
Hai... Hai...Hai...πππ
Kita biarkan mereka bertiga berbahagia sejenak yaaaπ
But don't forget to like, love, vote and rate star 5
Author menunggu mu... ππ
πΌHappy ReadingπΌ
πππ
"Apa masalah mu pada ku ?" Ucap Ergin dengan tatapan mata tajam.
Tak dapat dipercaya bahwa Murad dan Ergi yang telah lama saling mengenal bahkan bukan hanya kali ini saja. Mereka berdua sudah mengenal sejak mereka masih kecil.
Namun malam ini pertikaian tak terelakan diantara mereka. Telah puas mereka bergulat sampai nafas mereka berdua tak beraturan.
Cukup lama terjadi baku hantam diantara mereka berdua, tidak ada yang melerai karena kebetulan taman itu lagi terlihat sepi.
"Kau tahu aku lebih dulu tertarik pada wanita itu, disaat kau mengatakan tak ada wanita yang dapat kau percaya !!!" Balas Murad dengan tatapan penuh amarah.
Luka lebam bagian pelipis mata kanan Murad terlihat membiru dan tak berbeda jauh dengan Ergin diujung bibirnya pecah dan mengeluarkan darah.
Dengan rasa lelah yang mendera keduanya, kini tengah terbaring tak berdaya diatas rumput merasakan sakit atas pukulan yang dibuat oleh mereka sendiri.
"Baiklah...Kau menang. Aiyla lebih memilih mu bukan aku. Tapi kau harus ingat jika saja kau sakiti wanita itu maka aku akan siap menggantikan posisi mu, " ucap Murad dengan penuh kesungguhan.
Riak wajah Murad tak main-main, lelaki itu juga tergila-gila pada wanita itu. Akhirnya setelah beberapa menit mereka bangkit dari posisi terbaring diatas rumput. Pakaian mereka telah kotor dengan tanah dan rumput yang menempel.
Ada rasa puas dihati mereka berdua setelah melampiaskan semua rasa yang ada dihati disebuah taman pada malam ini.
"Aku akan membawa Aiyla dan Azzam untuk pergi kepeternakan, selama kepergian ku itu pekerjaan kantor ku harap kau yang menghandle selama aku disana," ucap Ergin menatap sahabat sekaligus rekan kerjanya itu.
Senyum tipis terlihat diujung bibir Murad setelah mendengar perkataan sahabatnya itu. Ergin ternyata serius dengan wanita yang membuat dirinya tertarik itu.
Selama ini sahabatnya itu tidak begitu memperdulikan wanita, terakhir yang diingat adalah Nadine.
__ADS_1
Ergin begitu perhatian dengan Nadine tetapi bentuk perhatian dari Ergin berbeda jauh dengan Aiyla. Saat ini lelaki yang dikenalnya itu begitu over dalam segala hal.
Perubahan terjadi sangat draktis didalam kepribadian Ergin, ini yang masih menjadi tanda tanya pada Murad.
"Tuan... Ada apa ini ? " ucap Yaren dengan terkejut.
Ergin pulang dalam keadaan berantakan dengan bibir pecah dan memar dibagian wajahnya.
Tentu saja itu membuat asisten rumah tangga yang telah lama hidup bersamanya begitu terkejut dan khawatir dengan keadaan majikannya itu.
"Tuan berkelahi dengan siapa? " Tanya Yaren dengan antusias.
Mendengar jawaban yang diberikan oleh Ergin. Yaren reflek menutup mulutnya dengan kedua tangan dan ekspresi wajah lebih terkejut dari sebelumnya.
Baru kali ini dirinya melihat perkelahian diantara dua lelaki dewasa yang saling kenal dan memiliki hubungan yang sangat dekat.
"Tolong ambilkan aku es batu ! " Ungkap Ergin dengan melihat wajahnya didepan cermin.
Dengan cepat asisten rumah tangganya mengambil apa yang diperintahkan padanya. Dalam hitungan detik Yaren telah berada dihadapannya dengan sebuah kantong es batu.
"Auw... " Teriak Ergin.
"Tuan... Mengapa Anda tiba-tiba keluar rumah dan kini pulang dalam keadaan habis berkelahi dengan Tuan Murad, " ucap Yaren dengan penasaran.
Wajah Yaren yang semula penasaran bercampur khawatir kini berangsur-angsur berubah. Ada senyum yang terukir dan raut wajah bahagia setelah mendengar cerita dari majikannya itu.
"Berarti nyonya Aiyla sudah anda temukan? Syukurlah kalau begitu. Saya harap putranya segera keluar dari rumah sakit itu," ucap Yaren dengan tersenyum.
Setelah menjelaskan hal tersebut, Ergin meminta hubungannya dengan Aiyla untuk tidak sampai pada ibunya. Ergin ingin membicarakan langsung pada ibunya itu.
Yaren hanya mengiyakan saja permintaan dari majikannya itu. Hatinya ikut bahagia, karena wanita ini tahu persis bagaimana laki-laki yang ada dihadapannya itu tersiksa semenjak menghilangnya Aiyla.
"Aku akan mandi dan segera kembali kerumah sakit, malam ini aku tidak akan pulang," ucap Ergin pada Yaren.
Hanya anggukan dan senyum diwajah asisten rumah tangganya pertanda mengerti dengan yang disampaikan majikannya.
Tak membutuhkan waktu lama Ergin yang tadi berpakai sport kini telah berganti dengan pakaian rapi dan bersih.
__ADS_1
Kharisma lelaki dewasa yang mapan itu terlihat sempurna. Wajar saja wanita banyak tergila-gila pada lelaki bermata biru itu.
Wajah tampan dan harta berlimpah merupakan daya tarik yang kuat setiap wanita, tetapi tidak untuk Aiyla.
"Tuan.. Sekarang penampilan anda jauh lebih baik, maju terus dan pikat hatinya jangan biarkan lepas !! " Ungkap Yaren dengan penuh keseriusan.
Hanya senyum yang dilepaskan Ergin ketika mendengarkan perkataan asisten rumah tangganya itu.
Dengan kecepatan diatas sedang Ergin mengendarai mobil pribadinya tanpa dengan sopir. Malam ini dirinya bermaksud akan menginap dirumah sakit tersebut.
Diketuknya pintu sampai tiga ketukan dan dibukanya pintu tersebut. Dilihatnya Azzam sedang tertidur dan wanita yang telah membuatnya jatuh hati itu tengah asik membolak balik file yang ada ditangannya.
Aiyla menyadari kehadiran Ergin, dengan wajah terkejut dirinya menatap wajah yang penuh lebam dan ujung bibir yang retak.
"Apa yang telah tejadi pada mu Tuan?" tanya Aiyla seraya membelai lembut wajah Ergin.
Perkataan dan tindakan Aiyla membuat hati Ergin bergetar atas perhatian yang baru saja dirasakannya ini.
"Jangan khawatir aku tidak apa-apa, hanya terjadi kesalahpahaman antara aku dengan Murad," ungkap Ergin dengan tersenyum seraya membelai wajah Aiyla.
Aiyla merasa bahwa ini tidak hanya kesalahpahaman biasa karena mereka sampai berkelahi dan saling menyakiti satu sama lainnya.
"Kau yakin Tuan?" Tanya Aiyla penuh dengan penekanan pada nada suaranya.
Sengaja Ergin tak menceritakan secara detail apa yang menyebabkan kesalahpahaman yang terjadi diantara dirinya dan Murad. Sebenarnya bukan kesalahpahaman tetapi api cemburu yang membakar mereka berdua.
Berharap api kecemburuan Murad padam setelah Murad mengetahui dan merasakan bahwa wanita dihadapannya memilih dirinya.
"Bagaimana putra ku? " tanya Ergin seraya melirik ke arah tempat tidur Azzam.
Aiyla merasa lelaki dihadapannya ini sangat jauh berubah dari awal mereka bertemu. Sikap dingin, tanpa ekspresi dan menuntut kesempurnaan kini berubah menjadi lelaki yang penyayang dan penuh perhatian.
Tak dapat dipercaya bahwa lelaki ini adalah Ergin Ozturk pengusaha mapan dan kaya raya sedang bersama dirinya dengan status single parent.
Sebuah sentuhan hangat mendarat dibibir Aiyla dan rangkulan dipinggang rampingnya semakin mendekati dada bidang lelaki itu. Kini tubuh mereka berdua tak ada jarak pemisah sama sekali, sentuhan hangat itu semakin membuat Aiyla sulit bernafas.
Semakin dalam dan semakin larut Aiyla akan sentuhan yang diberikan lelaki tersebut. Keduanya saling menikmati permainan mulut dan lidah mereka berdua.
__ADS_1
"Ayah... " Suara pelan Azzam yang terdengar ditelinga mereka berdua.
Sontak menghentikan adegan mesrah yang barusan mereka lakukan. Dengan wajah yang memerah Aiyla berusaha melepas rangkulan lelaki itu. Mereka berdua berjalan kearah tempat tidur putra mereka.