Pekatnya Malam

Pekatnya Malam
Bab 45


__ADS_3

Apakah rasa cinta itu tumbuh dan berkembang ...😊


Tulis dikolom komentar yaaa


Plz berikan komentar yang membangun...😉


Like, vote, rate 5 bintang and love Author tunggu...😎


Jom lanjut ngebaca... 😍


🍀🍀🍀


"Apakah...Benar dengan sikap ku kali ini? Aku begitu mencintai mu Ali...Aku tak ingin menghapus kenangan indah bersama mu, jika ku buka hati ini untuk laki-laki lain," ucap lirih Aiyla memandang photo suaminya.


Ada rasa ragu dan rasa bimbang menyeruak dihati Aiyla akan perubahan sikap yang diberikan Aiyla pada atasannya.


Terlintas dalam pikirannya untuk menghidar dan berlari sejauh mungkin dari lelaki yang tak ingin berhenti untuk menebus kesalahan yang pernah dilakukannya.


Diambilnya ponsel lalu menekan kontak nama yang telah tersimpan didalam ponselnya.


"Gul...Aku akan segera mencari pekerjaan baru, aku merasa tak nyaman bekerja disana lagi," ungkap Aiyla dengan suara bergetar.


Sontak mendengar perkataan sahabatnya itu, membuat Gul terkejut dan penasaran dengan alasan apa Aiyla secara tiba-tiba ingin berhenti dari perusahaan tempat mereka berdua bekerja disana.


"Apakah karena kau menemui Tuan Murad waktu itu dan ini akibatnya yang kau terima? " balas Gul dengan menerka-nerka.


Penyebab berhentinya Aiyla yang diterka oleh Gul langsung dibantah oleh Aiyla. Wanita ini tak ingin sahabatnya membuat kesimpulan yang salah atas keputusan yang telah diambilnya.


Belum sempat Gul bertanya begitu dalam, namun panggilan itu telah diputuskan oleh Aiyla. Sahabatnya itu merasa cemas dan khawatir.


Bergegas mengemudikan mobil menuju apartemant Aiyla. Rasa tak sabar terlihat jelas diwajah wanita itu untuk segera bertemu.


"Aiyla... Aiyla... Aiyla.." Panggil Gul dengan suara keras seraya mengetuk pintu apartemant nya.

__ADS_1


Pintu itu terbuka dan Gul langsung memeluk sahabatnya yang tengah berdiri dihadapannya. Dengan wajah cemas bercampur khawatir Gul berusaha mengendalikan emosinya.


"Apa yang kau lakukan, mengapa sampai berhenti bekerja," ucap Gul dengan wajah sedih.


Gul memang sudah tahu bahwa Aiyla merasakan ketidak nyamanan pada saat kedua atasannya berlomba-lomba memberikan perhatian lebih pada Aiyla.


"Ini surat pengunduran diriku, walaupun aku tak tahu harus bekerja dimana, aku hanya ingin hidup tenang saja bersama putra ku," ucap Aiyla dengan suara meyakinkan sahabatnya.


Wajah Gul semakin terkejut, ternyata keputusan ini tidaklah main-main diambil oleh Aiyla. Dengan berat hati mengambil surat pengunduran sahabatnya itu dengan tangan yang bergetar.


"Apa yang harus ku jawab jika mereka berdua bertanya pada ku," tanya Gul dengan wajah tertunduk dan sedih.


Aiyla adalah sahabat sekaligus bagian dari keluarganya. Gul tahu benar sikap dan sifat sahabatnya itu. Jika telah mengambil suatu keputusan maka sangat sulit untuk merubahnya kembali.


"Katakan saja aku sudah tak bisa bekerja disana karena ingin kembali kekampung, dan ingin mencari pekerjaan disana," ucap Aiyla dengan alasan yang tak bisa diterima oleh Gul.


Wanita dihadapan Aiyla itu menggelengkan kepalanya pertanda tidak setuju dengan alasan yang dikemukakan sahabatnya itu.


"Ayoolah...Berikan alasan yang tepat untuk ku agar bisa mengatakan pada mereka berdua La.." ungkap Gul dengan wajah memohon.


Gul juga ingin tahu alasan yang sebenarnya terjadi pada sahabatnya itu. Berhenti dengan cara tiba-tiba, tentunya akan membuat semua orang terkejut.


Dengan mata berkaca-kaca dan suara berat berusaha menahan tangis yang akan pecah, Aiyla mulai berterus terang.


"Gul, kau adalah sahabat ku yang tahu akan kehidupan ku sebelumnya. Bagaimana hari-hari ku jalani dengan begitu berat. Aku tak ingin menghapus kenangan indah suami ku dan aku ingin menghabiskan sisa hidupku hanya dengan putraku saja. Disaat dua lelaki itu datang dan mencari perhatian ku, hati ku terasa perih seakan merasa bersalah atas kemurnian cinta Ali pada ku," ucap Aiyla dengan suara yang begitu berat.


Mendengar perkataan Aiyla barulah mengerti dengan apa yang telah terjadi, hati Aiyla terasa sesak dan tertekan secara bersamaan.


"Baiklah kalau begitu, aku akan berusaha memberikan alasan yang dapat diterima mereka berdua, tapi ku mohon kau akan terus memberikan kabar pada ku," ucap Gul dengan airmata yang telah membasahi wajahnya


Dengan berpelukan Aiyla dan Gul saling memberikan kekuatan dan hanyut dengan perasaan mereka masing-masing.


"La... Kau wanita yang cerdas, mandiri dan pemberani. Aku yakin kau akan mendapatkan pekerjaan lain diluar sana," balas Gul dengan menatap lembut sahabatnya itu.

__ADS_1


Aiyla menganggukkan kepala bahwa dirinya optimis untuk mendapatkan pekerjaan dengan cepat seperti yang dikatakan sahabatnya.


"Baiklah, aku akan pulang. Jaga dirimu yaaa dan keponakan ku itu..." ucap Gul dengan memberikan pelukan hangat pada Aiyla.


🍒🍒🍒


Aiyla menghilang setelah surat pengunduran diri wanita itu diterima oleh Ergin dan Murad. Kedua lelaki itu merasakan kehilangan yang teramat dalam dihati mereka masing-masing.


Terlebih Ergin yang hatinya baru saja berbunga-bunga kini layu dan bahkan mengering tak tersisa satu kuncup pun.


Alasan yang diberikan oleh Gul tak dapat diterima oleh mereka berdua tapi mereka tak dapat berbuat banyak atas keputusan Aiyla resign dari perusahaan itu.


Sahabatnya itu menutup rapat tentang Aiyla disaat kedua atasannya mencari informasi dan berusaha mengorek-ngorek keberadaan Aiyla.


Aiyla telah meninggalkan apartemant yang dulu mereka tempati, karena pasti dua lelaki itu akan datang dan membujuk dirinya agar merubah keputusan. Terlebih lelaki yang berparas tampan bermata biru itu.


Kini mereka bertiga tinggal dirumah Fusun dipinggiran kota. Rumah yang sempat ditempati oleh Fusun bersama saudara laki-lakinya.


Azzam sempat protes dengan ibunya karena berpindah sekolah, dirinya yang telah mempunyai teman dekat disekolah lama kini harus mencari teman disekolah yang baru.


Anak lelaki itu sangat sulit untuk berinteraksi dengan teman seusianya dan sangat sulit melupakan orang-orang yang telah masuk didalam kehidupanya termasuklah Ergin.


Putranya selalu menanyakan mengapa mereka harus pindah dan tak dapat bertemu dengan sahabatnya Aiyla dan Tuan Ergin. Dengan alasan yang dibuat oleh Aiyla terpaksa Azzam menerimanya.


Hampir 3 bulan Aiyla hidup bertiga dengan lingkungan baru. Kini dirinya sudah seminggu mendapatkan pekerjaan disebuah perusahaan kecil tak sebesar perusahaan dimana dulunya ia bekerja.


Perusahan yang bergerak dibidang yang sama sesuai dengan pendidikan yang Aiyla raih dimasa kuliah. Perusahaan yang baru merintis dan berusaha mengepakkan sayapnya.


Aiyla sengaja tak menuliskan pengalaman kerja dari tempat perusahan yang dulu ia bekerja. Dirinya tak ingin menimbulkan pertanyaan-pertanyaan pada orang-orang yang ada diperusahaan baru ini.


Berusaha menutup rapat kehidupan pribadinya terkecuali dengan atasannya saat ini. Ya atasan Aiyla yang baru adalah teman dirinya disaat kuliah. Mereka telah lama mengenal dan bahkan mengetahui bahwa Aiyla telah menikah dan memiliki seorang putra.


Pernikahan Aiyla saat itu terbilang cepat, setelah lulus Aiyla langsung dilamar oleh Ali. Sebagian teman-teman dekat Aiyla dan Ali ikut hadir pada saat pernikahan itu berlangsung.

__ADS_1


__ADS_2