Ucap Murad dengan mengulurkan tangan pada Aiyla seraya tersenyum.


Murad tak keberatan dengan hadirnya Aiyla didalam perusahaannya, hatinya merasa senang bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan tempat Aiyla bekerja.


Entah apalagi yang ada dipikirkan laki-laki itu dengan kedekatan Aiyla didalam perusahaan yang sedang dipimpinnya.


Lelaki itu berharap akan ada celah untuk mendekati Aiyla jika mereka sering bertemu dan kerja sama antara perusahannya dengan perusahaan Harun.


"Baiklah kita mulai saja... Semua pemimpin dan perwakilan telah hadir disini." Ucap Murad memimpin rapat dengan suara tegas.


Mereka mengulas semua yang terjadi dan memberikan tanggapan atas kinerja perusahan selama setahun belakang. Banyak mengalami kemunduran ketimbang kemajuan seperti tahun-tahun sebelumnya.


Murad telah memberikan alasannya untuk keadaan yang terjadi setahun belakangan. Penjelasan dari Murad tak serta merta diterima oleh perusahan pendukung.


Mereka meminta untuk diadakan pemilihan pemimpin direktur utama yang baru diperusahaan Ozturk. Artinya secara halus mereka tak mempercayai lagi kinerja Murad sebagai pemimpin tertinggi diperusahaan Ozturk.


Wajah Murad berubah merah padam atas permintaan yang dilontarkan beberapa pemimpin perusahaan pendukung padanya ditambah dengan kondisi rapat yang mulai menegang diluar dugaan dan kendalinya.


Begitu juga ibunya dan Nyonya Esma, mereka berdua tak pernah mengira akan terjadi pemilihan pemimpin direktur utama.


Mereka bertiga tentu saja tak ingin jika Murad tidak lagi menjadi pemegang kekuasaan tertinggi dari perusahan yang dirintis oleh kedua keluarga tersebut.


Keluarga Ozturk dan keluarga Sharken dua keluarga pendiri perusahaan itu. Mereka tak akan begitu saja menyerahkan kedudukan tertinggi pada perusahan pendukung.


"Begini saja kita akan ambil suara dan memilih siapa calon dari masing-masing untuk menjadi pemimpin tertinggi diperusahaan ini, seperti yang biasa kita lakukan. "


Ungkap Nyonya Yasmin dengan percaya diri bahwa pemegang saham terbesar adalah ia dan dan sahabatnya itu.


Perkataan wanita paruh baya itu yang ditunggu oleh Nyonya Yasmin dan para perusahaan pendukung yang telah pro ke Nyonya Yasmin.

__ADS_1


Mereka memang sengaja mengarahkan kesana, terbukanya peluang pemilihan dengan cara melihat siapa pemegang saham terbesar diperusahaan tersebut.


"Baiklah silahkan sebutkan siapa calon pemimpin yang nantinya akan menjadi pemimpin tertinggi diperusahaan Ozturk."


Ucap Nyonya Esma masih dengan sombong dan angkuhnya memimpin sebuah pemilihan calon direktur utama tersebut.


Bagai disambar petir ia mendengar ketika nama Aiyla dijadikan calon dari pemilihan tersebut.


Wajahnya memerah karena menahan amarah yang sedari tadi ia tahan. Mulai awal kehadiran Aiyla dan kini sebagai calon direktur yang diinginkan perusahan pendukung.


Rapat ini terasa memanas disaat nama Aiyla mulai menyeimbangi nama Murad.


"Saya adalah pemegang sahan ketiga diperusahan ini, akan memberikan kesempatan pada Nyonya Aiyla untuk menjadi direktur utama diperusahaan ini. Kita telah tahu kiprahnya didunia bisnis dan sebagai pemenang arsitek termuda yang cerdas dan berbakat dikota ini. Tentu sebuah penyegaran yang baik buat perusahan Ozturk yang selama satu tahun ini banyak kehilangan kepercayaan baik dari perusahaan dalam negeri maupun luar negeri."


Ungkap Nyonya Yasmin memberikan penguatan dan pencerahan bagi pemimpin perusahaan pendukung lainnya untuk memilih Aiyla.


Semua wakil dan pemimpin dari perusahaan pendukung menganggukan kepalanya mengakui apa yang telah disampaikan oleh Nyonya Yasmin.


Satu persatu mereka memilih Aiyla untuk menjadi pemimpin tertinggi diperusahaan Ozturk.


Wajah Nyonya Esma bertambah panik, terlihat kecemasan dan kegelisahan diparas wajahnya yang tak muda lagi. Keringat dingin mulai terlihat didahinya, walaupun berada diruang ber-AC.


"Nyonya Esma bukankah anda adalah ibu mertua dari nyonya Aiyla ?" Celetuk dari salah satu pemimpin perusahaan pendukung.


Semua mata mengarah pada Nyonya Esma tak terkecuali Aiyla. Ia juga ingin melihat reaksi yang diberikan wanita paruh baya itu atas pertanyaan yang barusan dilontarkan kearahnya.


Berusaha untuk mengendalikan emosi dan perasaannya dengan cara memainkan pulpen yang ada ditangan kanannya.


"Ya, baiklah. Ia memang menantu ku sekarang tapi aku akan lebih memilih Murad karena ia lebih berpengalaman dalam memimpin perusahaan."


Balas wanita itu dengan berusaha mengeluarkan senyum tipis diwajahnya. Sebuah senyuman yang mengartikan ketidakyamanan suasana yang ada dihatinya.


Sebuah tawa miring memenuhi ruang rapat kali ini. Setelah mendengarkan perkataan yang keluar dari mulut Nyonya Esma.


"Kurang ajar!!! Mereka semua mencibir ku!!"


Umpat Nyonya Esma setelah mendengar tawa miring ditelinganya.


"Nyonya Esma...Ada tak melihat apa data yang barusan saja kita bahas bahwa telah banyak penurunan yang dimiliki perusahan ini setelah Tuan Murad sebagai pemimpinnya!! Tak masalah anda tak memilih Nyonya Aiyla, tapi ingat jika perusahaan ini invalid maka saya akan menarik saham yang saya miliki dari perusahaan Ozturk. Anda harus tahu bahwa saham yang ada miliki kini tidak sebanyak dulu lagi. Anda telah memberikan 10 persen saham anda pada saya. "


Ucap Nyonya Yasmin yang mengejutkan semua yang ada diruangan tersebut terkecuali Aiyla.


Wanita itu tak mengerti arah pembicaraan dari wanita yang baru saja mengeluarkan kata-kata padanya. Nyonya Esma merasa tak pernah menjual sahamnya pada Nyonya Yasmin.

__ADS_1


"Apa maksudnya Nyonya? " Ucap Nyonya Esma dengan wajah penuh tanda tanya.


Berusaha untuk mencerna maksud dari perkataan wanita itu, namun tak jua menemukan maksud dari perkataan wanita itu.


__ADS_2