
Akhirnya aksi Mak lampir berakhir.... Namun ada kisah suram yang mengubah kepribadian wanita itu....π¨
Menurut Reader apa yang telah terjadi ?
Tulis dikolom Komentar.....π
Tapi jangan lupa... Like,Vote,Gift,and rate stars 5πππ
β₯Happy Readingβ₯
πππ
Setelah beberapa bulan mengikuti persidangan yang menghabisksn waktu dan energi, baru malam ini mereka berdua bisa lebih merasa lapang dan tenang didalam hati keduanya.
"Tak ku sangka kau sepupu ku, sepertinya dunia ini kecil sekali dan penuh misteri sayang. Pekatnya malam mengantarkan kita berdua kedalam sebuah tabir hitam yang ada dimasa lalu dimana memiliki keterikatan hubungan antara kita berdua. "
Terdengar suara Ergin pelan dengan mata menatap bintang yang bersinar dimalam ini.
Sungguh indah kemerlip bintang yang bertaburan dilangit. Begitu cerah, begitu bersinar menghiasi hati mereka berdua.
Semilir angin malam membelai indah wajah Aiyla dibawah sinar bintang dan cahaya lampu yang temaram dari balkon yang ada dikamar pribadi mereka.
Namun malam ini angin malam tak begitu dingin menembus kulit Aiyla yang hanya mengenakan baju tidur berdiri disisi Ergin.
Mereka menikmati suasana malam yang begitu indah dengan cinta diantara keduanya. Ergin memeluk tubuh istrinya dengan mesrah.
Menyangga dagunya dibahu Aiyla, seraya berbisik dengan lembut tepat telinga wanita yang sekarang begitu erat dalam pelukan Ergin.
"Kenapa...Apakah ada yang salah dengan ucapan ku? "
Aiyla menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan. Setelah berulang kali melakukan tindakan itu, barulah wanita itu mengeluarkan suara yang berat seakan tersimpan beban yang masih tak dapat ia singkirkan dari dalam hati.
"Apakah kau akan melakukan hal yang sama dengan wanita lain? Jika ada wanita yang meminta bantuan yang sama lalu kau menawarkan perkataan yang sama seperti waktu itu ? "
__ADS_1
Terdengar langsung menusuk hati Ergin, lelaki itu lalu membalikkan tubuh istrinya dan membelai lembut diwajah Aiyla. Menatap lekat ke manik coklat Aiyla.
"Sayang... Apakah kau masih belum bisa memaafkan kebodohan ku dimasa itu? Kau harus tahu bahwa ku jalani dengan rasa terbakar dan terasa sangat menyiksa hati ku disetiap pekatnya malam setelah kejadian tersebut."
Mata Ergin berkaca-kaca dengan bibir bergetar menahan segala rasa dihatinya. Aiyla merasakan bahwa lelaki yang kini menjadi suaminya begitu terpukul atas ucapan yang baru saja keluar dari mulutnya.
"Maaf, sejujurnya aku masih belum bisa menerima bahwa aku sanggup menggunakan tubuh ku dan mencampakkan harga diriku. Aku merasa diri ku tak layak, kotor dan merasa jijik."
Terdengar pilu dihati Ergin, wanita yang sangat membuat ia tak dapat berpaling kewanita lain. Ternyata Aiyla masih belum bisa memaafkan dirinya sendiri.
"Sekarang kita sudah menjadi sepasang suami istri sayang...Kau harus ingat bahwa Itu sudah ketentuan didalam kehidupan kita berdua. Aku merasa beruntung telah mendapatkan mu hadir didalam kehidupan ku, walau dengan cara seperti itu. Jika kau bertanya apakah aku dapat melakukan hal yang sama pada wanita lain ? Maka jawab ku adalah tidak, aku telah merasa bahwa kita memiliki keterikatan satu sama lain saat pertama kita bertemu. Tapi aku tak tahu itu apa, hati ku seakan tertarik untuk menguji mu karena sikap ku sebelumnya yang tak mudah percaya pada siapapun terlebih wanita."
Ungkap Ergin dengan menggengam kedua tangan Aiyla. Kemudian memberikan sentuhan lembut didahi Aiyla.
Ergin laki-laki yang tak begitu tertarik dengan wanita, namun saat Aiyla hadir menjadi pegawai yang cerdas, cantik dan penuh misteri. Membuat hatinya terpikat, walaupun tanpa disadarinya.
Banyak wanita yang datang dengan tubuhnya, membawa segala cara dan alasan, tetapi tidak membuat Ergin tertarik ataupun bergeming melihat mereka. Namun kehadiran Aiyla dapat memikat hatinya secara tidak langsung.
Awalnya Ergin hanya ingin menguji, tuntunan untuk menguji karena dasar dari rasa penasaran dan ketertarikan yang tak bisa diungkapkan olehnya.
"Ayo....Masuk kedalam. Udara malam sudah mulai terasa dingin."
Tiba-tiba Ergin mengeluarkan suara seraya berkata dengan penuh penekanan lalu menarik tangan yang ada digengamannya dengan pelan membawa Aiyla memasuki kamar pribadi mereka.
Duduk diatas tempat tidur dan membelai lembut diwajah Aiyla. Hembusan nafas Ergin terasa diwajahnya begitu hangat.
Sentuhan-sentuhan yang sangat mesrah telah mendarat, dirasakan oleh Aiyla dari jari tangan Ergin yang membelai wajahnya. Kini sebuah sentuhan beralih tepat dibibirnya. Hasrat Ergin telah bangkit untuk menyentuh bibir Aiyla yang membuatnya bergairah sedari tadi.
Balasan reaksi dari bibir Erginpun diterima oleh Aiyla. Wanita itu menikmati sekali sentuhan lembut tepat dibibir dari seorang laki-laki yang ia rasakan begitu besar cintanya pada Aiyla.
__ADS_1
Malam ini menjadi malam yang amat panjang buat mereka berdua. Ergin sempat untuk mengurangi intensitas bercinta, khawatir dengan kehamilan istrinya yang masih muda.
Dokterpun menyarankan untuk mengurangi karena kandungan Aiyla yang lemah dan ditambah tubuhnya yang juga mudah lelah.
Aiyla mengalami penurunan nafsu makan sehingga tubuhnya menjadi lemah karena asupan gizi yang tak memenuhi tubuh.
Namun sekarang usia kehamilanya telah masuki tri semester kedua. Aiyla sudah lebih baik, mulai kelihatan nafsu makannya. Melihat kondisi Aiyla sudah jauh lebih baik dari tri semester pertama, dokter boleh menyarankan untuk bercinta tetapi tidak dalam posisi yang membahayakan istri dan janin yang ada dirahim Aiyla.
"Apa kah kau nyaman dan menikmatinya sayang? "
Terdengar disela gemuruh didada dan nafas yang terkesan terengah-engah. Ergin tak menjadi egois saat bercinta. Memastikan keadaan istri dan bayi yang ada dikandungan Aiyla adalah sehat.
Ergin tampil menjadi sosok yang sekarang lebih sensitif dan perasa pada saat Aiyla hamil. Lelaki itu begitu mengerti akan keinginan Aiyla tanpa diutarakan secara langsung.
Sedang Aiyla sendiri mengalami perubahan sikap yang draktis dalam sepekan ini. Ia tak begitu memikirkan suaminya sibuk dikantor.
Jika ada telpon dari Aiyla maka secepat kilat Ergin akan langsung pergi. Menuruti segala permintaan yang dilontarkan oleh Aiyla.
Aiyla yang mandiri berubah menjadi sosok yang manja, itu semua lantaran pengaruh hormon disaat dirinya sedang mengandung.
Semua tak menjadi masalah bagi Ergin, dengan sabar ia menuruti semua kehendak dari istrinya. Toh hal itu semua diawali dari sikap Ergin yang selalu over protective sehingga sekarang membuat Aiyla menjadi manja ditambah dengan hormon hamil yang dimiliki.
"Sayang...Kau lupa ya, biasanya kau selalu membelai punggung ku. "
Terdengar suara lembut Aiyla masih dalam dekapan tubuhnya. Setelah bercinta Ergin merasa kelelahan sehingga mulai larut dalam alam bawah sadarnya.
"Maaf."
Jawab singkat Ergin, lalu dengan rasa kantuk ia mulai membuat Aiyla tertidur dengan cara membelai lembut punggung sampai pinggang wanita itu.
Selain nafsu makan kurang namun sekarang sudah mulai membaik, wanita itu masih belum bisa menikmati tidur secara langsung jika tidak disentuh bagian punggung sampai ia terlelap.
__ADS_1