
Jom lanjut ngebaca๐๐
Jangan lupa like setelah diakhir bacaan dan berikan vote, gift dan bintang 5 yaaa๐
Author menunggu jejaknya.... ๐๐
๐Happy Reading๐
๐๐๐
Pada saat bersama Azizah memberikan sindiran dengan wajah penuh amarah. Wanita itu seakan meluapkan rasa kehilangan atas suaminya terhadap Aiyla.
Dengan kata-kata pedas sekaligus menusuk kehati Aiyla, mengalir keluar bak air dengan begitu saja dari mulut wanita itu tanpa memikirkan perasaan Aiyla.
"Cukup!!! Aku tak tahu kalau dia mencintai ku. Mengapa kau begitu menyalahkan aku atas kematian suami mu pada ku. Kau tahu putra ku hampir saja tak bernyawa dibuat oleh suami mu yang gila itu!! "
Terdengar suara tinggi Aiyla dengan raut wajah penuh dengan amarah menatap balik kearah Azizah. Sejenak wanita itu terdiam, dirinya tak menyangka bahwa Aiyla mampu berkata demikian.
Selama ini memang Aiyla tak pernah melawan setiap sindiran atau perkataan yang menghina dirinya tapi kali ini sungguh diluar dugaan Azizah.
Aiyla merasa perlu meluruskan kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dengan wanita yang ada dihadapannya itu.
"Kau harus tahu... Aku tak pernah bertemu dengan suami mu bahkan tak pernah berhubungan secara langsung. Jika aku berniat merebutnya dari mu tentu sudah dari dulu itu aku lakukan. Jangan kau menyangka aku sama seperti wanita lain yang didekati oleh Akhsal. Kau salah besar!!! "
Terdengar keras ditelinganya seakan menampar wajahnya dengan perkataan yang keluar dari mulut Aiyla. Wanita itu memang telah mengenal siapa suaminya yang suka bergonta-ganti pasangan selama menikah dengannya.
Azizah terduduk lemas dilantai, dirinya tak bisa berkata-kata lagi, hatinya terbakar dan lidahnya keluh. Melihat Aiyla menatap dirinya dengan amarah.
Apa yang dikatakan oleh Aiyla memang benar adanya. Akhsal sering bergonta-ganti pasangan karena memang suaminya terang-terang mengatakan tidak pernah jatuh cinta padanya.
Pernikahan ini atas dasar perjodohan semata dan itu adalah kesalahan yang terbesar laki-laki itu yang pernah diungkapkan oleh Akhsal pada Azizah.
"Suami mu itu bermain dibelakang mu dan aku sendiri pernah melihat dirinya bersama wanita lain, tapi aku bersumpah pada mu bahwa aku tak pernah sama sekali terbesit rasa menyukainya. Bahkan aku baru saja mengetahui bahwa suami mu memiliki perasaan cinta terhadap ku disaat kejadian itu."
Suara pelan itu kini terdengar ditelinga Azizah masuk menusuk hatinya. Aiyla melihat wanita dihadapannya terpukul atas ucapannya kini memandang dengan tatapan mata yang berbeda dari sebelumnya.
Aiyla mengulurkan tangannya memberikan bantuan agar Azizah bangkit dari duduk diatas lantai. Sambutan tangan Aiyla dibalas dengan Azizah namun disaat sambutan itu terbalas dengan sengaja wanita itu melepaskan tangannya lalu mendorong tubuh Aiyla dari belakang.
Bruuk... Auuww...
__ADS_1
Terdengar suara jatuh dilantai dengan keras dan terdengar secara bersamaan teriakan Aiyla. Azizah yang melihat keadaan diluar dugaan akibat ulahnya malah terdiam dan terpaku melihat darah segar yang keluar dari sela-sela betis Aiyla.
Aiyla mengelus perutnya yang seketika terasa sakit dan ia merasakan sesuatu cairan keluar dari organ intimnya. Tangannya meraba dan merasakan cairan tersebut dan ternyata adalah darah segar.
"Ergin.... Ergin.... Tolong.... "
Teriak keras Aiyla setelah dirinya merasakan perutnya yang terasa semakin sakit dengan darah yang keluar dan telah bersebaran dilantai ubin tersebut.
Wajah pucat Azizah hanya terdiam tak bergeming, tubuhnya gemetar melihat Aiyla yang merasa kesakitan teramat jelas diwajah wanita itu.
"Ya Tuhan.... Apa yang terjadi? "
Teriak Ergin yang berlari setelah mendengar suara dari istrinya tersebut. Dengan sigap dirinya menggendong tubuh Aiyla lalu membawanya kedalam mobil.
Wajah Aiyla telah pucat dengan keringat besar-besar didahinya menahan rasa sakit yang teramat hebat.
Nyonya Mustafa turut bersama Ergin mengantar mereka berdua berangkat menuju rumah sakit yang terdekat.
"Cepat... Cepatlah!!! "
Teriak Ergin seraya menatap wajah pucat Aiyla dengan bajunya yang bersimbah darah segar. Terlihat darah merah dikulit putih Aiyla yang mengalir deras dibetis wanita itu.
"Sayaaang.... Bertahanlah. Aku akan menolong mu..."
Nyonya Mustafa hanya menangis melihat Aiyla yang sedang dipangku Ergin dikursi belakang. Aiyla terlihat lemah karena darah terus keluar tak berhenti.
Tiba-tiba saja genggam tangan Aiyla yang digenggam Ergin melemah, Aiyla sudah tak sadarkan diri.
"Aiyla.... Aiyla.... Sadarlah... Ku mohon...Cepat bawa mobil ini!!! "
Teriak histeris Ergin dengan mata memerah dan raut wajah panik serta cemas. Ergin menepuk pipi istrinya namun Aiyla tak bergeming sedikitpun.
Mobil memasuki halaman parkir rumah sakit. Bak orang gila Ergin menggendong tubuh istrinya yang bersimbah darah. Penjaga kesehatan melihat teriakan Ergin dengan sigap langsung membawa brankar dorong.
Tubuh Aiyla direbahkan diatas brankar lalu didorong memasuki ruang IGD. Ergin mengusap wajahnya tanpa disadari tangannya yang penuh dengan darah dari istrinya.
"Ya Tuhan... Selamatkan istriku..."
Terdengar pilu keluar dari mulutnya. Nyonya Mustafa yang berada disampingnya memeluk tubuh Ergin. Kini laki-laki itu tak dapat mengendalikan emosi dan perasaannya. Menangis sekuat-kuatnya dipundak wanita paruh baya tersebut.
__ADS_1
"Bersabarlah... Aiyla pasti akan baik-baik saja. Aku yakin karena dia adalah wanita yang kuat. "
Terdengar suara penuh kesungguhan keluar dari mulut wanita paruh baya tersebut. Mengusap lembut punggung Ergin dan menuntun lelaki itu untuk duduk di kursi tunggu.
Ergin masih menangis tersedu, baru saja dirinya melalui hal yang sama kini masa itu seakan terulang kembali. Hatinya begitu cemas dan khawatir bercampur aduk melihat kondisi istrinya yang pucat dengan keringat dingin terlihat didahinya.
"Nyonya...Apakah Aiyla akan baik-baik saja... dan bagaimana anak ku.... "
Terdengar suara Ergin yang terlihat seperti anak kecil yang merengek kehilangan ibunya. Hati Nyonya Mustafa tak berbeda jauh, gemuruh didadanya sangat kencang dan tangannyapun bergetar meraih tangan Ergin.
"Kita harus pasrah dan perbanyaklah memohon pada Sang Pencipta agar memberikan kemurahanNya pada kita."
Ungkap Nyonya Mustafa dengan menengadahkan kedua telapak tangannya keatas seraya berdoa dengan mulut yang bergerak-gerak namun tak terdengar suara sedikitpun.
Wanita itu memanjatkan doa dengan bulir bening juga telah membasahi wajahnya yang tak muda lagi. Ergin mengikuti perkataan wanita disampingnya untuk memanjatkan doa yang sama untuk keselamatan istri beserta janin yang ada dirahim istrinya.
Disatu sisi Tuan Mustafa melihat kearah Azizah yang wajahnya terlihat pucat dengan mata yang gusar.
"Apa yang telah kau perbuat pada Aiyla? "
Teriak suara laki-laki itu pada menantunya yang masih berdiri tak bergerak sedikitpun dari posisi semula sebelum Aiyla dilarikan oleh Ergin.
Tatapan mata laki-laki itu mengandung kecurigaan terhadap Azizah, karena sebelum kejadian Aiyla terihat sehat dan baik-baik saja.
Mengapa tiba-tiba terjadi pendarahan yang hebat tanpa ada penyebab dan Aiyla merasakan kesakitan yang amat hebat.
"Aaa..Aaaku... Aku..Tak melakukan apapun!! Dia terjatuh sendiri!! Mengapa ayah seolah menyalahkan ku!! "
Ucap Azizah dengan suara tersedat-sedat mengeluarkan perkataannya. Berlalu meninggalkan Tuan Mustafa begitu saja dengan tergesa-gesa.
Melihat sikapnya yang gugup seperti itu tentu menambah kecurigaan dihati Tuan Mustafa.
"Apa yang telah kau lakukan pada Aiyla? "
Besit Tuan Mustafa dalam hati dengan sorot mata sendu seraya tertunduk merasakan rasa perih dan sakit kembali dihatinya.
"Ya Tuhan...Selamatkan cucu ku dan menantuku. "
Sebuah doa dipanjatkan oleh laki-laki paruh baya tersebut dengan menengadahkan kedua telapak tangan keatas.
__ADS_1
Bulir bening kembali membasahi wajah Tuan Mustafa. Hatinya begitu terenyuh atas tindakan Azizah jika apa yang ada dalam dugaannya benar terjadi.
Putranya Akhsal mencelakai Ali hingga berujung kematian dan kini Azizah menantunya mencoba hal yang sama dilakukan oleh Akhsal.