
Alhamdulillah telah berada pada bab yang mendekati 100 bab. Terima kasih atas suport yang Reader berikan melalu jejaknya yang telah ditinggalkan.ππ
Author akan terus memberikan tulisan yang membuat Reader terhibur dan ikut larut dalam cerita ini. ππ
Jangan lupa untuk selalu mendukung Author dengan menekan Like, Vote, Gift dan rate bintang 5.ππ
Salam manis dan hangat teruntuk yang istimewah Reader setiaππ
Jom lanjutπππ
π±Happy Readingπ±
πππ
Ergin dengan manjanya pagi ini meminta dirinya untuk membersihkan tubuhnya. Lelaki itu tak melewatkan peluang saat ini. Tak seperti lelaki yang pertama kali ia temukan.
Sikap Ergin tak berbeda dengan putranya selalu meminta perhatian lebih dari Aiyla. Seperti pagi ini, setelah selesai berganti pakaian lalu meminta untuk dibuatkan sarapan darinya dan kini meminta wanita itu untuk menyuapkannya sebelum Aiyla pergi kekantor.
Aiyla hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekanak-kanakan dari seorang Ergin Ozturk. Yaren yang melihat kemanjaan majikannya hanya terdenyum tipis.
"Kau memang tak bisa lepas dari wanita ini Tuan... Lihatlah betapa sabarnya Aiyla menuruti segala kehendak mu," besit Yaren dengan tersenyum menatap wajah majikannya.
Aiyla kini telah siap pergi dengan stelan kemeja berlengan pendek berwana ungu muda dan scraf bermotif bunga kecil melingkar dijenjang lehernya. Dipadukan dengan rok yang menampilkan tubuh indah Aiyla terlihat begitu menarik.
Tatapan mata Ergin tak beralih melihat Aiyla yang tengah berdiri menatap wanita yang sedang memoleskan make-up tipis diwajahnya yang terbilang telah cantik sejak lahir.
Dengan rambut coklatnya yang dibiarkan terurai dan diselipkannya sebuah jepit rambut ditengah kepalanya berbentuk kupu-kupu.
"Sayang... Aku akan cemburu jika mata lelaki memandang mu lebih dari 3 menit. Dengan penampilan mu yang seperti itu, kau harus menjauhi dan menghidarinya." Ungkap Ergin seraya memasang wajah sedih.
__ADS_1
Spontan Aiyla tertawa mendengar perkataan lelaki yang sedari tadi melihat dirinya tak lepas dari pandangan matanya.
"Mau gimana lagi... Pagi ini aku telah ada janji akan bertemu dengan klien seorang lelaki muda dan mapan," ledek Aiyla dengan memainkan matanya.
Bangkit dari posisi tidur diatas kasur dan mendekati wanita yang sengaja membuat dirinya cemburu.
"Kalau begitu hari ini kau tak perlu kerja, biar rekan kerjamu itu saja yang bertemu dengan klien tersebut," ucap Ergin yang kini telah memeluknya.
Henbusan nafas Ergin terasa di wajah Aiyla disaat lelaki itu berbicara. Aiyla tersenyum mendengar dan melihat tingkah laki-laki dihadapannya itu.
"Kau harus bisa berbagi Ergin dengan lelaki lain, karena aku adalah wanita pekerja yang akan bertemu dengan banyak orang dan tak menutup kemungkinan bertemu dengan seorang lelaki," ledek Aiyla lebih lanjut dengan mata genitnya.
Sebuah sentuhan lembut mendarat dibibir Aiyla, lelaki itu tak membiarkan Aiyla untuk berbicara lebih lanjut. Sentuhan lembut itu menjadi sedikit liar, kini Ergin beralih dibagian ceruk leher Aiyla yang tertutup scraf.
Nafsu birahi lelaki ini terpancing dengan perkataan Aiyla, kini tangan beralih pada bagian punggung Aiyla membelai dengan lembut.
Rasa hangat kembal mengalir disekujur tubuhnya, jemari lelaki itu telah membuka dua buah kacing baju bagian atas yang dikenakan Aiyla. menyentuh dan mencium aroma tubuh serta rambut cojlat yang dimiliki Aiyla.
Mata Ergin kini penuh dengan nafsu menatap Aiyla, menyentuh berulang-ulang kali dibibir merona Aiyla. Tinggal satu kancing baju yang masih terpasang, bibir lelaki itu telah berlanjut kearah dada Aiyla yang membuat Ergin membenamkan wajahnya disana.
Aroma tubuh Aiyla menjadi pemikat dan pemacu Ergin untuk terus dan terus memberikan sentuhan-sentuhan lembut ditubuh Aiyla.
Aiyla mengangkat wajah lelaki itu dan memberikan sentuhan dibibirnya dengan kedua tangannya membelai lembut wajah dan kepala bagian samping lelaki itu.
Menghentikan sentuhan dibibirnya seraya berbisik dengan mesrah: "Sayaang... Ijinkan aku kerja hari ini, kasihan Harun telah banyak menghandle perkerjaan ku."
Mendengar perkataan Aiyla, sentuhan Erginpun terhenti dan menatap wajah wanita itu dengan sangat dalam.
"Bekerja saja dengan ku, sehingga setiap hari aku akan selalu berada disamping mu. Tak ada lelaki lain yang berani melirik bahkan mendekari mu," ungkap Ergin dengan sorot mata serius.
__ADS_1
Hanya senyum tipis dan melepaskan tangannya yang melingkar dileher Ergin.
"Tidak sayaang... Aku akan tetap bekerja disana, Harun akan merasa kehilangan pegawai terbaiknya," ledek Aiyla yang telah memperbaiki bajunya.
Dan merapikan kembali lipstik yang dikenakannya. Ergin masih melingkar ditubuh Aiyla dengan tangannya yang masih berada dipinggang wanita itu.
Membelai rambut Aiyla dan mencium aroma dari rambut coklat yang dimiliki Aiyla. Sebelum lelaki itu memulai lagi aksinya dan akhirnya Aiyla tak jadi pergi kekantor.
Seketika membalikkan tubuhnya, lalu menyentuh dahi dan kedua pipi lelaki itu dan terakhir menyentuh cepat bibir Ergin.
Lelaki itu tahu bahwa Aiyla tak memberikan kesempatan padanya untuk bercinta pagi ini. Dengan tersenyum melihat sikap Aiyla Ergin memberikan sentuhan ringan balik pada wanita itu.
"Sayang...Hari ini aku akan kembali kerumah setelah menjemput Azzam dari rumah Tuan Mustafa, jadi malam ini aku tak kemari, " ucap Aiyla seraya berlalu dari hadapan Ergin.
Ada sedikit rasa kecewa dan sedih dihati lelaki itu, wanita ini telah benar membuat gila dirinya. Sedetik saja Ergin tak bertemu apalagi tidur tanpa ada disampingnya, maka Ergin tak akan tertidur pulas karena wanita itu telah menjadi obat tidurnya.
Aiyla keluar dari apartemant Ergin dengan pengawal yang setia mengatar dirinya kemana saja. Lelaki bertubuh tegap dengan stelan jas hitam yang melekat ditubuhnya.
"Apakah Nyonya langsung kekantor hari ini? " ucap lelaki itu sedang menyertir mobil tersebut dengan mata fokus kearah depan.
Aiyla menganggukan kepalanya tanpa memberikan alamat kantornya, sepertinya lelaki bayaran yang diperintahkan itu telah mengetahui detail tentang dirinya.
"Nyonya saya akan stand by disini sampai Nyonya kembali pada jam pulang dari kantor," ungkap lelaki itu dengan sopan.
Deru mobil telah berhenti tepat didepan kantor Harun. lelaki berstelan jas hitam secepatnya keluar dan membukakan pintu untuk Aiyla.
Merasakan kecanggungan dan ketidakbiasaan diperlakukan demikian. Ini pertama kalinya Aiyla diperlakukan khusus seperti ini.
Berjalan memasuki kantor dan bekerja dengan serius serta fokus untuk projek-projek baru yang terus bergerak kearah perusahaan yang dipimpin Harun.
__ADS_1
"Nyonya Aiyla...Ayo keruangan ku ada yang perlu kita didiskusikan saat ini," ucap lelaki itu dengan serius.
Tak terasa waktu itu telah menunjukkan diangka 04.45. sore. Pembahasan projek team Aiyla dan Ergin ditinjau ulang oleh mereka, klien bersedia memberikan ganti rugi yang telah disepakati pada saat kontrak awal