
Menurut Reader...Sebenarnya siapa Ali didalam keluarga Tuan Mustafa?ππ
Tulis dikolom komentar yaaaππ
But don't forget your support to like, love and vote after your readππ.
Thank's Guy's....ππ
πHappy Readingπ
πππ
Ada rasa tak enak dihati Aiyla setelah mertuanya mengetahui kedekatan dirinya dengan Ergin, terlebih Azzam yang telah mengartikan sosok Ali pada lelaki bermata biru itu.
"Apa yang ada dalam pikiran Tuan dan Nyonya Mustafa tentang semuanya ini..." Gumam Aiyla dipikirannya.
Dengan berjalan ketaman kembali Aiyla berusaha menenangkan dirinya dan tak ingin berpikir yang berlebihan yang hanya membuat hatinya bertambah tak menentu.
Azzam masih dikamarnya yang ada dirumah besar ini. Bercengkerama dengan kakek dan neneknya seraya menunggu jemputan dari Tuan Ergin. Aiyla tak ingin merepotkan lelaki itu dengan memberitahukan bahwa mereka berdua hendak pulang.
Jika pertemuan makan malam Ergin dengan klien belum selesai. Aiyla hanya akan menunggu saja tanpa menelpon Ergin dan bila lelaki itu tak bisa menepati apa yang sudah dikatakannya maka ia berinisiatif untuk pulang menggunakan taxi saja.
Baru saja pikirannya tertuju pada laki-laki itu, ponselnya berdering dengan panggilan masuk dari Tuan Ergin.
"Sayang...Apa kalian berdua sudah mau pulang? Kalau ya aku akan menjemput sekarang juga," ucap lelaki dari seberang sana.
Dengan basa-basi Aiyla meminta pada laki-laki itu untuk menyelesaikan pertemuannya dihotel tersebut jika belum selesai maka tak perlu menjemput mereka berdua.
"Pertemuan ku dengan pemilik perusahaan itu telah selesai, tidak untuk acara disana. Tujuan ku pergi untuk mendapatkan kesepakatan dari pemilik perusahan dan kini telah ku dapatkan. Jadi untuk apa aku berlama-lama disana," ungkap Ergin dengan serius.
Ternyata Ergin didepan orang lain masih seperti pertama dirinya bertemu, tidak banyak bicara dan hanya akan fokus dengan apa yang akan dikerjakan.
"Kalau ada Murad disini, maka akan lebih baik dirinya yang hadir. Aku lebih memilih bersama mu dan Azzam," ucap Ergin dengan suara mesrah.
Tak sangka lelaki itu sebegitu tertariknya pada kehidupan Aiyla dan putranya. Ada sebuah rasa yang berbeda dihatinya setelah mendengar perkataan laki-laki itu.
Terasa hangat dihatinya yang dingin dan penuh luka itu. Tanpa disadari olehnya senyum tipis terukir disudut bibirnya.
"Aiyla... Sayang ku.. Apa kau masih disana ? " Terdengar suara Ergin memanggil namanya.
__ADS_1
Untuk sesaat Aiyla melamun dalam posisi masih menerima telpon lelaki yang membuat dirinya tersenyum. Tersadar setelah mendengar namanya dipanggil oleh Ergin.
"Ya... Azzam sudah meminta untuk pulang," balas Aiyla segera menjawab panggilan namanya ditelpon tersebut.
Ergin memutuskan panggilannya dan meminta mereka berdua untuk menunggunya beberapa menit lagi.
Disaat Aiyla berjalan balik untuk memberitahu Azzam bahwa sebentar lagi mereka akan dijemput oleh Ergin. Akhsal telah berada dihadapannya dengan tatapan mata yang tak dapat dimengerti Aiyla.
"Aiyla...Apa kau sudah tahu cerita yang sebenarnya?" ungkap Akhsal dengan wajah penuh misteri.
Berusaha tenang dan mencoba untuk tidak terpancing dengan laki-laki ini. Entah mengapa Aiyla seperti harus menjaga jarak dan sikapnya pada Akhsal.
"Apa maksud dari Tuan Akhsal ?" Balas Aiyla dengan wajah serius.
Aiyla bersikap seolah tidak mengerti seraya tersenyum sewajarnya agar laki-laki dihadapannya pergi, karena Aiyla tak tahu motif Akhsal mendekati dirinya.
"Kau tak perlu sungkan, kau bisa mengandalkan ku disaat Ali telah tiada," ucap Akhsal dengan sorot matanya yang seakan hendak melahapnya.
Berjalan mendekati Aiyla sehingga tubuhnya terpojok pada satu sisi dinding dan tak dapat bergerak. Kedua tangan Akhsal kini mengurung tubuh Aiyla dengan cara meletakkan kedua tangannya didinding tempat Aiyla berdiri terpojok.
"Tuan...Apa yang sedang kau lakukan!! Menyingkirlah!! " Ucap Aiyla dengan sorot mata tajam menatap Akhsal.
Dengan senyum sinis merasa bahwa dirinya tidak dihargai, lelaki itu lebih mendekatkan wajahnya dan terasa hembusan nafas lelaki tersebut.
Terdengar teriakan Aiyla dari taman yang ada dibelakang rumah tersebut. Muncul asisten rumah tangga yang membukakan pintu untuknya.
"Nyonya.... Ada apa? " Ucap wanita paruh baya yang terlihat cemas.
Ternyata wanita paruh baya itu berlari mendekati suara yang terdengar ditaman belakang.
"Tidak apa-apa," jawab Aiyla singkat dengan wajah masih terlihat kesal.
Asisten rumah tangga itu menjadi bingung dengan sikap Aiyla dan melihat majikanya yang berjalan begitu saja meninggalkan mereka berdua.
"Nyonya... Mobil jemputan nyonya sudah ada. Tuan sedang menunggu diruang tamu." ucap asisten itu kembali.
Hanya menganggukan kepala Aiyla berjalan menuju kamar Azzam untuk memberitahu Tuan dan Nyonya Mustafa bahwa ia akan segera pulang.
"Ayah..." Teriak Azzam dengan senyum yang mengembang diparasnya yang tampan.
__ADS_1
Azzam berlari mendekati Ergin yang berdiri melihat putranya berteriak seraya merentangkan kedua tangannya. Memeluk dan memcium putranya seperti lama tak bertemu.
Tuan dan Nyonya Mustafa heran dan takjub akan kedekatan cucunya dengan lelaki tersebut.
"Selamat datang Tuan Ergin, sebuah kebahagian bisa bertemu dengan anda kali ini," ucap Tuan Mustafa seraya mengulurkan tangannya.
Ergin menyambut tangan lelaki paruh baya tersebut dengan wajah tersenyum menatap Aiyla. Nyonya Mustafa memperhatikan benar gerak-gerik Ergin yang menatap hangat kearah Aiyla.
"Senang bertemu dengan anda nyonya," ucap Ergin seraya mengulurkan tangan kearah ibunya Ali.
Disambut hangat oleh Nyonya Mustafa dengan menjabat tangan Ergin dengan kedua tangannya.
"Baiklah kami permisi dulu Tuan... " Ucap Ergin seraya berjalan menuju pintu.
Sepasang suami istri tersebut melihat kedekatan Ergin pada menantu dan cucunya. sebuah kebahagian tergambar jelas diwajah mereka berdua.
"Aiyla berhak untuk bahagia, begitu juga dengan cucu kita," ungkap Tuan Mustafa dengan senyum mengembang diujung bibirnya.
Nyonya Mustafa tersenyum sebagai isyarat bahwa wanita itu setuju dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.
Mereka berdua masih berdiri sampai mobil yang membawa Aiyla dan Azzam hilang dari pandangan mata mereka berdua.
"Aiyla ada apa dengan mu? " Ucap Ergin dengan rasa penasaran.
Sedari tadi melihat wanita itu hanya terdiam dan terkesan ada sesuatu yang ada dipikiranya.
Sepanjang perjalanan hanya menatap kosong berbeda pada saat sebelum pergi kerumah Tuan Mustafa.
"Sayang ... Ada apa?" ucap Ergin kembali seraya menyentuh lengan Aiyla.
Hanya tatapan mata yang diberikan oleh Aiyla tanpa mengeluarkan suara satu katapun. Tatapan mata yang penuh isyarat tertentu yang Ergin rasakan.
"Baiklah...Kita akan bicarakan itu nanti." Ucap Ergin dengan menatap mesra Aiyla.
Deru mobil membawa mereka pada suatu taman bermain. Melihat itu Azzam terlihat sangat antusias dan bahagia.
"Ayah... Kita akan bermain disini? " ucap Azzam dengan manja bergelayut dilengannya.
Ergin menggedong putranya itu, lalu menatap dalam dengan tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Apa kau menyukainya? " Tanya lelaki bermata biru.
Dengan mencium kedua pipi Ergin, anak lelaki itu tersenyum bahagia menatap Ergin. Aiyla begitu tersentuh dengan sikap Ergin yang begitu menyayangi putranya