Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 39


__ADS_3

Ada yang ada dipikiran Ergin tentang buket bunga yang dibeli Aiyla?


Tulis jawaban reader dikolom komentar ya... 👇


Like, Vote, and Love...💕💞


Freeee... Dukung Author yaaa... 👌


Lanjut Ngebaca... 👍


🌺🌺🌺


Nyonya Mustafa telah lama mengetahui dimana Aiyla berada saat ini. Dan mengetahui dimana Aiyla bekerja pada sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Ergin.


"Aiyla...Apakah kau ijinkan putra mu untuk mengunjungi kakeknya yang sedang terbaring dirumah sakit, " ungkap Nyonya Mustafa dengan wajah sendu dan sedih.


Wanita paruh baya tersebut merasakan bahwa suaminya kali ini sakit lebih parah dari sebelumnya. Dirinya tahu didalam kerasnya hati lelaki yang telah hidup puluhan tahun dengan dirinya itu menyimpan rasa rindu dan rasa bersalah pada putranya.


Hanya keegoisan dan keras kepala yang sampai detik ini membuat lelaki paruh baya itu tersiksa atas sikapnya sendiri.


Setelah seminggu berada dirumah sakit, nyonya Mustafa khawatir suaminya tak pernah melihat putra dari Aiyla yang memiliki paras duplikat wajah Ali.


"Nyonya... Bukanya aku tak mau. Namun akankah pertemuan putra ku malah akan memperburuk kesehatan yang diderita Tuan Mustafa," ungkap Aiyla dengan berusaha membuang rasa perih dan sakit didalam dadanya.


Aiyla sadar bahwa lelaki yang sedang dibicarakan ini sangat menolak kehadiran putranya, bahkan dengan berhati dingin dan penuh kesombongan tidak mau membantu putranya yang sangat membutuhkan bantuan kesembuhan saat itu.


"Aiyla... Aku tahu bahwa dirimu masih tak bisa melupakan kejadian yang telah terjadi. Tapi percayalah pada ku...Apapun yang terjadi, aku tak akan menyalahkan dirimu, " ungkap wanita itu yang telah menggenggam erat jemarinya.


Fusun yang sedari tadi mendengar percakapan antara Aiyla dengan mertuanya. Timbul rasa bahagia menyeruak dihatinya, bahwa wanita paruh baya itu ingin menyatukan kembali keluarga yang mereka buang selama ini.


"Baiklah...Aku butuh waktu untuk menceritakan semua pada Azzam, karena Aiyla tak pernah bercerita banyak tentang kakek dan nenek Azzam, walaupun nyonya Mustafa telah bertemu dengan putranya itu," ungkap Aiyla pada nyonya Mustafa.


Akhirnya dengan membawa senyum kebahagiaan wanita paruh baya itu pamit meninggalkan kediaman Aiyla dengan sebuah harapan besar dihatinya.

__ADS_1


Aiyla berjanji setelah menceritakan kepada putranya, dirinya akan membawa Azzam berjumpa dengan kedua orangtua dari ayahnya.


"Kau sudah tepat Aiyla... Memberikan peluang pada putra mu untuk mengenal lebih dekat keluarga dari ayahnya yang belum sama sekali dikenal oleh Azzam. Bisa saja dengan melihat wajah cucunya yang mirip dengan putranya itu memberikan kesembuhan pada lelaki yang sedang terbaring dirumah sakit itu," ungkap Fusun setelah berjalan mendekati dirinya.


Wanita itu memang memiliki keraguan akan tindakannya kali ini, Aiyla tak ingin dipersalahkan menyebabkan kematian pada lelaki paruh baya yang sedang terbaring tak berdaya.


Sudahlah putra dari lelaki paruh baya itu meninggal setelah memilih hidup dengan dirinya dan Aiyla tak ingin menyebabkan lelaki itu terkejut lalu meninggal karena bertemu dengan cucu laki-laki dari putranya.


"Berserah saja... Jangan memiliki prasangka yang buruk, wanita yang barusan keluar tadi pasti telah memikirkan ini semua sebelum mengambil keputusan untuk meminta dirimu membawa Azzam untuk bertemu suaminya, " ungkap Fusun dengan wajah meyakinkan dirinya.


Aiyla menganggukan kepala pertanda mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Fusun. Besok setelah pulang dari kantor Aiyla akan mengajak putranya bertemu kakeknya.


"Sekarang tidurlah, jangan dipikirkan lagi masalah ini," ucap Fusun kembali seraya berdiri dan berjalan memasuki kamar tidurnya.


Aiyla melihat wajah putranya yang tengah tertidur disaat lelah bersekolah dan bermain dengan neneknya. Walaupun Azzam telah mengenal neneknya, dan nyonya Mustafa telah bercerita sedikit tentang suaminya pada cucunya, namun tidak detail mengapa baru sekarang Azzam bisa bertemu dengannya.


Jadi Aiyla cukup menjelaskan penyebab kenapa selama ini putranya itu tidak bertemu dengan Tuan Mustafa. Sebelumnya anak lelaki itu bertanya tentang kakeknya setiap neneknya berkunjung dirumah sakit atau bahkan disaat berkunjung ke apartementnya.


Aiyla kembali meneteskan bulir bening yang setiap hari selalu saja ada penyebab kesedihan yang dirasakannya sehingga keluar dari ujung matanya itu.


Jarang Aiyla mendapatkan air mata kebahagiaan, seakan enggan air mata bahagia itu hadir didalam hidupnya.


🍀🍀🍀


Hari ini sepulang dari kantor Aiyla bergegas membeli buket bunga untuk dibawanya nanti.Tanpa disengaja bertemu dengan Ergin yang sedang memasuki toko yang sama dengan dirinya.


"Aku mau bunga itu nyonya," ucap Aiyla dengan tersenyum.


Aiyla memilih bunga Anyelir yang berwarna merah muda. Bunga Anyelir merupakan bunga yang melambangkan kasih sayang dan cinta, Rasanya cinta dan kasih sayang mampu meluluhkan hati seseorang yang dingin dan mengeras.


Ergin menatap Aiyla dengan wajah sedikit cemberut sekaligus penasaran melihat Aiyla memilih bunga yang melambangkan cinta dan kasih sayang.


"Mau diberikan untuk siapa buket bunga itu," batin Ergin didalam hatinya.

__ADS_1


Karena terlalu lama berdiri dan melihat kearah wanita yang tengah asik berbicara tak jauh darinya, tanpa memberikan sepatah katapun pada penjaga toko yang lain yang telah sedari tadi menatap Ergin menunggu apa yang sedang diinginkannya.


"Tuan... Ada yang bisa saya bantu," tanya penjaga toko dengan ramah dan sopan.


Ergin terkejut dengan ucapan penjaga toko itu, begitu juga Aiyla yang tengah asik memperhatikan bunga yang cantik dan indah menoleh kearah suara yang tak asing ditelinganya.


Ergin menatap Aiyla lalu tersenyum, Aiyla hanya menundukkan kepalanya dengan sopan sebagai balasan dari senyuman yang diberikan atasan padanya.


"Tuan ingin membeli bunga apa?" Tanya penjaga toko masih dengan wajah tersenyum dan ramah.


Ergin menginginkan rangkain bunga tulip berwarna putih yang merupakan simbol dari ketulusan, kemurnian, harapan dan pengampunan. Oleh karena itu, bunga tulip putih sangat tepat untuk dijadikan sebagai buket bunga yang menyampaikan permintaan maaf dan dapat memberikan Ergin kesempatan kedua dari orang yang dicintai.


"Baiklah Tuan..." ucap penjaga toko dengan senyuman mengembang diwajahnya.


Selagi penjaga toko itu merangkai bunga, Ergin mendekati Aiyla dengan tatapan mata yang tak henti menunjukkan ketertariknya pada wanita dihadapannya.


"Bagaimana kabar Azzam? Kapan kita bisa kembali kepeternakan itu, karena aku tahu bahwa putra mu sangat menikmatinya disana," ungkap Ergin dengan tersenyum.


Sebuah perkataan pembuka yang sedari tadi berusaha disusun oleh Ergin untuk menyapa wanita itu.


Aiyla kembali dengan sikap biasa tapi tetap merespon perkataan yang disampaikan oleh atasannya.


"Azzam sehat, anak itu memang tak berhenti untuk selalu bercerita tentang peternakan, apalagi Tuan meminta dirinya untuk memberikan nama pada kuda yang baru lahir itu," ungkap Aiyla dengan wajah tersenyum mengingat putranya.


Ergin menanggapi respon Aiyla dengan senang hati, ternyata wanita ini mau berbicara lebih padanya mengenai keadaan putranya itu.


Senyuman tak lepas dari parasnya yang tampan memandang Aiyla sampai tak sadar ketika penjaga toko memberikan buket bunga yang dipesannya. Ketika Ergin ingin membalas perkataan Aiyla, namun tak sempat karena dipotong oleh perkataan dari penjaga toko tersebut.


"Ini Tuan bunga yang anda pesan, semoga permintaan maaf Tuan diterima dan diberikan kesempatan kedua pada wanita yang anda cintai," ungkap penjaga toko dengan wajah tersenyum.


Aiyla yang mendengar penjelasan atas bunga yang dibeli Ergin membuat dahinya sedikit berkerut. Namun tak terlalu dipikirkannya, Aiyla tak memperdulikan atasannya memberikan bunga itu untuk siapa.


Berlalu meninggalkan Ergin yang masih berada ditoko bunga untuk pembayaran dikasir, tanpa menunggu Ergin yang ingin berbicara lebih lanjut.

__ADS_1


__ADS_2