
Hai...๐๐ Reader setia terima kasih ๐๐telah mampir dan telah meninggalkan jejaknya berupa like, love, vote dan rating 5 bintangnya๐.
Salam hangat Author berikan pada Reader semua...๐
Tetap selalu memberikan apresiasi dan penghargaannya pada Author yaaa...๐๐ช
Jom lanjut... Ngebaca๐
๐Happy Reading๐
๐๐๐
Sudah berjalan lebih dari 6 bulan Ergin sama sekali tak menghubungi dirinya namun tetap memiliki hubungan baik terhadap putranya. Gul mengatakan dengan pasti bahwa Ergin telah benar-benar resign.
Surat pengunduran resmi telah diberikan lelaki itu. Jumpa pers pun juga telah diadakan untuk meredam segala spekulasi yang terjadi diperusahaan besar tersebut.
Dalam beberapa bulan ini telah bayak beredar berita disurat kabar yang simpang siur. Untuk itu Murad dan Ergin melakukan kesepakatan untuk jumpa pers.
Murad telah datang menemui Aiyla. Lelaki itu menjelaskan bahwa Ergin melepaskan jabatannya sebagi pimpinan direktur dari perusahaan itu bukan karena hubungan mereka berdua melainkan sebuah persoalan internal yang tak mampu dijelaskan Murad.
Murad telah mengetahui alasan seseungguhnya dari ibunya. Nyonya Esma menceritakan semua pada ibunya. Walaupun telah mengetahui alasan sesunguhnya, sahabatnya itu telah berusaha membujuk Ergin dan memberikan masukan tapi lelaki itu dengan tekad yang kuat tak mendengarkan sama sekali.
Kini Ergin telah merintis sebuah perusahaan kecil. Pegawai setia yang bekerja diperusahaan milik keluarga Ozturk dan Sharken memilih ikut resign juga. Bersama pegawai setia mereka memulai kembali bisnis mereka.
Para klien yang pernah bekerja sama dengan Ergin dan telah mengetahui sepak terjangnya didalam dunia bisnis lebih memilih kerja sama dengan perusahan baru yang dirintis oleh Ergin.
Ergin adalah salah satu sosok pengusaha yang cerdas dan memiliki banyak ide yang cemerlang. Dalam waktu yang singkat yaitu setengah tahun perusahaannya mampu berdiri secara mandiri.
Ini tak terlepas dari kerja kerasnya selama bekerja diperusahaan lama. Semua orang telah banyak mengenal dirinya sehingga mempermudah bagi perusahaan barunya untuk mendapatkan klien yang menggunakan jasa mereka.
__ADS_1
Lelaki itu tengah duduk dikursinya menghadap kekaca tabal yang transparan. Pikirannya terlintas pada sosok wanita yang sangat dicintainya itu. Terlintas kembali pada saat pertengkaran yang terjadi diantara mereka berdua.
"Aku tak bisa melupakan mu Aiyla...Aku akan buktikan pada mu bisa berjaya seperti dulu dan kau tak akan malu menerima ku kembali," batin Ergin dengan hati yang terluka.
Rasa rindu begitu menusuk kalbunya, walaupun Ergin selalu menemui putranya namun lelaki itu selalu menghindar untuk bertemu ibu dari anak lelaki tersebut.
Sikap itu sengaja dilakukan oleh lelaki bermata biru itu. Memberikan ruang pada wanita yang tak pernah hilang dari dalam hatinya itu. Untuk lebih menjernihkan segala pikiran mereka berdua dan memilih waktu yang tepat untuk berbicara satu sama lain.
Dret... Dret... Dret...
Ponsel Ergin bergetar dan terlihat sebuah panggilan masuk diponselnya. Dengan mengambil ponsel tersebut dengan cepat setelah dirinya mengetahui siapa yang ada dalam panggilan masuk tersebut.
"Tuan... Saya telah mendapatkan informasi terbaru tentang seseorang yang nantinya anda dapat bertanya langsung padanya. Aku akan memberikan identitasnya," ucap lelaki yang sedang menelpon Ergin.
Terlihat senyum tipis dibibirnya dan sedikit harapan dihatinya, setidaknya dapat mengobati sedikit rasa sakit yang ada direlung hatinya.
"Selanjutnya Tuan... Ada seorang laki-laki yang tentunya anda mengenalnya, putra dari pengusaha ternama Tuan Mustafa yang selalu mencari kesempatan setiap bertemu dengan wanita anda. Terlihat mereka selalu cekcok dalam pembicaraan. Tapi Tuan jangan khawatir wanita Tuan adalah wanita yang mampu menjaga dirinya," ungkap lelaki tersebut.
"Saya akan mengirim photo dan alamat yang saya makaud Tuan," ucap Lelaki itu dengan bersemangat.
Mengakhiri panggilan tersebut dengan beberapa titik harapan yang dimiliki oleh Ergin. Terutama tentang seseorang yang ingin diketahui olehnya secepatnya.
Terdengar ketukan dari luar pintu, asisten Ergin masuk dan mengatakan akan ada meeting dari perusahan yang bekerja sama untuk sebuah projek besar dari pembangunan sebuah gedung pencakar langit yang ada dikota X.
Mereka terdiri dari dua perusahan baru yang mendapatkan kemenangan dari peluang yang diberikan pada seluruh perusahaan unttuk mendapat kerja sama yang bergensi tersebut.
Perusahaan Ergin salah satunya yang memenangkan peluang itu serta satu perusahaan baru lainnya yang juga memiliki konsep yang berbeda yang ditawarkan untuk pembagunan gedung pencakar langit tersebut.
Kedua belah pihak sepakat mengadakan pertemuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka mereka perlu membahas lebih detail.
__ADS_1
Sang pemiliki projek menginginkan mereka membagi menjadi dua team. Tem pertama dari perusahaan yang dimiliki Ergin untuk bagian eksterior dan team kedua untuk perusahan yang satunya lagi bagian dari interior.
Dengan begitu mereka harus bisa saling bekerja sama untuk mendapatkan hasil yang memuaskan bagi klien mereka berdua.
"Tuan pertemuanya disebuah hotel, saya telah menyiapkan segala sesuatunya untuk pertemuan tersebut," ucap asisten kerja Ergin.
Senyum kembali mengembang diwajah Ergin, lelaki itu melangkahkan kaki dengan optimis. Pertemuan Ergin dengan perusahaan yang menjadi team kerjanya ini membuat Ergin bersemangat dari pertemuan biasanya.
"Selamat datang Tuan Ergin..." Ucap Harun dengan mengulur tangannya.
Ergin mencari sosok yang ingin ditemuinya, rasa rindu itu sudah tak terbendung. Lelaki itu selama beberapa bulan ini hanya dapat memandang dari kejauhan.
Ini adalah saatnya pertama kalinya ia bertatap langsung dengan wajah yang selalu menghiasi pikirannya. Disetiap malam juga yang membuat hatinya sekaligus terbakar akan kerinduan yang melanda.
Namun wajah itu tak ditemukan olehnya diruang pertemuan mereka yang tertutup ini. Hanya ada pemimpin dari perusahaan yang bekerja sama menjadi satu team dengan Ergin.
Harun melihat mimik wajah kecewa dari lelaki yang telah lama dikenal Harun itu. Lelaki yang memiliki hubungan spesial dengan Aiyla.
"Silahkan duduk Tuan, kita tunggu sebentar lagi. Maaf asisten ku sedikit terlambat, baru saja memberitahu ku," ucap Harun dengan senyum diwajahnya.
Ergin menyambut hangat tangan lelaki dihadapannya dengan wajah masih terselip rasa kecewa. Seraya menunggu asisten yang dimaksud Harun, Ergin hanya memainkan gelasnya yang ada ditangan kanannya.
"Tuan Ergin... Saya senang perusahaan kita bisa menjadi satu team. Semoga kita dapat bekerja sama memberikan yang terbaik dari yang kita miliki. Saya yakin anda adalah orang yang tepat memberikan masukan jika nanti ada kekurangan dari team kami," ungkap Harun dengan wajah penuh semangat dan optimis.
Harun memang sedari dulu mengagumi lelaki dihadapannya itu. Sepak terjangnya didunia bisnis tak diragukan lagi. Dalam waktu tak sampai satu tahun mampu memberikan kemajuan yang pesat terhadap perusahan yang baru dirintisnya.
Harun tahu betul bagaimana sulitnya merintis sebuah perusahaan dari nol. Dia membutuhkan waktu lebih kurang sekitar 5 tahun baru bisa memperkenalkan kehadiran perusahaannya ditengah perusahaan lain yang telah lama berdiri.
"Maaf Tuan lama menunggu," terdengar suara wanita yang terkesan tergesa-gesa.
__ADS_1
Posisinya yang membelaki pintu masuk hanya dapat mendengar suara yang tak asing ditelinga Ergin. Hatinya yang kecewa seketika berubah. Tanpa disadarinya sebuah senyum menghiasi paras wajahnya yang tampan.
Perubahan wajah lelaki itu terlihat jelas diwajah Harun dan asistennya. Sedangkan Aiyla terkejut setelah melihat sosok lelaki yang ada dihadapannya.