
Akhirnya kata yang terdiri dari dua huruf (Ya) ditunggu oleh Ergin selama ini, terdengar juga ditelinga Sibabang ganteng.....😉
Jangan lupa like, vote, komentar yang membangun yaaaa..😊 hadiah dan rate bintang 5
Jom lanjut.. 👇
🐚🐚🐚
Disaat dokter bercengkerama dengan Ergin telihat didepan pintu Tuan Mustafa dan istrinya, dengan tersenyum menatap mereka yang ada didalam ruangan tersebut.
Istri dari lelaki itu membawa sekerajang buah-buahan ditangannya. Aiyla segera menyambut kedua orangtua Ali tersebut.
Aiyla mendekati mereka berdua lalu Nyonya Mustafa memeluk erat tubuh Aiyla dan memberikan sentuhan hangat dikedua pipinya.
"Selamat malam.... " Sapa lelaki itu dengan suara beratnya.
Siapa yang tak mengenal Mustafa Othman, pengusaha sekaligus orang yang terpandang dikota ini. Termasuklah keluarga Ozturk, nama belakang dari keluarga ayahnya Ergin.
Dokter menyambut kehadiran sepasang suami istri tersebut dengan mengulurkan tangannya kearah mereka.
"Selamat malam juga Tuan, senang bertemu dengan anda Tuan." balas dokter yang masih ada diruangan tersebut.
Melihat kakek dan neneknya juga ada diruang inap, Azzam spontan berteriak dihadapan semua orang yang ada disana.
"Kakek... Nenek... Azzam rindu," ucap polos putra Aiyla yang membuat gemas semua orang yang melihatnya.
Dokter tersebut baru menyadari jika ternyata wanita yang menjadi calon istri Tuan Ergin adalah anak dari orang yang berpengaruh dikota ini.
"Putri anda calon istri dari Tuan Ergin, selamat ya Tuan..." Ucap dokter itu seraya tersenyum menatap sepasang suami istri tersebut.
Awalnya Tuan Mustafa beserta istrinya terkejut, mendengar yang dikatakan oleh dokter tersebut, namun mereka telah tahu kedekatan Aiyla dengan Ergin. Jadi bisa saja saat ini mereka berdua memutuskan untuk segera menikah.
Wajah senang dan bahagia tergambar diparas sepasang suami istri yang tak muda lagi itu. Mereka merestui rencana Ergin dan Aiyla terlihat jelas dari cara mereka memandang Ergin dan Aiyla.
__ADS_1
Suasana bertambah ramai dan penuh dengan kebahagiaan. Dokter yang semula ada diantara mereka meminta ijin untuk melakukan tugas selanjutnya yaitu mengecek pasien yang lain.
"Darimana anda tahu bahwa saya dirawat Tuan?" tanya Ergin penasaran.
Tuan Mustafa dapat kabar itu ketika bertemu dengan Aiyla pada saat pulang dari kerja. Setelah mengetahui kabar tersebut malam ini mereka langsung menjenguk Ergin.
Pada saat sepasang suami istri itu hendak pamit pulang, putra Aiyla ingin ikut bersama mereka berdua. Azzam ingin tidur dirumah kakek dan neneknya. Lantas itu disambut hangat oleh sepasang suami istri itu.
Melihat putranya merengek dihadapannya semua orang yang ada disana, Aiyla mau tak mau memberikan ijinnya.
Kini tinggal Ergin dan Aiyla sedangkan Yaren bergantian istirahat setelah seharian menjaga Ergin dirumah sakit.
"Sayang... Mengapa dokter mengatakan kalau kau adalah calon istri ku ? " Tanya Ergin penasaran.
Lelaki itu baru saja melamar Aiyla dan tak ada satupun yang tahu, hanya putrannya saat itu yang mendengar bahwa ia melamar ibunya itu.
Aiyla tersipu malu mengingat kepercayaan dirinya yang tinggi mengdeklarasikan dihadapan semua orang tentang hubungan mereka berdua.
"Ada apa? Apa kau akan menarik kata-kata mu itu ? " Balas Aiyla sengaja membuat Ergin terkejut.
Aiyla tersenyum melihat tingkah Ergin yang kelabakan dan sekaligus mendengar perkataan lelaki itu yang begitu khawatir Aiyla akan membatalkan kata Ya yang telah terucap beberpa jam yang lalu.
Akhirnya Aiyla menceritakan semua kepada Ergin disaat dirinya dengan percaya dirinya mengatakan didepan orang banyak itu. Ergin mendengar dengan tersenyum diujung bibirnya.
"Sayang ku... Terima kasih telah memberikan kesempatan padaku," ucap Ergin seraya menyentuh lembut punggung tangan Aiyla.
Karena dokter dan orangtua Ali yang berbincang lama dengan mereka, hingga melupakan bahwa Ergin belum makan malam dan memakan obatnya.
Dengan telaten wanita itu kembali menyuapkan makanan kemulut lelaki bermata biru. Ergin merasakan kebahagiaan dimalam ini.
Tak seperti malam-malam yang dilaluinya yang membuat dirinya selalu terjaga dan rasa terbakar akan kesalahan yang pernah dibuatnya.
"Ada Apa? " Tanya Aiyla ketika Ergin terlalu lama menatapnya namun bola matanya seakan memberikan isyarat.
__ADS_1
Lelaki itu masih bingung, akankan menceritakan semuanya dengan Aiyla. Akhirnya diputuskan olehnya untuk bercerita karena sebentar lagi mereka menjadi sepasang suami istri.
Ergin tak ingin menyembunyikan apapun terhadap Aiyla. Dengan teratur ia menceritakan bahwa keselamatan mereka terancam saat ini.
Penculikan itu tidak pernah terjadi, yang artinya ada orang-orang tertentu yang sengaja menutupi rapi permainan mereka.
Aiyla terkejut mendengar perkataan lelaki itu. Setelah sadar pada saat itu, yang Aiyla ingat adalah tato yang ada dilengan lelaki yang telah tertembak itu.
"Aku bersyukur kau mau menerima ku, sehingga aku dengan mudah menjaga mu dan putra kita," ucap Ergin dengan membelai lembut lengan Aiyla.
Pikiran Aiyla melayang pada siapa yang merupakan dalang dari percobaan penculikan yang terjadi padanya. Aiyla merasakan tak pernah memiliki musuh.
"Jangan khawatir sayang... Aku akan mencari tahu kejaian itu. Sepandai-pandainya mereka menutupi kejahatan yang telah mereka buat maka suatu hari akan ada celah untuk mereka menerima segala yang pernah mereka lakukan," ungkap Ergin dengan optimis.
Aiyla merasa saat ini ada seorang lelaki yang begitu perduli akan keselamatan ia dan putranya. Hatinya tersentuh akan perkataan dan tindakan yang telah Ergin lakukan padanya.
Mendengar perkataan Ergin akan memberikan pengawal pada Aiyla dan Azzam yang setia menemani mereka kemanapun pergi.
Dengan berat hati Aiyla mengikuti saja permintaa lelaki itu demi keselamatan ia dan putranya.
"Mulai sekarang akan ada mobil yang akan membawa mu dan putraku kemana saja yang dapat kau percaya," ungkap Ergin dengan mata meyakinkan Aiyla.
Walaupun Aiyla merasa tak biasa atau merasa tak bebas, namun itu adalah cara yang terbaik buat mereka berdua.
"Ergin... Terima kasih," ungkap Aiyla dengan bulir bening yang telah jatuh disudut matanya.
Berusaha menyentuh wajah wanita itu dan menghapus dengan lembut menggunakan ibu jarinya. Sebuah tatapan penuh dengan kasih sayang dirasakan oleh Aiyla.
Kebahagian yang Aiyla rasakan seperti mimpi baginya, karena dirinya takut ini hanya sesat saja. Dan akhirnya ia terbangun dari mimpi indahnya itu.
Hidup Aiyla hanya ada warna hitam yang selalu mengiringi setiap langkahnya. Hanya ada malam yang pekat yang menemani disetiap perjalanan hidupnya.
"jika suatu hari Ergin tak lagi bersama ku, maka aku harus bisa lebih tegar menghadapi kerasnya kehidupan. Namun aku tak yakin karena kepergian Ergin akan membawa luka yang teramat dalam bagi ku daripada kepergian suami ku terdahulu, " batin Aiyla dihati ada rasa yang tak dapat diungkapkan olehnya.
__ADS_1
Lelaki itu melihat Aiyla termenung dengan tatapan matanya yang kosong menatap gengaman tangan mereka berdua.
"Teruslah seperti ini, percayalah pada ku. kita akan dapat melalui bersama, baik dalam suka ataupun duka," ungkap Ergin dengan suara pelan dan optimis akan masa depan yang bahagia.