Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 150


__ADS_3

Apa kabar keluarga kecil bahagia? Kita balik cerita kekediaman Babang Ergin ama Neng Aiyla 😍😍


Jangan lupa selalu beri dukungan untuk Author ya... πŸ˜‰πŸ˜‰


Dengan meninggalkan jejaknya berupa jempol manis πŸ‘komentar yang mendukung πŸ˜‰ sekuntum mawar 🌹 kasih lebih dari itu juga boleh 😁 plus votenya πŸ’― setiap hari senin dan rate bintang 5 ⭐ biar bisa dibaca banyak orang 😍😘


Terima kasih πŸ™πŸ™ buat Reader setia 😚 dan yang telah memberikan suplemen buat Author 😘


Semoga sehat selalu dan ditambah rejekinya 😊 plus diberi kemudahan pada jari jemarinya 😁 agar selalu tetap dukung dan setia dilapak Author πŸ˜‰


πŸ’ŸJom lanjuuut bacaπŸ’Ÿ


πŸ’žHappy ReadingπŸ’ž


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


1,5 Tahun kemudian...


Aiyla disela sibuknya mengurus rumah tangga juga tetap menghandle perusahan baru yang dirintis bersama Ergin.


Perusahan baru itu berkembang karena para client mengenal siapa pemimpin diperusahaan tersebut sehingga mereka percaya dengan kinerja dari perusahaan walaupun masih baru.


Mereka menjalankan tugasnya masing-masing namun dalam satu minggu mereka akan meluangkan waktu untuk keluarga kecilnya.


Sebuah keharusan bagi mereka berdua karena tak ingin putra putri mereka merasa kehilangan moment kebersamaan dalam sebuah keluarga.


Sesibuknya mereka waktu weekend akan mereka habiskan bersama keluarga dan akan meninggalkan rutinitas kerja mereka apapun bentuknya.


Kesepakatan itu telah mereka putuskan setelah lahirnya putri cantik ditengah keluarga kecil mereka berdua.


Putri kecil itu Ergin namakan Melec nama yang sama diberikan oleh ibu Ergin untuk Aiyla. Melec yang memiliki arti malaikat atau bidadari.


Aiylapun setuju dengan nama tersebut, walau bagaimanapun itu adalah nama sapaan dari rasa sayang bibinya terhadap Aiyla.


Pagi ini mereka telah bersiap untuk pergi berlibur. Membawa beberapa koper untuk keperluan selama disana.


Ini adalah waktu mereka bersantai dan menghabiskan waktu bersama. Ergin akan membawa mobil sendiri tanpa ada sopir pribadi.

__ADS_1


Jadi ketika mereka berlibur maka pengawal pribadi dan sopir pribadi merekapun ikut berlibur. Menghabiskan waktu bersama keluarga mereka masing-masing.



Saat ini mereka memutuskan untuk berlibur kesebuah kota kecil yang memiliki pantai dengan pasir putih.


Keindahan alam bawah laut dan kuliner seafood yang mengugah selera. Aiyla akan menghabiskan waktunya dipantai bersama Ergin dan putra putri mereka.


Mereka akan mengunjungi Gul dan akan menghabiskan waktu yang lama disana. Ergin telah mengetahui keberadaan Gul karena tanpa sengaja telah mendengar telpon mereka berdua.


Awalnya Ergin sangat terkejut karena kepergian Gul melibatkan campur tangan istrinya. Aiyla pandai menyembunyikan rahasia besar darinya.


Namun sepandai apapun menyimpan sebuah rahasia, maka pada akhirnya akan ketahuan juga. Hampir satu tahun lebih rahasia itu disimpan rapat oleh istrinya.


Sehingga pada suatu malam ada pangilan masuk dari nomor yang tak tersimpan diponsel Aiyla. Panggilan tersebut menghubungi Aiyla dalam waktu yang tak seharusnya seseorang menelpon terkecuali keluarga ataupun sesuatu yang darurat.


Ergin memang telah lama curiga pada istrinya karena ketika mendapatkan nomor baru tersebut selalu menjauh pada saat menerima panggilan masuk dari nomor tersebut.


Malam itu tepatnya dini hari ponsel Aiyla berdering. Dengan berbisik-bisik Aiyla berbicara seraya menangis.


Isak tangisnya ternyata membangunkan Ergin padahal Aiyla berada jauh dari kamar yaitu berada dibalkon yang ada dikamar pribadinya.


Membiarkan saja sampai ia mendengar sekilas bahwa apa yang dicurigainya ternyata salah. Panggilan dari ponsel itu datang dari seorang wanita yang menceritakan tentang keadaan putrinya.


Seorang wanita yang tak diketahui oleh Ergin, yang jelas terdengar bahwa wanita itu sedang panik dan khawatir bahwa putri wanita itu sedang dirawat dirumah sakit akibat kecelakaan.


Setelah selesai menerima panggilan masuk tersebut terputus barulah Ergin secara tiba-tiba berdiri dihadapan Aiyla yang masih terlihat menangis.


Dari sanalah Aiyla tak dapat menyembunyikan tentang keberadaan sahabatnya itu. Semuanya telah Aiyla ceritakan sedetailnya pada Ergin.


Keterbukaan rahasia itu juga menghilangkan rasa cemburu dan curiga Ergin terhadap Aiyla. Lelaki itu berpikir Aiyla bermain dibelakangnya dengan seorang laki-laki.


Tapi ternyata dugaanya selama ini salah besar, dirinya telah mencurigai istrinya. Sebenarnya Aiyla tak pernah bertindak curang dibelakangnya.


Itulah juga awal kesepakatan mereka untuk menyediakan waktu bersama keluarga agar tak terjadi keretakan akibat kesibukan kerja dan kesalahpahaman yang tak beralasan.


Semenjak itu Ergin merasa bersalah setelah ia mengetahui keberadaan Gul pada sahabatnya itu. Karena ia tahu betul bahwa hidup Murad tambah tak beraturan semenjak kepergian sabahat istrihya itu.

__ADS_1


Lelaki itu bertambah bejad dengan bergonta-ganti pasangan dan mabuk-mabukan. Seolah mencari sosok Gul pada wanita lain. Awalnya Ergin meminta Aiyla untuk mengijinkan dirinya menceritakan keberadaan Gul pada Murad.


Melihat kondisi sahabatnya yang berusaha menghancurkan dirinya sendiri. Setelah kepergian Gul, barulah Murad menyadari bahwa tak ada wanita yang seperti Gul.


Namun setelah Aiyla bersikukuh untuk menekan Ergin agar tidak menceritakan semua. Pada akhirnya Ergin menuruti saja perkataan istrinya dan merasa bersalah ketika melihat sahabatnya terpuruk.


"Sayang...Kali ini kita akan lama disana. Aku ingin menikmati suasana laut dan udara dikota itu yang sangat ku rindukan."


Ungkap Aiyla dengan wajah berseri dengan mengabadikan moment kebersamaan mereka.



Tampak liburan kali ini sungguh berbeda dari biasanya. Mereka akan berpergian dalam waktu yang cukup lama dan yang paling spesial Aiyla akan bertemu sahabatnya itu.


Gul telah mengetahui bahwa Aiyla bersama keluarganya akan datang kekota ini. Untuk itu Gul telah menyiapkan segala sesuatunya.


Firide yang telah lama tak berjumpa dengan Aiyla tentu juga antusias dengan kedatangannya kali ini. Mereka telah menyiapkan sebuah hunian untuk mereka tinggal selama dikota kecil itu.


Sebuah hunian dekat dengan laut dan dipenuhi dengan fasilitas yang cukup sehingga mereka akan merasa nyaman selama tinggal disana.


Bulutpun tak kalah antusiasnya menyambut Aiyla yang sudah dianggap sebagai saudarinya sendiri. Usia mereka memang tak terpaut jauh hanya berbeda bulan saja.


Pada saat Aiyla menikah dengan Ali, Bulut baru saja masuk keperguruan tinggi karena terbentur biaya. Sehingga lelaki itu memutuskan untuk menundanya sampai biaya masuk kuliah terpenuhi.


Setelah beberapa tahun kemudian Ali dan Aiyla tinggal dikota tersebut dan disaat kejadian ayahnya Bulut meninggal pas disaat itu Bulut akan menyelesaikan kuliah diakhir semesternya.


Jadi tentu saja lelaki itu merasa sangat berhutang budi atas bantuan Aiyla dan Ali disaat detik-detik terakhir dimasa kuliahnya dulu.


"Sayang...Apakah kau belum pernah sama sekali kesini?"


Ungkap Aiyla pada Ergin yang fokus mengemudi kendaraannya.


"Belum pernah, aku tak pernah menyangka kota ini ternyata indah dan masih asri. Ali pandai membawa mu bersembunyi kekota ini."


Ungkap Ergin dengan meraih tangan Aiyla seraya mencium punggung tanganya dan tangan satunya memegang stir.


Ergin memang telah mengetahui bahwa kota yang akan mereka kunjungi adalah sebuah kota yang penuh dengan kenangan Aiyla bersama suami pertamanya.

__ADS_1


Namun Ergin tak merasa cemburu ataupun merasa tak enak hati. Lelaki itu begitu menerima semua yang terjadi dan semua kisah dimasa lalu Aiyla.


Aiylapun tak pernah menutupi masa lalunya ia telah menceritakan semua kepada Ergin mulai dari awal bertemu dengan Ali dan sampai bertemu dengan dirinya.


__ADS_2