
Jom lanjut ngebaca ๐๐
Jangan lupa untuk like, vote, hadiah, favorite dan rate bintangnya....๐
Biar tambah semangat Author nyaaa๐
Salam hangat buat Readeer tercintaaa๐
๐ข๐ข๐ข
"Siapa wanita yang bersama Ergin? Mereka terlihat begitu akrab. Tidak seperti wanita lain, Ergin akan bersikap dingin."
Batin Aiyla ketika melihat wanita yang sedang berbicara dengan suaminya didalam ruang kerja Ergin.
Siang ini Aiyla sengaja menyempatkan waktu untuk mengajak suaminya makan siang tanpa memberitahukan lelaki itu.
Aiyla hanya menelpon Buraq memastikan bahwa Ergin berada dikantor siang ini. Setelah mendapatkan info dari asisten pribadi suaminya, Aiyla langsung menuju kekantor Ergin.
Tanpa basa-basi Aiyla memasuki lantai dua tempat suaminya itu. Para pegawai mengenal Aiyla, walaupun wanita itu sangat jarang keperusahaan ini.
Mereka mengenal Aiyla karena dia adalah salah satu pengusaha termuda yang sukses sebagai pimpinan direktur utama diperusahaan Ozturk.
Sesampainya didepan ruang kerja Ergin, Aiyla berdiri didepan pintu dengan menarik nafas panjang dan menghembuskan nafasnya secara perlahan.
Aiyla mengendalikan emosi dan perasaannya, dia merasa gugup padahal ia sendiri yang akan memberikan surprise pada suaminya.
Tanpa mengetuk pintu, Aiyla masuk keruang kerja suaminya itu. Terlihat wajah keduanya terkejut saat melihat Aiyla masuk tanpa tanda syarat mengetuk pintu sebelumnya.
Ergin bangkit dari kursinya lalu menghampiri Aiyla dan memberikan pelukan serta sentuhan ringan dikedua pipi Aiyla.
"Ada apa sayang? Tiba-tiba saja kau kemari ?"
Ungkap laki-laki itu dengan existed melihat istrinya yang telah berada dihadapannya. Aiyla memang jarang bahkan bisa dibilang tak pernah masuk kedalam ruang kerja Ergin.
Biasanya hanya sampai lobi dan Ergin akan langsung turun menemui Aiyla dan mereka berdua langsung pergi meninggalkan kantor.
Kedatangan Aiyla keperusahaan suaminya, memang sangat jarang karena kesibukan mereka antara satu sama lain.
__ADS_1
Wanita yang duduk sedari tadi terdiam dan terlihat terkejut menatap kearah Aiyla. Merasakan bahwa Ergin begitu mesrah pada wanita dihadapannya.
Mereka berdua lupa bahwa ada wanita lain yang sedang memperhatikan Ergin dan Aiyla. Ergin yang begitu bahagia dengan kehadiran Aiyla melupakan sahabat kecilnya itu.
"Oh..Ya..Perkenalkan sayang... Dilsha sahabat ku sewaktu kecil." Ucap Ergin seraya meraih tangan Aiyla berjalan menuju wanita yang sedari tadi penasaran dengan Aiyla.
Dengan tersenyum Dishya mengulurkan tangannya pada Aiyla dan mereka berpelukan serta memberikan sentuhan ringan dikedua pipi.
"Dia adalah istriku Aiyla Ozturk."
Ucap Ergin dengan suara tegas dan senyum membingkai diparas tampannya mengatakan pada Dishya siapa wanita yang ada disampingnya itu.
Dengan santai tangan Ergin melingkar indah dipinggang Aiyla, tak memperdulikan raut wajah sahabatnya itu.
Raut wajah wanita itu berubah, yang semula tersenyum kini berubah seketika. Terlihat ada rasa kecewa dan tak rela setelah mendengar status Aiyla.
"Akhirnya ada juga yang dapat meluluhkan hati mu Ergin, selain aku tak ada wanita yang bisa dekat dengan mu."
Ungkap Dishya seraya memberitahu Aiyla seberapa dekatnya Ergin dengan dirinya. Mendengar perkataan dari wanita itu Ergin hanya mempererat pelukan tangan dipinggang Aiyla.
Tanpa mengeluarkan suara namun reaksi Ergin membuat gemuruh dihati Dishya. Ada sesuatu yang membuat hatinya terasa sakit.
Ucap Aiyla seraya menatap wajah Ergin. Lelaki itu langsung menjawab pertanyaan istrinya.
"Ooo...Tidak, Dishya hanya datang sebagai sahabat lama."
Ucap Ergin dengan tatapan mata tak lepas menatap Aiyla. Dishya hanya memperhatikan saja gerak-gerik Ergin terhadap istrinya.
"Sebenarnya aku kemari ingin mengajak mu untuk makan siang." Ucap Aiyla dengan suara sedikit kecewa misi kejutannya tak berjalan sempurna.
Terdengar suara tawa kecil yang sengaja dibuat oleh Ergin, setelah mendengar perkataan Aiyla. Lelaki itu merasa dirinya sedang bermimpi istrinya kemari hanya untuk mengajak makan siang bersama dirinya.
Biasanya Ergin yang selalu mengingatkan wanita itu untuk tidak lupa makan siang, atau datang kekantor Aiyla dan mengajak wanita itu. Kini Aiyla yang datang kemari hanya untuk makan siang bersamanya.
"Baiklah...Kita akan lunch sekalian kau juga ikut, " ucap Ergin seraya menunjuk Dishya.
Wajah wanita yang sedari tadi berusaha menutupi rasa kecewanya kini berubah setelah lelaki itu mengajak sekalian dirinya untuk makan siang bersama.
__ADS_1
"Apa aku tak menganggu kalian berdua ?" Ucap Dishya hanya sekedar basa-basi terhadap Aiyla.
Wanita itu tahu benar bahwa ada raut tak senang diwajah Aiyla setelah Ergin juga mengajaknya. Wajar saja Aiyla sedikit kesal, ia kemari dan meninggalkan pekerjaan yang begitu banyak hanya untuk ingin berdua dengan suaminya.
Merubah hubungan yang dikatakan suaminya tak sehat karena mereka kurang memberikan waktu untuk berdua selayaknya sepasang suami istri.
Disaat Aiyla telah memberikan ruang waktu untuk berdua, Ergin dengan santai tanpa rasa bersalah mengajak wanita yang Aiyla rasakan bahwa wanita itu menyukai suaminya.
Melalui tatapan mata wanita itu memandang suaminya. Sebagai seorang wanita ia punya feeling, Dishya menganggap Ergin lebih dari seorang sahabat.
Dengan terpaksa Aiyla mengikuti saja lelaki itu, yang membuatnya merasa bahagia Ergin tak sungkan mengumbar kemesraan didepan Dishya.
Ergin memang menganggap Dishya sebagai seorang sahabat, tapi Dishya lebih menginginkan dari seorang sahabat.
Wanita itu telah lama menaruh hati pada Ergin, namun sikap dingin dan tak peka Ergin membuat Dishya selalu memendam rasa.
Entah sejak kapan rasa cinta itu muncul dihati Dishya. Ia pun tak begitu menyadari perasaan yang dimilikinya. Ia hanya tahu jika Ergin didekati dengan seorang wanita hatinya merasa sakit dan terbakar.
Seperti saat ini, Aiyla telah meluluhkan hati Ergin yang beku. Lelaki itu begitu menunjukkan rasa sayang dan cinta pada wanita yang ada dihadapannya.
Ergin sangat berubah dari yang terakhir Dishya bertemu dengan lelaki itu. Walaupun saat itu Ergin mempunyai kekasih yang bernama Nadine, lelaki itu tak pernah menolak jika ia membutuhkan bantuan.
Nadine pernah merasakan cemburu terhadap kedekatan Ergin dengan Dishya. Namun laki-laki itu memilih dirinya saat kekasihnya merasakan cemburu.
Sekarang berbeda, Ergin tak lepas matanya menatap Aiyla. Seolah kehaf6iran Dishya tak pernah ada diantara meteka berdua.
Seharusnya ia akan lebih perhatian pada Dishya karena setelah sekian lama mereka tak bertemu.
Jemari Tangannya menggengam erat dan terlihat memerah karena gengamannya yang terlalu kuat.
"Ergin tak biasa memakan makanan pedas. "
Ucap Dishya seraya menghentikan tangan Aiyla yang akan menaruh makan tersebut kepiring Ergin.
Dengan yakinnya karena wanita itu mengetahui dengan baik apa yang tak disukai laki-laki dihadapannya itu.
Namun tak berselang lama, tangan Aiyla yang dihentikan oleh Dishya diraih oleh Ergin dengan tersenyum.
Menuntun tangan Aiyla untuk memasukan makanan yang hendak diberikannya. Wajah Dishya menjadi merah padan dengan cepat ia berusaha mengendalikan rasa kesal dan marahnya.
__ADS_1
"Itu dulu...Semenjak aku mengenal istriku dan memakan masakan dari tanganya ini. Rasa pedas yang tak ku suka, kini membuat ku lebih tertarik mencicipinya dan sekarang aku telah menyukai makanan pedas. "
Perkataan Ergin membuat telinganya panas ditambah dengan senyum yang mengembang diwajah wanita yang ada dihadapannya.