
Duuuh ๐Sibabang ganteng lagi butuh pelukan hangat nih...๐
Menurut Reader dia akan memaafkan sikap Aiyla?๐ฑ
Tulis dikolom komentar yaaa...๐
Don't forget to LIKE sehabis baca trus tekan VOTE dan GIFTnya yaaa๐
Selamat membaca...๐
Jom lanjuuut๐
๐๐๐
Aiyla terkejut dengan sikap Ergin yang begitu saja melepas tangannya dan langsung berdiri menjauhi dirinya. Laki-laki itu refleks menjauh dari posisi awal yang semula berdekatan.
"Kau tahu semua ini tapi sengaja menyembunyikannya dari ku!! Apa tujuan mu?"
Ucap lirih Ergin dengan wajah tak percaya menatap Aiyla. Sorot mata Laki-laki itu seperti menganggap bahwa Aiyla adalah sosok lain yang tak dikenalnya.
Aiyla begitu terpukul melihat tatapan mata dari laki-laki dihadapannya. Rasanya ia ingin bejalan dan memeluk tubuh itu dengan erat.
Namun diurungkannya karena ia tahu Ergin tak mengharapkan itu darinya. Laki-laki itu butuh penjelasan yang sangat detail dari semua ini.
"Sayaang... Tatap mata ku...Akupun terkejut untuk semua ini dan tak ingin menyembunyikan semua dari mu. Aku memiliki alasan tertentu sehingga berbuat demikian... Maafkan aku. "
Terdengar suara pelan Aiyla yang terputus-putus mengeluarkan bait kata dari mulutnya. Dengan berderai air mata, wanita itu memohon untuk meminta belas kasih dari laki-laki yang ada dihadapannya.
Melihat Aiyla berbicara Nyonya Yasmin langsung membantu menjelaskan semua yang terjadi.
"Tuan Ergin... Aiyla terpaksa melakukan itu agar mendapatkan keadilan bagi bibinya. Jika anda mengetahui ini semua, kami khawatir anda mengagalkan rencana kami berdua. Walau bagaimanapun Nyonya Esma adalah orang yang telah membesarkan Tuan"
Tak mungkin ia akan membela wanita yang telah bertindak diluar pikirannya selama ini. Nyonya Esma seperti memiliki dua kepribadian dan pandai menyembunyikan.
__ADS_1
Ergin telah tertipu selama ini, ia yang begitu terluka dan terasa menderita namun kenyataan sebenarnya wanita itu memiliki hati dan perasaan yang kejam.
Wajar wanita itu tak dekat dan menjaga jarak dengan Ergin dan hebatnya dapat tetap tersenyum disaat dirinya dekat dengan Ergin sedangkan ia tahu Ergin adalah anak dari wanita yang dicintai suaminya.
Ergin tertegun dan tak pernah membayangi bahwa wanita yang dianggap ibu olehnya sebegitu buruk perilakunya. Wanita itu pandai memainkan perannya sehingga ayahnya dan Ergin tertipu selama ini.
"Nyonya Esma membuat seolah dirinya adalah korban, tapi sesungguhnya ia yang menjadi orang ketiga dari hubungan Elif dan ayah Tuan. Wanita itu tahu bahwa ayah Tuan tidak mencintanya, tapi masih menerima pernikahan itu."
Ungkap Nyonya Yasmin dengan tatapan mata yang kosong mengenang sahabatnya itu. Bagaimana menderitanya Elif ulah Nyonya Esma.
"Apakah dengan menjadi pimpinan perusahaan Ozturk adalah salah satu rencana kalian berdua? "
Tiba-tiba terdengar suara dari laki-laki itu yang membuat gemuruh didada keduanya. Aiyla dan Nyonya Yasmin saling menatap.
"Tuan...Awalnya itu adalah tujuan pertama kami, mengambil alih pimpinan direktur utama dari Tuan Murad. Namun anda harus tahu bahwa istri anda memang berkompoten dan pantas untuk duduk dikursi tertinggi diperusahaan Ozturk. Perusahan pendukung sangat menginginkan perubahan diperusahaan yang mengalami kemunduran setelah anda mengundurkan diri"
Terdengar suara dari Nyonya Yasmin yang menjelaskan dengan suara pelan namun penuh arti. Erginpun mengetahui fakta kebenaran dari apa yang terjadi diperusahaan tersebut.
Ungkap Nyonya Yasmin dengan antusias dan tersirat kemarahan diwajah wanita yang semula sendu itu.
"Jadi antara aku dan Aiyla?"
Tanya Ergin masih tak mengerti, jika mereka bersaudara maka tak mungkin masih dalam satu ikatan rumah tangga.
"Aku adalah saudara sepupu mu, bibi Elif adalah saudara tiri dari ibu ku. Mereka berdua berbeda ayah."
Ucap Aiyla seraya memberanikan diri mendekati Ergin yang telah terduduk lemas.
"Sayang...Bibi ku depresi karena terpisah dari mu sampai diujung usianya. Ia terlalu bersedih sehingga mentalnya terganggu karena tak dapat memeluk putranya kembali. Siapa yang dengan bertanggung jawab untuk semua itu adalah Nyonya Esma."
Ergin membelalakkan matanya mendengar perkataan yang keluar dari mulut Aiyla. Biji matanya seperti hendak keluar dari tempatnya. Ergin merasakan hatinya terbakar dan tertusuk sangat dalam oleh kata-kata yang terdengar ditelinganya itu.
"Satu hal lagi Tuan Ergin... Ayah mu tidak mengetahui semua ini, Nyonya Esma pandai memutar balikkan fakta."
__ADS_1
Ungkap Nyonya Yasmin dengan mata telah berkaca-kaca. Rasa perih atas luka lama tergores kembali ketika wanita itu mengingat sahabatnya.
Detik terakhir disaat Elif meninggal dunia, sangat jauh dari dirinya yang dulu cerdas dan cantik. Ibu kandung Ergin tubuhnya hanya tinggal kulit pembalut tulang dengan wajah pucat dan tatapan mata kosong.
Ergin menangis tersedu dan terduduk dilantai, kakinya tak sanggup menahan berat tubuhnya. Laki-laki itu begitu tersakiti hati dan raganya serta begitu meratapi nasib ibu kandungnya.
Tak terlihat lagi seorang Ergin Ozturk yang berkarakter dan berwibawa saat ini, hanya terlihat seorang laki-laki yang begitu larut dalam kesedihan yang mendalam.
"Sayang...Bangkit lah."
Dengan posisi berjongkok Aiyla meraih tubuh suaminya dan refleks langsung memeluk tubuh itu dengan erat. Ergin merespon pelukan itu dengan air mata jatuh membasahi wajah tampannya.
Ergin seperti anak lelaki yang menangis tersedu dipelukan Aiyla. Dengan lembut Aiyla memberikan sentuhan agar suaminya bisa lebih tenang dan dapat menerima kenyataan yang telah terjadi pada ibu kandungnya.
Membelai belakang kepala serta punggung dari laki-laki itu, sentuhan hangat masuk kesekujur tubuhnya.
"Melec... Itu kamu? "
Ucapnya dengan binar mata dan raut kesedihan diwajah yang masih terlihat diwajahnya.
"Ya... Tuan, ibu anda menganggap Aiyla adalah malaikat atau bidadari yang akan membantu dirinya untuk mendapatkan hak dan keadilan.
Mengungkapkan semua yang terjadi pada Ergin dan Aiyla. Dengan sepucuk surat dan meminta Aiyla mengembalikan putranya. Tuhan memiliki cara sendiri untuk menyatukan mereka berdua.
Ergin dan Aiyla dipertemukan oleh sebuah takdir yang tak diduga oleh mereka berdua. Memiliki sebuah hubungan dimasa lampau, Terjawab sudah mengapa Ergin merasakan telah memiliki ikatan yang kuat dengan putra Aiyla.
Walau bagaimanapun hubungan percintaan mereka berdua, pasang dan surutnya cinta kasih Ergin dan Aiyla namun rasa sayang dan perhatian Ergin pada Azzam sangat kuat dan tak terpengaruh oleh keadaan apapun.
"AIyla... Aku lelah."
Ucap Ergin dengan suara serak dan parau. Lelaki itu begitu tertekan dengan kisah masa lalu yang datang dan statusnya yang jelas akan sangat berbeda.
Aiyla permisi pada Nyonya Yasmin dan membawa Ergin untuk pulang kerumah. Lelaki itu berjalan mengikuti langkah kaki Aiyla dengan perasaan dan hati yang tak menentu.
__ADS_1