
Apakah Dishya akan menyerah ? Setelah melihat Ergin begitu mencintai istrinya?
Tulis dikolom komentar yaaa...π
Tetap berikan dukungannya yaaaπ
Like, Vote, Love, Gift, and Rate Star 5 π
I'm waithing for you support Guy'sππ
Jom lanjut.... π
Salam hangat dan manis untuk Reader π
πΉHappy ReadingπΉ
ππππ
Pagi ini Dishya mengunjungi Nyonya Esma, wanita itu memang telah mengenal ibu Ergin bahkan terbilang hubungan mereka sangat dekat dan sangat akrab.
"Nyonya... Ada nona Dishya."
Ucap asisten rumah tangganya yang memberitahukan kehadiran dari sahabat kecil Ergin.
Ergin dan Dishya adalah sahabat dimasa kecil, teman satu sekolah. Dimana ada Ergin disitupula ada Dishya. Barulah Murad hadir disaat ayahnya Ergin menjalin kerjasama dengan keluarga Sharken.
Selain itu keluarga Dishya dan Ergin telah lama saling mengenal. Dishya adalah seorang dokter, wanita itu terlahir dari keluarga besar yang berprofesi ditenaga kesehatan.
Bagaimana keluarga Ergin mengenal dengan keluarga Dishya, yaitu saat ayahnya yang dokter spesialis anak datang kerumah keluarga Ozturk.
Atas rekomendasi dari sahabat ayah Ergin, saat itu telah beberapa hari Ergin demam dan panasnya tidak turun, puncaknya dihari ketiga demannya semakin tinggi.
Seorang sahabat dari ayah Ergin menyarankan untuk membawa dokter spesialis yang telah berpengalaman untuk mengobati Ergin.
Wajar saja saat itu Ergin sakit karena harus terpisah dari ibu kandungnya disaat masih berumur satu tahun. Ikatan batin antara anak dan ibu yang dipisahkan secara paksa oleh Nyonya Esma.
Setelah kejadian demam tinggi dan ayah Dishya bisa menyembuhkan Ergin, semenjak itu ayahnya menjadi dokter pribadi dikeluarga Ozturk.
Setiap Ergin sakit akan datang ayah Dishya dan begitu juga anak dokter tersebut karena ayahnya tahu bahwa anak lelaki itu membutuh teman disaat kedua orangtuanya tengah sibuk dengan pekerjaan.
Hubungan Dishya dan Erginpun terjalin semenjak mereka kecil bahkan selalu bersekolah ditempat yang sama sampai mereka harus terpisah dengan pilihan kuliah mereka masing-masing.
Ergin memilih bidang studi management untuk melanjutkan karir dari keluarga besarnya yang pembisnis dan Dishya memilih menjadi dokter seperti keluarga besarnya.
__ADS_1
Disaat Ergin bertunangan dengan Nadine, Dishya pergi menjauh. Nadine adalah cinta pertama Ergin, namun lelaki itu patah hati setelah Nadine ketahuan berselingkuh dibelakang Ergin.
Wanita itu diam-diam mencintai Ergin, Dishya yang hadir mengisi hari-harinya dari rasa patah hati laki-laki itu. Tapi sayang Ergin tak peka bahwa rasa sayang dan perhatian Dishya adalah bentuk cinta wanita itu.
Ergin menganggap Dishya adalah sahabat bahkan saudaranya. Jadi Ergin merasa perhatian dan kasih sayang yang wanita itu berikan adalah bentuk cinta seperti seorang saudara kandungnya.
"Hai... Sayang, kapan kau balik kenegara ini?"
Ungkap Nyonya Esma dengan senyum mengembang diwajah wanita paruh baya itu begitu juga Dishya.
"Kau terlambat!!! Kenapa kau tak hadir disaat Ergin masih sendiri, kau malah lebih memilih untuk melanjutkan studi mu keluar negeri."
Ucap wanita itu lebih lanjut yang mengagetkan hatinya atas ucapan yang barusan keluar dari mulut ibunya Ergin.
Saat itu Dishya merasa putus asa karena Ergin tak pernah menyadari akan cintanya. Namun ibu Ergin mengetahui perasaan wanita itu terhadap putranya.
Akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studynya diluar negeri. Namun bayangan sosok Ergin tak mampu lepas dari pikiran dan hatinya.
Dishya memutuskan untuk kembali dan memperjuangkan sekali lagi cintanya. Saat ini ia ingin mengungkapkan perasaannya pada laki-laki yang ia cintai sejak lama itu.
"Sayang... Dulu Ergin jatuh cinta pada wanita yang akhirnya mengkhianatinya. Aku tak merestui hubungan mereka, itu terpaksa karena suamiku yang merestui cinta Ergin. Membuat ia meneruskan pertunangan dengan wanita itu dan akhirnya patah hati."
"Aku tahu kau masih menyimpan rasa cinta pada putra ku, kau yang lebih mengenal putra ku."
Ungkap wanita itu seperti memberikan restunya pada Dishya. Wanita yang menginginkan Aiyla dan Ergin bercerai.
"Aku lebih mempercayai mu menjadi menantu ku daripada wanita itu," ungkap Nyonya Esma
lebih lanjut dengan mengenggam erat tangan Dishya.
Sebuah kekuatan mengalir didalam hati dan sekujur tubuhnya. Wanita paruh baya inipun merestuinya jika Ergin bersama dirinya.
Tapi setelah melihat rasa cinta dan sayang yang ditunjukkan oleh Ergin pada wanita itu, membuat hatinya sedikit goyah.
Ergin terlihat begitu mencintai Aiyla. Terpancar dari sorot mata laki-laki itu. Cinta yang sangat besar yang ada dimata Ergin.
Berbeda pada saat Ergin bersama Nadine, memang wanita itu adalah cinta pertama bagi Ergin tapi tak sebesar cintanya pada Aiyla yang terlihat dimata Dishya.
"Ibu merestui mu Dishya dan akan membantu mu. "
Ucap wanita paruh baya itu dengan penuh sorot mata meyakinkan dan kesungguhan menatap Dishya.
__ADS_1
Wanita itu seakan mendapatkan energi untuk melaksanakan tekadnya untuk mendapatkan cinta dimasa kecilnya itu.
Disatu sisi Ergin dan Aiyla bersama putranya sedang menikmati waktu kebersamaan berkumpul keluarga. Mereka sengaja tak masuk kantor untuk menemani putranya bermain ditaman bermain dan menonton bioskop kesukaan Azzam.
Mereka terlihat sungguh bahagia dan begitu juga putra mereka. Menghabiskan waktu bersama keluarga kecil mereka.
Ergin tak menyangka bahwa ia telah memiliki keluarga yang sempurna. Ada istri yang begitu dicintainya dan seorang putra penambah semangat hidupnya.
"Ibu...Ayo kita pergi kebioskop aku sudah puas bermain disini. "
Penuh kasih sayang Aiyla menghampiri putranya itu seraya mendengar celotehan manja dari Azzam. Ergin menatap dari jauh melihat dua orang yang sangat berharga didalam hidupnya.
Senyum itu membingkai diparas wajahnya. Ergin menyadari betapa ia bersyukur dipertemukan oleh Aiyla.
Walau diawal pertemuan mereka dibalut dengan malam yang sangat pekat disaat dirinya merasa terbakar atas tindakan dirinya sendiri.
Dret... Dret... Dret...
Ponselnya terasa bergetar didada, Ergin merogoh kedalam saku jas dan melihat nomor dilayar ponsel tersebut. Sebuah nomor baru yang ia hapal.
Lelaki itu segera menerima panggilan masuk tersebut, dan terdengar percakapan yang serius diantara mereka berdua.
Raut wajah lelaki itu seketika berubah, senyum yang tadi ada kini tak mengembang kembali.
"Apa yang menjadi topik diskusi kalian ? Kau harus melakukan apa sayang...,"
Ucap Aiyla yang datang menghampiri suaminya berada sedikit menjauh dari mereka berdua.
Ergin menatap lekat kearah Aiyla, memberikan isyarat melalui tatapan mata yang diberikan olehnya.
"Aiyla, aku harus bicara berdua dengan mu sekarang!!! "
Ucap keras Ergin tanpa memperdulikan orang disekitarnya. Lelaki itu terlihat begitu marah dan terselip kekecewaan terhadap istrinya itu.
Aiyla yang bingung sekaligus panik melihat wajah suaminya yang berubah menjadi sosok yang tak dikenal oleh Aiyla.
Entah apa yang terjadi setelah panggilan masuk dari ponselnya membuat laki-laki itu begitu marah padanya.
Aiyla tak mengerti, laki-laki itu langsung menarik tangannya dan mengajaknya ketempat yang tak dilihat oleh orang ramai.
__ADS_1