
Duuuh Sibabang Murad masih belum juga Move On...😡
Kita buat ia jatuh cinta kewanita lain gimana? Setuju ga Reader ?😬😬
Tulis dikolom komentar yaaa...👇
Please need you Guy's...🙏
Waithing for your support please... 🙏
Like this👇
Your Thumbs👍
Your Love💙
Your Gift🎁
Your Vote💯
And...Your Comment💌with Rate Star 5🌟
💠Happy Reading💠
💨💨💨Jom Lanjuuut
⭐⭐⭐
Gul menemui sahabatnya itu lalu merangkul tubuh Aiyla. Sedikit terkejut dengan tindakan wanita itu.
Walau dalam satu kantor tapi mereka memang sudah jarang untuk berbicara. Kesibukan Aiyla yang menahan Gul untuk menceritakan masalah pribadinya.
"Hei... Ada apa ? Mengapa wajah mu seperti itu ? Apa yang telah terjadi ?"
Ucap Aiyla seraya mengangkat wajah sahabatnya dari pelukan erat ditubuhnya.
Bulir bening membasahi wajah cantik sahabatnya itu. Aiyla merasa pasti ada sesuatu yang sangat berat yang sedang dihadapi Gul.
"Aku mau dijodohkan...Kedua orangtua mendesak agar aku segera mencari pasangan, kalau tidak mereka akan menjdodohkan ku!! Kau tahu kan Laa...Sampai saat ini aku tak memiliki pasangan."
Isak tangis Gul terdengar diruang itu, seraya terbata-bata menyampaikan kehendak orang tuanya itu. Aiyla tersenyum seraya menyeka bulir bening yang membasahi wajah Gul.
"Wajar saja sayang... Kau lupa dengan usia mu! Mereka membutuhkan cucu dari mu..."
Ledek Aiyla membalas penjelasan Gul yang telah berderai air mata dengan santai dan penuh candaan.
__ADS_1
"Cucu... Dari mana ku dapatkan. Kekasih saja aku tak punya! "
Umpat Gul dengan wajah berubah menjadi cemberut. Membuat Aiyla semakin enak untuk gurauan pada sahabatnya itu.
"Ya... Sudah. Kau jadi ibu pengganti saja! " Balas Aiyla sambil menahan tawa.
Mulut Gul lebih mengurucut dengan mata melirik tajam kearah Aiyla. Hati dan suasananya yang sedih berubah menjadi manyun dan bertambah kesal mendengar perkataan dari Aiyla.
"Kenapa kau tak kejar cinta mu itu ?"
Ungkap Aiyla, kali ini dengan mimik wajah serius menatap sahabatnya itu.
Gul paham siapa yang dimaksud dengan Aiyla. Lelaki yang menjadi pujaan hatinya. Murad telah berbeda dari biasanya. Dulu lelaki itu tak lepas dari banyak wanita.
Silih berganti wanita yang menjadi pasangannya. Namun entah mengapa dalam dua tahun ini lelaki itu sangat jarang atau bisa dibilang sudah tidak menggandeng wanita.
Gul tahu betul itu, terjadi perubahan dari atasannya. Walaupun demikian Gul masih belum bisa menarik perhatian laki-laki itu.
Murad sering terlihat murung, walau sebenarnya ia bisa saja bersama wanita lain. Wanita yang mendekati Murad makin banyak dari sebelumnya. Mungkin lantaran Murad selalu bersikap cuek dan dingin pada setiap wanita yang mendekatinya.
Timbul rasa penasaran diwanita yang mendekatinya, biasa laki-laki itu akan merespon wanita yang menggodanya.
"Aku tak tahu La..Terkadang memberikan perhatian lebih dan terkadang pula cuek pada ku. "
Suara lirih terdengar ditelinga Aiyla, mengetahui perasaan yang sedang dirasakan sahabatnya.
"Pernahkah kau mengungkapkan perasaan mu padanya?"
"Aku tak memeliki keberanian untuk mengeluarkan isi hati ku padanya, aku merasa malu kalau ia menolak cintaku."
Dengan wajah sendu dan kepala tertunduk Gul mengungkapkan perasaannya pada Aiyla. Apa yang didengar oleh Aiyla membuat hatinya terenyuh.
"Apa yang harus ku lakukan untuk membantu sahabatnya itu ?"
Batin Aiyla dihati berusaha untuk memberikan jalan pada sahabatnya.
Murad lelaki yang sempurna bagaimana caranya agar ia dapat lebih tertarik pada sahabatnya itu. Aiyla tahu bahwa laki-laki itu pernah menyukainya namun Gul tah pernah tahu.
Sudah begitu keras Aiyla memikirkan cara, tak ada satupun yang dapat ditemukan untuk membuat Gul dekat dengan laki-laki yang dicintainya.
"Akhhh...Sudah La, aku menyerah saja menerima jodoh dari orangtua ku. "
Ucap Gul dengan wajah bersedih. Pintu ruang kerja Aiyla terbuka tanpa ada tanda seseorang masuk kedalam ruang tersebut.
Rupanya Ergin dan Murad, dua laki-laki itu telah ada dihadapannya. Wajah mereka yang terkejut membuat Ergin penasaran dengan topik yang menjadi bahan pembicaraan mereka berdua.
"Sayang...Ada apa? Seperti ada sesuatu yang serius dengan yang kalian bicarakan? "
Ungkap Ergin dengan santai merangkul pinggang Aiyla dihadapan mereka berdua. Murad memperhatikan tindakan yang dilakukan oleh Ergin pada Aiyla.
__ADS_1
Spontan Aiyla menjawab guna mengetahui reaksi Murad terhadap Gul.
"Gul akan segera menikah dengan pilihan orangtuanya," ucap Aiyla.
Wajah Gul berubah menjadi memerah seraya menatap Aiyla. Wanita itu kembali terkejut setelah mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya.
Tak berbeda jauh dengan Murad, laki-laki itupun terkejut juga. Sedangkan Ergin hanya bersikap bingung melihat perubahan diwajah Murad.
Aiyla memberikan isyarat pada suaminya dan Ergin memahami maksud dari isyarat yang diberikan istrinya.
Mereka berdua akhirnya meninggalkan Gul berdua dengan Murad diruang kerja Aiyla dengan alasan tertentu.
" Nyonya Aiyla mengapa tiba-tiba kau langsung pergi," protes Gul pada sahabatnya itu.
Aiyla hanya mengedipkan matanya dan Gul tahu bahwa wanita itu memberikan ruang untuk dirinya bersama Murad.
Murad berjalan mendekati Gul, gemuruh didadanya semakin bergelora saat laki-laki itu mendekat.
"Apakah benar yang dikatakan oleh Aiyla? "
Tanya Murad dengan wajah penuh penasaran. Lelaki itu merasakan hati tersentak saat mendengar perkataan Aiyla.
Murad merasa wanita dihadapannya itu berbeda dengan wanita lainnya. Apalagi disaat mereka pernah berdua pergi melakukan perjalanan bisnis dan disana Gul mrmbuat hatinya tersentuh.
Ada rasa tak terima jika wanita itu menikah dengan seorang lelaki. Murad tak menyadari ternyata ada ruang disudut hati untuk Gul.
Buktinya hati Murad merasakan sesuatu yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata disaat tahu gadis itu akan segera dilamar.
"Tuan...Benar adanya. Aku wanita yang tak muda lagi. Orangtua ku menginginkan ku menikah secepatnya."
Ucap Gul dengan wajah tertunduk dan bulir bening jatuh diujung matanya.
Murad melihat kesedihan dan keputusan dari wanita dihadapannya. Murad merasakan sesuatu dihatinya.
"Apa kau menyukainya dan senang akan keputusan orangtua mu ?"
Ungkap Murad seraya tak sabar untuk menunggu jawaban yang keluar dari mulut Gul.
Gul menatap lekat mata laki-laki yang ada dihadapannya. Ada sesuatu hal yang tak dapat diungkapkan oleh Gul.
"Zaman sekarang masih ada perjodohan."
Umpat Murad secara tak sengaja mulutnya mengeluarkan kata-kata itu. Gul tertegun mendengar perkataan dari Murad.
"Aku... Tak ada pilihan. Orangtua ku akan mengurungkan niat jika aku memiliki pasangan. Aku bahkan tak memiliki seorang laki-lakipun yang dekat dengan ku!! "
Dengan polosnya Gul bercerita karena terbawa emosi sehingga tak merasa keberatan setelah mengatakan bahwa dirinya masih single diusia yang sudah beranjak dari angka 30.
"Mengapa kau tak memperkenalkan ku pada mereka ?"
__ADS_1
Terdengar suara yang tak disangka oleh Gul. rasa tak percaya laki-laki itu berkata demikian.