Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 112


__ADS_3

Don't forget to like, love, vote, gift, and rate star 5 Guy's๐Ÿ˜


I'm waithing for you support Guy's..๐Ÿ˜˜


Please...๐Ÿ˜‰๐Ÿ™


๐ŸŒพHappy Reading๐ŸŒพ


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Aiyla begitu menggemaskan Ergin dengan pakaian yang dipakainya kali ini. Hembusan nafas lelaki itu terasa menjalar di tubuhnya.


Membuat tubuhnya bereaksi menginginkan lebih dari sentuhan lembut Ergin dibagian jenjang leher dan bahunya.


Dengan handuk yang melilit dibagian bawah tubuh laki-laki itu sehingga terlihat sekali perubahan pada bagian sensitifnya.


Aiyla merasakan dan melihat tatapan mata Ergin penuh dengan nafsu untuk segera melanjutkan aksinya.


"Kita akan makan malam, alangkah sebaiknya kita turun kebawah sayang... "


Ungkap Aiyla seraya tetap menikmati sentuhan lembut yang tak berhenti dari bibir laki-laki itu.


Lelaki itu tak mengidahkan perkataan Aiyla, ia telah terbuai dengan aroma tubuh dan rambut wanita itu yang membuatnya tak berhenti mencium.


Tubuh Aiylapun merespon setiap pergerakan dan sentuhan yang diberikan oleh Ergin. Mulutnya saja yang menghindari tapi tubuhnya menginginkan seperti hasrat Ergin yang tak tertahankan.


"Sayaaang... Aaakhhhh..." Suara lirih yang keluar dari mulut Aiyla.


Desahan itu membuat daya tarik bagi Ergin untuk tak menghentikan aksi liarnya. Kini tubuh Aiyla telah diangkat ala bridal style menuju tempat tidur.


Merebahkan secara perlahan tubuh Aiyla yang telah terpancing akan aksinya. Kini wanita ini pasrah dan menikmatinya.


"Apa kau masih ingin makan malam? " Ledek Ergin dengan senyum menggoda Aiyla.


Raut wajahnya yang telah hanyut akan sentuhan yang diberikan lelaki itu membuat Aiyla tanpa sadar menggelengkan kepalanya.


Tawa kecil keluar dari mulut lelaki itu, ia yakin bahwa istrinya tanpa sadar menginginkan hal yang sama dengannya saat ini.

__ADS_1


"Bersiaplah aku akan memakan mu terlebih dulu malam ini. "


Ucap Ergin dengan ketawa terkekeh dengan sudut bibir miring menatap Aiyla yang telah pasrah.


Handuk yang melilit ditubuh lelaki itu telah terlepas dan jatuh kelantai. Baju yang dikenakan Aiyla pun telah turun dan memperlihatkan bagian atas tubuhnya.


Mata Ergin tertuju pada pandangan indah yang terlihat ranum, meminta untuk segera dieksekusi. Suara rintihan dari mulut Aiyla menambah gairah yang ada pada lelaki itu.


Tangan Aiyla meremas secara kasar bagian belakang kepala Ergin sedang lelaki itu telah membenamkan wajahnya dikedua belah dada Aiyla.


Kini berlanjut dengan bagian bawah, Ergin dengan perlahan menarik pakaian wanita itu secara perlahan. Terlihat lekuk tubuh istrinya tanpa sehelai benangpun.


Matanya menjadi lebih liar untuk mengeksplor setiap senti dari tubuh Aiyla. Tak berbeda jauh dengan Aiyla, ia begitu menikmati tubuh suaminya yang begitu perfeks.


Dada bidang dengan bentuk petak-petak dibagian dada hingga keperut. Laki-laki ini memang menjaga berat badan dengan pola makan dan olahraga.


Sehingga tercipta tubuh yang sempurna dengan tubuh yang terlihat begitu sizepack. Gerakan naik turun dari lelaki itu menambah sensasi yang luar biasa bagi Aiyla.


"Sayang...Apa kau menikmatinya?"


Kini Aiyla tertantang untuk yang memegang kendali, ia yang akan menggiring lelaki itu kali ini. Menguji seberapa tahan Ergin menikmati permainan yang akan diberikan pada Aiyla.


Aiyla melakukan pergerakan yang membuat laki-laki itu menahan pelepasannya karena Aiyla pandai mengatur ritme geraknya sehingga membuat Ergin merasa dipermaikan menuju klimaknya.


Setelah puas bermain-main dengan gerakan-gerakan yang membuat lelaki itu tak tahan dengan wajah memohon pada Aiyla untuk segera menuntaskan hasratnya.


Aiyla tersenyum penuh kemenangan menatap wajah lelaki itu setelah melihat paras tampannya begitu memohon pada Aiyla segera melakukan pelepasan secara bersama dan tak ingin menundanya.


Ritme gerakan Aiyla dipercepat karena posisinya yang berada tepat diatas tubuh Ergin, wanita itu dapat melihat dengan jelas bagaimana laki-laki itu tersenyum setelah permohonannya dituluskan oleh Aiyla.


Secara bersamaan sepasang suami istri itu melakukan pelepasan yang sengaja ditunda sehingga begitu terasa nikmat disaat puncaknya.


Peluh membasahi disekujur tubuh mereka berdua walaupun berada diruang ber Ac. Peluh didahi Aiyla terlihat dimata Ergin, wanita itu masih terlihat sexy dari atas sana.


Perlahan Aiyla mengubah posisinya dan sekarang tepat didalam rangkulan lelaki itu. Peluh didahinya diusap lembut oleh Ergin dengan telapak tangannya, lalu mencium puncak kepala wanita yang kini berada didalam dekapanya itu.


"Kau begitu hot dan sexy... " Bisik Ergin ditelinga Aiyla.

__ADS_1


Mereka berdua begitu bahagia sampai terdengar suara ketukan dari luar kamar pribadinya. Terdengar suara Yaren yang meminta majikannya itu turun karena makan malam telah siap.


Ergin tersenyum menatap Aiyla, karena ia sesungguhnya telah menyantap hidangan makan malamnya disini. Aiyla mencubit lembut pinggang lelaki itu, karena ia tahu arti dari tatapan mata suaminya.


Meminta Ergin untuk turun dari tempat tidur dan segera menemui Yaren.


"Baiklah... Kami akan segera turun." Balas Ergin yang tengah berdiri dengan pintu terbuka sedikit.


Wanita paruh baya itu tersenyum karena melihat majikannya yang hanya mengenakan handuk yang dikenakan seperti pada saat ia selesai mandi. Terlihat sekali tubuh dari majikannya itu yang tak basah seperti mana orang baru selesai mandi.


"Baiklah Tuan... Oya putra anda telah siap menunggu," ucap Yaren dengan menyembunyikan sesuatu dari senyuman yang terlihat disudut wajahnya.


Ergin mengetahui maksud dari senyuman asisten pribadinya itu, dengan cueknya ia hanya berlalu dan menutup kembali pintu kamar.


"Ayo mandi, Azzam telah ada diruang makan menunggu kita berdua sayang," ucap mesrah Ergin seraya meraih tangan Aiyla menuntun untuk masuk kekamar mandi secara bersama-sama.


Mereka mandi dengan saling membatu mengusap lembut sekujur tubuh. Ergin begitu lembut sikapnya terhadap Aiyla.


Setelah lebih dari tiga bulan hidup bersama dalam satu atap, lelaki itu memang suami yang sangat ideal, perhatian, kasih sayangnya dan perlakuanya hanya unyuk Aiyla dan Azzam.


Aiyla masih tak percaya bahwa laki-laki yang dinikahinya adalah seorang Ergin Ozturk yang sampai saat ini masih bersikap dingin, tanpa ekspresi dan datar pada semua orang.


Namun tidak dengan Aiyla, lelaki itu menuruti saja kemauan Aiyla. Terkadang Aiyla yang memiliki sifat mandiri dan tak tergantung pada siapapun sekarang merasakan dimanja oleh Ergin.


Sikap yang diberikan padanya sedikit mengubah kepribadian Aiyla, ia kini sering meminta sesuatu hal yang diluar akal. Ergin merasakan akibatnya karena memanjakan wanita itu.


Sekarang mereka berdua telah siap dan turun kelantai bawah untuk makan malam yang sesunguhnya. Energi mereka terkuras akibat dari aksi mereka berdua sebelumnya.


"Ayah....Ibu. "


Azzam berteriak setelah hampir 20 menit menunggu kedua orangtuanya untuk turun dan berkumpul didalam satu meja yang sama.


Menghampiri Aiyla lalu memberikan sentuhan lembut dikedua pipinya melalui bibir kecil putranya. Tak berbeda dengan Aiyla, perlakuan yang sama juga didapatkan oleh Ergin dari putranya.


Kembali ketempat duduknya seraya menyantap makan malamnya. Ergin memberikan irisan daging diatas piring putranya. Anak lelaki itu dengan sikap manjanya tersenyum menatap Ergin. Azzam kemudian mengambil potongan kentang dan meletakkan diatas piring Ergin, melakukan hal yang sama seperti ayahnya.


Aiyla begitu bahagia melihat sikap mereka berdua yang begitu akrab dan saling menyayangi. Bulir bening tak terasa jatuh diujung matanya. Sebuah kebahagian yang dulu sempat ia rasakan akan sangat jauh dari kehidupannya.

__ADS_1


__ADS_2