Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 97


__ADS_3

Akhirnya mereka bersatu.....😍


Ayoo siapa yang senang nih Sibabang ganteng sama Sienang jadi kepelaminan...😘


Acung jempolnya ya dikolom komentar...πŸ‘


But don't forget to like, vote, love, gift and rate star 5 ya Guy's...πŸ‘Œ


Lanjut ngebacanya...πŸ’‹


πŸ’“Happy ReadingπŸ’“


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


Berita perkawinan Ergin Ozturk dengan Aiyla Othman menjadi headline di surat kabar. Berita perkawinan itu menjadi booming semenjak jumpa pers yang dilakukan Ergin dan Aiyla.


Lelaki itu walau sudah tidak pimpinan direktur utama diperusahaan Ozturk, namun figure Ergin menjadi sorotan public.


Perusahaan Ozturk yang bergerak dibidang yang sama yaitu desain interior dan exterior dengan perusahaan yang dibaru didirikan oleh Ergin mampu menyamakan perusahaan yang telah lama berdiri.


Sebagian client yang bekerja sama karena telah tahu siapa Ergin Ozturk sehingga mereka percaya saja tanpa melihat lama atau tidak perusahaan itu berdiri.


Disatu sisi ada yang tak berbahagia mendengar rencana resepsi pernikahan Ergin dan Aiyla. Dengan sorot mata yang tajam dengan sedikit menyipitkannya wanita itu tersenyum tipis dengan sudut bibir yang meninggi dibagian atas.


"Kita akan lihat nanti...Aku akan memberikan kado pernikahan kalian berdua, sehingga kalian baru tersadar bahwa akan sulit kalian raih kebahagian itu." Suaranya gemetar menahan amarah dan kebencian.


Suara itu terdengar sangat percaya diri dan penuh kesombongan diperkuat dengan mata yang tajam dan sudut bibir yang meninggi. Menggambarkan penghinaan dan kebencian yang mendalam.


Ponsel Nyonya Esma berdering satu kali, panggilan masuk terlewatkan oleh wanita itu. Kemudian terdengar kembali panggilan masuk dari nomor yang sama, dan kali ini ia menerima panggilan masuk tersebut.


"Nyonya...Semua sudah sesuai perintah, kami hanya tinggal menunggu perintah dari anda. "


Suara laki-laki dari seberang sana sangat meyakinkan atas suatu pekerjaan yang diberikan padanya, terkesan penuh dengan percaya diri.


Wanita itu menjadi tambah sombong dan semakin angkuh terlihat sekali dari paras wajahnya mendengar perkataan selanjutnya dari seorang lelaki yang ada diseberang sana.


Tawa lepas terdengar dari mulut wanita paruh baya itu setelah puas mendapatkan laporan yang memuaskan dari pekerjaan yang diperintahkan olehnya.


"Kau tak akan pernah menduga apa yang akan ku perbuat untuk menghancurkan mu!!!"

__ADS_1


Wanita ini begitu menikmati hasil kerja bawahannya dari rencana yang telah disusun rapi olehnya.


πŸ’”πŸ’”πŸ’”


Bunyi pesan singkat terdengar diponselnya. Sebuah pesan masuk keponsel Ergin, lelaki itu tersenyum dengan khasnya melihat siapa yang mengirim pesan tersebut.


"Sayang... Malam ini aku ingin pulang kerumah Fusun sampai pada hari resepsi pernikahan. Itu ku lakukan biar kita saling merindu sampai pada saat itu tiba kita bisa bersama selamanya. "


Pesan singkat itu dengan cepat dibalas oleh Ergin. Terlihat perubahan diwajahnya setelah membaca pesan singkat tersebut.


"Apakah itu sebuah keharusan ? Karena aku tak bisa berpisah lama dengan mu."


Balasan pesan secepatnya dikirim oleh Ergin dengan gemuruh didadanya. Berharap wanita itu mengurungkan ide yang tak masuk diakalnya.


Seraya menunggu balasan pesan singkat tersebut, tanpa disadari jemari Ergin bermain diatas meja dengan mengetuk pelan meja secara bergantian dengan tangan kanannya.


Cukup lama lelaki itu menunggu pesan balasan dari wanita yang sangat dicintainya itu. Suasana hati Ergin bertambah cemas bercampur gelisah. Padahal hanya satu hari saja mereka tak bertemu.


"Harus." Jawaban singkat Aiyla yang telah terbaca oleh Ergin.


Dengan menghembuskan nafas secara kasar lelaki itu masih menatap kata Harus yang ada diposelnya. Ergin kini telah memiliki hati Aiyla tapi tak dapat mengendalikan wanita itu.


Jika Aiyla telah mengatakan keputusannya maka sulit untuk Ergin mengurungkan keputusan wanita itu.


Suara lirih Ergin terdengar sedih dengan hati yang bergemuruh akan kerinduan yang akan melanda dirinya. Sehari terasa lama buat Ergin yang sedang dimabuk cinta.


Aiyla sengaja melakukan hal itu untuk menguji sekali lagi laki-laki yang telah ada dihatinya. Walaupun sebenarnya Aiyla juga merasakan hal yang sama, yaitu kerinduan mendera jika sehari saja tak bertemu dengan Ergin.


"Kau memang aneh Aiyla....Sudah tahu Tuan Ergin itu tergila-gila pada mu masih saja kau buat dia harus menderita memendam rindu sampai hari resepsi kalian!! " Umpat Gul setelah mendengar perkataan sahabatnya itu.


Saat ini Gul menemani Aiyla untuk melihat gedung yang akan digunakan untuk resepsi pernikahannya.


Lelaki itu memang telah menyiapkan segalanya, dengan rasa sayangnya terhadap calon istrinya itu, Aiyla diminta untuk mengecek untuk memastikan apa yang telah disiapkan Ergin disukai oleh Aiyla.


"Ya... Tuhan, aku tak menyangka. Tuan Ergin memiliki sisi yang romantis selama ini. Lelaki ini seperti yang tak ku kenal Aiyla."


Teriak sahabatnya itu excited dan terkesan norak karena teriakannya membuat petugas dan owner wedding organizer tersenyum melihat reaksi wanita dihadapan mereka


__ADS_1


Classic Romance


Tema klasik adalah tema yang abadi dan tidak akan pernah ketinggalan zaman sampai kapanpun. Tema ini pun paling digemari oleh para pasangan pengantin karena terkesan formal dan cocok untuk acara pernikahan. Para orangtua dan keluarga besar juga pasti akan menyukainya karena gaya dekorasi klasik sesuai dengan segala usia dan selera. Tempat pesta pernikahan dengan dekorasi berwarna pink dan hiasan bunga-bunga untuk mendapatkan nuansa romantisnya.


Sebenarnya Aiylapun berdecak kagum pada Ergin yang telah menyiapkan semua ini untuk pesta pernikahan mereka.


"Apanya yang kurang kalau sudah seperti ini," besit Aiyla dalam hati dengan binar mata kagum pada gedung yang telah dihiasi dengan bunga-bunga yang sangat indah.


Semerbak wangi bunga tercium disegala penjuru gedung membuat suasana hati bahagia dan diliputi dengan cinta serta kasih dan sayang.


"Nyonya, apakah ada yang ingin ditambahkan ? atau ada yang tak berkenan dihati anda? "


Owner wedding organizer berkata seraya tersenyum menatap Aiyla yang sedari tadi tak memberikan respon dari pekerjaan yang telah mereka kerjakan.


"Saya suka." Jawaban singkat yang keluar dari mulut Aiyla karena sesungguhnya tak dapat diucapkan dengan kata-kata keindahan yang ada didepan matanya.


Wanita tersebut tersenyum mendengar perkataan dari client yang merasa puas atas hasil kerja mereka dapat terlihat dari mata Aiyla.


Gedung resepsi pernikahan mereka berdua tersebut disebuah hotel megah berbintang 5 dikota ini. Tak semua orang mampu menyewa gedung tersebut kalau tidak dari kalangan tertentu saja.


Kini mereka beralih pada kamar yang ada dihotel ini untuk digunakan Aiyla dan Ergin beristirahat selepas resepsi nantinya.


Owner wedding organizer mengajak mereka untuk melihatnya kembali. Sahabatnya Gul sangat antusias menemani Aiyla hari ini.


Wanita itu seperti merasakan mimpi disiang hari melihat persiapan untuk pernikahan Aiyla yang super mewah.


Gul membuka lebih dulu pintu kamar pengantin yang dimaksud oleh owner wedding organizer.


Matanya kembali takjub dengan mulut sedikit terbuka dan mata membulat melihat kamar tersebut.



Masih bertebaran dengan bunga dikamar itu. Bernuansa Classic Romance namun pilihan warnanya lebih ke warna sofh.


"Aku tak bisa tidur kalau kamarnya seperti ni La.. " Ujar Gul dengan matanya yang tak berkedip menatap kamar tersebut dengan bunga white rose ditangannya.


Aiyla tersenyum mendengar perkataan dari sahabatnya itu. Kali ini Aiyla mengatakan kepuasannya atas wedding organizer yang telah dipilih oleh Ergin.


Diam-diam Aiyla mengirimkan beberapa photo pada lelaki yang telah membuatnya bermimpi indah disiang ini.

__ADS_1


"Terima kasih sayang....Pilihan mu semuanya aku suka."


Pesan singkat yang diberikan Aiyla pada Ergin dengan beberapa emotion tanda cinta ikut menyertai pesan singkat tersebut.


__ADS_2