
Bagaimana Reader ? Apakah masih setia dilapak Author ? Semoga tak mengurangi rasa ketertarikan dan rasa penasaran Reader terhadap tulisan Author ini.
Berikan tanda cinta kalian dalam bentuk ๐๐๐ฏ๐๐โญuntuk menambah suplement Author. Mohon Reader untuk berikan dukungannya dalam bentuk like, love, vote, rate stars 5 and gift.
Buat Reader yang telah memberikan dukungannya, Author ucapkan banyak terima kasih ๐๐๐
Jom Lanjuuut ๐๐
๐Happy Reading Reader's๐
๐๐๐
Murad tanpa basa basi dirinya langsung menyodorkan sebuah photo anak laki-laki yang diberikan sebelumnya pada penjaga keamanan sekolah.
Kepala sekolah tersebut meraihnya lalu dengan membenarkan posisi kaca mata yang tak sama sekali dalam posisi miring.
Seperti hanya sebuah kebiasaan saja wanita paruh baya itu menggeser kaca matanya pada saat menatap photo tersebut dengan seksama.
"Mmmm... Anak lelaki ini adalah murid disekolah ini. Saya ingat benar bahwa baru satu tahun ini pindah kemari."
Ungkap wanita tersebut dengan raut wajah cemas yang sudah dapat dikendalikan dirinya.
"Boleh saya minta alamat rumah anak ini? Ibunya adalah teman saya yang telah lama saya cari."
Balas Murad langsung memberikan alasan agar kepala sekolah tersebut mau menunjukkan alamat rumah wanita yang ada diphoto.
"Ooo... Baiklah Tuan."
Balas singkat dari mulut wanita paruh baya itu. Dengan langsung berdiri lalu berjalan menuju sebuah lemari dan mengambil sebuah file yang begitu tebal.
Membukanya dengan penuh ketelitian disetiap lembar kertas diperhatikan oleh wanita tersebut. Dicover file tertulis identitas siswa baru persetiap tahunnya.
Bibir wanita itu melengkung pertanda apa yang dilihatnya bertemu dengan sesuatu yang sedang dicarinya.
"Ini saya menemukannya Tuan, alamat rumah anak lelaki tersebut. "
Ucap wanita tersebut dengan wajah senang dan rasa lega dapat membantu lelaki dihadapannya.
Wanita itu menulis alamat tersebut dalam secarik kertas lalu menyerahkan pada Murad dengan sebuah lengkung dibibirnya.
Sejenak Murad membaca dan seakan mencari dimana posisi alamat tersebut, terlihat dari mata dan raut wajahnya yang begitu serius menatap secarik kertas yang diberikan oleh wanita paruh baya itu.
"Baiklah, saya permisi dan terima kasih atas bantuannya."
__ADS_1
Ucap Murad seraya mengulurkan tangan untuk menjabat tangan wanita itu sebagai tanda rasa terima kasih.
Dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya wanita itu menyambut tangan Murad seraya menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Murad berlalu dari ruang kepala sekolah dan segera memacu kendaraannya menuju alamat yang telah didapatkannya.
Dengan segala perasaan yang bercampur aduk Murad tak dapat memprediksi apa yang akan ia lakukan setelah bertemu dengan wanita dan anak laki-laki yang ada didalam photo tersebut.
Tentunya ini adalah jalan baginya untuk memecahkan rasa penasaran serta rasa gelisah yang selama ini mendera dihatinya.
Alamat yang diberikan pada Murad tak begitu jauh dari alamat sekolah yang tadi ditujunya. Hanya sekitar beberapa kilometer dari tempat sekolah anak laki-laki tersebut.
Mobilnya berhenti tepat disebuah rumah berwarna putih dengan bentuk rumah yang sangat mewah.
Dibalik gerbang tinggi ada sebuah pos penjaga, Murad mencoba mengingat apakah dirinya pernah datang kerumah tersebut.
Sekuat dirinya mengingat namun bayangan akan masa lalu yang berhubungan dengan rumah dihadapannya tidak juga terlintas dikepalanya.
Murad memakirkan mobilnya tak jauh dari rumah bergaya klasik moderen. Dirinya sengaja belum keluar dari dalam mobil. Murad berniat untuk memperhatikan terlebih dahulu keadaan rumah dihadapannya.
Tak beberapa lama keluar sebuah mobil mewah berwarna hitam dari dalam rumah tersebut. Kaca mobil begitu gelap sehingga tak terlihat oleh Murad siapa yang ada didalam mobil tersebut.
"Apa aku tanya saja pada penjaga rumah itu! "
Akhirnya diputuskan untuk segera keluar dari mobil lalu menuju pos jaga yang ada dibalik pintu besar yang menutupi bagian depan rumah tersebut.
Rumah itu bertingkat dua dengan warna putih lebih dominan pada bagunan tersebut. Putih bercampur dengan warna keemasan. Sungguh membuat rumah tersebut sangat elegan dan berkelas.
Murad menekan bel yang ada disamping gerbang dan tak begitu lama keluar seorang laki-laki penjaga rumah besar itu.
"Tuan mau mencari siapa?"
Ucap laki-laki itu dengan wajah datar menatap kearah Murad. Dengan sangat tenang Murad berkata dengan runtun maksud dirinya.
Menyerahkan kembali dua photo yang sengaja diselipkannya didalam saku jasnya. Lelaki itu melihat photo tersebut dan raut wajahnya berubah dari semula datar menjadi lebih serius menatap Murad.
"Maaf Tuan, mereka berdua baru saja keluar."
Balas lelaki dihadapannya dengan mata penuh kesungguhan. Murad percaya atas perkataan yang baru didengarnya karena memang ia melihat sebuah mobil yang keluar dari rumah ini. Berarti orang yang ada didalam mobil tersebut adalah wanita dan anak laki-laki yang dicarinya.
"Baiklah, terima kasih."
Balas singkat Murad seraya membalikkan tubuh dan berjalan menjauhi gerbang besar dari rumah mewah tersebut.
__ADS_1
"Tuan...! Siapa nama anda? "
Teriakan sedikit keras menghentikan langkah Murad. Berjalan kembali dengan cepat menuju lelaki yang tak jauh dari hadapannya.
"Murad Sharken, ini kartu nama saya. Silahkan berikan ini pada majikan mu. Saya berharap dapat segera menemui saya."
Ungkap Murad dengan sebuah senyum seraya berlalu dari hadapan lelaki yang sedang membaca kartu nama yang ada ditangannya.
"Muraad... Sharken. Nama yang tak asing didengar. "
Gumam lelaki itu seraya masih menatap kartu nama yang diberikan padanya.
Dengan laju yang sangat kencang Murad kembali kekantor. Namun dirinya tidak langsung menyelesaikan pekerjaannya.
Pikirannya masih tertuju pada rumah besar nan megah serta sang pemiliknya. Hampir setiap saat dirinya melirik kearah ponsel yang ada diatas meja kerjanya.
Berharap seseorng yang sangat dinantikannya untuk segera menghubungi dirinya. Dengan memainkan pulpen yang ada ditangan kanannya pikiran Murad melayang dan mencoba untuk mengingat kembali rumah berwarna putih.
"Jika kau dari kelas atas, mengapa kau tak langsung menemui ku dan mengatakan bahwa anak lelaki itu adalah anak ku! "
Ungkap Murad dengan segala praduga yang berputar dipikirannya. Sangking terpokusnya, kehadiran asisten pribadinya masuk kedalam ruang kerja tanpa disadari oleh Murad.
"Tuan...Maaf ada seorang wanita ingin bertemu dengan anda. "
Ucap wanita muda berpenampilan modis dengan menggunakan shordress diatas lutut. Murad yang sedang melayang pikirannya tak tentu arah menjadi sedikit terkejut saat suara wanita muda itu menyapanya.
"Mmmm... Apa? "
Balas singkat Murad yang memang tak mendengar perkataan dari asisten pribadinya itu.
Asisten pribadinya mengulang kembali perkataan yang baru saja diucapkan dirinya. Dengan mengurangi kecepatan bicara dan sedikit meninggikan volume suaranya.
"Oooo..Kalau wanita yang tak begitu jelas tujuannya, saat ini saya enggan untuk bertemu dengan siapapun! "
Ucap Murad masih dengan melirik kearah ponselnya yang tak bergerak sama sekali.
Setelah mendengar perkataan atasannya, asisten pribadi Murad mengerti maksud dari atasannya. Wanita itu segera meminta untuk berlalu dari hadapan dan kemudian melangkah menuju pintu keluar ruang kerja atasannya.
Belum sampai dipintu ruang kerja tersebut, wanita muda secara tiba-tiba dengan tubuh ideal tinggi semampai dibalut dengan shortdress berwarna nude menambah kesan sempurna membalikkan tubuhnya.
"Maaf Tuan, wanita itu mengatakan baru saja mendapatkan kartu nama anda dan menunjukkan pada saya."
Ucap asisten pribadinya dengan kembali menatap wajah atasannya yang berubah menjadi sedikit terkejut.
__ADS_1
Murad tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Bergegas dirinya berdiri lalu berjalan melewati asisten pribadinya, membuka pintu ruang kerjanya dengan mimik wajah yang tak dapat dilukiskan betapa terkejutnya dirinya.